Awal Agama Itu Mengenal Allah

Awal Agama Itu Mengenal Allah – Agama yang dimaksud dalam kajian ini adalah apa yang dimaksud dalam bahasa Arab dengan Ad Dien yang bisa ditafsirkan dalam bermacam-macam makna seperti pembalasan, yang menjadi sebab dari sebuah pembalasan, perkiraan dan perhitungan, menundukkan, pengurusan dan kesetaraan atau memperlakukan sebanding dengan cara perlakukan kita.

Pada hakikatnya, makna kata “ agama ” atau “ ad dien ” ini adalah suatu kata yang umurnya sudah sangat tua. Kata ini berkembang dalam masyarakat. Perkembangannya mengacu kepada makna ketuhanan yang dapat difahami dengan mudah sesuai dengan perkembangan akal budi dan budaya masyarakat pada saat itu, seperti memaknai “ agama ” atau “ ad dien “ dengan upacara atau perayaan ketuhanan yang dilakukan dengan penyertaan penyembelihan korban yang dipersembahkan kepada sesembahan dan pujiannya.

Seiring dengan perkembangan kemajuan dan kecerdasan serta budaya manusia kata “ agama “ atau “ ad dien “ ini terus berkembang seperti dalam bahasa latin disebut dengan “ religion “. Kata “ agama “ itu sendiri berasal dari bahasa sangsekerta di India kemudian masuk ke Indonesia dan selanjutnya menjadi bahasa Indonesia secara umum dengan makna yang tetap sebagai agama atau syariat yang bisa ditafsirkan dalam kajian ini sebagai aturan atau undang-undang yang mengikat seorang hamba untuk mengikuti dan mengerjakannya

“ Itulah umat yang tela berlalu, untuk mereka apa yang mereka usahakan dan untukmu apa yang kamu usahakan. Kamu tidak dipertanggungjawabkan tentang apa yang telah mereka lakukan “ ( QS : 02 : Al-Baqarah : Ayat 134 )

Para orientalis barat, setelah melakukan pencarainnya yang sangat panjang, kaum orientalis ini pada akhir abad ke sembilan belas barulah menemukan makna dari agama itu sendiri yang definisikan dalam empat definisi yaitu :

  1. Agama itu ialah mempercayai bahwa Allah Tuhan Semesta Alam yang tidak menghendaki dan tidak memerlukan amalan-amalan hamba-Nya. Segala amalan yang dilaksanakan para hamba adalah untuk kepentingan para hamba sendiri
  2. Bahwa Allah sangat penyayang karenanya Allah menyukai kebaikan untuk hamba Nya dan tidak memberatkan hamba Nya dengan berbagai macam atauran yang memberatkan melainkan untuk menghasilkan manfaat kebaikan kepada hamba Nya itu sendiri.
  3. Bahwa ibadah – ibadah itu wajib sesuai dengan aturan hidup manusia serta sesuai dengan tabiat atau perilaku manusia dan tidak menyalahi kodrat kemanusiaan serta tidak merusak nilai – nilai kemanusiaan tetapi memperbaiki dan memanusiakan manusia itu sendiri sesuai dengan derajatnya yang mulia.
  4. Ibadah – ibadah tubuh dipandang sebagai jalan untuk mensucikan jiwa manusia dan membersihkannya. Sesungguhnya bukan ritual peribadatan itu yang dikehendaki Tuhan melaikan kewajiban ibadah itu mempunyai makna yang sesuai dengan maksud peribadatan itu, sehingga apabila seseorang telah mengerjakan kewajiban ibadahnya tapi tidak mampu mengaplikasikan hakikat dari ibadah itu dalam kehidupan dunianya, maka itu sama saja artinya dia belum mengerjakan.

Sedangkan menurut jumhur para ulama, agama itu dinamai dustur ketuhanan dengan hukum dan syariat kerana merupakan undang-undang yang tersusun rapi dan indah dengan sangat sempurna dan mudah difahami manusia sesuai kodratnya. Sehingga makna agama dalm kajian ini dapat kita definisikan dengan “ Dustur Ilahi yang didatangkan Allah sebagai pedoman hidup dan kehidupan manusia di alam dunia untuk mencapai kemuliaan dan kesejahteraan akhirat “

“ Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. “ ( QS Al Maidah : ayat 6 )

Dengan pengertian tersebut, dapat difahami bahwa agama merupakan satu – satunya jalan untuk memuliakan dan meninggikan kemuliaan manusia dengan cara memuliakan Allah, Tuhan Semesta Alam ( Rabb Al ‘Alamin ) melalui ketaatan dan ketundukan terhadap perintah – perintah Nya tanpa sebab yang menyebabkannya selain dari sebab Tuhan itu sendiri.

Muara dari seluruh rangkaian ritual peribadatan yang dilaksanakan manusia adalah Allah sebagai tujuan tunggal, maka pemahaman bahwa awal agama itu adalah mengenal Allah ( awalluddini makrifatullah ) yang dilanjutkan dengan kualitas makrifat berupa penyaksian dengan akal budi dan hati tanpa penyerupaan dalam lingkup ruang dan waktu.

Dan apabila sebagai hamba yang disempurnakan dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, tidak mampu mencapai maqam makrifat tersebut, maka meyakini dengan sungguh – sungguh bahwa Allah melihat kita, sudah merupakan pencapaian yang lebih dari cukup dan itulah yang dinamakan dengan Ikhsan. ( Kajian Hakikat Tauhid )

Comments 1

  • “Dgn menyebut nama allah yg maha pengasih lagi maha penyayang”
    puji syukur kehadirat allah..terimakasih sudah berbagi..hanya mereka yg beruntung yg fahan & mengerti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.