Abdullah Bin Saba Sang Inisiator Faham Syi’ah

Abdullah Bin Saba Sang Inisiator Faham Syi’ah. Syi’ah adalah sebuah aliran dalam Islam yang berarti suatu kaum yang ber’iktiqat bahwa saidina Ali Kw adalah orang yang berhak menjadi khalifah pengganti Nabi, karena Nabi berwasiat bahwa pengganti beliau sesudah wafat adalah Saidina Ali, sehingga khalifah – Khalifah yang sebelumnya yaitu Saidina Abu Bakar, Saidina Umar dan Saidina Usman adalah khalifah yang tidak sah.

Kelanjutan dari pemahaman alisan Syiah ini adalah bahwa Saidina Abu Bakar, Saidina Umar dan Saidina Usman adalah para perampok yang penuh dosa karena telah merampas pangkat atau jabatan Khalifah tanpa hak dari Saidina Ali dan orang – orang yang mengakui dan mengikuti kekhalifahan khalifah yang pertama, kedua dan ketiga tersebut adalah orang – orang terkutuk karena tidak mau mengikuti wasiat Nabi.

Aliran ini bermula dari seorang pendeta Yahudi dengan nama Abdullah Bin Saba dari Yaman yang masuk Islam. Abdullah Bin Saba inilah yang kemudian menjadi biang kerok gerakan Syiah dimana pada babak akhir kepemimpinan Khalifah Saidina Usman Bin Affan sekitar tahun 30 Hijriyah, Abdullah Bin Saba pergi ke Madinah dengan harapan bahwa sebagai seorang pendeta besar Yahudi yang masuk Islam, dia akan disambut dengan segenap penghargaan dan kemuliaan dari penduduk Madinah dan Khalifah Usman bin Affan.

Dalam kenyataannya, harapan tersebut tidak menjadi kenyataan, sehingga menimbulkan kekecewaan yang teramat dalam dari Abdullah Bin Saba, sehingga dia mulai membangun gerakan anti Saidina Usman dan berusaha meruntuhkannya dan menggantinya dengan Saidina Ali Kw.

Sebagai catatan perlu disampaikan bahwa sebagian dari ahli sejarah mengatakan bahwa masuknya Abdullah Bin Saba ke dalam Islam adalah dengan tujuan untuk mengacaukan Islam dari dalam, karena mereka tidak sanggup mengacaukannya dari luar.

Dengan memanfaatkan kondisi fisikologis umat yang sudah mulai banyak yang tidak sesuai dengan Saidina Usman karena beliau banyak mengangkat orang – orang dari suku beliau yaitu dari suku Bani Umayyah menjadi pengusaha – pengusaha daerah disamping beliau telah menghilangkan cincin stempel Nabi Muhammad SAW. Usaha Abdullah Bin Saba ini mendapat respon yang baik di kota – kota besar umat Islam seperti Madinah, Mesir, Kufah, Basrah dan kota – kota besar lainnya

Dalam propagandanya, Abdullah Bin Saba sangat berlebih – lebihan dalam memuja dan mengangung – agungkan Saidina Ali, bahkan untuk memperkuat propagandanya, Abdullah Bin Saba ini tidak segan – segan untuk membuat hadist – hadist palsu untuk merendahkan dan menghinakan dan menghukum kafir Saidina Abu Bakar Saidina Umar dan Saidina Usman sebagai Khalifah – Khalifah yang terdahulu.

Propaganda yang dilakukan oleh Abdullah Bin Saba ini jelas sangat bertentangan dengan banyak hadist yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW yang telah menyatakan bahwa para sahabat yang dikafirkan oleh Abdullah Bin Saba itu adalah sahabat – sahabat utama yang telah mendapat hidayah yang diibaratkan sebagai bintang di langit, sehingga yang mana saja yang akan diikuti niscaya kita akan mendapat arah yang benar.

” Pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah – Khalifah Rasyidin sesudah aku, pegang teguhlah dengan gerahammu “ ( HR : Abu daud dan Tirmizi )

” Ikutilah dua orang sesudah saya, yaitu Abu Bakar dan Umar “ ( HR : Ahmad dan Tirmizi )

Jadi dengan menghinakan dan mengkhafirkan sahabat — sahabat utama Nabi sebagai mana yang dipropagandakan oleh Abdullah Bin Saba ini jelas sangat bertentangan dengan hadist – hadist tersebut

Dampak lain dari propaganda yang dilakukan Abdullah Bin Saba adalah banyaknya hadit – hadist Rasulullah Muhammad SAW yang akan hilang dan tidak terpakai lagi karena tiga sahabat yang dikafirkan oleh Abdullah Bin Saba ini selain dari kahlifah pemimpin umat belau juga adalah juga pembawa hadist dari Mabi Muhammad SAW

Banyak Sunnah – sunnah Khulafaur Rasyidin yang oleh Rasulullah diperintahkan untuk diikuti, dengan mengikuti propaganda Abdullah Bin Saba ini tidak akan diterima lagi seperti shalat tarawih berjama’ah sebanyak 20 rakaat adalah perintah Saidina Umar, Adzan yang pertama pada hari Jum’at adalah perintah Syaidina Usman serta Mashaf Al -Quran yang sekarang dipakai oleh umat Islam adalah mushaf ‘Syaidina Usman, Jika Saidina Usman adalah orang terkutuk dan khafir tentunya mashaf Al-Qur’an yang sekarang ada tidak terpakai lagi

Berdasarkan keganjilan ajaran yang dipropagandakan oleh Abdullah Bin Saba ini banyak kaum Syi’ah pada saat sekarang ini yang mulai merasa malu dan gerah, sehingga mereka melanjutkan kebohongan yang telah ada dengan mengatakan bahwa Abdullah Bin Saba itu sebenarnya adalah orang yang tidak ada, Abdullah Bin Saba adalah tokoh fiktif yang dibuat buat oleh golongan yang anti Syi’ah

Dalam hal ini KH Siradjudin Abbas mengatakan bahwa Ibnu Habil Hadid seorang ulama besar dari kaum Syiah yang wafat tahun 656 H ” Syarah Nahjul Balaqah “ secara terang telah mengakui bahwa Abdullah Bin Saba ini adalah benar adanya yaitu salah seorang pendeta Yahudi yang masuk Islam dan mengobarkan faham Syi’ah Sabaiyah

Masih banyak tentunya keterangan yang telah merekam jejak keberadaan Abdullah Bin Saba ini sampai pada akhirnya dalam –  kitab “ Milal Wan Nihal “ dinyatakan bahwa, setelah Saydina Ali menjadi Khalifah, suatu hari Abdullah Bin Saba datang kepada beliau dan mengatakan bahwa kepada Syaidina Ali bahwa ” Engkau …. Engkaulah Yang Tuhan “

Tentunya penyataan ini menuai kemarahan Syaidina Ali. Akhirnya Adullah Bin Saba di Tangkap dan dibuang ke Madain. Itulah akhir kisah Abdullah Bin Saba yang hidup sebagai orang buangan sampai akhir hayatnya pada zaman pemerintahan Syaidina Ali yang dipertuhankannya.  Amin Bersambung ( Firqah – Firqah Dalam Islam )

Comments 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.