Ahmadiyah Merupakan Faham Sesat Dari Kesesatan Syi’ah ( 5 )

Ahmadiyah Merupakan Faham Sesat Dari Kesesatan Syi-ah ( 5 ) – Penolakan umat Islam terhadap ajaran Ahmadiyah ini, tentunya bukan hanya terjadi pada masa – masa sekarang saja. Pada awal kemunculan ajaran Ahmadiyah ini di daerah asalnya di Qadiyan India ( sekarang berada didalam wilayah Pakistan ) sudah mendapat perlawanan dan penantangan keras dari para lama terkemuka India diantaranya

  • Imam Maulana Muhammad Anwarullah Khan yang merupakan Penjabat Urusan Agama Kerajaan Hydarabad, dalam kitabnya ” Ifadatul Afham Bijawabi Izalatul Auham “ beliau mengatakan bahwa Ahamadiyah sudah tidak berada dalam lingklungan agama islam
  • Imam Maulana Abul Hasan Gulam Mustafa yang merupakan ulama besar wilayah Amitsar. Beliau mengatakan bahwa, Mirza Ghulam Ahmad sudah menjadi kafir karena mengaku menjadi Nabi dan Rasul
  • Maulana Asisurrahman, yang merupakan mufti Universitas Darus Ulum Dionband mengatakan bahwa, faham Ahmadiyah itu adalah sesat lagi menyesatkan
  • Dan ulama – ulama lain di daerah India yang secara tegas menolak ajaran Ahmadiyah ini

Fatwa Rabithah Alam Islami yang merupakan Persatuan Negara Islam non Pemerintah yang berkedudukan di Makkah al Mukarramah tahun 1394 Hijriyah menyatakan bahwa :

Ahmadiyah itu adalah anak emas imperalis, Penjajah Inggeris dan ia tidak akan muncul kecuali dengan proteksi imperalisme. Ahmadiyah mengkhianati masalah – masalah umat Islam dan ia membantu imperalisme dan zionisme, ia bekerja sama dengan kekuatan – kekuatan yang beroposisi terhadap Islam, yang berjuang untuk menghancurkan akidah Islam dan memutarbalikkan ajaran islam, sehingga golongan Ahmadiyah itu adalah kafir dan keluar dari islam.

Selanjutnya Rabithah Alam Islami menyerukan kepada seluruh umat Islam di dunia untuk tidak bergaul dengan orang-orang Qadiyani atau Ahmadiyah, dan memutuskan hubungan ekonomi, sosial, dan budaya dengan mereka. Tidak menikahi mereka serta tidak menguburkan mereka di tanah pekuburan kaum muslimin, dan memperlakukan mereka sebagai orang kafir.

Meminta kepada pemerintah-pemerintah Islam untuk melarang setiap kegiatan pengikut-pengikut Mirza Ghulam Ahmad, dan menganggap mereka sebagai golongan minoritas non-muslim, dan melarang mereka untuk menduduki jabatan yang strategis dalam negara.

Berdasarkan hal tersebut, beberapa negara – negara Islam di dunia, selain Indonesiai, telah dengan tegas mengambil sikap tentang ajaran Ahmadiyah ini diantaranya

  1. Pemerintah Malaysia telah melarang ajaran Qadiani atau faham Ahmadiyah ini dan pengikutnya juga telah dianggap kafir sejak tanggal 18 Juni 1975.
  2. Kerajaan Brunei Darussalam melarang ajaran Ahmadiyah berkembang di negara Brunei Darussalam.
  3. Kerajan Arab Saudi menyatakan bahwa pengikut ajaran Ahmadiyah adalah kafir dan tidak boleh memasuki tanah haram.
  4. Negara Pakistan menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah termasuk kelompok minoritas non-muslim, dengan kedudukan yang sama dengan agama nasrani, sikh, dan lain sebagainya di Negara Pakistan

 Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dan Organisasi keagamaan lainnya telah melakukan kajian mendalam tentang Ahmadiyah ini dan hasilnya antara lain dituangkan dalam bentuk rekomendasi dan Fatwa sebagai berikut ;

  1. Majelis Ulama Indonesia DATI I Propinsi Istimewa Aceh mengeluarkan fatwa tahun 1984 bahwa Ahmadiyah Qadiyani adalah sesat dan menyesatkan ( surat MUI DATI DI Aceh No.24/I/FATWA/1984 ).
  2. Ulama di Sumatera Timur mengeluarkan Keputusan Hasil Musyawarah tahun 1953 bahwa Ahmadiyah Qadiyani adalah kafir / murtad. ( Surat No. 125/Rhs/DI/19/65).
  3. Majelis Ulama Indonesia dalam MUNAS II tahun 1980 menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah jamaah di luar Islam, sesat dan menyesatkan ( Keputusan MUNAS II MUI se Indonesia No.05/Kep/Munas/II/MUI/1980).
  4. Majelis Ulama Indonesia DATI I Sumatera Utara mendukung Keputusan MUNAS II MUI Pusat pada tahun 1980 ( Surat MUI DATI I Sumatera Utara No.356?MU-SU/VI/1984).
  5. Muhammadiyah melalui keputusan Majelis Tarjih menetapkan bahwa tidak ada Nabi sesudah Nabi Muhammad saw. Jika orang itu menerima dan tidak mempercayai ayat dan hadist mengenai hal tersebut, maka dia telah mendustakannya dan barangsiapa yang mendustakannya maka kafirlah ia ( PP. Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih, tahun : 280-281 ).
  6. Majelis Ulama Indonesia DATI I RIAU tahun 1994 mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Ahmadiyah Qadiyani benar-benar berada di luar Islam, dan dapat meresahkan masyarakat muslim ( Komisi Fatwa MUI DATI RIAU, 7 Oktober 1994 ).
  7. Dewan Syuriah PP Nahdatul Ulama mengeluarkan keputusan pada tahun 1995 bahwa Aliran Ahmadiyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Aliran Ahmadiyah yang memutarbalikkan al Quran itu agar dilarang .
  8. Forum Ukhuwah Islamiyah Indonesia yang terdiri atas organisasi Islam, para ulama, dan zuama, antara lain Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Syarikat Islam (SI), Ittihadul Muballighin, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam ( PUI ), Al Irsyad al Islamiyah, Persatuan Islam ( PERSIS ) beserta sejumlah ulama menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah Qadiyan sudah keluar dari akidah Islamiyah dan gerakan sesat dan menyesatkan, penodaan kepada kitab suci Al Quran oleh Ahmadiyah memalui “kitab sucinya” TADZKIRAH wajib dihentikan ( Surat Pernyataan Permohonan Pelarangan secara nasional terhadap Ahmadiyah di Indonesia tanggal 17 September 1994 ).

Dengan penolakan yang telah dilakukan oleh seluruh ulama – ulama Islam dari seluruh dunia maka, tentunya tidak dibutuhkan lagi penjelasan dan alasan dari mereka atas pelecehan dan penodaan yang telah mereka lakukan atas kebenaran ajaran Islam. Ketahuilah bahwa sesungguhnya pelecehan dan penodaan yang dilakukan oleh para pengikut Ahmadiyah terhadap ajaran Islam adalah sebuah penghinaan. Menghina ajaran Islam berarti sama dengan menghina Rasulullah Muhammad SAW.

” … tidak patut bagi mereka lebih mencintai diri mereka dari pada mencintai diri Rasul “ ( QS : 009 : At – Taubah : ayat : 120 )

” Tidak sempurna iman seseorang kamu sehingga aku menjadi orang yang paling dia cintai melebihi hartanya, keluarganya, dan seluruh manusia lainnya.” ( HR : Imam Bukhari )

Membela kehormatan Rasulullah SAW dari kaum dan kelompok yang menghinakan dan melecehkan beliau adalah ibadah mulia. Jangan engkau mengaku beriman kepada Allah dan Rasul -Nya jika engkau diam saja dan tidak peduli ketika Nabi dan Rasul serta Kekasih Allah SWT yang sangat mulia Muhammad SAW dihina dan dilecehkan di hadapanmu. // Tamat ( firqah – firqah Islam )

Comments 1

  • Bahkan yang lebih sesat lagi, mereka memahami bahawa Imam Mahdi akan turun dari Gunung Lawu mas, itu yang ke luar dari salah satu mulut penganutnya, ketika dulu tahun 1990an saya kuliah, ketemu di bis. Sungguh terlalu sesat paham ini, kayaknya ini paham masuk 72 golongan itu ya mas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.