Ahmadiyah Adalah Faham Sesat Dari Kesesatan Syi’ah ( 4 )

Ahmadiyah Adalah Faham Sesat Dari Kesesatan Syi’ah ( 4 )Pada kajian sebelumnya telah disampaikan secara jelas dan terang bahwa dalam memuluskan rencananya, Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya dari Jemaat Ahmadiyah dengan sengaja telah memutar balikkan penafsiran dan pemahaman ayat – ayat Al – Quran sesuai dengan kehendak hati dan sekehedak seleranya saja.

Menurut Mirza Ghulam Ahmad, pengutusan Nabi dan Rasul oleh Allah masih terus berlangsung sesudah Nabi Muhammad tanpa penetapan batas waktu. Mirza berkata, ” Tidak ada halangan bagi munculnya para Nabi sesudahnya (Muhammad) dengan syarat bahwa ada mereka dari umatnya dan pengikutnya yang paling sempurna yang mereka memperoleh emanasi seluruhnya dari ruhanianya mereka cerah dengan cahayanya.” ( Mawahibur Rahman, hal 37)

Wahyu yang diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad diakuinya mempunyai martabat yang sama dengan Al – Quran, Injil, dan Taurat ,” Demi Allah yang Maha Mulia, saya beriman kepada wahyu saya sebagaimana saya beriman kepada Al – Quran dan kitab-kitab lain yang diturunkan dari langit. Dan saya beriman kepada kalam yang turun kepada saya turun dari Allah sebagaimana saya beriman bahwa Al – Quran turun dari sisi-Nya.” ( Haqiqatul Wahyu, hal. 211 )

Seluruh wahyu yang diterima Mirza Ghulam Ahmad, terkumpul dan dikumpulkan dalam satu kitab yang bernama Tadzkirah. Dalam kitab Tadzkirah, yang diangap oleh pengikut Ahmadiyah sebagai kitab pegangan utama dengan dalil sesuai ayat Kitab Tadzkirah yang berbunyi : ” nna anzalnaahu qariiban minal qadiyaan-wabilhaqqi anzalnaahu wabilhaqqi nasa l “, artinya ” “Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab suci (tadzkirah) ini dekat dengan Qadian (India). Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” ( Kitab Tadzkirah, hal. 637 ).

Perlu diketahui bahwa sesungguhknya seluruh isi dan kandungan yang terdapat dalam ayat – ayat kitab Tadzkirah yang merupakan kitab suci Jamaat Ahmadiyah ini kesemunya berisi penggalan – penggalan ayat – Ayat dari Al – Quran yang sudah dimodifikasi dan diputar balikkan makna dan penafsirannya

Selain menafsirkan Ayat – Ayat Al – Quran sesuai dengan kehendak hatinya saja, Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya juga memberikan penafsiran terhadap Hadist – Hadist Rasulullah Muhammmad SAW secara serampangan dan seberono dengan satu tujuan yaitu untuk memuluskan misi dan ambisi sesat yang mereka yakini sebagi sebuah kebenaran

Seluruh ulama dari golongan Ahlulussunah wal jamaah menyakini bahwa Nabi Isa Alaihissalam tidak dapat disalib oleh musuh – musuhnya, sedangkan yang disalib waktu itu adalah orang yang diserupakan Allah dengan Baliau. Ketika itu Nabi Isa Alaihissalam diangkat kepada – Nya dan pada akhir zaman nanti, Nabi Isa Alahissalam akan turun lagi ke dunia ini sebagai Al – Masih

” dari Abu Hurairah Rda, belau berkata : Berkata rasulullah Saw, :  Demi Tuhan yang diriku ditangan-Nya, akan turun Isa Ibnu Maryam kepadamu menjadi hakim adil, maka ia memecah salib, membunuh babi, menghentikan perperangan dan melimpahkan harta yang banyak sehingga tak ada lagi yang akan menerimanya “ ( HR : Imam Bukhari )

Melalui Hadist ini, Mirza Ghulam Ahmad walau mengetahui dan menyadari bahwa sebenarnya dia bukan Isa Al – Masih dan tidak ada hubungannnay dengan Isa – Al Masih, tetapi dia menyatakan bahwa Isa Al – Masih yang dijanjikan itu adalah dia sendiri. Sehingga yang dijanjikan datang menjelang hari kiamat itu bukan Isa Al – Masih melainkan Mirza Ghulam Ahmad. Seluruh pengikut jemaat Ahmadiyah meyakini pendapat bodoh ini.

Dalam kitab karyanya Fathul islam Mirza Ghulam Ahmad menulis : ” Disamping kesamaan dengan para pendahulu yang mulia, ada sebuah kesamaan yang khusus dengan sifat al masih alaihissalam dan karena kesamaan inilah saya yang rendah ini telah diutus setelah al masih untuk meruntuhkan penyaliban. Dengan demikian saya telah diutus untuk menghancurkan salib-salib dan membunuh babi. Saya turun dari langit didampingi oleh para malaikat di sebelah kanan dan kiri saya “ ( Fath islam, hal. 6-7 ).

Apabila merujuk kepada hadis Yang Diriwayatkan oleh Imam bukhari tersebut di atas, Nabi Isa Alaihissalam akan memecah salib dan akan membunuh seluruh babi, melimpahkan harta yang banyak sampai – sampai tak ada lagi orang yang yang menerimanya. Dalam kenyataanya sampai sekarang babi masih banyak diseluruh dunia dan salib masih berdiri dan tetap menjadi sembahan para pemujanya. Kemiskinanan masih ada dimana – mana. Bahkan sampai akhir hayatnya. Mirza Ghulam Ahmad tidak pernah melimpahkan harta apapun kepada pengkutnya.

Isa Al – Masih diyakini akan menghentikan perperangan diseluruh dunia, sehingga tercipta tatanan hidup di dunia yang aman tentram adil dan damai, tetapi Mirza Ghulam Ahmad yang memproklamirkan dirinya sebagai Isa Al – Masih, dengan ajaran sesat Ahmadiyah yang dikembangkannya bukannya menghentikan perperang melainkan pengkiutnya sampai saat ini malah terus menerus – menimbulkan kekacauan dan memancing kerusuhan dimana – mana. // bersambung  ( firqah – firqah Islam )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.