Hakikat Iblis, Jin dan Syetan

Hakikat Iblis, Jin dan Syetan  -  Adalah aneh ketika para menganut filsafat dan orang orang yang mengaku mempunyai pikiran maju dan modern mengingkarai keberadaan  syetan, jin dan Iblis sebagai salah satu dari dari sekian banyak fenomena kegaiban yang di ciptakan Allah SWT. Padahal ayat – ayat Al – Quran cukup banyak menyebut tentang Iblis, Jin dan Syetan, bahkan salah satu surat dalam Al – Quran yaitu surat ke 72 bernama Al – Jin.

Berdasarkan hal tersebut, maka eksistensi  iblis, jin dan syetan sebagai makhluk ciptaan Allah tidak perlu lagi diragukan. Sekarang persoalannya adalah apakah iblis, jin dan syetan itu bermula dari satu asal penciptaan yang sama dan termasuk dalam golongan para malaikat?.

Sesungguhnya, para ulama berbeda pendapat tentang ini, terutama tentang asal usul kejadiannya dan hubungannya dengan malaikat. Namun sesuai dengan penjelasan Al – Qur’an  tentang asal penciptaan iblis, jin dan syetan ini dapat disimpulkan sebagi berikut  :

A. Jin – Di dalam Al-Quran, Allah SWT menyebut beberapa kali kata ‘jin’. Bahkan ada satu surat yang secara khusus membahas tentang jin dan dinamakan dengan surat Al-Jin.

1. Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api.

 “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. ”.( QS : 015 : Al – Hijr : Ayat : 27)

2. Jin ada yang muslim dan ada yang tidak.

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. “  (QS : 072 : Al-Jin : ayat : 11 )

Bahkan diantara pasukan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman AS ada yang berasal dari golongan jin

“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) “ ( QS : 27 : An – Naml : ayat : 17 )

B. Setan – Menurut Al-Quran, syetan adalah makhluk terkutuk yang berkeja mengajak manusia kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong.

1. Mengajak Kepada Perbuatan Keji

“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. “. (QS : 002 : Al – Baqarah : Ayat : 169 )

2. Syetan Adalah Musuh Manusia.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. “. (QS : 002 : Al – Baqarah : Ayat : 208 )

3. Memberi Janji Dan Angan-angan Kosong

“Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. “ (QS. : 004 : An – Nisaa : Ayat : 120 )

4. Syaitan Bisa Berujud Manusia

“ Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. “. (QS : 006 : Al – Anaam : Ayat : 112)

C. Iblis -  Sedangkan Iblis adalah makhluk durhaka dari jenis jin. Al-Quran  secara tegas menyebutkan bahwa Iblis itu adalah dari jenis jin.

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (QS : 018 : Al-Kjahfi : Ayat : 50 )

Dengan demikian bisa disebutkan bahwa Iblis itu adalah salah satu oknum dari jenis jin. Ketahuilah bahwa sesungguhnya, Iblis ini dahulunya adalah jin yang paling dekat dengan Allah, lalu berubah menjadi ingkar lantaran tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam AS.

Sedangkan ciri yang paling utama dari Iblis adalah dia tidak mati atau hidup abadi sampai hari kiamat karena penangguhan usianya yang diberikan Allah kepadanya

“ Iblis berkata: Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan. Allah berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)”  (QS : 038 : Shaad : ayat : 79-81 )

Jadi, Iblis adalah salah seorang dari jenis jin yang hidup di masa penciptaan Nabi Adam AS dan hidup abadi sampai hari kiamat. Iblis adalah nenek moyang dari syetan dan syetan ini mempunyai keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk hidup abadi sampai hari kiamat. Sedangkan jin juga mempunyai keturunan dan ada diantara keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda dengan rata-rata manusia, tetapi tetap akan mati juga. Hantu adalah syetan yang menyerupai bentuk – bentuk yang bisa dilihat dengan mata

Sedangkan tentang malaikat : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yg artinya : “ Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” ( HR : Muslim  )

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. “

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “ Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia ”

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di mengatakan: “ Iblis adalah abul jin ( bapak para jin ).” Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka “

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesat-kannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” ( Iblis, Jin dan Syetan )

4 Comments to "Hakikat Iblis, Jin dan Syetan"

  1. suhedi ed's Gravatar suhedi ed
    October 19, 2012 - 9:03 am | Permalink

    Saya belum menangkap arti judul didalam tulisan ini : tolong kalau bisa dijelaskan lagi : Apa Hakikat Iblis, Jin dan Syetan itu ?

  2. suhedi ed's Gravatar suhedi ed
    October 19, 2012 - 9:12 am | Permalink

    Saya belum menangkap makna yang sesuai dengan judul Hakikat Iblis Jin dan Syaitan itu Apa ???

    isi ceritanya hanya menceritakan tentang keberadaan iblis, jin dan syaitan sedangkan hakikatnya tidak disinggung samasekali. Mohon dijelaskan lagi Terima kasi. Salam Edi

  3. eWan's Gravatar eWan
    November 19, 2012 - 9:18 pm | Permalink

    Firman Allah Taala : ” Tidak Aku jadikan Jin dan Manusia melainkan
    mereka itu menyembah akan Daku”. (Surah Az-Zariyaat : Ayat 56).

    Peringatan Allah : “Katakanlah : Aku berlindong kepada Tuhan yang
    mendidik Manusia. Raja Manusia. Tuhan Manusia. Dari kejahatan
    bisikan Syaitan yang maju mundur. Yang membisikkan dalam hati Manusia. Yaitu bangsa Jin dan Manusia.” (Surah An-Naas : Ayat 1-6).

Leave a Reply