Ahmadiyah Adalah Faham Sesat Dari Kesesatan Syi’ah ( 2 )

Ahmadiyah Adalah Faham Sesat Dari Kesesatan Syi’ah – ( 2 ) – Pada kajian yang lalu telah disampaikan bahwa melalui kitab – kitab karangannya secara jelas tegas dan terang, Mirza Qulam Ahmad telah memproklamirkan dirnya sebagai Nabi dan Rasul dengan kedudukan yang lebih mulia dari Rasululllah Muhammmad SAW. Sebagai Nabi dan Rasul, Mirza Qulam Ahmad bertugas menyempurnakan ajaran agama Islam yang masih belum sempurna diturunkan pada masa Rasulullah Muhammad SAW

Pendapat tersebut jelas sangat bertentangan ajaran Islam sebagai agama tauhid terakhir yang sudah sempurna dan menyempurnakan seluruh rahmat yang pernah diturunkan Allah di muka bumi ini. Islam menyakini bahwa Muhammmad SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir, tidak ada lagi Nabi dan Rasul sesudah beliau. Nabi Muhammad oleh umat islam juga diyakini sebagai Saidul Khalaik yang berarti penghulu dari sekalian makhluk. Tidak ada makhluk yang lebih tinggi dan lebih mulia kedudukannya di sisi Allah SWT melebihi kemuliaan Nabi Muhammmad SAW.

“.Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.. ” ( QS : 005 : Al Maa-dah : ayat : 003 )

” Adalah Bani Israil diperintah oleh nabi – nabi, setiap meninggal seorang nabi lantas digantikan oleh Nabi yang lain, tetapi sesudah saya tidak ada nabi lagi – ( HR : Imam Bukari )

” Pada ketika perperangan tabuk, Rasulullah SAW memerintahkan Sayaidina ALI tinggal di kampung menjaga negeri, maka saidina ali meradang : ” tuan tinggalkan saya untuk menjaga anak – anak dan wanita – wanita ( saya mau ikut perang )”, Maka Nabi Muhammmad Saw mnjawab :  ” tidakkah engaku suka serupa Harun dibanding dengan Nabi Musa, tetapi ( awas ) : Nabi tidak ada lagi sesudah saya” ( HR : Imam Muslim )

Dengan merujuk dan memahami ayat Al-Quran dan Hadist Rasulullah tersebut diatas, maka pemahaman yang di sampaikan oleh Mirza Qulan Ahmad yang memproklamirkan dirinya sebagai seorang nabi dan rasul yang masih menerima wahyu untuk menyempurnakan ajaran agama Islam, jelas sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Karena posisi dan kedudukannya sebagai Nabi dan Rasul jelas – jelas menetang kebenaran kitab suci Al-Quran, maka untuk mendukung dan menegakkan risalah kenabiannya, Mirza Qulam Ahmad membangun sebuah kitab suci sebagai tandingan kitab suci Al-Qura-an yang diberi nama Tazkirah. Adapun Tazkiran tersebut berisi penggalan – penggalan ayat Al-quran yang disusun sedemikian rupa dengan menghilangkan dan atau mengganti ayat – ayat yang menentang risalah kenabiannya serta menambahkan kalimat – kalimat yang mendukung risalah kenabiannya, Jadi sesungguhnya kitab suci kaum Ahmadiyah bukanlah kitab suci Al-Quran melainkan Tazkirah yang sangat berbeda dengan isi kandungan Al-Quran

Tidak berhenti sampai disitu, kesesatan Mirza Qulam Ahmad semakin menjadi – jadi. Sebagaimana yang telah disampaikan bahwa, karena dia bukan dari keturunan Syaidina Ali Bin Abi Talib, maka berarti juga telah tertutup jalan baginya untuk menjadi salah satu imam yang dimuliakan, maka dia memproklamirkan dirinya sebagi Nabi dan Rasul. Setelah risalah kenabianya ditolak dan kebenaran Tazkirah sebagai kitab sucinya tidak bisa membuktikan kebenarannya sendiri. maka agar eksistensi diri dan ajarannya tetap diakui, maka selanjutnya dia pun memproklamirkan dirinya sebagi Tuhan. Hal itu disampaikan dalam kitab ” ayinah Kamalat Islam

” Saya mimpi bahwa saya adalah Tuhan dan menyakini bahwa saya bernar – benar Allah, dan tergetarlah dalam hati saya ketika itu akan memperbaiki dunia ini dengan suatu peraturan baru, akan saya atur dengan undang – undang baru, artinya saya jadikan langit dan bumi dengan situasi baru ” ( Ayinah Kamalat Islam : Mirza Qulan Ahmad )

Selanjutnya, setelah memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan, kesesatannya Mirza Qulan Ahmad kemudian diteruskan oleh anaknya dan khalifahnya yaitu Mirza Basirudin Mahmud Ahmad Khalifatul Masih II yang juga menyatakan dirinya menerima wahyu dari Tuhan. Walau dia tidak menyatakan wahyu tersebut berasal dari Tuhan yang mana, apakah tuhan Mirza Qulan Ahmad atau Tuhan Allah SWT.

Pernyaatan bahwa Mirza Basirudin Mahmud Ahmad Khalifatul Masih II, masih menerima wahyu dari Tuhan dapat dibaca dalam buku yang ditulisnya sendiri ” Pengantar Untuk Mempelajari Quran Jilid III ” terbitan Yayasan Wisma Damai Bandung Tahun 1968,

” Dalam keadaan demikian aku menyetujui menerima bai’at jamaat sebagai khalifah II dan dalam kedudukanitu mulai mengkhidmati jamaat, Isalam dan umatmanusia. Karena sebagian besar dari mereka yang dipandang sebagai penjabat ‘ penjabat pimpinan jamaat menantang nizan ( peraturan ) Khilafat, maka jema’at menghadapi krisis dan bahaya besar. Orang ‘ orang besar mulai meramalkan, bahwa kehancuran jamaat dan bubar berantakan hanya soal beberapa hari saja. Pada saat itu Tuhan akan melindungi dan memeliharaku dan memberikan kepadaku kemenagan dan akan menghancurkan mereka. “

Melalui pernyataan Mirza Basirudin Mahmud Ahmad Khalifatul Masih II dapat ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya kesesatan dari ajaran Ahmadiyah ini sudah merupakan kesesatan yang diturunkan secara strukrural kepada pengikutnya. Dan tidak tertutup kemungkinan telah terjadi kesesatan – kesesatan yang lebih jauh lagi dalam penodaan dan penistaannya terhadap ajaran agama Islam dan ktab suci Al-Quran oleh para pengikut Ahmadiyah yang lain yang selama ini masih belum terungkap // bersambung ( firqah – firqah Islam )

Comments 4

  • Tugas kita adalah bagaimana bisa meluruskan akidah mereka yang salah dan sesat tersebut dengan cara2 yg damai dan kasih sayang bukannya dengan kekerasan.

    Dialog terbuka adalah salah satu solusi terbaik untuk memberikan pemahaman kepada mereka orang2 pengikut ahmadiyah tsb

  • Berpeganglah Kepada Al-Qur’an dan Ahli Bait Nabi saaw. (Koleksi Hadits2 Tsaqolain versi AhluSunnah)
    Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad] -yaitu Ibnu Thalhah- dari [Al A’masy] dari [‘Athiyyah Al ‘Aufi] dari [Abu Sa’id Al Khudri] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sungguh hampir saja aku dipanggil dan aku menjawabnya, dan aku telah tinggalkan untuk kalian dua perkara; kitabullah ‘azza wajalla dan keturunanku, kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku, dan Allah telah mengabarkan kepadaku bahwa keduanya tidak akan berpisah hingga mereka berkumpul di telaga, maka perhatikanlah aku, kenapa kalian menyelisihi keduanya.” (Musnad Ahmad hadits no. 10707)
    Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Rukain] dari [Qasim bin hasan] dari [Zaid bin Tsabit] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tinggalkan pada kalian dua pusaka; kitabullah dan ahli baitku, keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya bertemu denganku di haudl (telaga).”(Musnad Ahmad hadits no. 20667, 20596, 10779, 10681, 11135)
    Telah menceritakan kepada kami [Nahsr bin Abdurrahman Al Kuffi] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hasan, dia adalah seorang dari Anmath] dari [Ja’far bin Muhammad] dari [ayahnya] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hajinya ketika di ‘Arafah, sementara beliau berkhutbah di atas untanya -Al Qahwa`- dan saya mendengar beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang kepadanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu; kitabullah dan sanak saudara ahli baitku.”
    Perawi (Abu Isa) berkata; “Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Dzar, Abu Sa’id, Zaid bin Arqam dan Hudzaifah bin Asid. ia berkata; ” hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini. Lalu ia melanjutkan; “Sa’id bin Sulaiman dan banyak dari kalangan ulama` yang telah meriwayatkan dari Zaid bin Hasan.”
    (Shahih Turmudzi hadits no. 3718)
    Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Mundzir Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [‘Athiyah] dari [Abu Sa’id Al A’masy] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Zaid bin Arqam radliallahu ‘anhuma] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang sekiranya kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku, salah satu dari keduanya itu lebih agung dari yang lain, yaitu; kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang menemuiku di telaga, oleh karena itu perhatikanlah, apa yang kalian perbuat terhadap keduanya sesudahku.” (Shahih Turmudzi hadits no. 3720)
    Telah menceritakan kepada kami [Ja’far bin ‘Aun] telah menceritakan kepada kami [Abu Hayyan] dari [Yazid bin Hayyan] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata, “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri khutbah, beliau memuji Allah dan memuja-Nya kemudian bersabda: “Wahai manusia, aku hanyalah seorang manusia, hampir tiba masanya utusan Rabbku datang padaku hingga aku pun harus memenuhi-Nya. Dan sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang berat. Pertama adalah Kitabullah yang mengandung di dalamnya petunjuk dan cahaya maka berpegang teguhlah dengan Kitabullah dan ambillah ia.” Maka beliau mendorong dan menganjurkan untuk berpegang teguh kepadanya. Kemudian beliau bersabda: ‘Aku ingatkan kalian akan Allah pada Ahlu baitku.’ Beliau mengatakan tiga kali.”(Sunan Darimi hadits no. 3182)

  • Sayang sekali kalau anda masih melanjutkan misi anda ini kalau anda tidak menanggapi comment2 yang ada… bahwa Tuduhan anda yang menyatakan Syiah sesat dan anda samakan dengan Ahmadiyah adalah salah besar. Semoga tuduhan kmbali kpd anda sendiri.
    Syiah sudah ada sejak awal, dan bahkan Rasulullah sendiri yang menyatakn hal itu. kaum muslimin yang bermaszhab Syiah lbih memuliakan Rasulullah SAWW dan Keluarganyan melebihi muslim yang brfaham lain. Adanyan 12 Imam setelah Rasulullah meninggal adalah berdasarkan riwayat Rasulullah sndiri (lihat hadis tentang 12 khalifah setlahku). Penghormatan kami kpada 12 Imam tidak melebihi dari pnghormatan Rasulullah kepada para khalifahnya ini. Kecintaan kami kpd mereka melebihi dari kecintaan kelian kpada Nabi kalian sendiri Kalianlah yg telah mrendahkan Rasulullan dngan mniggalkan wasiat-wasiatnya. Pmbunuhan trhadap para Kturunan Rasulullah diawali dari Penzaliman trhadap Fathimah putri Kinasih Rasullah, Pembunuhan kpd Ali, Meracuni Imam Hasan, dan Pembantian trhadap Imam Husain, dan para kturunannya. Adalah kpentingan Politik Pngusasa Arab yang haus kekuasaan. Dan ini anda anggap sebagai pngejaran terhadap Pemberontak. Sungguh Naif pikiran anda. sayang skali pngtahuan anda tentang Islam anda gunakan untuk hal-hal yang memalukan. Perlu anda ktahui bahwa skarang disetiap ngara sudah ada Syiah Imamiah bahkan negara Wahabi sekalipun seprti Arab Saudi tidak bisa/dapat mngelakan keberadaan Syiah. Kalau anda katakan Ahamdiyah sesat saya setuju “tapi Syiah tidak, maka prlu anda banyak blajar lagi tetang sejarah, Tauhid Syiah Tapi kalau anda ini keturunan para pnguasa arab dulu seprti Muawiayah, Marwan dan konco-konconya maka saya sudah bisa mahfum tntang tujuan tulisan anda.. trima kasih

  • suami tahan lama…

    […]Ahmadiyah Adalah Faham Sesat Dari Kesesatan Syi’ah ( 2 ) | Kajian Hakikat Tauhid[…]…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.