Mengenal Hakikat Diri ; Kajian Pengantar

Mengenal Hakikat Diri ; Kajian Pengantar – Ungkapan yang berbunyi “ barang siapa yang mengenal akan dirinya seumpamanya dia sudah mengenal akan Tuhanya “ merupakan sebuah ungkapan yang sangat populer dalam dunia pembelajaran tauhid. Setiap pembelajar tauhid melalui kajian tasawuf atau yang lebih dikenal denggan sebutan Salik bisa dipastikan sangat akrab dengan ungkapan itu, karena salah satu tujuan utama dari pemahaman ilmu tauhid adalah mengenal Tuhannya sebagai sembahan yang tak ada lagi sembahan selain Dia. Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal, Tak Berbilang, tak ada sesuatu pun yang setara dan bisa disetarakan dengan Dia. Zat, Sifat dan Perbuatan – Nya

Karena Allah adalah Zat yang tidak tersusun dari molekul – molekul atau elemen – elemen yang bisa dilihat, dirasa dan diraba, tak bertempat dan tak berwarna dan tidak berupa sebagaimana sifat yang dimiliki oleh makhluk. Sehingga setiap sesuatu yang ada pada makhluk pasti itu bukanlah Tuhan dan setiap elemen yang dimiliki oleh Tuhan tidak akan pernah dimiliki makhluk, karena Tuhan itu bukan makhluk dan makluk tidak berhak untuk dipertuhankan dan mempertuhankan dirinya,

Akibatnya tidak ada satu pun metoda atau cara yang bisa dilakukan manusia sebagai makhluk untuk mengenal Allah sebagai Tuhannya, selain dari kebersediaan Tuhan itu sendiri untuk memperkenalkan diri – Nya. Tentunya melalui cara dan metoda yang telah ditetapkan – Nya sendiri untuk mengenalkan diri – Nya sebagaimana yang termuat dalam salah satu hadist Qudusi “ Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin dikenali. Karena itu Aku ciptakan makhluk – makhluk, agar aku dikenali di dalam makhluk – makhluk tersebut.”

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu ?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. … “, ( QS : 007 : Al – A’raaf : Ayat : 173 )

Jadi salah satu cara yang diperintahkan Allah untuk mengenal diri – Nya adalah melalui makhluk – makhluk yang telah diciptakan – Nya, Dan satu – satunya makhluk ciptaan Allah yang paling kita kenal dan paling dekat dengan kita sebagai manusia adalah diri kita sendiri, sehingga pilihan mengenal diri sendiri sebagai jalan untuk mengenal akan Allah adalah suatu langkah bijak yang telah dipilih oleh para mursyid untuk dipahami oleh para saliknya

Jadi ungkapan “ barang siapa yang mengenal akan dirinya seumpamanya dia sudah mengenal akan Tuhanya “ menjadikan diri kita sebagai objek dan subjek dalam kajian yang akan melahirkan pemahaman tentang Tuhan. Diri kita itu adalah jalan atau tariqat untuk mengenal akan Tuhan, hanya jalan, sehingga mengenal diri bukan bertujuan untuk mempertuhankan diri itu sendiri atau dalam upaya penyatuan diri dengan Tuhan karena Tuhan tidak perlu untuk menyatu dengan makhluk dan makhluk tidak akan pernah bisa menyatu dengan Tuhan, yang bisa menyatu dengan makhluk hanyalah makhluk dan Tuhan itu bukan makhluk dan makhluk tidak akan pernah bisa menjadi Tuhan.

Ketahuilah bahwa sessungguhnya pemahaman yang menyatakan bahwa, “ menyatunya makhluk dengan Tuhan merupakan maqam tertinggi dalam ilmu tauhid “ atau yang dikenal dengan istilah wahdatul ujud adalah stigma negatif yang dilontarkan oleh orang – orang yang tidak pernah memahami ilmu tasawuf dengan baik selain dari tinjauan – tinjauan kulit luarnya saja.

Mereka tidak pernah terjun kedalam, dalamnya lautan tasawuf yang sesungguhnya. Apabila diibaratkan, mereka seperti seseorang yang baru melihat ikan dari tepian telaga saja, tapi pulangnya bercerita bahwa, dia telah mendapatkan ikan yang sangat besar atau ibarat cerita seorang pemburu tentang hewan buruan yang tak berhasil dikejarnyanya ( Insya Allah tentang pemahaman wahdatul ujud ini akan kita dibahas dalam kajian berikutnya )

Jadi tujuan dari kajian mengenal hakikat diri bukanlah dalam konsep pemahaman wahdatul ujud atau penyatuan diri dengan Tuhan yang tidak pernah ada dalam pemahaman ilmu tasawuf, selain itu saya sendiri secara pastinya tidak paham betul tentang pemahaman wahdatul ujud dalam kajian tasawuf selain dari yang terdapat pada bebarapa aliran taswuf kaum Syi’ah dan Syi’ah itu bukan Islam apalagi Ahlulsunnah wal jama’ah. tetapi kajian mengenal hakikat diri dalam blog Kajian Hakikat Ilmu Tauhid ini secara syariat dan hakikatnya adalah dalam konsep Tidak bergerak sesuatu itu kecuali atas kehendak Allah ( lla billahil ‘aliyil adzim) atau mengembalikan Kuasa itu kepada Zat yang Maha Memilki Kekuasaan, yaitu Allah Rabb Al “Alamin.  Semoga Allah selalu memberi rahmat dan hidayah – Nya kepada kita semua sehinggga kita semua diberi kemudahan dalam pemahaman dan pembelajaran tentang Kajian “ Mengenal Hakikat Diri “ ini secara benar sesuai dengan kehendak-Nya. Amin ( Kajian Hakikat Diri )

6 Comments to "Mengenal Hakikat Diri ; Kajian Pengantar"

  1. Nur Izzaty's Gravatar Nur Izzaty
    October 4, 2012 - 7:29 am | Permalink

    Barang siapa kenal akan Diri-nya, kenal ia akan Tuhan-nya.
    Barang siapa kenal Tuhan-nya, nescaya binasalah Diri-nya.
    Barang siapa tidak bercerai, dia tidak mengenal erti bersatu.
    Barang siapa sudah bersatu, dia seperti bayi dahagakan susu..

  2. Nur Izzaty's Gravatar Nur Izzaty
    November 28, 2012 - 11:31 pm | Permalink

    PERGANTUNGAN MAKRIFAH : (1) Ada pun pergantungan Makrifah itu kepada mengenal Diri. (2) Ada pun pergantungan mengenal Diri itu kepada mengenal Allah. (3) Ada pun pergantungan mengenal Allah itu pada semata-mata Ujudullah. (4) Ada pun maksudnya barang siapa mengenal akan Allah binasa Diri, ertinya Fanak ia dalam Ujudullah. (5) Ada pun Makrifah Hamba pada Tuhan pada jalan Musyahadah, mengetahui Zat Allah, Ujud yang tiada bagi-Nya rupa, “Laisa Kameslihi Syaiun”. (6) Ada pun Makrifah itu dengan matahati pada Allah. Tiada lain Yang Menanti dengan Yang DiNanti. Maka tinggallah Yang DiNanti menggantikan Yang Menanti..
    (Fahaman Syeikh As-Saufi)

  3. May 20, 2013 - 8:39 am | Permalink

    Alhamdulillah saya senang membaca artikel diatas yg isinya membahas hakekat diri. Yg pada intinya kalau ingin mengenal Tuhannya maka harus diawali dgn cara mengenal dirinya. Karena barang siapa yg mengenal dirinya dia akan mengenal Tuhannya. Namun ada hal-hal yg beda dalam memberikan makna wahdatul wujut. Dalam hal ini penulis memberi stikma negatif dgn istilah tersebut. Bahkan dikatakan org yg punya pemahaman wahdatul wujut menunjukkan dangkalnya penegetahuan tentang pemahaman tasauf. Ibarat menyelam belum sampai ke dasar laut tapi sdh cerita tentang penghuni dan isi laut. Saya yg sangat awam tentang kajian tasauf lalu bertanya apa ia demikian ??? ARtinya bahwa sufi sekelas Al-Halaj itu masih dangkal pemahaman tasaufnya. Dan banyak sekali sufi sekelas al-halaj yg mendapat tempat tersendiri dikalangan sufi ternyata dia dikategorikan masih awam. Apa ia demikian ? apakah ini bukan sebuah penilaian yg gegabah dan terlalu prematur untuk dituduhkan kepada sesama sufi? Atau memang penulis memang belum bisa memaknai pemahaman wahdatul wujut.? Pemahaman tentang wahdatul wujut tidak bisa dipahami secara nalar dan secara kasat mata. Bahkan istilah ini tidak bisa dipahami kecuali hanya kepada orang-orang yang diberi pemahaman oleh Allah. ‘alamal insyaanamalam ya’lam , artinya Allah akan mengajarkan kepada manusia terhadap apa yg tidak diketahui. Jadi sempurnya ilmu tentang pemahaman apa saja kalau Allah turun tangan memberi pemahaman . Dan Allah akan memberikan pemahaman kepada siapa saja yg dikenhendaki. Jadi dalam hal ini, tanpa ada rasa berpihak dan membela siapapun itu kami mengajak untuk berbesar jiwa jika terjadi perbedaan dalam pemahaman tasauf. Jangan ada perasaan bahwa pemahaman kita yg paling benar kemudian menyalahkan orang lain yg beda pemehamannya dgn kita. Wallahu alam bishowab

  4. Sandi Kaladia's Gravatar Sandi Kaladia
    November 22, 2013 - 2:31 am | Permalink

    MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA
    DI ABAD 21,
    Mengenai
    HAKEKAT DIRI

    Salah seorang peneliti Sunda yang sedang menulis buku
    “SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    bertanya kepada Mandalajati Niskala:
    “Apa yang anda ketahui satu saja RAHASIA PENTING mengenai apa DIRI itu? Darimana dan mau kemana?
    Jawaban Mandalajati Niskala:
    “Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa pertanyaan ini satu-satunya pertanyaan yang sangat penting dibanding dari ratusan pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya selama anda menyusun buku ini.
    Memang pertanyaan ini sepertinya bukan pertanyaan yang istimewa karena kata “DIRI” bukan kata asing dan sering diucapkan, terlebih kita beranggapan diri dimiliki oleh setiap manusia, sehingga mudah dijawab terutama oleh para akhli.
    Kesimpulan para Akhli yang berstandar akademis mengatakan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.
    Pernyataan semacam ini hingga abad 21 tidak berubah dan tak ada yang sanggup menyangkalnya. Para Akademis Dunia Barat maupun Dunia Timur banyak mengeluarkan teori dan argumentasi bahwa diri adalah unsure dalam dari tubuh manusia. Argumentasi dan teori mereka bertebaran dalam ribuan buku tebal. Kesimpulan akademis telah melahirkan argumentasi Rasional yaitu argumentasi yang muncul berdasarkan “Nilai Rasio” atau nilai rata-rata pemahaman Dunia Pendidikan.
    Saya yakin Andapun sama punya jawaban rasional seperti di atas.
    Tentu anda akan kaget jika mendengar jawaban saya yang kebalikan dari teori mereka.
    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin mengajak siapapun untuk menjadi cerdas dan itu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana.
    Coba kita mulai belajar melacak dengan memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kata DIRI, JIWA dan BADAN, agar kita dapat memahami apa DIRI itu sebenarnya. Beberapa contoh pertanyaan saya susun seperti hal dibawah ini:
    1)Apa bedanya antara MEMBERSIHKAN BADAN, MEMBERSIHKAN JIWA dan MEMBERSIHKAN DIRI?
    2)Apa bedanya KEKUATAN BADAN, KEKUATAN JIWA dan KEKUATAN DIRI?
    3)Kenapa ada istilah KESADARAN JIWA dan KESADARAN DIRI sedangkan istilah KESADARAN BADAN tidak ada?
    4)Kenapa ada istilah SEORANG DIRI tetapi tidak ada istilah SEORANG BADAN dan SEORANG JIWA?
    5)Kenapa ada istilah DIRI PRIBADI sedangkan istilah BADAN PRIBADI tidak ada, demikian pula istilah JIWA PRIBADI menjadi rancu?
    6)Kenapa ada istilah KETETAPAN DIRI dan KETETAPAN JIWA tetapi tidak ada istilah KETETAPAN BADAN?
    7)Kenapa ada istilah BERAT BADAN tetapi tidak ada istilah BERAT JIWA dan BERAT DIRI?
    8)Kenapa ada istilah BELA DIRI sedangkan istilah BELA JIWA dan BELA BADAN tidak ada?
    9)Kenapa ada istilah TAHU DIRI tetapi tidak ada istilah TAHU BADAN dan TAHU JIWA?
    10)Kenapa ada istilah JATI DIRI sedangkan istilah JATI BADAN dan JATI JIWA tidak ada?
    11)Apa bedanya antara kata BER~BADAN, BER~JIWA dan BER~DIRI?
    12)Kenapa ada istilah BER~DIRI DENGAN SEN~DIRI~NYA tetapi tidak ada istilah BER~BADAN DENGAN SE~BADAN~NYA dan BER~JIWA DENGAN SE~JIWA~NYA?
    13)Kenapa ada istilah ANGGOTA BADAN tetapi tidak ada istilah ANGGOTA JIWA dan ANGGOTA DIRI?
    Beribu pertanyaan seperti diatas bisa anda munculkan kemudian anda renungkan. Saya jamin anda akan menjadi faham dan cerdas dengan sendirinya, apalagi jika anda hubungkan dengan kata yang lainnya seperti; SUKMA, RAGA, HATI, PERASAAN, dsb.
    Kembali kepada pemahaman Akhli Filsafat, Ahli Budaya, Akhli Spiritual, Akhli Agama, Para Ulama, Para Kyai dan masyarakat umum BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA. Mulculnya pemahaman para akhli seperti ini dapat saya maklumi karena mereka semuah adalah kaum akademis yang menggunakan standar kebenaran akademis.
    Saya berani mengetasnamakan Sunda, bahwa pemikiran di atas adalah SALAH.
    Dalam Filsafat Sunda yang saya gali, saya temukan kesimpulan yang berbeda dengan pemahaman umum dalam dunia ilmu pengetahuan.
    Setelah saya konfirmasi dengan cara tenggelam dalam “ALAM DIRI”, menemukan kesimpulan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR LUAR DARI TUBUH MANUSIA. Pendapat saya yang bertentangan 180 Derajat ini, tentu menjadi sebuah resiko yang sangat berat karena harus bertubrukan dengan Pendapat Para Akhli di tataran akademik.
    Saya katakan dengan sadar ‘Demi Alloh. Demi Alloh. Demi Alloh’ saya bersaksi bahwa diri adalah UNSUR LUAR dari tubuh manusia yang masuk menyeruak, kemudian bersemayam di alam bawah sadar. ‘DIRI ADALAH ENERGI GAIB YANG TIDAK BISA TERPISAHKAN DENGAN SANG MAHA TUNGGAL’. ‘DIRI MENYERUAK KE TIAP TUBUH MANUSIA UNTUK DIKENALI SIAPA DIA SEBENARNYA’. ‘KETAHUILAH JIKA DIRI TELAH DIKENALI MAKA DIRI ITU DISERAHTERIKAN KEPADA KITA DAN HILANGLAH APA YANG DINAMAKAN ALAM BAWAH SADAR PADA SETIAP DIRI MANUSIA’.
    Perbedaan pandangan antara saya dengan seluruh para akhli di permukaan Bumi tentu akan dipandang SANGAT EKSTRIM. Ini sangat beresiko, karena akan menghancurkan teori ilmu pengetahuan mengenai KEBERADAAN DIRI.
    Aneh sekali bahwa yang lebih memahami mengenai diri adalah Dazal, namun sengaja diselewengkan oleh Dazal agar manusia sesat, kemudian Dazal menebarkan kesesatan tersebut pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ‘DI UFUK BARAT’ maupun ‘DI UFUK TIMUR’.
    Sebenarnya sampai saat ini DAZAL SANGAT MEMAHAMI bahwa DIRI adalah unsur luar yang masuk menyeruak pada seluruh tubuh manusia. DIRI merupakan ENERGI KEMANUNGGALAN DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Oleh karena pemahaman tersebut DAZAL MENJADI SANGAT MUDAH MENGAKSES ILMU PENGETAHUAN. Salah satu ilmu yang Dia pahami secara fasih adalah Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu. Ilmu ini dibongkar dan dipraktekan hingga dia menjadi SAKTI. Dengan kesaktiannya itu Dia menjadi manusia “Abadi” dan mampu melakukan apapun yang dia kehendaki dari dulu hingga kini. Dia merancang tafsir-tafsir ilmu dan menyusupkannya pada dunia pendidikan agar manusia tersesat. Dia tidak menginginkan manusia mamahami rahasia ini. Dazal dengan sangat hebatnya menyusun berbagai cerita kebohongan yang disusupkan pada Dunia Ilmu Pengetahuan, bahwa cerita Dazal yang paling hebat agar dapat bersembunyi dengan tenang, yaitu MENGHEMBUSKAN ISU bahwa Dazal akan muncul di akhir jaman, PADAHAL DIA TELAH EKSIS MENCENGKRAM DAN MERUSAK MANUSIA BERATUS-RATUS TAHUN LAMANYA HINGGA KINI.
    Ketahuilah bahwa Dazal bukan akan datang tapi Dazal akan berakhir, karena manusia saat ini ke depan akan banyak yang memahami bahwa DIRI merupakan unsur luar dari tubuh manusia YANG DATANG MERUPAKAN SIBGHOTALLOH DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Sang Maha Tunggal keberadaannya lebih dekat dari pada urat leher siapapun, karena Sang Maha Tunggal MELIPUT SELURUH JAGAT RAYA dan kita semua berada TENGGELAM “Berenang-renang” DALAM LIPUTANNYA.
    Inilah Filsafat Sunda yang sangat menakjubkan.
    Perlu saya sampaikan agar kita memahami bahwa Sunda tidak bertubrukan dengan Islam, saya temukan beberapa Firman Allohurabbul’alamin dalam Al Qur’an yang bisa dijadikan pijakan untuk bertafakur, mudah-mudahan semua menjadi faham bahwa DIRI adalah “UNSUR KETUHANAN” yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk dikenali dan diserah~terimakan dari Sang Maha Tunggal sebagai JATI DIRI, sbb:
    1)Bila hamba-hambaku bertanya tentang aku katakan aku lebih dekat (Al Baqarah 2:186)
    2)Lebih dekat aku daripada urat leher (Al Qaf 50:16)
    3)Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada nafasmu sendiri (Fushshilat 41:53)
    4)Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54)
    5)Dia (Allah) Bersamamu dimanapun kamu berada (Al Hadid 57:4)
    6)Kami telah mengutus seorang utusan dalam nafasmu (AT-TAUBAH 9:128)
    7)Di dalam nafasmu apakah engkau tidak memperhatikan (Adzdzaariyaat 51:21)
    8)Tuhan menempatkan DIRI antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24)
    9)Aku menciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4)
    Jawaban mengenai APA DIRI ITU. DARIMANA & MAU KEMANA (Sangkan Paraning Dumadi), akan saya jelaskan secara rinci dan tuntas pada sebuah buku

  5. Sandi Kaladia's Gravatar Sandi Kaladia
    December 12, 2013 - 11:25 pm | Permalink

    JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
    SANGKAN PARANING DUMADI
    SANGKAN PARANING DUMADI
    SANGKAN PARANING DUMADI

    Dalam Penggalian MANDALAJATI NISKALA
    Memasuki Ruang Insun, Telah Melahirkan
    Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
    Yang Fitrah, Original & Sangat Anyar.
    KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
    SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
    DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

    1♥Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
    akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
    (HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
    JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
    TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
    Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
    SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

    2♥Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
    akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
    (Potensi HI~DI~RI meliputi:
    HI adalah alam Subconcious
    DI adalam alam Concious
    RI adalah alam HIperconcious)

    3♥Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
    akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
    (Tribaka, Panca Azasi Wujud &
    Panca Maha Buta)

    4♥Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
    akan memahami HI~DIR~nya.
    (Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

    5♥Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
    akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
    (Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
    pada Tribaka)

    6♥Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
    akan memahami TAMAT~nya.
    (Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
    Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
    yang segera memasuki Blackhole
    untuk keluar dari Jagat Raya
    dan meledak menjadi Bigbang,
    di ruang hampa, gelap gulita,
    bertekanan minus)

    7♥Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
    akan memahami WIWIT~nya.
    (Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
    yaitu berupa potensi Jawahar Awal
    di Jagat Raya Baru)

    (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Mandalajati Niskala membuka sebuah tabir
    PINTU JAWAHAR AWAL
    KE PINTU JAWAHAR AKHIR

    Manusia pada hakekatnya bagian dari Tuhannya.
    Seluruh isi semesta “BERENANG” TENGGELAM
    di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
    (Zibghotulloh).

    Sagala sesuatu termasuk Manusa MANUNGGAL
    di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
    (Sapanunggalan).

    TUHAN SANG MAHA BESAR, sekaligus juga
    Sang MAHA KECIL memiliki
    TIGA ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
    yang “gumulung” jadi tunggal; dari lingkup
    SANG MAHA BESAR sampai pada lingkup SANG MAHA KECIL, disebut:
    JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH)

    SANG MAHA BESAR / AGUNG
    adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MAKRO,
    yaitu ZAT ABADI SANG MAHA BESAR berupa HU~DA~RA
    YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN KHALIQ,
    mimiliki:
    Energi “HU” Acining Air,
    Energi “DA” Acining Tanah,
    Energi “RA” Acining Api.
    Ketiganya Gumulung di dalam SAJATINING HUDARA,
    SEBAGAI PINTU HAWAL Zat Abadi Makro,
    yang disebut JAWAHAR HAWAL, yaitu:
    BIGBANG (Ledakan Nuklir) yang keluar dari WHITEHOLE.
    Inilah yang disebut proses DIA MENJADIKAN INSUN.

    SANG MAHA KECIL / LEMBUT,
    adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MIKRO,
    yaitu ZAT ABADI SANG MAHA KECIL berupa ATOM
    YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN MAKHLUK,
    memiliki:
    Energi “HU” Proton,
    Energi “DA” Netron,
    Energi “RA” Elektron.
    Ketiganya “Gumulung” dalam SAJATINING HATOM (Atom),
    sebagai PINTU HAKHIR Zat Abadi Mikro,
    yang disebut JAWAHAR HAKHIR, yaitu:
    INDUKSI INTI (Reaktor Nuklir) yg masuk ke dlm BLACKHOLE.
    Inilah yang disebut proses INSUN JADI DIA.

    (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Syair Sunda:
    JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
    ditulis ku Mandalajati NIskala

    Atma na sakujur raga.
    Hanargi museur na tazi.
    Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
    Paeunteung eujeung.

    Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
    Madet dina JAGAT LEUTIK.
    Gumulung sakuliahing cahya.
    Ngahideung Nu Maha Meles.
    Ngan beuratna Maha Beurat.

    Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
    PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
    HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

    Tandaning Insun lulus nurubus.
    Lolos norobos, Robbah lalakon.
    Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
    Bitu ngajelegur.
    Manggulung-gulung kabutna.
    Huwung nungtung ngahujung.

    Jadi jumadi ngajadi.
    INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
    Gelar Ngajawahar Awal.
    Gusti papanggih jeung Gusti.
    Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

    Ahuuung Ahuuung Ahuuung Aheeeng.
    ════════════════════════════
    Filsuf Sunda MANDALAJATI NISKALA, sbg:
    Zaro Bandung Zaro Agung
    Majelis Agung Parahyangan Anyar.

    Klik di google Mandalajati Niskala
    BACALAH SELURUH SULUR BUAH PIKIRANNYA.

    Pengirim Komentar:
    @Sandi Kaladia

  6. September 14, 2014 - 5:20 am | Permalink

    Assalamu’alaikum Rahmatullah. @ Sandi Kaladia@ saya takjub dengan bang sandi ini.anda sangat pandai menyusun pertanyaan2 yg anda susun demikian rupa.dan juga terlalu banyak ilustrasi kata2 yg anda gali dari Filsuf sunda MANDALAJATI NISKALA…jadi kesimpulan sya tentang uraian HAKEKAT DIRI yg anda kemukakan adalah.apa yg anda terangkan di atas adalah hanya celoteh2an semata.justru sebaliknya anda termasuk orang yang baru men’cari2.baru me’raba2.cara anda mengenali HAKEKAT DIRI sangat NAIF sekali.dan ber’tele2.karna orang yg mengenal HAKEKAT DIRI itu dia tidak menemukan apa2.kecuali KOSONG.dan di dalam kekosongan itu lah tersimpan RAHASIA.hanya satu saja yang SANGGUP mengisi yang kosong itu.karna tidak boleh ada dua dalam satu RAHASIA itu.dan tidak boleh lebih dari satu.itulah HAKEKAT DIRI.dan itu lah yg di namakan mengESAkan ALLAH SWT….”TUHAN Allah ada BERPERI,setiap insan harus di seri.Asal tuan mau mencari.ALLAh ada di Dalam DIRI.

Leave a Reply