Kajian Firqah – Firqah Dalam Islam

Kajian Firqah – Firqah Dalam Islam. Pada kajian yang lalu, sebagai kajian awal dalam category “ Firqah – Firqah Dalam Islam ” dalam “ Kajian Hakikat Ilmi Tauhid “ blog myrazano.com ini telah disampaikan bahwa Rasulullah Muhammad SAW telah mensabdakan melalui hadist – hadit beliau bahwa umat Islam pada akhirnya akan terpecah menjadi 73 golongan atau 73 firqah dan diantara firqah – firqah tersebut hanya terdapat satu firqah yang benar yaitu dari Kaum Ahlussunnah wal Jama-ah atau kaum yang menganut i’itiqat sebagaimana I’itiqat yang dianut oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat – sahabat beliau.

Adapun 73 firqah tersebut apabila dikelompokkan, maka akan tergabung ke dalam 8 firqah besar yang masing – masingnya mempunyai pemahaman tauhid yang berbeda sangat tajam, sehingga tidak benar apabila ada yang mengatakan bahwa perbedaan antara firqah – firqah tersebut hanyalah sekedar perbedaan politik semata dan banyaknya hadist – hadist yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW yang berkaitan dengan masalah firqah – firqah ini sudah cukup kiranya memberi pemahamanan kepada kita bahwa masalah firqah – firqah dalam islam adalah suatu yang sangat fundamental.

Ringkasan ( Insya Allah masing – masingnya akan dibahas secara lebih terperinci dalam postingan selanjutnya ) masing – masing firqah yang berkembang tersebut adalah :

Kaum Syi’ah

Kaum Syi’ah adalah kauma atau kelompk yang sangat belbihan dalam memuja Saidina Ali Karamallahu wajhahu sehingga mereka tidak mengakui khalifah – khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman Radhiyallahu anhu. Kemudian kaun Syi’ah ini terpecah menjadi 22 aliran

Kaum Khawarij

Kaum Khawarij adalah kaum yang sangat belebihan dalam membenci Saidian Ali Kw, bahkan ada diantaranya yang menkafirkan atau mencap kafir Saidina Ali. Salah satu fatwa dari kaum Khawarij yang sangat terkenal adalah bahwa barang siapa yang berbuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij ini terpecahmenjadi 20 aliran

Kaum Mu’tazilah

Kaum Mu’tazilah adalah kaum yang mempunyai pemahaman bahwa sesungguhnya Tuhan tidak mempunyai sifat, Manusia membuat pekerjaanya sendiri. Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam surga. Adanya tempat ketiga selain surga danneraka diakhirat kelak. Nabi Muhammad dalam melaksanakan isra’ dan mi’raj hanya dengan ruh saja dan kaum ini terpecah menjadi 20 aliran

Kaum Murjiah

Kaum Murjiah adalah kaum yang mempunyai faham bahwa berbuat ma’siyat atau dosa tidak memberi mudharat kalau orang tersebut telah beriman sebagaimana tidak bermanfaatnya sebuah kebaikan yang dilakukan seseorang apabniula dia kafir. Kaum ini terpecah menjadi 5 aliran

Kaum Najariyah

Kaum Najariyah ini juga kaum memahami bahwa sifat Tuhan itu sebetulnya tidak ada dan pekerjaan manusia itu adalh makhluk dalam artian dijadikan Tuhan. Kaum ini terpecah menjadi 3 aliran

Kaum Jabariyah

Kaum Jabariyah adalah kaum yang memahami bahwa manusia itu ” majbur ” atau tidak berdaya apa – apa dan Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya terdiri darai 1 aliran saja

Kaum Musyabbihah

Kaum Musyabbihah adalah kaum yang memahami bahwa adanya keserupaan antara Tuhan dengan manusia seprti mempunyai tangan, mempunyai kaki, mempunyai mata, duduk di kursi, naik dan turun tangga. Kaum ini juga hanya terdiri dari 1 aliran saja

Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah

Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah ialah kaum yang menganut i’itiqat sebagai I’itiqat yang dianut oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat – sahabat beliau. Kaum ini juga hanya terdiri dari 1 alran saja

Jadi, dari 8 firqah besar tersebut, apabila dihitung berdasarkan aliran yang ada dalam kaumnya, maka genaplah jumlahnya menjadi 73 firqah sebagaimana yang telah disampaikan Rasulullah Muhammad SAW melalui hadist – hadist belau yaitu

  • Kaum Syi’ah terpecah menjadi 22 aliran
  • Kaum Khawarij terpecah menjadi 20 aliran
  • Kaum Mu’tazilah terpecah menjadi 20 aliran
  • Kaum Murjiah terpecah menjadi 5 aliran
  • Kaum Najariyah terpecah menjadi 3 aliran
  • Kaum Jabariyah terdiri dari 1 aliran
  • Kaum Musyabbihah – terdiri dari 1 aliran
  • Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah – terdiri dari 1 alran

Sebagai catatan perlu disampaikan bahwa :

Kaum Qadariyah termasuk dalam kaum Mu’tazailah, kaum Bahaiyah dan Ahmadiyah Qadyan termasuk dalam golongan kaum Syi’ah, kaum Ibnu Taimiyah termasuk dalam golongan kaum Musyabbihah dan kaum Wahabi termasuk kaum pelaksana atau kelanjutan dari dari faham Ibnu Taimiyah

Demikian kajian awal dari dalam category “ Firqah – Firqah Dalam Islam ” dalam “ Kajian Hakikat Ilmu Tauhid “ dalam blog myrazano.com ” Kajian Hakikat tauhid “ ini, bahwa dengan semakin tingginya tekanan terhadap Islam dan umat Islam diseluruh penjuru dunia sebagai akibat dari semakin diterimanya kebenaran ajaran Islam bagi orang – orang yang berakal.

Fahamilah fenomena tersebut sebagai suatu yang akan memperkokoh keimanan kita atas kebenaran ajaran Islam sebagai agama tauhid terakhir. Jadilah bagian dari penerbar salam keselamatan bagi semua umat manusia dan jangan mejadi bagian dari penyebab kerusakan di muka bumi karena setiap kerusakan itu, ujungnya adalah bencana bagi seluruh umat manusia. Jadikanlah Doa dan sabar sebagai penolong. Doa itu bukan berarti pasrah dan sabar itu tidak sama dengan mengalah. Amin ( Firqah – Firqah Dalam Islam )

Comments 4

  • Afwan…dari mana antum bisa menyimpulkan pemahaman ibn taimiyyah adalah pemahaman mujasimah?

  • @nafis : karena Tauhidnya Ibnu Taimiyah telah mencoba membangun penafsiran Allah diluar batas kewenagan makhluk seperti, mengatakan Allah itu mempunyai tempat di langit, punya kaki, tangan, jari-jari sebagaimana makhluk serta Ibnu Taimiyah juga melakukan pembatasan ( pemerkosaan ) makna dari ayat Al-Quran dan Sunnah seperti memperluas makna dari safar ke mesjid-mesjid, sehingga fiqih atau hukum ijhtihad dari Ibnu Taimiyah sagat bertentangan dengan hakikat dari ajaran islam itu sendiri atau sesat menurut Ahlussunnah wal Jama’ah

    Sekarang pemahaman Ibnu Taimiyah dikembangkan oleh Wahabiyah yang membid’ahkan segala sesuatu yang tidak atau belum diketahui atau difahaminya

  • @nafis : karena Tauhidnya Ibnu Taimiyah telah mencoba membangun penafsiran Allah diluar batas kewenagan makhluk seperti, mengatakan Allah itu mempunyai tempat di langit, punya kaki, tangan, jari-jari sebagaimana makhluk serta Ibnu Taimiyah juga melakukan pembatasan ( pemerkosaan ) makna dari ayat Al-Quran dan Sunnah seperti memperluas makna dari safar ke mesjid-mesjid, sehingga fiqih atau hukum ijhtihad dari Ibnu Taimiyah sagat bertentangan dengan hakikat dari ajaran islam itu sendiri atau sesat menurut Ahlussunnah wal Jama’ah
    +1

  • Uff, dann bin ich echt froh um deine positive Rfcckmeldung, ich kann dir sehr gut nachffchlen, mir wfcrde es an dineer Stelle e4hnlich ergehen.Trotzdem wfcnsche ich dir einen reibungslosen Wochenstart und ich freue mich auf den Donnerstagabend.Liebi GrfcessliKatharina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.