JavaScript: JavaScript:
Al-Mukmin Adalah Zat Yang Memberi Rasa Aman. Pada awal penciptaannya, manusia adalah makhluk yang lemah, yang sangat membutuhkan bantuan dari sesama makluk lainnya untuk mendapatkan rasa aman. Ia butuh orang lain untuk menjamin makannya, yang menawarkan rasa sakitnya serta yang melindunginya ketika diancam oleh musuh-musuhnya, sehingga sebagai pribadi dan kelompok, manusia akan selalu berusaha untuk memperoleh rasa aman dengan cara yang berbeda-beda.
As-Salam Adalah Zat Pemberi Keselamatan. Allah adalah as-SalamAllah Pemberi Keselamatan berarti Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna, sempurna Zat-Nya, sempurna Sifat-Nya dan sempurna segala Perbuatan-Nya, kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya. Allah terhindar dari segala kekurangan, terhindar dari kecacatan dan hal-hal yang menjatuhkan nilai Ketuhanan-Nya. Atau Allah terhindar dari keserupaan dengan makhluk-Nya yang tidak mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. yang berarti pemberi keselamatan.
(more…)
Al-Quddus Adalah Zat Yang Maha Suci. Arti al-Quddus adalah suci. Dengan nama tersebut Baitul Maqdis dinamakan tempat yang didalamnya beberapa dosa disucikan. Surga juga disebut juga disebut dengan Hathirah al-Quds karena surga itu merupakan tempat yang suci dari segala kejelekan dunia. Dan al-Quds juga bisa diartikan syariah karena kesucian dapat diambil dari syariah serta Allah menamakan mailakat Jibril dengan Ruh al-Quddus karena malaikat Jibril diciptakan dari kesucian yang murni yaitu diciptakan dari cahaya. Dsiamping itu Jibril merupakan utusan Allah untuk membawa kesucian atau Al-Quran dan Hikmah yang dapat mensucikan jiwa para hamba-Nya
Allah Raja Pada Hari Kemudian. Selain sebagai Raja Diraja yang Merajai di langit dan di bumit dan segenap isinya serta apa-apa yang berada diantara keduanya, Allah juga merupakan Raja dan satu-satunya Zat yang berhak menjadi Raja Diraja pada hari kiamat nantinya karena hanya Dialah yang menguasi hari kemudian tentunya dengan segenap sifat Maha Pengasih dan Sifat Maha Penyayang-Nya. Dengan sifat itulah Allah Menguasai hari kemudian yang sekali gus merupakan hari pembalasan.
Allah adalah Raja. Raja Dirja, Raja Diraja Yang Merajai. Pada postingan yang lalu kita telah mencoba melakukan kajian tentang tujuan dan hakikat dari pujian Allah terhadap dirinya sendiri sebegai Tuhan Rabb Al Alamin dan pada kajian kali ini kita akan lanjutkan dengan Al Asma Al Husna yang selanjutnya yaitu tentang nama Tuhan ‘ Al Mulk ‘ atau yang kira-kira bermakna “ Allah adalah Raja yang Memiliki Kerajaan “
Allah adalah Raja. Raja Diraja, Raja Diraja Yang Merajai. Itu adalah nama-nama yang pada hakikatnya merupakan ungkapan kepenguasaan Allah dan Kepemilikan atas makhluk ciptaan-Nya dan dengan nama-nama tersebut Allah telah memerintahkan serta mengajarkan kepada kita cara untuk menyanjungkan puja pujian kepada Tuhan Rabb Al Alamin. Tuhan Semesta Alam
Pujian Allah Terhadap Diri-Nya Sendiri. Sebelum kita melakukan kajian tentang pujian Allah terhadap dirinya, terlebih dahulu marilah kita memahami tujuan Allah memuji diri-Nya sendiri dengan beraneka ragam kalimat pujian dan Apa sih keuntungan atau manfaatnya bagi Allah atas pujian tersebut serta apa kepentingan Allah atas pujian tersebut ?.
Apabila dicermati secara seksama. Sesungguhnya Allah sebagai Tuhan tidak punya atau mempunyai kepentingan apapun dengan seluruh kalimat puja pujian dan kata-kata puja pujian yang diperuntukkan Allah terhadap dirinya sendiri. Seluruh puja pujian itu pada hakikatnya merupakan rahmat dari-Nya yang diperuntukkan kepada seluruh alam dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Karena dipuji atau pun tidak, Allah akan tetap menjadi Tuhan karena tidak ada Tuhan selain Allah, hanya Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Rahmat Allah Itu Sangat Luas. Sesungguhnya rahmat Allah itu sangat luas, Rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu. Tidak ada lagi rahmat selian dari rahmat Allah di dunia ini. Rahamat itu meliputi untuk orang-orang kafir dan untuk orang-orang beriman secara merata. Kemanapun kamua menghadapkan wajahmu di alam ini, niscaya kamu akan menemukan rahmat Allah sebagai bukti ke maha besar kuasa dan pengusaan-Nya.
Sebagai contoh dapat dilihat pada air hujan yang diturunkan dari langit, yang dengan air tersebut Allah menghidupkan bumi yang sudah mati, menumbuhkan tanaman, memperbanyak air susu hewan serta memberi minum kepada banyak orang dan banyak suku bangsa dan Allah telah menyeru kepada kita semua agar mau memikirkannya dan meneliti hal yang terjadi karena sebab turunnya air hujan.
Ar-Rahman dan Ar-Rahim adalah dua nama yang diperkenalkan Allah swt sebagai nama-Nya yang utama dan dengan nama-nama itu Allah swt memuji diri-Nya sendiri sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, serta dengan nama itu juga Tuhan swt memerintahkan kepada setiap hamba untuk memuji dan memohon kepada-Nya dengan doa-doa kebaikan. Ibnu Abbas ra dalam Fathu al-Bari mengatakan bahwa kata Ar-Rahman dan Ar-Rahim ini berasal dari kata yang diserap dari kata “ rahmah “ dimana hakikat makna kata Ar-Rahim lebih lembut dari pada hakikat makna kata Ar-Rahman walau penyampaiannya lebih cendrung disebut secara bergandengan atau disebut bersamaan dalam satu ayat.
Hakikat Tauhid. Allah Tujuan Sekalian Sembah berarti tidak ada yang lebih berhak untuk disembah atau dipertuhankan oleh setiap manusia yang berakal di dunia ini selain dari pada Allah, karena setiap syariat para nabi dan rasul yang diutus ke dunia ini sebelum Nabi Muhammad SAW mempunyai inti ajaran tauhid yang sama yaitu pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. ( perbedaan yang terjadi sekarang pada agama-agama yang menyakini bahwa tuhan itu punya anak dan lain-lain adalah karena kezaliman dan kebodohan para pemeluk agama itu terhadap kebenaran dari Tuhan mereka )
“ Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku. Sembahlah olehmu sekalian akan Aku “ (QS : Al-Anbiya 25 )
Hakikat Tauhid. Allah tidak suka UrusanNya dicampuri berarti sebagai tuhan, Allah adalah Zat Yang Maha Tunggal yang tidak mempunyai sekutu dan tidak membutuhkan sekutu dalam melaksanakan seluruh urusanNya. Seluruh makhluk bergantung kepadaNya. Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Mempunyai Kehendak. Jika Dia berkehendak atas sesuatu, maka jadilah sesuatu itu.
“ Sesungguhnya KeadaanNya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : Jadilah !. maka jadilah ia “ ( QS : Yasiin : ayat 82 )