Faham Qadariyah adalah Majusinya Islam

Faham Qadariyah adalah Fahan Majusinya Islam, sesuai dengan asal katanya, Qadariyah  berarti kuasa atau kuasa sendiri, sehingga kaum Qadariyah adalah kaum yang menyatakan diinya mempunyai kuasa atas dirinya sendiri dengan cara mengurangi kekuasaan Tuhan. Kaum Qadariyah memahami bahwa, setiap perbuatan baik adalah ciptaan Tuhan, sedangkan setiap perbuatan buruk adalah ciptaan manusia, sehingga seluruh perbuatan makhluk tidak ada sangkut pautnya dengan Tuhan

Pemahaman kaum Qadariyah ini sama dengan pemahaman kaum Majusi yang menyakini bahwa setiap kebaikan bersumber dari cahaya dan setiap keburukan berasal dari kegelapan yang berati adanya dua Tuhan yang berbeda yang masing – masingnya menciptakan dua perbutan yang berbeda pula yaitu Tuhan dari cahaya terang tempat asal dari semua kebaikan dan Tuhan dari kegelapan tempat asal dari semua kejahatan. Berdasarkan hal tersebut, maka faham Qadariyah ini dapat dinyatkan sebagai Majusinya Islam

Dalam kaitan Majusinya Islam, Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya menyampaikan sebagai berikut :

“ Dari Hudzaifah, belau berkata : Berkata Rasulullah SAW : Bagi tiap – tipa umat ada majusinya, Majusi umat ini ia lah mereka yang tidak percaya kepada takdir, kalau mereka kematian jangan dizirarahi, jkalau mereka sakit jangan dijenguk. Mereka adalah partai dajal, memang ada hak bagi Tuhan mengaitkan mereka dengan dajal “ ( HR : Abu Daud )

Selanjutnya kaum Qadariyah memahami bahwa, kalau seorang manusia mengerjakan suatu perbuatan yang baik, maka ia akan diberi pahala oleh Tuhan karena dia telah memakai kodratnya dengan baik sebagai mana semestinya, tetapi apabila dia berbuat buruk atau berbuat jahat, maka Tuhan  akan memberinya Dosa sebagai hukuman karena dia telah memakai kodratnya tidak sebagaimana mestinya

Pemaham seperti ini jelas – jelas sangat salah dan keliru, karena dengan aqidah seperti itu apa bila dilanjutkan secara lebih mendalam lagi, maka berarti Tuhan pada hakikatnya tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh manusia dan Tuhan itu baru tahu setelah manusia mengerjakannya, sehingga Tuhan marah dan memberi dosa

Dalam pemahaman ajaran Islam sebagai agama tauhid terkahir yaitu ajaran tauhid yang lurus lagi benar dalam blog “ Kajian Hakikat Tauhid ini difahami bahwa Tuhan itu bersifat Maha Tahu dan Maha Mengetahui. Tuhan itu maha mengetahui apa – apa yang di lahirkan dalam perbuatan manusia atau pun apa – apa yang disembunyikan dalam hati manusia, sehingga tidak ada yang luput dari pengawasan Tuhan Rabb al ‘Alamin

Ketahuilah bahwa sesungguhnya, seluruh alam dan seluruh isinya, yang nyata atau pun yang qaib, mulai dari tiadanya sebelum diciptakan sampai dengan akhirnya, seluruh kehidupan di alam ini yang kemudian dilanjutkan sampai alam akhirat kelak yang berakhir di surga atau neraka semunya sudah berada dalam catatan atau berada dalam kendali Allah SWT

Selanjutnya perlu juga diketahu bahwa, faham Qadariyah ini pada hakikatnya hampir sama dengan faham Mu’tazailah dan dalam kenyataannya, faham Qadariyah memang merupakan bagian dari faham Mu’tazailah kerena secara umum imam – imam dari faham Qadariyah ini terdiri dari orang – orang dari faham Mu’tazailah.

Sebagai mana diketahui bahwa hampir seluruh kaum Mu’tazailah menfatwakan bahwa sekalian perbuatan manusia diciptakan oleh perbuatan manusia itu sendiri, sehingga kaum Qadariyah ini bisa dikatakan atau diberi sebutan juga dengan Mu’tazailah – Qadariyah

Faham Qadaraiyah ini pertama sekali dikembangkan oleh Ma’bud al Juhani dan Gailan ad Dimasyqi dimana Ma’bad al Juhani ini adalah salah seorang tabi’in atau orang yang berada pada generasi kedua sesudah Nabi Muhammad SAW. Ia pernah belajar kepada Wahsil Bin ‘Atha yang merupakan salah seorang Imam dari kaum Mu’tazilah dan ia juga belajar kepada Syeikh Hasan Basri di Basrah

Sedangkan Gailan ad Dimasyqi adalah salah seorang dari penduduk kota Dimsyaq ( Syiria ) dan orang tuanya pernah bekerja pada Khalifah Usman Bin Affan. Gailan ad Dimasyqi sendiri datang ke Dimsyaq pada masa Khalifah Hisyam Bin Abdul Muluk, salah seorang Khalifah Bani Umayyah yang berkuasa dari tahun 105 Hijriyah sampai dengan tahun 125 Hijriyah

Pendapat lain mengatakan bahwa yang mula – mula mengembangkan faham Qadariyah ini adalah seorang dari Iraq yang pada awalnya dia beragama Nasrani kemudian masuk Islam dan akhirnya kembali kepada agama Nasrani. Kepada orang inlah Ma’bad al Juhani dan Gailan ad Dimasyqi belajar faham Qadariyah ini

Sedangkan Imam dari kaum Qadariyah yang terkenal adalah salah seorang imam dari Mu’tazailah yang bernama Ibrahim Bin Sayar an Nazaham ( meninggal 211 Hijriyah ) dengan fatwanya yang terkenal yaitu, Ijmak sahabat atau Ijmak imam – imam Mujtahid tidak dapat dijadikan dalil. Dan fatwa yang menyatakan bahwa  Al-Quran apabila dipandang dari lafazhnya, hurufnya, bukanlah mukzizat, tetapi mukzizitanya hanya terletak pada pengkhabaran gaib yang banyak disampaikan Al-Quran

Ciri – ciri yang terlihat secara terang dari faham Qadariyah ini adalah pada pemahamannya yang menyatakan bahwa : Walau bagaimanapun, akhirnya yang akan menetukan adalah manusia karena Tuhan tidak bisa merubah nasib manusia kalau tidak manusia itu yang merubah nasibnya sendiri. ( FirqahFirqah Dalam Islam )


1 Comment to "Faham Qadariyah adalah Majusinya Islam"

  1. maurin's Gravatar maurin
    April 14, 2012 - 11:29 am | Permalink

    bego nih penulisnya…

Leave a Reply