Abdullah Bin Saba Sang Inisiator Faham Syi’ah ( 3 )

Abdullah Bin Saba Sang Inisiator Faham Syi’ah ( 3 ) – Dalam bahasan terdahulu sudah disampaikan bahwa asal muasal kemunculan faham Syi’ah ini oleh Abdullah bin Saba’ adalah suatu bentuk atau upaya dalam membalaskan kekecewaan dan kejengkelan hatinya terhadap sambutan Khalifah Usman bin Affan dan pemuka – pemuka Islam lainnya di Madinah yang tidak sesuai dengan harapannya, maka Abdullah bin Saba yang merupakan mantan Pendeta Yahudi yang masuk Islam, mulai mengembangkan hikayat dan dongeng yang aneh dengan membuat hadist palsu yang kemudian dikenal dengan dengan hadist “ Ghadir Khum “. Perlu diketahui dan difahami bahwa hikayat Ghadir Khum ini sesungguhnya tidak pernah ada dan tidak pernah disebut dalam kitab – kitab hadist yang terkenal seperti Sahih Muslim, Sahih Bukhari, Ibnu Majah dan Abu Daud serta kitab – kitab hadist lainnya.

Selain itu, karena kemunculan Abdullah bin Saba’ ini terjadi pada masa – masa akhir ke khalifahan Syaidina Usman bin Affan, maka faham Syi’ah dan kaum Syi’ah ini tidak pernah ada pada zaman kekhalifahan Syaidina Umar bin Khatab dan zaman kekhalifahan Syaidina Abu Bakar Shidiq, sehingga apabila hadist Ghadir Khum ini benar – benar ada dan Nabi telah berwasiat kepada Syaidina Ali bin Abu Thalib , tentunya mustahil seluruh umat Islam yang berjumlah kira – kira 114.000 orang yang ikut dalam perjalanan haji wada’ Rasulullah SAW tak satupun yang ingat dengan  kejadian di Ghadir Khum yang dimaksud oleh Abdullah bin Saba’ ini

Pada saat kekhalifahan Syaidina Ali, Abdullah bin Saba dan para pengikutnya atau faham Syi’ah ini merasa mendapat angin segar dan peluang untuk lebih menguatkan pembenaran dari kesesatan faham yang diyakininya karena pendewaan dan pemujaan serta pembelaan luar biasa yang telah dilakukannya terhadap Syaidina Ali bin Abu Thalib seperti :

Abdullah bin Saba telah menfatwakan bahwa dalam tubuh Syaidina Ali terdapat unsur ketuhanan yang telah bersatu padu dengan tubuh Beliau. Kedudukannya sama dengan kedudukan Tuhan. Syaidina Ali Adalah Tuhan sehingga beliau mengetahu segala sesuatu yang ghaib. Suara petir adalah suara Ali, dan pancaran kilat adalah senyumnya Syaidina Ali

Dalam kitab “ Al Milal Wan NihalSyaharstani menyampaikan bahwa pada suatu ketika, Abdullah bin Saba’ datang menghadap Khalifah Syaidina Ali dan mengatakan bahwa, Engkau lah yang Tuhan. Mendengar ucapan tersebut, Syaidina Ali marah dan menangkapnya serta pada awalnya memerintahkan untuk dihukum mati, namun perintah hukuman mati tersebut tidak disetujui oleh Ibnu Abbas, sehingga akhirnya Abdullah bin Saba ini hanya dibuang ke Madain di Iran.

Karena merasa malu dengan deklataror dan Inisiator faham mereka sendiri, para ulama – ulama Syi’ah belakangan mulai menyebarkan propaganda dan bantahan bahwa keberadaan Abdullah bin Saba’ ini sesungguhnya hanyalah tokoh atau sosok bayangan semata alias tokoh fiktif serta mendustakan keberadaannya, namun dalam kitab “ Syarah Nahjul Balagah “ yang ditulis oleh Ibnu Abil Hadid seorang ulama Syi’ah yang berpengaruh. ( wafat tahun 656 Hijriyah ) telah terlanjur mengakui keberadaan Abdullah bin Saba sebagai seorang pendeta Yahudi yang masuk Islam dan sosok utama yang menyebarkan faham Syi’ah, sehingga keberadaan Abdullah bin Saba’ ini adalah nyata dan keberadaannya merupakan sesuatu yang sudah tidak terbantahkan lagi

Dengan demikian, maka keberadaan faham Syi’ah ini pada awalnya hanyalah merupakan pertarungan politik semata kemudian berkembang menjadi persoalan Aqidah dan semua itu semakin diperuncing dengan analisa dan kajian – kajian bohong dan keterangan – keterangan keliru yang disampaikan oleh kaum orintalist yang ingin menghancurkan Islam dari dalam seperti ungkapan yang menyatakan bahwa “ faham Syi’ah itu ialah faham yang mencintai Saidina Ali “ atau “ faham syi’ah itu adalah faham yang mencintai ahlul bait Rasulullah SAW “

Melihat dari sejarah awal kemunculannya, pendapat tersebut jelas – jelas salah dan keliru, Faham Syi’ah bukanlah faham yang mencintai Syaidina Ali tetapi merupakan faham yang sangat berlebihan dalam memuja Syaidina Ali bahkan sampai menuhankannya. Sedangkan kecintaannya terhadap ahlul Bait Rasulullah SAW hanyalah kedok semata untuk mengelabui umat Islam yang tidak faham dan tidak mengerti tentang ajaran Islam yang dianutnya, karena yang dimkasud dengan ahlul bait Rasulullah SAW menurut faham Syi’ah hanyalah Syaidina Ali dan sebagian dari keturunan Syaidina Ali yaitu keturunan Husain saja, sedangkan keturunan Hasan tidak.

Jadi, dapatlah difahami bahwa kaum Syi’ah ini bukanlah bagian dari umat Islam tetapi merupakan musuh tauhid islam yang sangat berbahaya yang diprakarsai oleh kaum Yahudi untuk menghancurkan Islam dengan menyebarkan hikayat – hikayat bohong dan dongeng – dongengan palsu sebagai hadist Nabi untuk meyakinkan para pengikutnya yang bodoh.– Bersambung ( Firqah – Firqah Islam )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.