JavaScript: JavaScript:
Orang Tua Adalah Hulu Dan Muara Ajaran Kasih Yang Mengalir Dalam Diri Anak – Adalah sangat perlu untuk difahami bahwa seorang bayi datang kepada kita tanpa kebiasaan yang baik dan tanpa kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ibu dan bapak sebagai orang tua adalah contoh kebiasan yang akan dituru dan dicontoh dan diikuti oleh anak, sehingga tanpa memerlukan persetujuan atau pun bantahan, ibu dan bapaklah sesungguhnya yang telah menanamkan sebuah kebiasan baik dan kebiasan jelek kedalam diri anak. Ibu dan bapak tidak perlu menyalahkan lingkungan dan pergaulan anak yang lebih luas yang telah mempengaruhi anak sehingga memiliki kebiasaan yang kurang baik
Anak adalah Sepotong Cermin Kecil Yang Sempurna. Setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini adalah dalam keadaan bersih dan suci, seperti selembar kertas putih tanpa noda, orang tuanyalah yang menjadikan seorang anak tersebut menjadi Yahudi ,Nasrani dan Majusi. Kalimat hadist tersebut, sebagaimana ibu dan bapak, tentunya sudah sangat dipahami dengan baik oleh setiap orang tua di dunia ini.
Kebaikan Tidak Akan Pernah Sejalan Dengan Kejahatan. Kemuliaan Hanya Akan Menempati Raga – Raga Yang Suci. Rumah tangga haruslah menjadi benteng perlindungan yang utama bagi anak dari segala macam pengaruh lingkungan yang merusak, karena diluar rumah sudah berdiri menunggu dengan sabar dan setia segala macam bentuk ajakan dan godaan dari iblis yang akan mengajak dan mengarahkan anak kita menuju jalan kegelapan yang jauh dari jalan kebaikan Tuhan.
(more…)
Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.
(more…)
Tanamkan Pondasi Kejujuran Pada Anak. Kejujuran adalah salah satu fondasi utama dan pondasi yang terutama dalam pembangunan karakter manusia. Pondasi kejujuran itu harus sudah ditanamkan minimal sebelum pranatal yaitu ketika sepasang suami isteri sudah mulai berikeinginan untuk memiliki anak. Sehingga ketika Allah berkehendak atas lahirnya seorang anak ke dunia ini, maka anak tersebut diaharapkan sudah merasakan getar-getaran kejujuran itu mulai dari awal proses keberadaannya.
(more…)
Contoh Lebih Baik Dari Perintah. Tidak ada seorang anak lahir sebagi pendusta, karena pada umumnya tidak ada seorang anak mengetahui bagaiman caranya menipu melainkan ia telah diajar untuk menipu. Semenjak anak mulai mulai mengucapkan kalimat pertma dari bibirnya hingga ia telah didik untuk bebohong, seorang anak akan selalu mengucapkan dan menyampaikan segala sesuatu yang benar saja apa adanya sekalipun yang dia ucapkan itu akanmembahayakan dirinya sendiri atau memalukan ibu bapaknya.
Katakan Cinta Dalam Bahasa Kasih. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam banyak keluarga dan banyak sekolah serta lingkungan kita, terdapat kecendrungan untuk mengabaikan dan lalai dalam mengucapkan cinta dan kasih sayang antara satu sama lain. Kalau toh pada akhirnya cinta itu diucapkan juga, kecendrungannya sudah terlambat. Ibu bapak sebagai orang tua dan para guru di sekolah sangatlah perlu mengucapkan cinta dan kasih sayang dalam bahasa cinta yang bersih, cinta yang suci dan mulia. Bila ibu bapak dan para guru tidak pernah mengucapkan kata cinta dalam bahasa kasih sayang yang tulus tentunya akan sama saja artinya, ibu bapak telah dengan sengaja mempertumbuhkan kekerasan hati dan kekerasan yang kasar dalam perkataan serta perbuatan anak yang kesemua itu adalah merupakan tabiat setan.
Jadilah Orang Tua dan Sahabat Anak. Tidak ada alasan yang cukup kuat bagi orang tua untuk tidak bergaul secara erat dan membangun persahabatan yang akrab dengan anak-anaknya. Kesibukan dan rasa capek serta lelah yang dialami setelah bekerja seharian bukanlah alasan yang sangat tepat untuk tidak menyediakan waktu buat anak-anak yang merupakan jiwa-jiwa suci dan anugrah tak nilai dari Sang Pencipta, tetapi kepenatan dan keletihan yang dialami seharian secara otomatis akan berangsur hilang dengan sendirinya apabila orang tua menyadari betapa pentingnya kehadirannya sebagai orang tua bagi anak-anaknya, sehingga orang tua yang bijaksana akan selalu meluangkan waktu secara khusus untuk mengenali dan menggauli anak-anaknya dengan baik
Jadi Ayah Ternyata Bikin Stress. Kehadiran si buah hati dalam kehidupan seorang ayah memang membawa perubahan besar dalam hidupnya. Dari seorang laki-laki yang hidup sendiri, kemudian berdua dengan sang istri, kini ia telah menjelma menjadi seorang ayah dengan tanggung jawab baru. Kini telah hadir seorang makhluk kecil disisinya yang telah dinantikannya selama kurang lebih 9 ( sembilan ) bulan. Di samping kegembiraan yang meluap-luap akan datngnya si kecil, terbersit pula perasaan-perasaan lain. Misalnya saja, siapkah ia menjalani peran sebagai ayah? Atau, siapkah ia merasa tersisih karena sang istri pasti akan disibukkan oleh si kecil ?, sehingga tak mampu membagi perhatian kepada dirinya. Perhatian para teman dan kerabat pun seolah-olah hanya terpusat pada ibu dan bayinya, sehingga keberadaan ayah seakan tersingkirkan.
Ayah Modern Dalam Kehidupan Anak Modern. Tren keluarga muda masa kini adalah kedua pihak, ayah dan ibu, bekerja. Mereka berpandangan memiliki tanggung jawab yang sama untuk terlibat dalam pengasuhan anak. Informasi yang cepat mempengaruhi para ayah muda. Mereka menganggap menjadi ayah adalah sesuatu yang sangat penting. Jadi, memang, tren keluarga baru itu memang ke arah itu.
Hal perlu digarisbawahi adalah, ayah yang dibutuhkan anak bukanlah ayah yang hadir secara fisik saja, melainkan ayah yang benar-benar hadir dalam hidup anak. Seorang yang punya banyak waktu bersama anak pun bisa jadi kehadirannya tidak dirasakan oleh anak. Misalnya, karena ia selalu sibuk dengan dirinya sendiri atau tidak bisa didekati anak. Kehadirannya dirasakan si kecil secara fisik, namun sesungguhnya ayah tidak hadir. Itu sama seperti tidak ada ayah sama sekali. Perlu dipahami bahwa kehadiran ayah itu bukan semata-mata dia ada di rumah, tapi hadir secara utuh dalam kehidupan anak.