Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 4 )

Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 4 ). Kajian ini merupakan kelanjutan dari kajian sebelumnya pada blog “ Kajian Hakikat Ilmu Tauhid “ ini yaitu pada kajian ” Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 3 ) “ yang telah disampaikan bahwa menyeret pemahaman realitas ketuhanan dari ranah iman ke dalam ranah akal sama artinya dengan penjebakan diri kepada pengingkaran terhadap realitas ketuhanan itu sendiri, bahkan lebih jauh bisa melahirkan kesyirikan yang keji. Semoga Allah SWT melindungi kita dari kezaliman tersebut.

Selanjutnya melaui realitas iman yang tidak memerlukan pembuktian tersebut yang sudah dibahas dalam kajian sebelumnya pada blog “ Kajian Hakikat Ilmu Tauhid “ ini, sekarang kita mencoba memahami hakikat ketuhanan itu dengan mengembalikan kepada tataran iman dengan menghindari konsep – konsep kesetaraan antara makhluk dan Tuhan karena Tuhan tidak bisa disetarakan dengan apapun juga “ Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.” ( QS : 112 : Al – Ikhlash : ayat 4 ).

Kajian ini akan kita mulai dari pemahaman bahwa sesungguhnya “ Awal dari agama itu adalah mengenal akan Allah “ dan “ barang siapa yang sudah mengenal akan dirinya, berarti dia sudah mengenal akan Tuhannya “

Sebagai catatan bahwa, Pengertian ” mengenal akan Tuhan ” dalam tataran ini berarti memahami, meyakini , mempercayai dan mengimani

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Tuhan itu tidak bisa dilihat di dunia. Tuhan hanya akan bisa dilihat kelak di surga, sedangkan untuk memasuki surga manusia harus melewati suatu jalan yang disebut dengan maut atau mati yang secara hakikatnya dapat difahami sebagai suatu proses kembalinya roh kepada asalnya dan kembalinya jasad kepada asalnya juga.

Melalui pemahaman tersebut, maka satu – satunya jalan untuk mengenal Allah hanya dengan melewati proses kematian terlebih dahulu, bila kematian itu belum datang juga, ” jangan bunuh diri karena dosa bunuh diri tidak diampuni Allah. Yang diperlukan atau yang perlu dilakukan hanyalah mematikan diri kita sendiri yang dalam ilmu tasawuf dikenal dengan “ Mematikan Diri Sementara Belum Mati “ atau “ Mati di dalam Hidup “ yang berujung kepada kehidupan yang abadi yaitu surga yang merupakan kebahagian abadi yang sempurna. Kebahagiaan tanpa ujung yaitu kebahagiaan ketika makhluk bertemu dengan Tuhanya.

Adapun cara untuk mematikan diri sementara belum mati adalah dengan mengembalikan segala sesuatu kepada yang asal atau asalnya yaitu dengan cara dengan menghilangkan sifat Basyariah dengan menimbulkan sifat Rububiyah melalui

– Hidup kita Hayat Allah. – Tahunya kita Ilmu Allah. – Kuasa kita Qudrat Allah. – Kehendak Kita Iradat Allah. – Pendengaran kita Samik Allah. – Penglihatan kita Basir Allah. – Perkataan kita Kalam Allah

Yang berarti Tidak berhadap hati kepada sesuatu yang lain dan tidak pula kepada diri kita melainkan kepada Zat yang wajib Ujud saja. Jika ada yang melihat dan jika ada yang dilihat lagi berujud semuai itu hanyalah nama – nama saja, Jika ada segala persoalan baik itu susah atau senang, kembali pemaham kita kepada yang tidak dengan cara

Mengembalikan Zahirnya atau Jasmaninya ( ‘Ayan Kharajiah ) ke dalam Batinnya atau Ruhaninya ( ‘Akyan Sabitah ). – Mengembalikan Gairahnya atau Semangatnya ke dalam Sifat Tuhan. – Kemudian kembalikan Ruhaninya atau Batinnya kedalam Sifat Tuhan, – maka yang tertinggal hanyalah Sifat Tuhan semata – mata

Sampai sejauh ini, inilah pemahaman yang paling singkat yang saya ketahui untuk menghadirkan Allah melalaui kajian tasawwuf. Walau semua tidak bisa saya tuliskan secara lengkap karena lebih bersifat pemahaman dan kadang – kadang tidak semua yang kita rasakan bisa diungkapkan dengan kata – kata atau mungkin itu adalah salah satu kelemahan saya sebagai makhluk, namun dengan penjelasan yang lebih terperinci melalui para guru kita yang diberi hidayah oleh Allah. Insya Allah semua pasti akan terang benderang menuju makrifat yang utuh dan sempurna. Insya Allah.

Terakhir. Melalaui postingan ini, berarti semua pertanyaan tentang Tuhan dan Cara atau Metoda untuk mengenal Tuhan sudah saya jawab. Jika ada kritikan, saran bantahan atau pertanyaan lainnya, silahkan sampaikan melalaui kotak komentar yang tersedia. Semoga Allah menjauhkan kita dan keluarga kita dari kezaliman yang akan menghancurkan diri kita sendiri. Amin [ Jawaban dan Penjelasan ]

Comments 3

  • Pretty nice post, I just ran across your blog and wanted to say that I’ve truly enjoyed browsing your blog posts. After all I’ll be subscribing to your feed and I hope you write again very soon!

  • tasawuf itu ilmu, tapi jalannya dengan bertarekat. tasawuf itu teorinya, prakteknya dengan bertarekat. Percuma kalo ngomongin tasawuf tapi belum bertarekat nanti ujung2nya akan membingungkan orang lain bahkan diri sendiri. Intinya kalo pengen kenal allah harus dekat dengan allah, setelah kita dekat maka kita akan mengenalnya, bagaimana caranya dekat dengan allah ? dekati orang yang sudah dekat dengan allah, maka kamu akan di kenalkan dengan allah.
    Siapakah orang yang dekat dengan allah ? orang yang dekat dengan allah adalah para wali mursyid atau guru mursyid yang kamil mukamil sanadnya sampai kpd Rosulullah.
    Melalui seorang guru mursyid kamu akan di kenalkan kepada allah dengan selalu berdzikir (mengingat allah), setiap saat, kapanpun dan dimanapun.
    Manusia kalo tidak berzikir itu seperti bangkai (orang mati), sedangkan orang yang selalu berzikir adalah orang yang hidup di antara bangkai2 (sebutan untuk orang yang tidak berzikir). Tulisan anda bagus tapi tidak ada inti pokoknya..inti pokoknya kalo pengen mengenal allah adalah dengan selalu berzikir (mengingat allah). terima kasih.

  • Tuhan itu lah hakekat UJUD dalam hidup ini.Tuhanitulah hakekat alam.Alam dan Tuhan adalah satu.maka siapa fana dengan Allah,niscaya ia lupa akan dirinya.dan berkekalan dengan Allah dalam shuhudnya.maka siapa tidak melihat Allah, dalam apa yg ia lihat,nyatalah ia masih TERDINDING.ibarat AHLI SYAREAT yg tiada bersareat.ahli HAKEKAT yg tiada berHAKEKAT.ahli MA’RIFAT yg tiada berMA’RIFAT.SEORANG PECINTA TUHAN YG TIADA BERTUHAN.seseorang yg MENGENAL yang tiada mendatangkan PENGENAL.karna yg mengenal dan yg di kenal adalah satu.karna yang di cari itu sendiri yang MENCARI.@ NUR MUHAMMAD bermula nyata.asal jadi alam semesta.Seumpama api dengan panasnya.itulah MUHAMMAD dengan TuhanNYA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.