Gempa Padang Baru Pembukaan Gempa Global

Gempa Padang Baru Pembukaan Gempa Global. Banyak pergerakan tektonik di muka bumi ini. Tetapi tidak ada yang seaktif Padang dalam beberapa dekade terakhir, gempa 7,6 SR yang menghantam Padang dua pekan lalu dan menewaskan seribu lebih manusia, hanyalah pembukaan dari gempa yang lebih dashyat.

Tidak ada satu tempat di bumi yang melepaskan begitu banyak aktivitas seismik selama dekade terakhir selain wilayah Sumatera Barat dan diprediksi akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan 8,8 SR dan berpotensi tsunami seperti halnya tsunami tahun 2004 di Aceh. Gempa ini diduga akan terjadi tak lama lagi.

Kota Padang dan sekitarnya kini tengah tidur di atas bom waktu. Ancaman gempa susulan sebesar 8,8 skala ritcher (SR) mengancam. Potensi tsunami pun meruyak.

Demikian analisis Direktur Obervasi Bumi dari Nanyang Technological University Singapura, Kerry Sieh, seperti dimuat The Strait Times edisi Rabu 14 Oktober 2009.

Menurutnya, banyak pergerakan tektonik di muka bumi ini. “Tetapi tidak ada yang seaktif Padang dalam beberapa dekade terakhir,”katanya.

Gempa 7,6 SR yang menghantam Padang dua pekan lalu dan menewaskan seribu lebih manusia, menurut Kerrry, hanyalah pembukaan dari gempa yang lebih dashyat.

“Tidak ada satu tempat di bumi yang melepaskan begitu banyak aktivitas seismik selama dekade terakhir selain wilayah Sumatera Barat,”katanya,

Ia dan rekannya peneliti Indonesia kini tengah meneliti wilayah dengan radius 400 km di pulau Mentawai, Sumetara Barat. Ia memprediksi akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan 8,8 SR dan berpotensi tsunami seperti halnya tsunami tahun 2004 di Aceh. Gempa ini diduga akan terjadi tak lama lagi.

Dia dan timnya juga tengah meneliti Sunda megathrust. Ia dan timnya menemukan gempa yang disebabkan oleh Sunda megathrust terjadi dalam siklus 200 tahunan sekali. Yakni pada tahun 1300, 1600 dan 1800.

Sementara itu Gempa dengan kekuatan 5,8 skala Richter terjadi di Sulawesi Tenggara, Jumat 16 Oktober 2009 pukul 10.33 Waktu Indonesia Barat.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada kedalaman 20 kilometer berpusat di 88 kilometer Timur Laut Kendari, Sulawesi Tenggara, 225 kilometer Timur Laut Bau Bau, Sulawesi Tenggara, 343 km Barat Daya Sanana-Maluku , 346 km Tenggara Palopo, dan 366 km Timur Laut Singkang-Sulawesi Selatan.

Gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

Kekuatan gempa yang diumumkan BMKG berbeda dengan yang dirilis U.S. Geological Survey (USGS). Seperti dimuat laman Asianewsnet, Jumat 16 Oktober 2009, gempa yang terjadi di Sulawesi Tenggara dini hari tadi berkekuatan 6,1 SR.

Pada sore harinya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang, Banten, Eko Widyanto, memperkirakan gempa 6,4 skala richter yang terjadi di Ujung Kulon pada Jumat pukul 16.52 WIB itu karena adanya gerakan lempeng Indo Australia dan Euro Asia.

“Gempa yang cukup kuat ini dipicu pergerakan lempeng Indo Australia dan Euro Asia di wilayah Ujung Kulon, Selat Sunda berpusat di koordinat 1,79 Lintang Selatan (LS) dan 105 Bujur Timur (BT) atau sekitar 42 kilometer dari Ujung Kulon,” kata Eko di Serang, Jumat.

Ia menambahkan, gempa dengan kekuatan 6,4 SR itu tidak berpotensi tsunami, dan dimungkinkan terjadi gempa susulan namun skalanya dibawah 6,4, dan hal itu disebabkan pergeseran lempengan saja.

Eko menghimbau kepada warga agar jangan panik menghadapi gempa yang terjadi di Ujungkulon ini, meskipun di daerah titik pusat terjadi gempa tersebut dilalui lempengan Indoa ustralia dan Euro Asia yang berpotensi tsunami.

Di kantor BMKG sendiri, dua petugas yang sedang jaga tak henti-hentinya mengangkat telpon dari warga, instansi pemerintahan dan dinas lainnya.

Bahkan, karena terlalu banyaknya yang menelpon, terpaksa membiarkan berdering.

Bedasarkan pantauan, saat gempa terjadi dan beberapa menit sesudahnya sebagian warga Kota Serang panik, bahkan di pusat perbelanjaan Ramayana tidak sedikit yang berhamburan

Pemandangan itu pula terjadi di beberapa perkantoran di Serang dan rumah sakit, namun selang 15 menit situasi normal kembali.

Di Jakarta guncangan gempa terasa di gedung-gedung tinggi. Beberapa karyawan gedung tinggi berteriak histeris saat gempa terjadi. Mereka berusaha turun melalui tangga darurat untuk menyelamatkan diri.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa berkekuatan 6,4 skala Richter berasal dari 6,79 Lintang Selatan-105,1 Bujur Timur, 45 km barat laut Ujung Kulon, dengan kedalaman 10 km. Jaraknya sekitar 300 km dari Kota Jakarta.

Kepanikan juga terasa di pusat perbelanjaan WTC Matahari Serpong. Pengunjung berebutan keluar gedung itu saat guncangan gempa terjadi. “Suasananya sangat kacau,” kata seorang pengunjung melaporkan.

Dari Banten dikhabarkan bahwa gempa yangberkekuatn 6,4 skala Richter tersebut telah menyebabkan beberapa rumah rusak. Di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, 6 rumah dan 1 sekolah mengalami retak-retak. ( SMA 16 Sumur 3 ruangannya retak )

Kecamatan Sumur adalah daerah paling dekat dengan Ujung Kulon. Lokasinya paling ujung dari Kabupaten Pandeglang.

Menurut Yusuf, getaran gempa sangat terasa sekali di Kecamatan Sumur. Saat kejadian, warga banyak yang panik dan berhamburan ke luar rumah untuk mencari tempat perlindungan.

“Tapi mereka akhirnya kembali tenang ke rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum mendapat laporan tentang adanya korban akibat gempa.

Untuk langkah mengantisipasi lebihlanjut Tim search and rescue (SAR) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, langsung memberlakukan status siaga II menyusul terjadinya gempa yang berpusat di barat laut Ujung Kulon tersebut

Ketika mengetahui adanya gempa, tim SAR yang saat itu sedang berada di pesisir pantai Palabuhanratu, langsung berkoordinasi dengan para anggotanya untuk memberlakukan status siaga II gempa. Selain itu, tim SAR juga mengimbau kepada warga setempat khususnya warga pesisir untuk waspada, apabila ada gempa susulan yang kekutannya lebih besar. “Untuk sementara kami memberlakukan status siaga II gempa, apabila ada gempa susulan terjadi, kami akan meningkatkan statusnya menjadi siaga I gempa, ” kata Humas SAR Kabupaten Sukabumi Ucok Hidayat

Saat ini, pihaknya terus memantau kondisi laut, namun sampai berita ini ditulis kondisi perairan laut tetap normal. SAR juga memantau pemukiman warga yang dikhawatirkan ada kerusakan akibat gempa. “Kami belum menerima adanya kerusakan akibat gempa, diprediksi gempa itu tidak merusak pemukiman warga karena di Pelabuhan Ratu getarannya kecil,” tuturnya. [ dari berbagai sumber ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.