Poligami, Antara Aa Gym dan Eyang Subur

Poligami, Antara Aa Gym dan Eyang Subur – Beginilah jadinya jika Al-Quran dipahami dari perspektif gender equality yang bersemangat ‘dendam’,  maka munculah penafsiran ayat sesuai ‘anggapan’ sendiri.’ Akibatnya perdebatan klasik mengenai poligami dalam ajaran Islam menjadi topik yang selalu hangat bagi seluruh masyarakat, pejabat pemerintah, politikus, dan tokoh Islam sepanjang masa

Fenomena tersebut terlihat sangat jelas bagaimana pada tahun 2006 yang lalu, seluruh jagad raya nusantara ini begitu dibuat heboh dengan berita pernikahan kedua kiai kondang Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Setelah menikahi istri pertamanya Ninih Muthmainah dan mempunyai tujuh anak, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu memperistri mantan model berusia 38 tahun, Alfarini Eridani.

Ratna Sarumpaet salah seorang aktivis perempuan, dalam salah satu acara Debat Terbuka Poligami yang digelar salah satu stasiun televisi nasional Rabu (13/12/06) mengatakan bahwa poligami selalu dikaitkan dengan agama. “Di Alquran yang bicara poligami hanya dua ayat di Surat An Nissa dan konteksnya itu keadilan serta perlindungan anak yatim. Namun di ayat 29 dalam surat yang sama justru diterangkan tidak mungkin ada laki-laki yang bersikap adil,”.

Lebih jauh, Ratna menjelaskan bahwa, ” bila perdebatan beristri lebih dari satu itu diarahkan kepada pelanggaran UU dan HAM, maka konteks poligami dalam agama bisa ditinggalkan dan akan menjadi hal yang munafik. Sebab wacana ini nantinya kaitannya tidak mengarah pada ayat-ayat tersebut. “Karena tafsir yang dijual mentiadakan tafsir-tafsir yang lain,”.

Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Masrucha menjelaskan pihaknya telah melakukan survei mengenai dampak poligami. “Banyak membawa dampak negatif karena banyak terjadi kekerasan antara anak istri pertama dan kedua. Faktanya poligami tidak membawa keadilan serta perdamaian, maka negara perlu melindungi hal seperti ini”

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terkait hebohnya pernikahan kedua Aa Gym tersebut langsung memanggil Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan waktu itu ( Meutia Farida Hatta ) untuk membahas kembali Undang-Undang Nomor 1/1974 tentang Perkawinan dalam pelaksanaannya.

Demikianlah perjuangan para aktivis perempuan Indonesia yang lebih menghormati pelacur dan perempuan simpanan yang independen dari pada mereka yang mau jadi istri kedua. Para istri pertama yang ikhlas, yang seharusnya mendapat apresiasi, malah didudukkan sebagai korban yang perlu dikasihani.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya pria yang berpoligami jauh lebih sedikit dibandingkan pria yang berzinah dengan segala macam istilahnya, seperti berselingkuh, punya simpanan wil ( wanita idaman lain ), dan ttm ( teman tapi mesra atau mesum ) seperti yang dilakukan oleh Maria Eva dengan Yahya Zaini ( anggota DPR yang terhormat dan Ketua Bidang Rohani Partai Golkar ). Kasus nya pada saat itu sedikit pun tidak menarik perhatian para aktivis perempuan dan Sang Presiden Yang Mulia

Kebusukan perjuangan dan gerakan kaum sekuler, aktivis-aktivis perempuan itu dan komnas perempuan dan komnas – komnas yang lain itu serta gerombolan kaum liberal yang terkenal mahir membentuk opini bohong untuk membodohi umat, semakin terlihat dengan sangat benderang ketika terungkap kasus Eyang Subur yang menikahi delapan perempuan justru tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus dipersoalkan sebagaimana poligami legal dan sah yang dilakukan oleh Aa Gym

Ustadz Yusuf Mansur dalam salah satu statusnya di laman facebook nya menyatakan hawa ( kalimat telah disesuaikan dan diperbaiki tanpa merubah arti ) :

  1. Terbukti bahwa Aktivis Femenis, Liberal dan HAM tidak menyerang praktek poligami yang dilakukan oleh Eyang Subur, begitu juga dengan berita – berita di media sekuler yang memberitakan sangat positif kehidupan rumah tangga Eyang Subur, berbeda dengan kasus Poligami nya aa Gym yang dicerca habis – habisan oleh media.
  2. Padahal Aa Gym cuma menikahi 2 orang wanita, sedangkan Eyang Subur menikahi 8 orang wanita sekaligus.
  3. Poligami Aa Gym masih sesuai koridor syariat Islam ( tidak melebihi batas jumlah wanita yang boleh dinikahi yaitu maksimal 4 orang ) sedangkan Eyang Subur melakukan poligami bathil yang diharamkan syariat karena over kuota syariat.
  4. Justru disini masalahnya, para aktivis HAM dan Feminis itu adalah kepanjangan tangan dari kafir barat yang menyerang siapapun yang hidupnya sesuai dgn syariat termasuk dalam masalah poligami.
  5. Jadi ternyata bukan Poligami – nya yang mereka serang, tapi Syariat Islam-nya, jika praktek poligami itu bertentangan dengan syariat maka mereka akan dukung.
  6. Jadi jelas, bahwa aktivis HAM, Feminis, Liberal dan lain – lain itu adalah musuh – musuh Islam yang berusaha untuk mengacak-acak syariat Islam dalam segala aspeknya. Waspadalah!

▀▄▀ Yusuf Mansur ▀▄▀

Dari sini dapatlah kiranya kita memahami bahwa, sesungguhnya yang mereka persoalkan dan musuhi itu bukanlah persoalan poligami yang diatur secara ketat dalam ajaran Islam, tetapi permusuhan yang mereka bangun lebih kepada Islam itu sendiri yang meghalalkan poligami.

Sehingga dengan berkedok dan berlindung dibalik perjuangan HAM ( Hak Azazi Manusia ), Kesetaraan Gender, Isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) yang mereka gembar – gemborkan itu, sesungguhnya terselubung dan sedang berlangsung suatu usaha yang sangat luar biasa besar untuk menghilangkan Islam dari bumi Nusantara ini. Itu pun kalau umat Islam dan kita semua menyadarinya. ( Hakikat Sihir )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.