Khawarij adalah Faham Yang Hanya Berhukum Kepada Hukum Tuhan

Khawarij adalah Faham Yang Hanya Berhukum Kepada Hukum Tuhan. Khawarij adalah sebuah faham yang sesuai artinya adalah kaum yang keluar yaitu keluar dari kelompok Syaidina Ali dan keluar dari kelompok Syaidina Mua’awiyah.

Kaum Khawarij ini timbul sebagai akibat dari Perperangan Siffin antara Syaidina Ali dan Syaidina Mu’awiyah yaitu ketika fihak Syaidina Mu’awiyah hampir kalah, mereka menyerukan penghentian perperangan dengan bertahkim atau perundingan.

Secara prinsip, sebetulnya Sayidina Ali tidak bersedia menghentikan perperangan dan mengadakan perundingan, karena menurut beliau perundingan itu hanyalah suatu siasat dari orang yang hampir kalah saja , namun karena desakan dari beberapa orang pengikut yang setuju penghentian perperangan, akhirnya Syaidina Ali bersedia menghentikan perperangan dan mengikuti perundingan yang ditawarkan oleh Syaidina Mu’awiyah

Namun demikian, diantara para pengikut Syaidina Ali ada yang mempunyai pandangan yang berbeda, dimana mereka memahami bahwa, Barang siapa yang mau berdamai dengan musuh pada saat perperangan adalah orang – orang yang ragu dan tidak yakin dengan pendiriannya dalam kebenaran peperangan yang ditegakkannya.

Hukum Allah sudah nyata. Siapa yang melawan Khalifah yang sah harus diperangi. Perperangan yang dilakukan adalah untuk menegakkan kebenaran demi keyakinan kepada agama. Kita sudah berjalan diatas garis yang benar yaitu garis kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Kenapa mau berhenti berperang sebelum mereka kalah. Itulah pemahaman dari kelompok yang tidak setuju dengan perdamaian yang ditawarkan Syaidina Mu’awiyah yang juga disetujui oleh Syaidina Ali

Kaum ini akhirnya berbalik membenci Syaidina Ali karena menganggap Syaidina Ali terlalu lemah dalam menegakkan kebenaran sebagaimana mereka juga membenci Syaidina Mu’awiyah karena melawan khalifah yang sah.

Kaum ini kemudian dikenal dengan kaum Khawarij yaitu kaum yang keluar dari Syaidoina Ali dan keluar dari Syaidina Mu’awiyah dan kemudian mengobarkan pemahaman kelompok mereka dengan semboyan “ La hukma Illa lillah “ yang kira – kira berarti “ Tidak berhukum kecuali dengan hukum Allah “

Abdullah Bin Wahab ar Rasyidi adalah orang yang pertama yang diangkat memimpin kelompok kaum khawarij ini yang berjumlah kurang lebih 12.000 orang di Harura yang kemudian juga menamakan kelompoknya dengan Khawarij dengan makna yang lain yaitu orang – orang yang keluar pergi perang untuk menegakkan kebenaran  dengan berdalil kepada :

” Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ ( QS : 004 : An Nisaa : Ayat : 100 )

Paham Khawarij ini semakin lama semakin maju seiring dengan kekalahan Syaidina Ali dalam perundingan Tahkim, sehingga faham Khawarij dianggap sebagai faham yang benar oleh masyarakat umum

Dalam menegakkan fahamnya, Kaum Khawarij ini terkenal dengan kaum yang keras dan radikal, tampil apa adanya. Mereka berjuang mati-matian untuk menegakkan fahamnya dan selalu siap sedia memberikan pengorbanan apa saja termasuk jiwanya

Selanjutnya kaum ini membuat tiga kempok yang bertugas untuk membunuh Syaidina Ali, Syaidina Mu’awiyah dan Amru bin Ash. Berangkatlah ketiga kelompok yang telah dibentuk ini menjalankan tugasnya masing – masing untuk membunuh. Kelompok pertama pergi ke Bagdad karena ketika itu Syaidina Ali sedang berada di Bagdad, Kelopok kedua pergi ke Damsyik karena ketika itu Syaidina Mu’awiyah sedang berada di Damsyik dan kelopok ketiga ke Mesir karena ketika itu Amru Bin Ash sedang berada di Mesir.

Inilah usaha pertama dari kaum khawariuj dalam menebarkan aura kematian melalui rentetan rencana pembunuhan yang dilakukannya. Syaidian Ali akhirnya tewas ditikan oleh Abdurrahman Bin Muljam di waktu Subuh, sedangkan Syaidina Mu’awiyah dan Amru Bin Ash selamat

Pada perkembangan selanjutnya. Kaum Khawarij ini juga menamakan dirinya dengan “ Kaum Syurah “ yaitu kaum yang mengorbankan dirinya untuk kepentingan keridhaan Allah dengan mengambil dalil

” Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya ” ( QS : 002 : Al Baqarah : Ayat : 207 )

Setelah Syaidina Ali sebagai khalifah ke empat tewas terbunuh dan digantikan oleh Syaidina Hasan Bin Ali yang kemudian menyerahkan jabatan Khalifah kepada syaidina Mu’awiyah. Dan setelah Syaidina Husein ( bukan Hasan ) bin Ali wafat di Karbela, Kaum Khawarij ini semakin kuat dan semakin beringas melawan kekuasan Syaidina Mu’awiyah

Selanjutnya tercatat kaum Khawarij ini memecah diri menjadi dua cabang yaitu satu berpusat di Bathaih yang mempunyai kekuasan di Persia dan Kiraman untuk mengontrol daerah – daerah sekeliling Iraq yang dipimpin oleh Nafi’ Bin Azraq dan Qathar Bin Faja’ah

Cabang yang lain berpusat di Arab daratan yang menguasai kaum Khawarij yang berada di Jaman, Hadharamaut dan Thaif. Mereka berada dibawah pimpinan Abu Thaluf, Najdah Bin Ami dan Abu Fudaika

Tokoh – Tokoh Kaum Khawarij yang lain yang terkenal diantaranya adalah Urwah Bin Hudair, Ubaidillah Bin Basyir, Zuber Bin Ali, Abdu Rabbih dan masih banyak lagi yang pada mulanya mereka hanya mempersoalkan masalah jabatan kekhalifaahan, kemudian merembet ke soal – soal I’tiqad dan kepercayaan

Sering dengan perputaran sejarah gologan Khawarij ini sebetulnya telah hilang, namun dalam kelompok – kelopok kecil Kaum Kahwarij ini masih berkeliaran dan berafiliasi dengan banyak kelompok di seluruh dunia Islam sambil terus menebar aura kematian dimana – aman, karena memang mereka adalah kelompok yang terdiri dari orang – orang yang keluar pergi perang untuk menegakkan kebenaran sesuai pemahaman mereka dan hanya pemahaman merekalah yang paling benar. Selain dari kelompok mereka halal darahnya untuk dibunuh yaitu orang – orang yang tidak berhukum dengan hukum Tuhan. ( Firqah – Firqah Dalam Islam )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.