Memedi, Makhluk Halus Yang Menakut-Nakuti

Memedi, Makhluk Halus Yang Menakut-Nakuti. Memedi adalah istilah dalam masyarakat Jawa untuk menyatakan makhluk halus yang gemar atau suka menakut-nakuti atau disebut sebagai roh sehingga lebihh mudah difahami ( sebutan roh hanya istilah yang difahami secara luas ), ia hampir tepat sama dalam bahasa Inggris disebut spooks ( hantu ). Dalam beberapa hal, beberapa dari pada penyebutan ini menunjukkan persamaan dengan istilah penamaan untuk makhluk halus dari sumber-sumber dari Eropa

Jerangkong yang berupa kerangka manusia ” tanpa daging “, Wedon merupakan makhluk halus dalam bungkus kain putih. Pada beberapa daerah lain disebut dengan “ Hantu Kafan “ ( kain putih yang dipakainya dianggap sebagai kain kafan pembungkus mayat yang dicuri makhluk halus ini ) yang di Eropa disebut ghosts. Wedon ini juga biasa terlihat berupa bayangannya tetap terlihat nyata di dinding walau lampu sebagai sumber cahaya yang menimbulkan bayangan sudah dipadamkan.

Beberapa makhluk halus lain yang dikenal masyarakat secara luas sebagai roh yang suka menakut-nakuti diantaranya ” Panaspati “. Ciri-ciri penampakan Panaspati ini yang sering ditemui adalah kepalanya terletak dimana seharusnya kemaluannya berada. Kadang kala Panaspati ini juga memeprlihatkan keberadaanya hanya dalam bentuk tetesan darah segar atau darah segar yang terus menerus menetes di jalanan sementara makhluk yang meneteskan darah tersebut tidak kelihatan. ( menurut pengalaman tetesan darah itu sering dijumpai dalam kondisi sedang menyeberang jalan ; maklik halus yang meneteskan darah itu sedang meyeberang jalan atau berdiri di depan pintu rumah, sehingga darahnya kelihatan mengalir sampai terlihat oleh penghuni rumah dari dalam rumah ) Pada kejadian yang lain, sering juga dijumpai tetesan darah yang baru saja mengering di lantai atau teras rumah. Semua itu adalah ulah dari Panaspati ini

Pisacis atau roh pengembara berupa anak kecil tanpa orang tua dan tanpa tempat tinggal tetap serta terus menerus mencari manusia untuk ditempati. Pada beberapa daerah lain Pisacis ini dikenal dengan sebutan ” Hantu Aru-Aru ” dan “ Kuntilanak “ yang sering mengembara pada waktu senja hari atau waktu orang sedang shalat maghrib serta pada tengah malam yang sepi. Selain sebagai wujud anak-anak, kadang-kadang Pisacis ini juga menampakkan wujudnya dalam bentuk perempuan yang berkeliaran dijalanan sambil tetap menagis tanpa mempedulikan orang-orang disekeliling yang memperhatikannya.

Juga bedasarkan pengalaman tentang makhluk halus dari kelompok Pisacis ini, kadang kala juga melakukan gangguan dalam bentuk suara saja. Hal ini sering terjadi pada malam hari atau pada tengah hari bolong yang lengang yaitu adanya suara dari orang yang sudah dikenal secara baik memangil nama atau menyebut nama dengan nada memanggil kita. Tapi suara panggilan ini hanya terjadi sekali saja. Kemudian hening atau terdengar seperti orang yang berkata-kata dengan temannya sesaat sebelum hening senyap.


Uwil yang sekarang sudah jarang ditemui adalah makhluk halus yang dianggap sebagai sisa – sisa tentara-tentara Budha di masa lalu, sedangkan Setan Gundul yang seluruh rambutnya dicukur kecuali sebagian sebagai kucung, model yang lazim pada potongan rambut anak-anak pada masa lalu. Sedangkan kelompok anak kecil yang sekarang sering ditemui sedang asik bermain pada waktu dini hari ( sebelum subuh ) tidak lagi dalam ujud setan gundul tetapi seperti layaknya anak-anak kecil manusia zaman sekarang secara umum.

Beberapa perilaku makhluk halus yang sering difahami masyarakat sebagai perbuatan Memedi adalah kebiasaannya mengganggu manusia dengan cara terus menerus menambahkan garam kedalam makanan sehingga makanan terasa sangat asin karena kelebihan garam atau Memedi ini menampakkan wujudnya sebagai sepasang tangan tanpa tubuh atau tubuh tampa kepala atau kepala tampa tubuh serta beberapa kejadian lain yang berbeda pada masing-masing tempat yang berlainan seperti menakut-nakuti anak-anak yang digendong orang tuanya dan lain sebagainya

Selain itu jenis hantu yang dirumuskan dengan cermat dan telah disepakati serta difahami secara umum adalah “ Sundel Bolong “ yang diceritakan sebagai seorang pelacur dengan lubang ditubuhnya atau seorang wanita cantik berambut hitam panjang dengan tubuh telanjang bulat, tetapi kecantikannya dicemarkan dengan adanya lubang besar ditengah punggungnya, rambut hitam dan panjang sampai kepantat dipergunakan untuk menutup lubang di punggungnya dan akan mengebiri setiap laki-laki yang mengikutinya. Apakah Sundel Bolong ini menarik bagi pria atau malah menakutkan. Hal ini masih dalam perdebatan.

Pada beberapa daerah, kelompok makhluk halus ini sering ditemui dalam wujud perempuan perempuan cantik yang juga berambut panjang dengan pakaian daster putih bersih dan aroma wangi kembang melati atau bunga sedap malam sedang asyik bermain dan bercengkarama dibawah pohon rindang, batu besar yang pipih atau tanah lapang serta padang yang luas dengan diterangi sinar bulan atau juga sering ditemui dalam wujud perempuan – perempuan cantik berambut panjang sedang asyik bersenda gurau di pemandian umum pada malam hari.

Sedangkan Genderuwo merupakan jenis Memedi yang juga telah dikenal secara umum, yaitu makhluk halus yang lebih sering bermain-main dari pada menyakiti serta sering berbuat lucu terhadap manusia seperti menepuk pantat, memindahkan pakaian seseorang dari rumah kemudian melemparkannya ke suatu tempat, melempari atap rumah dengan batu atau pasir, melompat dari sebatang pohon di perkuburan dalam wujud besar dan hitam, melemparkan orang ke kali atau sungai. Pada beberapa kejadian Genderowo ini dengan kebiasaan iseng dan konyolnya juga memindahkan orang tidur dari dalam rumahnya ke halaman atau ke kamar mandi serta mencandai orang yang sedang melaksanakan selametan, memasak pada malam hari dan lain sebagainya.

Betapapun senangnya dengan kelakar, Gendruwo tidak selalu tidak berbahaya bagi manusia. Seringkali dia muncul dalam wujud sebagai orang tua, sebagai kakek atau sebagai saudara kandung seorang anak dan mengajak anak itu untuk mengikutinya dan kalau anak mengikutinya, maka anak tersebut menjadi tidak kelihatan dari pandangan manusia.

Yang lebih kurang ajar lagi adalah ketika Gendruwo ini menyerupai seorang suami dari seorang perempuan dan menyeru kepada istrinya atau perempuan yang suaminya diserupai oleh Generuwi ini dan mengajak tidur dan berhubungan badan dengannya. Tentunya hal ini tanpa sepengetahuan si perempuan. Dan apabila hal itu kejadian dan terjadi pembuahan, maka lahirlah anak dengan bapak Gendruwo atau keturunan gendruwo tentunya dengan beberapa ciri fisik dan perilaku sama dengan ciri fisik dan perilaku bapaknya yang Gederuwo.

Demikian sekilas kajian tentang Memedi yang merupakan makhluk halus dengan kebiasaan iseng dan kurang ajar untuk mengganggu dan menakut-nakuti manusia yang penakut. ( kalau informasinya kurang atau ada informasi yang salah, mohon disampaikan pada kotak komentar ) Insya Allah, pada kajian catagory Iblis, Jin dan Setan “ ini selanjutnya kita akan mencoba membahas tentang makhluk halus yang sering menyebabkan kesurupan pada manusia. Insya Allah. …. Amin …

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.