Jabariyah Adalah Faham Yang Hanya Bersandar Pada Kehendak Allah

Jabariyah Adalah Faham Yang Hanya Bersandar Pada Kehendak Allah. Faham Jabariyah pada awalnya disampaikan dan dikembangkan oleh Jaham Bin Safwan yaitu salah seorang penduduk Khurasan yang pada awalnya merupakan jurutulis seorang pemimpin di Kurasan yang bernama Harits Bin Sureih yang memberontak terhadap kerajaan Bani Umayah di Khurasan.

Nama Jaham Bin Safwan menjadi sangat terkenal pada masanya karena dia adalah salah seorang yang sangat rajin bertabligh menyeru manusia kepada jalan Allah SWT dan berbakti kepada-Nya,

Dari beberapa fatwa yang disampaikan oleh Jaham Bin Sufwan yang salah dan keliru yang kemudian menjadi dasar pemahaman dari faham Jabarayiah ini. Fatwa tersbut adalah bahwa, manusia tidak mempunyai daya dan tidak mempunyai upaya, tidak ada ikhtiar dan tiada kasab.

Sekalian perbuatan manusia itu hanya majbur atau terpakasa diluar kemauan manusia, sebagai mana keadaan sehelai bulu yang diterbangkan angin kian kemari di udara atau sebagaimana kedaan sepotong kayu yang diombang – ambingkan oleh ombak di lautan luas.

Pemahaman tersebutlah yang menjadi penyebab faham yang dikembangkan oleh Jaham Bin Sufwan ini dinamakan dengan Faham Jabariyah yaitu faham dari orang – orang yang menyakini bahwa tidak ada ikhtiar atau usaha bagi manusia semua adalah kehendak Tuhan.

Nama lain dari faham Jabariyah ini atau kadang – kadang juga dinamai dengan faham Jahmiyah yang dinisbatkan kepada pengembang faham ini yaitu Jaham Bin Sufwan. Jaham Bin Sufwan yang merupakakn imam besar dari fahan Jabariyah ini adalah murid dari Ja’ad Bin Dirham yang merupakan pelopor fatwa yang mengatakan bahwa Al-Quran itu adalah makhluk dan Tuhan tidak mempunyai sifat. Ja’ad Bin Dirham dihukum mati pada tahun 124 Hijriyah karena fatwa – fatwanya yang sangat sesat

Perlu di cemati dan difahami bahwa, pada awalnya faham jabariyah ini hampir sama dengan faham Ahlussunah wal jama’ah yaitu semua yang terjadi di alam ini pada hakikatnya semua dijadikan oleh Allah SWT, tetapi faham Jabariyah ini menafsirkan pemahamnnya terlalu jauh dan sangat radikal yaitu dengan mulai meninggalkan mulai shalat, puasa dan semua ibadah yang lain serta biasa melaksanakan kejahatan dan kemaksiatan.

Pada faham Jabariyah ini diyakini bahwa manusia tidak apa – apa kalau mencuri, berzina, membunuh dan perbuatan apa saja yang dilarang secara syariat karena semua perbuatan, Allah SWT yang menjadikan dan manusia tidak punya kuasa untuk untuk menolak dan menghindarinya. Seluruh gerak manusia sebagai makhluk dipaksa adanya oleh Tuhan, Tiada daya, tiada upaya kecuali atas kehendak Allah

Jadi, dengan faham Jabariyah atau faham Jahmiyah ini, seluruh syariat tidak berguna sama sekali, hukum dan semua Nabi dan Rasul tidak berarti, semua terserah kepada Allah SWT. Faham Wahdatul Wujud apabila ditelusuri sebetulnya bermula dari faham Jabariyah ini

Dalam beberap pemahaman yang lain. Faham Jabariyah ini juga mempunyai banyak kesamaan dan persamaan dengan faham Mu’tazailah yang menyakini dan memahami bahwa, sifat Tuhan itu tidak ada, bahwa surga dan neraka itu tidak kekal, Tuhan tidak bisa dilihat di surga, Quran itu makhluk dan lain sebagainya.

Setelah Jaham Bin Sufwan mati terbunuh dalam perperangan dengan  dengan tentara Khalufah Bani Umayyah yang terakhir pada tahun 131 Hijriyah, Faham Jabariyah ini kemudian terpecah menjadi 3 firqah yaitu

  1. Firqah Jamhiyah yang dikepala oleh Jaham Bin Safwan
  2. Firqah Najjariyah yang dikepalai oleh Husein Bin Muhammamd an Najjar
  3. Firqah Dlirariyah yang dikepalai oleh Dlirar Bin Umar

Tercatat bahwa zaman kekemasan perkembangan ketiga firqah ini terjadi pada sekitar akhir abad kedua Hijriyah sampai dengan pertengahan abad ketiga Hijriyah.

Sebagai catatan akhir dari kajian tentang pengenalan faham Jabariyah ini, perlu juga disampikan bahwa, walau faham Jabariyah dalam kenyataannya tidak begitu berkembang ditengah masyarakat, namun pola pemikiran dan kajiannya akan tetap ada yang mungkin terlahir dalam berbagai label dan identitas sebagai bentuk kamuflase yang menyesatkan aqidah, sehingga waspadalah … !!!  waspadalah … !!! ( Firqah – Firqah Dalam Islam )

Leave a Reply