Hakikat Sihir

Hakikat Sihir. Menurut istilah para ulama, kata sihir berarti, merubah penampakan sesuatu bagi mata yang memandangnya, melalui berbagai cara yang dikenal oleh tukang sihir. Sesungguhnya seorang penyihir tidak mengubah bentuk sesungguhnya dari benda yang disihir, ia hanya mengubah gambaran benda tersebut. Karena setiap bentuk dari suatu benda tidak ada yang bisa mengutak-atiknya kecuali sang Pencipta Azza Wa Jalla

Contohnya, ketika seorang penyihir mengubah seorang ke dalam bentuk kucing, maka secara zahir, manusia tersebut pada hakikatnya tetap sebagai manusia. Yang terjadi adalah khayalan yang diterima mata yang memandangnya bahwa orang tersebut telah berubah menjadi kucing.

Hal ini bisa terjadi sebagaimana seseorang yang sedang tidur bermimpi, bahwa dirinya pergi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Pada kenyataannya, tubuh dan dirinya yang berada di tempat pertama tetap berada di tempatnya. Hanya dalam mimpinya saja dia merasa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, sementara tubuhnya tetap di tempat di mana ia bermimpi. Barang siapa yang mengaku bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk mengubah suatu bentuk dari makhluk Allah melalui sihir, maka ia adalah orang kafir, pembohong dan zindik.

Cara yang ditempuh oleh seorang penyihr dalam mempertunjukkan sihirnya didasarkan pada tipuan mata luar dari orang yang melihatnya. Sehingga apabila disimpulkan sihir itu adalah merupakan suatu kejadian luar biasa atau suatu kejadian yang menyalahi adat kebiasaan yang diizinkan oleh Allah swt dan atau yang disertai dengan tipuan yang dipergunakan oleh orang kafir atau orang fasik untuk tujuan – tujuan tertentu dan orang yang melakukan sihir dinamakan penyihir atau tukang sihir yang diancam Allah dengan hukuman dosa besar.

Sihir sebagai kejadian menyalahi adat yang diizinkan Allah swt bukan berarti Allah mengizinkan praktik sihir atau melakukan aktivitas sihir pada manusia, akan tetapi pada hakikatnya sihir itu hanya akan terlaksana apabila mendapat izin dari pada Allah swt. Apabila Allah swt tidak mengizinkan pelakunya atau tukang sihir melaksanakan sihirnya, sihir itu tidak akan pernah terjadi.

Selain sihir terdapat juga beberapa kejadian luar biasa yang menyalahi adat adat kebiasaan. Ahlu Sunah Wal Jamaah telah bersepakat bahwa kejadian luar biasa yang menyalahi adat kebiasaan dapat dibedakan ke dalam enam macam kejadian yaitu:

1. Mukjizat Mukzizat

Mukjizat adalah perkara yang menyalahi adat kebiasaan yang disertai tantangan yang sengaja ditampakkan Allah melalui tangan salah seorang nabi-Nya. Hal ini dilakukan untuk mendukung dakwahnya sebagai upaya melemahkan orang-orang yang mengingkarinya untuk mendatangkan perkara serupa.

2. Irhash

Irhash adalah perkara yang menyalahi adat kebiasaan yang disertai tantangan yang sengaja ditampakkan Allah melalui tangan salah seorang nabi-Nya sebelum diangkat sebagai rasul, seperti naungan awan bagi Nabi Saw sebelum beliau diangkat sebagai seorang rasul.

3. Karamah

Karamah adalah perkara yang menyalahi adat kebiasaan yang sengaja ditampakkan Allah melalui tangan salah seorang wali-Nya.

4. Ma’unah.

Ma’unah adalah perkara yang menyalahi adat kebiasaan yang sengaja ditampakkan Allah untuk menolong salah seorang hamba-Nya yang beriman, pada saat-saat sulit. Contohnya sangat banyak. Misalnya, turunnya para malaikat pada peperangan Badar untuk menolong kaum muslimin.

5. Istidraj

Istidraj adalah masuknya sifat tipuan Ilahi dalam perkara yang menyalahi adat kebiasaan untuk menunjukkan kebalikannya, sebagaimana yang ditampakkan bagi orang kafir atau fasiq.

6. Ihanah

Ihanah adalah perkara adalah perkara yang menyalahi adat kebiasaan yang sengaja ditampakkan Allah melalui tangan seorang fasiq sebagai cara untuk mendustakannya, sebagaimana terjadi pada diri Musailamah al-Kadzdzab yang meludahi mata orang yang pecak untuk disembuhkan, ternyata matanya yang sehat ikut buta. Kemudian dia meludahi sebuah sumur yang airnya asin, lalu airnya pun menjadi bertambah asin.

Berdasarkan pembagian ini, para ulama ahlu Sunah Wal Jamaah tidak memasukkan sihir dalam perkara-perkara yang menyalahi adat kebiasaan.

Sedangkan sebagian ulama ahli ma’rifah meyakini bahwa sihir adalah satu macam dari istidraj. Karena dengannya, Allah Swt. telah “menipu” orang-orang yang tersesat dan kafir, sebagaimana Allah telah “menipu” Fir’aun. Jadi sihir secara umum termasuk dalam klasifikasi istidraj, karena sihir termasuk salah satu tipuan Ilahi [ Kajian Umum ]

Comments 2

  • saya ingin tahu adakah yang dikatakan kebal sedangkan allah s.w.t adalah yg maha berkuasa dan maha esa..
    tolong jelaskan kerana sekarang ramai remaja yg telah salah dengan merasakan diri meereka kebal setelah mempelajari sesuatu,dan ada juga yg salah guna dengan melakukan kejahatan…

  • @botak30 : jawabnya ” mungkin ” yaitu kebal yang disebabkan oleh sihir dan kebal yang disebabkan oleh kuasa Allah serta kebal yang berupa kharamah dari para wali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.