JavaScript: JavaScript:
Hakikat Taqwa Dalam Rutinitas Ibadah Puasa – Taqwa adalah sebuah kata yang sangat populer disampikan dan diucapkan pada setiap bulan Ramadhan tak terkecuali pada bulan Ramadhan tahun ini. Kepopuleran kata taqwa itu sangat terkait dengan ayat ke – 183 dari surat Al-Baqarah yang berbunyi : “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ”
Hari – Hari Setelah Masjid Al – Aqsa benar – Benar Hancur. Yahudisasi Al-Quds pun terus berlanjut yang tujuannya adalah merobohkan Masjid Al-Aqsa untuk digantikan dengan Solomon Temple (Kuil Sulaiman) yang diklaim kaum Yahudi berada dibawah masjid tersebut. Tidak mudah memang, untuk melaksanakan ambisi yang satu ini karena warga sekitar Al-Quds bersumpah untuk mati syahid guna mempertahankan simbol kiblat pertama umat Islam sedunia itu.
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan. yen tan melu anglakoni boya kaduman melik. kaliren wekasanipun. Dillalah karsaning Allah. Sakbeja-bejane wong kang lali. luwih beja kang eling lan waspada.. Salah satu cuplikan karya sastra tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan, jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih babagia orang yang ingat dan waspada.
Kemidian diakhiri dengan sebaris gatra yang bersandiasma ” bo-RONG ang-GA sa-WAR-ga me-SI mar-TA-ya “ Mengandung arti rasa berserah diri kehadapan Yang Maha Esa yang rnenguasai alam sorga, tempat yang memuat kehidupan langgeng sejati.
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan. yen tan melu anglakoni boya kaduman melik. kaliren wekasanipun. Dillalah karsaning Allah. Sakbeja-bejane wong kang lali. luwih beja kang eling lan waspada.. Salah satu cuplikan karya sastra tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan, jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih babagia orang yang ingat dan waspada.
Kemidian diakhiri dengan sebaris gatra yang bersandiasma ” bo-RONG ang-GA sa-WAR-ga me-SI mar-TA-ya “ Mengandung arti rasa berserah diri kehadapan Yang Maha Esa yang rnenguasai alam sorga, tempat yang memuat kehidupan langgeng sejati.
Mengapa Harus Belajar Tasawuf ?!. Sebelum kita melanjutkan kajian tentang Hakikat Mursyid dalam Kajian Hakikat Tauhid ini, marilah kita terlebih dahulu melakukan kajian tentang ilmu syariat, ilmu hakikat dan ilmu tariqat yang merupakan satu rangkaian yang saling berhubungan dan saling memaknai serta saling menguatkan antara satu sama lain dalam pencapaian kesempurnaan nilai ibadah yang disebabkan karena Allah dan teruntuk hanya kepada Allah semata.
Syariat merupakan suatu perintah agar insan membiasakan atau melazimi kehambaan dengan menjadikan suatu jalan ibadah sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditetapkan melalui garis hukum yang jelas. Tariqat merupakan perlakuan yang terkhususkan bagi para penempuh jalan Allah swt dengan pencapaian bebagai manzil seperti pangkat, derajat, jenjang, untuk meninggikan dalam berbagai maqam pencapaian. Sedangkan hakikat merupakan pengenalan yang memahami dengan pencapaian yang mendekatkan dengan ibadah sampai kepada sesuatu itu menjadi keimanan yang tetap melalui kelaziman ibadah.
Mursyid Bukan Badut Bersorban. Mursyid atau guru mursyid adalah guru hidup yang kepadanya kita belajar dan dari padanya kita mendapatkan pemahaman tentang hakikat keesaan Allah swt. Dalam mempelajari ilmu tauhid, seorang murid atau salik mutlak mempunyai seorang mursyid atau seorang guru hidup. Melalui seorang guru tersebutlah Allah swt akan membukakan tentang rahasia-rahasia tauhid dan kekuasannya kepada kita.
Sesuai namanya, mursyid atau guru hidup berarti sang guru tersebut adalah benar-benar hidup dalam arti yang sesungguhnya. Bukan iblis yang menyamar sebagai roh para wali yang masuk kepada jasad sesorang. ( hal ini lebih banyak dilakukan oleh iblis dari kelompok jin ) Kemudian bertindak sebagai guru dengan berpura-pura menjadi roh syekh ini atau roh syekh itu. Padahal yang namanya iblis, tugasnya adalah untuk menyesatkan aqidah umat manusia.