Jawaban dan Penjelasan ( 2 )

Jawaban dan Penjelasan ( 2 ). Merespon banyaknya tanggapan dalam kotak komentar yang bernada cukup keras bahkan ada yang melakukan kopi paste dari dari komentar sebelumnya ( Maaf.. sudah dihapus ) karena mungkin dianggap sama dengan respon yang seharusnya disampaikan setelah membaca postingan dalam katagori Al – Asma Al – Husna. Tepatnya pada kajian-kajian tentang asal kata Allah.

Sebelumnya, saya menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas komentar-komentar yang telah disampaikan para pengunjung blog “ Kajian Hakikat Tauhid ini ( Nama pengunjung yang memberikan komentar tidak mungkin disebutkan satu persatu dalam postingan ini ; mohon kunjungan kembali catagory Al – Asma Al – Husna ). Karena komentar-komentar yang disampaikan tersebut saya anggap sebagai salah satu bentuk apresiaisi pengunjung pada blog “ Kajian Hakikat Tauhid ini dan sekali lagi saya sampaikan terimakasih dan Permohonan Maaf saya karena beberapa komentar dan pertanyaan belum sempat dijawab sebagaimana mestinya, semoga Allah menghitungnya sebagai Ibadah yang diridhai-Nya. Amin.

Baiklah…. Agar tidak menimbulkan kesalahan penafsiran dan penyimpangan pemahaman, berikut ini saya mencoba menjawab seluruh komentar tersebut dalam postingan ini tentang asal kata ”Allah “ yang menjadi inti komentar tersebut sebagai berikut :

Allah adalah nama yang termasuk al-Asma’ al-Husna dimana sesuai dengan pendapat yang benar mengatakan bahwa kata Allah tersebut merupakan bentuk kata serapan ( musytaqq ) yang berasal dari kata Ilah yang menunjukkan arti ketuhanan ( Ibnu Qayim, Muhammad ibn Abi Bakr. Bada`i’u al-Fawa’id. Beirut : Dar al-Khair, Cet ke-1 1994 )

Asal dari nama Allah adalah Ilah dan selanjutnya dikatakan bahwa al-Ilah adalah Allah yang Maha Mulia. Setiap sesuatu yang disembah oleh yang rendah dihadapan-Nya maka dikatakan dengan Ilah. Bentuk plural dari Ilah adalah Alihah. Yang dimaksud dengan Alihah adalah tuhan-tuhan. Orang-orang kafir menamakan dengan Alihah karena dalam keyakinan mereka berhala-berhala itu berhak untuk disembah. Penamaan demikian disesuikan dengan keyakinan mereka. Bukan karena alasan yang terkandung pada nama itu sendiri. Ibnu Atsir mengatakan bahwa nama Ilah diambil dari kata Alihah ( Ibnu al-Manzur, Muhammad ibn Mukrim ibn Ali, Lisan al-‘Arab. Yusug Khayyath dan Nadim Mar’asyliy, penyusun. Beirut:Dar Lisan al-Arab. )

Az-Zujaji mengemukan pendapat yang menisbatkan kepada Yunus ibn Khubaib, al-Kisa’I, al-Farra’, Qathrub dalam al-Akhfasy, bahwa, sesungguhnya bahwa asal kata Allah adalah al-Ilah. Huruf Hamzah yang terdapat di dalam al-Ilah dibuang. Setelah itu kedua huruf Lam disatukan. Lam yang pertama dan Lam yang kedua digabungkan, kemudian diucapkan menjadi Allah. Kata Ilah sendiri merupakan kata yang berwazan fi’al yang mempunyai arti maf’al ( objek penderita ). Jadi kata Ilah adalah sesutu yang dituhankan, disembah dan yang berhak disembah oleh makhluk, serta dianggap sebagai tuhan. Arti dari ta’alluh ( menuhankan ) adalah ta’abbud yang berarti meyembah ( Az-Zujaji, Abdurrahman ibn Ishak, Isytiqaq Asma Allah. Najaf : Penerbit an-Nu’man 1994 )

Hal yang menunjukkan bahwa nama Allah adalah berasal darai kata Ilah adalah pengucapan orang-orang Arab. Imam al-Bukhari dalam sahih-nya menuliskan satu bab yang berjudul “ Bab Yang Menjelaskan Tentang Sejumlah Sifat dan Nama Allah “, yang menurut Khubaiab, itu adalah termasuk Zat Ilah.

Ibnu Qayyim mengatakan bahwa Al-Illah adalah nama yang mencakup keseluruhan dari sifat-sifat Allah yang sempurna serta agung. Termasuk dalam nama ini adalah keseluruhan dari al-Asam a;-Husna. Oleh sebaba itu pendapat yang benar adalah pendapat yang mengatakan bahwa nama Allah berasal darai kata al-Ilah, sebagai mana yeng telah dikatakan Sibawaih. Nama Allah juga mencakup keseluruhan dari makna yang terkandung dalam al-Asma al-Husna dan sifat-sifat Allah yang luhur ( Ibnu Qayim, Muhammad ibn Abi Bakr. Bada`i’u al-Fawa’id. Beirut : Dar al-Khair, Cet ke-1 1994 )

Semua keterangan diatas menunjukkan bahwa asal kata nama Allah adalah al-Ilah. Hal ini sebagaimana yang dimaklumi oleh bangsa Arab dalam pengucapan mereka, selain juga Al-Quran yang diturunkan dengan bahasa mereka.

Demikian jawaban dan penjelasan saya. Untuk hal-hal yang susah dimengerti karena keterbatasan kemampuan saya dalam menjelaskan atau pun hal-hal yang meragukan, bantahan, sanggahan ataupun tanggapan lainnya silahkan disampaikan dalam kotak komentar. Insya Allah saya akan mencoba menjelaskan dan menjawab sesuai dengan kemampuan saya Insya Allah. [ Jawaban dan Penjelasan ]

2 Comments to "Jawaban dan Penjelasan ( 2 )"

  1. Han's Gravatar Han
    November 7, 2009 - 8:04 am | Permalink

    Tolong dijelaskan arti kata TUHAN, ALLAH, ZAT DAN SEJATI. ALLAH berdiri sendiri, tdk bergantung kepada sesuatu. Dia tidak berbentuk ataupun bersuara. pertanyaan saya bagaimana kita mengenal Allah yang tidak berbentuk dan bersuara. apakah nabi musa melihat Allah disaat Gunung Hancur atau disaat Nabi musa pingsan tolong dijelaskan secara detail. kalau bisa ke email langsung. terima kasih. Allah memberikan kita ketenangan selalu. Amin

  2. sumijan's Gravatar sumijan
    January 9, 2014 - 9:37 am | Permalink

    asalamualaukum.sy sangat tertarik dengan artikel dalam blog ini.skrg sy sedang belajar mendalami tauhid secara utuh.klw boleh tau alamat pengajianya di mana ya?siapa tau sy bisa berkunjung dan bersilaturahim dengan saudara.tolng di kirikmkan alamat ke E-mail sy.tks

Leave a Reply