JavaScript: JavaScript:
Hari Gini Masih Perawan ?!. Ungkapan judul ini bukan bertujuan untuk menyebarkan aktivitas pelacuran yang kemudian diperhalus dengan kata-kata Pelecehan Seksual, Seks Bebas dan ketika masih malu untuk menyebutnya dengan istilah Pelacuran, maka, akan dikatakan Free Sex. Artinya sama saja yaitu P.e.r.z.i.n.a.a.n..!!!. Pelakunya disebut dengan Pezina, Pelacur atau Lonte baik Lonte laki-laki ataupun Lonte perempuan sama saja. Sama-Sama pelaksana aktivitas yang sangat dikutuk oleh Allah swt dan diganjar dengan hukuman dosa besar yang harus ditebus dengan siksaan yang sangat pedih di neraka kelak.
Hubungannya dengan ungakapan judul “ Hari Gini Masih Perawan ?! “ di atas adalah untuk sekedar menyegarkan kembali komitmen kita sebagai umat yang diberi tanggungjawab, baik tanggungjawab terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan lingkungan “ Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka “ Apakah kita sebagai umat islam akan menggadaikan dan mencampakkan nilai-nilai kemuliaan yang sudah dirahmati Allah swt kepada kita dengan turut serta meng-iya-kan dan setuju dengan pernyataan, bahwa nilai keperawanan dan kesucian seorang perempuan dalam perkawinan tidak terlalu penting asalkan didasari oleh cinta dan kasih sayang yang tulus ?! ( Ketidak perawanan yang dimaksud dalam postingan ini tentunya akibat perzinaan )
Cinta dan Kasih Sayang Ayah Dalam Rumah Tangga Modern. Cinta pada hakikatnya hanyalah sebuah kata. Sebuah kata ajaib yang diberikan Allah swt kepada umat manusia. Dengan cinta itu orang tua mempunyai kekuatan yang tidak ada batasnya dalam merawat dan mengatur rumah tangganya, mendidik anak-anaknya dengan benar yaitu dengan cinta dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih. Cinta yang diliputi degan aura kesabaran yang besar, tidak pemarah, tidak dengki, tidak iri dan tidak mementingkan diri sendiri.
Dengan dan atas nama cinta, orang tua akan rela dan ikhlas mengorbankan seluruh kepentingan dirinya pribadi demi kepentingan keluarganya, terutama demi kepentingan dan kebahagiaan anak-anak buah cinta dan kasih sayang dan anugrah illahi atas pernikahan mereka.
Neraka Yang Sangat Mengerikan Itu Bernama Rumah. Rasulullah Muhammad saw bersabda bahwa “ Rumahku adalah surgaku “ adalah berarti juga sebuah perintah untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan menyenangkan bagi setiap penghuninya, karena rumah yang dibangun pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan seluruh kebahagiaan bagi pemiliknya. Akibatnya rumah selalu mendapat prioritas utama untuk diotak-atik demi kepuasan menuju kesempurnaan termasuk pergantian dan penataan perabotan dan segala pernak-perniknya.
Apa jadinya, apabila rumah yang dibanggakan dan menjadi salah satu indikator status sosial pemiliknya itu tiba-tiba berubah menjadi sarang syetan yang terkutuk dan tempat berkumpulnya para iblis laknat … ??? .
Tentunya rumah tersebut akan menjadi rumah hantu yang sangat menakutkan.
Mendidik dengan Kasih Sayang. Kasih sayang merupakan komponen dasar yang utama dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter atau akhlak anak. Seorang guru yang memiliki rasa kasih sayang yang besar akan sangat mencintai profesinya dibandingkan dengan seorang guru yang lebih berorientasi terhadap uang. Demikian juga murid yang dididik dengan rasa kasih sayang akan merasa betah dan lebih cepat mengerti dan memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya.
Orang tua yang selalu mendidik anak-anaknya dengan rasa cinta dan kasih sayang akan membuat suasana belajar dalam rumah tangga menjadi sangat menyenangkan bagi anak. Anak tidak pernah bosan untuk meyerap setiap pelajaran yang diberikan. Karena tidak ada cara yang lebih baik untuk menawan hati anak dan memenangkan kepercayaannya selain dari mengembangkan rasa cinta dan kasih sayang oleh orang tuanya.
Mendidik Anak. Anak adalah sebuah anugrah terbesar nan suci dan luhur yang diberikan Allah swt kepada manusia. Anugrah tersebut tentunya bukan anugrah gratis yang diberikan begitu saja. Allah menyerahkan anugrah mulia tersebut kepada umat manusia disertai dengan beban dan tanggungjawab untuk mendidik dan membesarkannya sehingga menjadi sebuah karakter yang kuat dan tangguh di masa depan.
Tugas dan tanggungjawab mendidik dan membesarkan anak sebagai generasi masa depan bukanlah suatu tugas yang ringan dan mudah, tapi merupakan sebuah tugas dan tanggungjawab yang luar biasa besar dan berat, karena “ Sesungguhnya anak yang dilahirkan itu dalam keadaan bersih dan suci, orang tuanyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi dan majusyi “ ( hadist )