Hakikat Niat Dalam Ibadah

Hakikat Niat Dalam Ibadah. Niat adalah kunci dari setiap amal dan ibadah. Setiap ibadah dinilai bedasarkan niatnya, karena itu dibutuhkan kecermatan dan kepintaran dalam menata niat agar tidak terperangkap dalam amal dan ibadah yang penuh dengan kesia – siaan, bahkan karena niat yang salah, suatu ritual ibadah yang di laksanakan yang seharusnya bernilai pahala kebaikan, tanpa sadar berubah menjadi berbuah dosa yang mendatangkan laknat Allah Rabb al ‘alamin

Dalam menyambut bulan Ramadahan yang penuh berkah ini, perkenankanlah saya sebagai admin dari blog “ Kajian Hakikat Ilmu Tauhid ” ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar – besarnya apabila pada postingan – postingan sebelumnya terdapat sesuatu yang telah membuat para pengunjung dan pembaca menjadi tidak nyaman atau tidak berkenan atau pun atas beberapa pertanyaan belum sempat dijawab ( Alhamdulillah pertanyaan – pertanyaan va email semuanya telah selesai dijawab, semoga bisa sedikit membantu. Amin ).

Setelah hampir satu tahun tidak aktif, kali kita akan mencoba melakukan kanjian pada katagory “ Hakikat Ibadah “ yaitu tepatnya tentang niat yang merupakan kunci dari ibadah yang senantiasa dilaksanakan. Baik itu ibadah wajib ataupun itu ibadah sunat dan lain sebagainya

Ketahuilah bahwa sesungguhnya, hakikat niat itu adalah sebuah kesengajaan yang dilahirkan dari hati melalui usaha atau perbuatan yang mengarah terhadap terujudnya kesengajaan tersebut. Apabila tidak ada usaha yang mengarah kepada terujudnya niat tersebut, maka saat itu tidak ada kesengajaan hati tetapi hanya merupakan sebuah pelamunan atau angan – angan yang tidak bermakna

Karena niat ini tempat atau sumbernya dari hati, maka niat itu adalah perbuatan hati yang dilahirkan melalui lidah atau ucapan dan dibuktikan dengan dengan perbuatan yang membuktikan keberadaan niat tersebut.

Karena niat itu adalah perbuatan hati, maka niat tersebut tidak bisa diketahui dan dilihat oleh orang lain atau siapapun, hanya orang yang punya niat itu saja dan Allah SWT yang tahu

Karena niat adalah pebuatan hati yang tidak terlihat oleh mata, maka Insya Allah, niat yang ditata dengan cermat dan baik akan cendrung terbebas dari sifat riya. Karena kecendrungan niat ini terbebas dari sifat riya, maka setiap amal ibadah itu akan dinilai berdasarkan niatnya.

”Sesungguhnya setiap amal / ibadah itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya.” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim )

Artinya, hanya niat, satu – satunya perbuatan atau ibadah yang bisa terselamatkan dari sifat riya, sehingga dengan memperbanyak melakukan niat kebaikan dan selalu memperbaharui niat tersebut sehingga menjadi suatu kebutuhan jiwa, maka setiap perbuatan dan amal serta ibadah yang dilakukan secara perlahan kualtas dan kuantitasnya Insya Allah akan terus meningkat sehingga tercapai maqam ikhlas yang senilai dengan suatu kebaikan dan kemuliaan yang tidak pernah terbayangkan dan terpikirkan sebelumnya.

Selanjutnya, perlu dipahami bahwa, karena niat ini adalah bahasa dan perbuatan hati dan setiap bahasa dan perbuatan hati hanya mampu di pahami oleh hati pula, maka setiap niat yang baik akan melahirkan rasa senang dan nyaman bagi orang – orang yang berada di sekelilingnya. Demikian juga sebaliknya niat yang tidak baik pastinya akan membuat rasa tidak nyaman bagi orang – orang yang berada di sekelilingnya

Ketika sebuah perbuatan baik di laksanakan, ternyata tidak melahirkan sebuah kebaikan, maka langkan bijak pertama yang harus dilakukan adalah kembali kepada niat awal perbuatan baik tersebut dan segera meperbaharuinya sebagaimana awal niat itu dilahirkan.

Ingatlah, bahwa syetan tidak akan pernah mau membiarkan setiap niat yang baik itu dilaksankan. Syetan akan selalu berusaha dengan segenap upaya untuk mempengaruhi niat seseorang sehingga niat yang awalnya adalah kebaikan karena Allah, karena telah berhasil dipengaruhi oleh syetan, secara perlahan berubah menjadi tersebab karena sesuatu selain Allah. Sementara kita telah tahu dan paham sepenuhnya bahwa, setiap perbuatan yang tersebab karena sesuatu selain Allah akan ditolak

Jadi tidak semua perbuatan baik itu akan selalu mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik dari sebuah perbuatan yang baik hanya akan didapat apabila didasari oleh niat yang baik “setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya ”.

Terakhir, marilah kita semua meningkatkan kecerdasan dan kecermatan kita dalam menata niat dan selalu memperbaharui setiap niat baik kita itu sehingga terbebas dari pengaruh syetan yang terkutuk. amin ( Hakikat Ibadah )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.