Faham Musyabbihah Adalah Faham Yang Menyatakan Tuhan Itu Laki-laki

Faham Musyabbihah Adalah Faham Yang Menyatakan Tuhan Itu Laki – Laki – Faham Musyabbihah adalah faham yang menyerupakan yaitu faham Musyabbihah ini menyerupakan Tuhan dengan makhluk-Nya dan mungkin karena mereka semua dalah manusia, maka penyamaan yang mereka pakai adalah menyamakan Tuhan dengan manusia. Mereka memahami dan menyakini bahwa Allah mempunyai kaki, tangan, muka bertubuh seperti manusia.

Nama lain dari faham Musyabbihah adalah faham Mujassimah yang berarti faham yang menubuhkan karena mereka menubuhkan Tuhan seperti Tuhan mempunyai kulit, daging, tulang dan urat, Tuhan itu, menurut faham Mujasimmah ini mempunyai kelamin. Kelamin Tuhan menurut mereka adalah laki – laki

Selain itu ada juga yang menamakan faham ini dengan faham Hasyawiyah yang berarti percakapan omong kosong, Percakapan yang sudah diluar batas, percakapan yang hina dina, sehingga kaum Musyabbihah ini dinyatakan dengan kaum Omong Kosong yang percakapan mereke dinilai hina dan menghinakan karena sudah terlalu jauh melampaui batas kewenagan manusia sebagai makhluk

Bebarapa pemahan kaum Musyabbihah atau Mujassimah dan atau kaum Hasyawiyah ini adalah memahami bahawa Tuhan bermuka dan bertangan dengan berdalil kepada :

” Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan “ ( QS : 055 : Ar-Rahmaan : Ayat : 027 )

” Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar “ ( QS : 048 : Al-Fath : Ayat : 010 )

Sedangkan pemahaman lain yang diyakini oleh kaum Musyabbihah atau Mujassimah dan atau kaum Hasyawiyah ini adalah bahwa Tuhan itu duduk bersela di atas ‘Arsy dan Tuhan itu berada di atas langit atau Tuhan itu berada di langit yang bisa ditunjuk dengan jari

Sikap dan perilaku yang mudah terlihat dan terbaca oleh orang awam sekali pun adalah ketika kaum Musyabbihah atau Mujassimah dan atau kaum Hasyawiyah ini berbicara tentang Tuhan selalu menunjuk atau memberikan isyarat ke atas, seakan – akan menegaskan bahwa Tuhan itu berada di atas langit dengan dasar dari pemahamannya sebagai berikut

” (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy “. ( QS : 020 : Taahaa : Ayat : 05 )

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang? “ ( QS : 067 : Al-Mulk : Ayat : 16 )

Dari pemahaman tersebut dapatlah disimpulkan bahwa yang menjadi penyebab kekeliruan faham Musyabbihah atau Mujassimah dan atau kaum Hasyawiyah ini adalah karena mereka menafsirkan ayat – ayat dalam Al-Quran sebagai mana lahirnya saja atau sebagaimana yang tersurat saja tanpa memahahi hakikat makna dan hakikat batin dari ayat tersebut.

Dengan hal tersebut, tidak salah kalau faham ini dinamakan juga dengan faham Hasyawiyah atau faham yang berisi omong kosong belaka dan tak pantas untuk diikuti karena apabila kita menafsirkan Al-Quran sesuai yang tersurat saja, tentunya akan bisa membuat kita akan tersesat dari ajaran Islam sebagai agama tauhid terakhir dan bahkan bisa – bisa membuat kita jatuh kepada kekafiran

” Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. ( QS : 018 : Al Kahfi Ayat : 029 )

Imam – imam dan guru besar dari faham kaum Musyabbihah atau Mujassimah dan atau kaum Hasyawiyah ini yang terkenal adalah :

1. Abu Abdullah Bin Hamid Bin ‘Ali al Baogdadi al Warraq ( meninggal tahun 403 Hijriyah ) yang terkenal dengan bukunya yang berjudul ” Syarah Usuluddin “ yang banyak menguraikan tentang keserupaan Tuhan dengan manusia

2. Qadhi Abu Ja’la Muhammad Bin Husein Bin Khalaf Bin Farra’ ( meninggal tahun 458 Hijriyah ) yang banyak mengarang buku tentang Usululddin yang banyak cacat fahamnya sehingga dikatan bahwa, Aib yang dibuat Abu Ja’la ini tidak dapat dibersihkan dengan sebanyak air laut sekali pun

3. Muhammad Bin Kiram ( meninggal tahun 256 Hijriyah ), Hisyam al Jawaliqi, Yunus Bin Abdirrahman, ‘Ali Bin Manshur adalah para imam yang menyatakan bahwa Tuhan itu berada di atas langit dan boleh ditunjuk dengan telunjuk ke atas

4. Mu’az al Anbari yang menfatwakan bahwa Tuhan itu laki – laki

5. Daud al Jawaribi yang memfatwakan bahwa Tuhan itu mempunyai anggota tubuh sama dengan anggota tubuh manusia

Perlu juga dicatat bahwa, sebagian dari kaum Musyabbihah atau Mujassimah dan atau kaum Hasyawiyah pada umumnya berasal dari mazahab Hambali walau imam Ahmad Bin Hambal sendiri tidak berkeyakinan dan tidak beri’tiqad sebagaimana kaum Musyabbihah atau Mujassimah dan atau kaum Hasyawiyah ini ( Firqah – Firqah Dalam Islam )

Comments 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.