Doa Nabi Allah Ibrahim AS Terhadap Generasi Muda dan Umat Sesudahnya

Doa Nabi Allah Ibrahim AS Terhadap Generasi Muda dan Umat Sesudahnya – Bentuk perlawanan yang nyata atas kemiskinan salah satunya adalah memberikan suplai finansial atau modal kepada mereka yang jelas-jelas miskin pada saat Idhul Kurban, bukan diberi sebatas daging kurban saja yang mana si kaya dan si miskin sama-sama merasakan kenikmatan menerima daging kurban, Akan bernilai lebih apabila diberi modal usaha dan mengelola usaha untuk kaum miskin, terutama orang muda, yang masih banyak memiliki cita–cita untuk hari depan. Inilah diantaranya menjadi misi Nabi Allah Nabi Ibrahim AS berpihak kepada kaum musdda’afin (kaum lemah) yang disebut orang muda dibekali modal secara umum hingga terungkap dalam doanya kepada Allah SWT. Agar umat sesudahnya berkemampuan menerima tongkat kepemimpinan yang diridhai Allah SWT.

Nabi Allah Ibrahim AS. Sungguh besar harapan agar generasi muda sesudahnya berkemampuan menerima tongkat kepemimpinan tetap berpedoman terhadap amanah Nahi mungkar (dilarang dan yang disuruh) hal ini dijelaskan Allah SWT. “ Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada engkau”. (Q.S. Al-Baqarah :128). Suara segar seribu harapan yang terungkap berbentuk doa berasal dari suara lubuk hati yang sangat suci dari Nabi Ibrahim AS. Selaku ia Nabi di doakan umat Islam setiap doa tashahud akhir (kamassalaita ala Ibrahim).

Cukup membikin gembira umat islam yang Nabi Ibrahim AS sangat mempunyai perhatian khusus terhadap kepemimpinan umat Islam dimasa-masa mendatang, sekaligus ucapan Nabi Ibrahim AS menggambarkan suatu kesadaran yang tinggi berjangka jauh bagi kelanjutan kepemimpinan itu sendiri. Dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas kepemimpinan hendaknya digalang terus sampai dunia dihancurkan oleh yang empunya yaitu Allah SWT. Tentu saja penerima tongkat pemimpin itupun Nabi Ibrahim AS. Cukup arif melihat masa depan agama yang diturunkan Allah SWT. Dan umat sesudahnya dimuka bumi ditandai corak ragam ini, ketegasan Al-Baqarah 128 diatas.

Semua orang berharap ditunggu hanya kelompok generasi muda Islam yang memiliki kemampuan penuh lahir bathin ke arah perubahan yang baik dapat dirasakan nikmatnya secara menyeluruh, itu karena generasi muda memiliki modal sangat kuat yakni “hati nurani” dibungkus Iman. Hati nurani itulah satu-satunya panduan yang mampu membawa perubahan dari kejahilan kepada Mardhatillah, sebab dihati nurani itu tempatnya Iman yang kamil selalu mendorong terhadap kebenaran ditunggu semua sejak dulu sampai sekarang.

Situasi itu kaum muda muslim berbenah diri agar siap mengemban amanat sungguh diharapkan sekalipun berat merubah kejahilan kepada situasi damai. Ditunjukkan Al-Quran sejarah mencatat yakni semua perubahan terjadi dibumi dipelopori dan dilakukan dikalangan muda kaum muslimin. Contohnya kezaliman Namrudz dihancurkan oleh kecerdasan, keberanian dan kesalehan pemuda Ibrahim. Keangkuhan raja Fir’aun dengan keganasannya amat ditakuti berhasil dipecundangi anak muda bernama Musa. Pemuda Yusuf yang saleh satuan dan rupawan mampu mengatasi krisis ekonomi melanda sebuah negeri.

Perlu dijadikan teladan, yang teladan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Menebarkan risalah dakwah di Jazirah Arab. Mayoritas para pendukung utama yang mulia Muhammad SAW, adalah kaum muda masih dibawah 40 tahun , bahkan tidak sedikit para sahabat Rasul SAW yang lain yang masih muda-muda seperti Ali bin Abi Thalib, Usman bin Azaid, Abdullah bin Zubair dan banyak yang lain lagi sahabat muda Rasul SAW. Yang lain, juga yang diutus Rasul SAW. Menjadi Da’i ke Madinah sahabat muda  Mas’ud bin Umair, dalam pengertian sahabat-sahabat Rasul SAW. Orang muda beriman.

Sejarah mencatat kemenangan negeri tercinta diambil dari tangan Belanda sampai sekarang perubahan banyak dilakukan kaum muda beriman, beramal saleh dan terdidik. Dituntut semua bergerak menegakkan kebenaran dan keadilan bersatu di bawah ajaran Illahi Rabbi yang sudah terisi hati nurani beriman. Sekiranya tidak siapa lagi …! kapan lagi …!

Al-Quran menjelaskan, bersatu teguh. Inilah yang ditunggu hati nurani muda Islam untuk memperbaiki pembangunan yang sedang berjalan. Itulah secara pintas sosok Nabi Allah Ibrahim AS. Dialah suri tauladan yang bersinar dan cahaya sinar bagi kaum muda juga Nabi Allah Ibrahim AS. Seorang tokoh yang harus dicontoh baik dalam kekurangan maupun dalam kemakmuran, dalam keadan Revolusi maupun keadaan damai.

Al-Quran menceritakan terhadap kaum muda khususnya di zaman Nabi Muhammad SAW. : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dia”. Al-Mumtahara : 4 (keringkasan Ayat). Inilah Arti dan hikmah doa Nabi Allah Ibrahim AS. Terhadap generasi muda dan umat sesudahnya, umtuk dijadikan teladan dalam perjuangan menegakkan kebenaran turun dari Illahi Rabbi dan Sunnah Rasul SAW. (Berbagai sumber)…. bk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.