Petunjuk Lengkap Mencari Malam Lailatul Qadar

Petunjuk Lengkap Mencari Malam Lailatul Qadar – Ramadhan dikenal juga dengan julukan sebagai sayyidus syuhur atau penghulunya sekalian bulan, sehingga segala aktifitas di dalamnya memiliki keistimewaan tersendiri dibanding dengan bulan-bulan selainnya. Terutama pada 10 malam terakhir Ramadhan.

“ Rasulullah saw. sangat giat beribadah di bulan Ramadhan melebihi ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau lebih giat lagi melebihi hari lainnya ”. ( HR. Muslim )

Pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana yang telah banyak disebutkan di dalam al-Qur’an maupun Sunnah. Diantaranya terjadinya Lailatul Qadar yang merupakan malam di turunkannya al-Qur’an dari catatanya di lauhul mahfudz

Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar maka pahalanya akan dilipat gandakan Allah SWT lebih baik dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun dan dosa – dosanya yang telah lalu akan diampuni.

“malam kemuliaan ( Lailatul Qadar ) itu lebih baik dari seribu bulan.” ( QS : 097 : Al Qadr : Ayat : 03 )

Rasulullah saw. adalah orang yang sangat dermawan kepada siapapun, dan pada bulan Ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui beliau. ( HR. Mutafaq ‘alaih )

Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di malam Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” ( HR. Bukhari dan Muslim )

Sedangkan tentang waktu tepat turunnya malam Lailatul Qadar itu, tidak ada keterangan yang disepakati ulama secara pasti. Diantara pendapat yang masyhur adalah pada malam ke – 27 bulan Ramadhan sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad shahih:

“ Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW, bersaabda: barang siapa mencari malam Lailatul Qadar, maka seyogyanya mencari pada malam ke-27 bulan Ramadhan “ ( HR : Ahmad )

Hadist Ahmad ini didukung oleh hadits Zar bin Hubaisy yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“ Ubay bin Ka’ab berkata tentang malam Lailatul Qadar : “ demi Allah sungguh aku mengetahuinya, Syu’bah r.a, berkata: “ pengetahuanku yang paling utama adalah tentang suatu malam yang Rasulullah SAW, memerintahkan kepada kami untuk menghidupkannya  ( Lailatul Qadar ) adalah malam tanggal 27 Ramadhan ”. ( HR Muslim )

Namun demikian, pendapat yang paling kuat dan menjadi kesepakatan ulama tentang waktu turunnya malam Lailatul Qadar itu ada dalam satu diantra malam – malam bulan Ramadhan dan terjadi pada salah satu diantara malam – malam ganjil sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Malam Lailatul Qadar berpiindah – pindah dari dari satu malam ke malam ganjil lainnya pada setiap tahunnya. Malam Lailatul Qadar tidak melulu terjadi pada satu malam tertentu pada setiap tahunnya.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menjelaskan, ” Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan. ” ( Muttafaq ‘alaih )

Lalu beliau menjelaskan lebih rinci lagi tentang waktunya dalam sabdanya, ” Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir dari Ramadhan. ” ( HR. Al-Bukhari )

“ Carilah lailatul qadar pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan . bila salah seorang diantaramu merasakan lemah atau lelah, maka jangan kamu kalah dalam mencarinya pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan ”. ( HR : Muslim )

Menurut Imam Al-Ghozali dan ulama lain, bahwa malam Lailatul Qodar bisa diketahui dari hari pertama bulan Ramadan.

  • Jika hari pertama adalah Ahad atau Rabu, maka malam Lailatul Qadar pada malam tanggal 29.
  • Jika hari pertama adalah Jum’at atau Selasa, maka malam Lailatul Qadar pada malam tanggal 27.
  • Jika hari pertama adalah Kamis, maka malam Lailatul Qadar pada malam tanggal 25.
  • Jika hari pertama adalah Sabtu, maka malam Lailatul Qadar pada malam tanggal 23.
  • Jika hari pertama adalah Senin, maka malam Lailatul Qadar pada malam tanggal 21.

Sebagai panduan, tanda – tanda yang megiringi datangnya malam Lailatul Qadar dapat diketahui dan dirasakan dengan kuatnya cahaya dan sinar pada malam itu, tanda ini ketika hadir tidak dirasakan kecuali oleh orang yang berada di daratan dan jauh dari cahaya.  Orang mukmin merasakan adanya ketenangan hati dan lapangnya dada pada malam itu lebih banyak dari yang didapatkannya pada malam-malam selainnya. Angin bertiup tenang, tidak bertiup kencang dan gemuruh, bahkan udara pada malam itu terasa sejuk. Orang yang shalat mendapatkan kenikmatan yang lebih dalam shalatnya dibandingkan malam-malam selainnya.

Selain itu tanda – tanda telah berlalunya adalah matahari akan terbit pada pagi harinya tidak membuat silau, sinarnya bersih tidak seperti hari-hari biasa. Hal itu ditunjukkan oleh hadits Ubai bin Ka’b radliyallah ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan kepada kami: ” Matahari terbit pada hari itu tidak membuat silau. “ ( HR. Muslim )

Demikian, semoga pada bulan Ramadhan tahun ini Allah SWT berkenan mempertemukan kita semua dengan malam Lailatul Qadar  yang merupakan malam paling istimewa dari seluruh malam yang pasti adanya dalam salah satu diantra malam – malam bulan Ramadhan ( Kajian Umum )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.