Hakikat Iman Itu Percaya Kepada Kebenaran


Hakikat Iman Itu Percaya Kepada Kebenaran. Dalam kaidah Islam, iman harus terbebas dari segenap prasangka dan tidak mengandung konotasi negatif. Artinya iman itu melibatkan sebuah kebenaran sejati, bukan kebenaran yang berasal dari prasangka dan mitos. Iman itu harus bisa diketahui dan dibuktikan kebenarannya, sehingga objek keimanan itu merupakan ekspresi dari realitas objek dari sesuatu dan mengikat diri berdasarkan kebenaran yang diketahui itu.

Jadi iman dalam Islam tidaklah cukup dengan hanya beriman kepada Allah saja, tetapi iman mesti berlaku pada objek – objek keimanan dan hanya orang – orang yang beriman kepada seluruh objek keimanan, keimanan seseorang dapat dipandang sebagai keimanan islam, bukan hanya beriman kepada sebagian objek saja.

…. ”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” …….. ( HR. Muslim )

Perkara iman adalah perkara hati, yang berarti bahwa objek keimanan itu harus dipercayai dengan hati yang merupakan organ spiritual yang membedakan antara makhluk yang bernama manusia dan makluk bukan manusia. Setiap orang yang beriman harus mengakui dengan hatinya bahwa sesuatu yang diimaninya itu benar dengan sebenar – benarnya, bukan abstraksi khayalan yang ditafsirkan

Artinya, percaya saja tidaklah cukup untuk menyatakan seseorang itu sudah beriman. Kepercayaan terhadap objek keimanan tersebut harus diucapkan melalui lisan secara sadar. Artinya Iman juga merupakan sebuah pengucapan. Pembenaran hati terhadap suatu kebenaran mesti diungkapkan melalui ungkapan terbaik manusia yaitu ucapan lisan.

Setelah meyakini bahwa segala sesuatu itu adalah benar dan telah dilahirkan secara sadar melalui lisan, maka selanjutnya manusia harus mengikat diri dengan kebenaran itu dan membuktikan komitmen keimanan tersebut dalam aktifitas perbuatan sebagai bentuk kesempurnaan iman. Iman harus dibuktikan melalui aktifitas yang diperintahkan Tuhan atau yang sesuai dengan kebenaran Al – Quran karena kebenaran A- Quran itu adalah kebenaran Tuhan.


Iman dan Islam merupakan dua hal yang berbeda, walau kebutuhan iman terhadap islam sangat penting, namun setiap orang Islam belum tentu secara otomatis beriman. Ada sebagiannya hanya tunduk pada syariah Islam dan atau ketentuan Islam karena sesuatu kepentingan dan lainnya. Ketundukan itu sendiri merupakan bidang ketaatan dan perbuatan atau amal

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: “Kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( QS : 49 : Al Hujaraat : Ayat : 14 )

Pada tataran ini perlu dipahami bahwa syariah berkenaan dengan perbuatan dan atau amal ibadah dan tidak bekenaan sama sekali dengan keimanan. Iman adalah perkara antara manusia dan Tuhan – nya. Manusia tidak berhak menghakimi keimanan sesorang, karena tidak akan pernah ada sesorang pun di dunia ini yang tahu apa yang ada dalam hati seseorang itu, yang dapat dihakimi oleh manusia hanyalah perbuatan manusia lainnya. Yang berhak menghakimi iman seseorang hanyalah Allah SWT sebagai Tuhan yang diimani.

Lawan dari iman itu adalah kafir atau menolak kebenaran dan penyangkalan terhadap konseksuensi dari iman itu atau menutup diri dari kebenaran yang sudah nyata dan pasti diketahui. Iman merupakan keadaan jiwa dan hati yang berlangsung bersama dengan pengakuan atas kebenaran. Berkomitmen terhadap kebenaran dan berbuat sesuai dengan kebenaran yang diimani tersebut. Sehingga pembahasan iman tidak bisa dipisahkan dari kebenaran, hakikat iman itu sesungguhnya adalah percaya kepada kebenaran.

Sedangkan hakikat dari kebenaran itu merupakan persesuaian antara pikiran dan kenyataan atau kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan objek sebagaimana adanya, betul dan tidak salah, sehingga kebenaran itu adalah sesuatu yang absolut dan tidak terbantahkan. Kebenaran Islam adalah kebenaran Al – Quran, Kebenaran Al – Quran adalah kebenaran hakiki yang berasal dari Allah Tuhan Rabb al ‘Alamin

Ingkar terhadap kebenaran merupakan suatu hal yang berlawanan dengan iman. Pebangkangan terhadap sesuatu kebenaran merupakan perbuatan tercela dan terkutuk. Terkutuk karena menolak kebenaran yang sudah nyata dan terbukti kebenarannya. Karena itulah setan dinyatakan sebagai makhluk terkutuk karena menolak kebenaran Al – Quran yang sudah nyata dan benar – benar sudah terbukti benar. ( Kajian Hakikat Tauhid )

Comments 2

  • Hakikat Iman Itu Percaya Kepada Kebenaran dan Penyata kepada Kebenaran itu adalah Rasa dan Rasa itu hanya nyata dalam IlmuNya.

  • Ikhlas adalah Kunci kepada segalaxnya, Cinta adalah puncha kepada yang mengerti dan Rasa adalah segalax yang Ternyata di dalam perjalan mengharung diatas sifat Jalali dan Jaimali …. yang Ternyata carilah sifat Kamali. Jadilah seorang Insan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.