Puasakan Lahir Bathinmu

Puasakan Lahir Bathinmu. Putra Arab padang pasir, Rasulullah Saw bersabda. ” Bahwa agama yang benar dan yang akan mendapat pengakuan yang sah dari Allah Swt di akherat kelak adalah Islam ( Innad diinal indallahil islam ) “. Yang didirikan atas lima dasar

  1. Bersaksi bahwa tiada tuhan yang hak ( patut di sembah ), kecuali Allah Swt dan bahwasanya Nabi Muhammad itu pesuruh ( utusan ) Allah.
  2. Mendirikan, mengerjakan atau melaksanakan Shalat lima waktu.
  3. Membayar zakat.
  4. Mengerjakan haji, ( bila sanggup ).
  5. Berpuasa pada bulan Ramadhan. ( Hr. Bukhari & Muslim ).

Kelima dasar di atas harus ditanamkan dalam diri orang islam kalau inggin melahirkan pribadi muslim, yang berkonotasi dengan apa – apa yang menjadi perintah dan larangan Allah Swt. Didalam perjuangan menanamkan lima dasar tegaknya islam itu ada yang bersifat di nampakan, yang berlandaskan pada keikhlasan yang tinggi, seperti shalat berjamaah, zikir bersama – sama, sedekah ( ada yang sampai di umumkan ) dsb. Dan ada pula bentuknya dan pelaksanaanya tidak dinampakan, hanya Allah dan pelakunya sendiri yang mengetahui, seperti shalat tahajud di tengah malam yang sunyi, zikir dalam hati, sedekah, infaq ( tanggan kanan memberikan, tangan kiri tidak mengetahuinya ), puasa dsb.

Puasa ( Shaumu ), adalah suatu amal ibadah yang sifat dan bentuknya abstrak, dibulan Ramadhan yang mengaku beragama islam wajib berpuasa, karena ini adalah perintah. Dengan kata lain orang yang berpuasa dengan sungguh – sungguh dan penuh keimanan akan selalu menjaga dan memelihara puasanya dari segala yang akan merusak atau membatalkan puasanya itu.

Lalu apakah setiap orang yang berpuasa sudah bisa dikatakan beriman ?, karena setiap orang yang telah beriman akan senang serta gembira dan akan merencanakan dan mempersiapkan sesuatu yang makruf dengan kedatangan bulan suci tersebut. Tanyalah pada jiwa masing – masing apakah diri kita termasuk orang yang mengharapkan kehadiranya dalam hari – hari kita ?.

Bulan Ramadhan adalah bulan ujian dan pembakaran dosa yang di lakukan selama sebelas bulan yang telah lewat, karena menurut pandangan islam, permulaan bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan. Yang di iringi dengan turunya bermacam – macam rahmat, keberkahan dan ampunan serta beribu – ribu malaikat guna melihat dan mencatat amalan manusia yang berpuasa siang harinya, serta beramal ibadah di malam harinya yang di iringi dengan amalan – amalan lainya. Yang kesemuanya itu dilaksanakan berdasarkan perintah Allah yang umum kita baca ketika bulan penuh rahmat itu datang.

” Hai orang – orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana telah di wajibkan atas orang – orang sebelum kamu, mudah – mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa.”. ( Al Baqarah – 183 ). Membaca dan memahami sepotong perintah sang khalik di atas, bahwasanya puasa itu telah di wajibkan sejak dulu, pada umat terdahulu sebelum keberadaan kita di muka bumi ini. Dan dalam pelaksanaanya harus berlandaskan pada keimanan yang mantap, kokoh dan penuh kesungguhan, guna meraih sesuatu yang sempurna yang merupakan salah satu tujuan dari puasa yaitu “Taqwa”.

Taqwa, adalah suatu tingkat kemampuan dari seseorang dalam menahan dan menjauhisegala apa yang di larang, dimurkai dan di benci Allah, baik dalam bentuk rencana maupun perbuatan. Menggantinya dengan perbuatan dan aktifitas yang sudah menjadi perintah dan titah Allah dan Rasulnya, yang kesemuanya itu termaktup dengan jelas dan terang dalam Al Quran dan Sunah Nabi Saw.

Biasanya didalam melaksanakan perintah Allah tidak jarang di iringi dengan tinggat kemampuan umat manusia, dengan ungkapan bila sangup, dalam artian luas, Begitu juga didalam perintah menghentikan larangan biasanya di iringi dengan ungkapan wajib artinya. Melaksanakan kewajiban pada dasarnya tidak sesulit menghentikan larangan yang bersifat wajib & harus, karena hal ini sangat berhubungan dengan kebiasaan – kebiasaan maupun perangai serta sifat yang kita lakukan sebelumya.

Orang yang biasa berbuat tercela seperti merampok mendengki, menghasut dsb akan terasa sangat sulit menghentikanya walaupun di bulan Ramadhan sekalipun. Hal ini sesuai dengan hadis Rasul Saw ” Banyak orang yang berpuasa tapi tidak memperoleh apapun dari puasanya kecuali lapar dan dahaga saja “.

Yang di maksudkan dengan hadis Rasulullah Saw, di atas adalah orang yang melakukan puasa itu hanya sekedar tidak makan dan tidak minum, dengan kata lain yang berpuasa itu hanya perut mereka. Sedangkan lidahnya tetap saja mengucapkan ucapan keji, begitu juga perbuatan tetap juga mengarah pada yang mungkar, mengatai – ngatai orang, mencela memfitnah dsb, Begitu juga otak dan pikiranya masih terus saja mengarah pada apa – apa yang di larang (berpikiran kotor ).

Kalau pikiran tetap berburuk sangka, sifat hasut, dengki dan iri hati serta bergunjing terus juga di lakukan dan tidak mau untuk menyingkirkanya, baik berupa perbuatan maupun yang ada di dalam bathin, jelas puasa yang kita lakukan akan sia – sia belaka dan tidak akan di terima di sisi Allah, hal ini juga di tunjukan oleh salah satu hadis Rasulullas Saw . ” Sifat hasad, dengki, iri dsb mengerogoti dan memakan amal kebaikan ( termasuk amalan puasa ) sebagai mana api mengerogoti dan menghanguskan kayu bakar “.

Jadi , jika seseorang yang berpuasa berdasarkan iman tan taqwa serta selalu menjaganya dengan penuh kesabaran sampai batas waktu yang telah di tetapkan syareat, maka tujuan dari ibadah puasa kemenangan yang hakiki serta kembali pada fitrah kesucian, sudah ada di gengaman untuk di implementasikan dalam menjalani kehidupan ini baik sebelum maupun sesudah bulan Ramadhan nanti.

Berpuasa secara lahir dan bathin pada intinya adalah meimsak atau menahan segala bentuk masukan yang biasa mengusik masuk lewat panca indra manusia yang sifatnya menghilangkan, menghapus atau membatalkan puasa tadi, baik yang masuk secara terang – terangan maupun secara tersembunyi.

Puasa yang kita lakukan hendaknya harus bisa melahirkan perubahan diri dari yang tidak bagus menjadi bagus, dari krasak – krusuk, emosian dsb kearah ketenangan diri dan jiwa serta penuh kesabaran serta perubahan ke arah yang lebih baik lainya. Karena perubahan diri inilah yang menjadi esensi dan hakikat puasayang sesunguhnya.

Beberapa hari lagi bulan yang maha mulia penuh ampunanitu akan datang, tentu yang sangat kita rindukan adalah bagaimana kita masih di beri kesempatan untuk menyambut dan menemuinya, lantas di beri kekuatan untuk mengisinya dengan sebaik – baik persembahan. Walaupun dalam situasi dan kondisi negara yang serba susah, rumit dan semakin komplek saja ini, yang salah satu jalan bagi negara untuk mengatasinya adalah dengan menaikan harga BBM yang akan menginspirasi pada kenaikan harga – harga lainya.

Tapi, kejadian dan hal ini janganlah sampai melemahkan semangat kita untuk menjalankan dan menunaikan segala perintah Allah, yang salah satunya berpuasa dengan lahir dan bathin, penuh keikhlasan serta memperbanyak doa- doa, shalat dan amalan – amalan lainya. Buanglah segala sifat dan tabiat yang tercela, Jadikanlah bulan Ramadhan ini sebuah momentum yang paling bernilai dan berharga, hilangkanlah dulu sikap pro dan kontra kita terhadap suatu masalah, dengan memprioritaskan pada aktifitas keagamaan yang haq ( islam ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.