JavaScript: JavaScript:
Al – Muhaimin artinya Zat Yang Maha Memelihara. Sesungguhnya makni dari Al – Muhaimin adalah Zat yang memelihara dan mengurusi dan mengawasi sekalian pemasalahan dan persoalan makhluk-Nya, sehingga dalam konteks Allah Tuhan Rabb Al ‘Alamin, Al- Muhaimin bermakna Dia adalah Tuhan yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya, tanpa sesuatupun yang tertutupi
Pengertian dan Hakikat Al-Asma Al Husna. Al-Asma berarti nama dan Al-Husna berarti yang paling baik, sehingga Al-Asma Al Husna berarti nama – nama yang paling baik dan paling mulia yang hanya ditujukan kepada Tuhan Rabb Al ‘Alamin saja, dimana dengan nama – nama tersebut Tuhan telah memperkenalkan Zat-Nya, Sifat-Nya dan Perbuatan-Nya kepada setiap makhluk yang diingini-Nya, sehingga seluruh nama yang temuat dalam Al-Asma Al-Husna bukan merupakan pemberian makluk sebagai bentuk pemujaan kepada Tuhanya, tetapi merupakan penamaan sendiri oleh Tuhan terhadap Diri-Nya dan tidak ada hak dari makhluk untuk menambah atau menguranginya
Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 4 ). Kajian ini merupakan kelanjutan dari kajian sebelumnya pada blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini yaitu pada kajian “ Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 3 ) “ yang telah disampaikan bahwa menyeret pemahaman realitas ketuhanan dari ranah iman ke dalam ranah akal sama artinya dengan penjebakan diri kepada pengingkaran terhadap realitas ketuhanan itu sendiri, bahkan lebih jauh bisa melahirkan kesyirikan yang keji. Semoga Allah SWT melindungi kita dari kezaliman tersebut.
Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 3 ). Sebagaimana kajian yang telah kita bahas pada kajian sebelumnya yaitu “ Keyakinan atau keimanan, tentang realitas ketuhanan dalam proses penciptaannya merupakan satu paket dengan penciptaan manusia “ pada postingan Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 2 ) sehingga keimanan atau pengakuan tentang keberadaan Tuhan adalah sesuatu yang tidak perlu dibuktikan lagi karena keyakinan tersebut sudah ada pada masing – masing jiwa, sedangkan pengingkaran pada hakikatnya merupakan suatu pengakuan ekstrim tentang keberadaan Tuhan itu sendiri
Al-Mukmin Zat Yang Mebenarkan Kebenaran. Pada kajian yang lalu kita telah mencoba membahas tentang Hakikat Al-Mukmin atau Zat Yang Memberi Rasa Aman dan pada Kajian Hakikat Tauhid dalam category Al-Asma Al-Husna kali ini kita akan mencoba membahas makna lain dari nama Allah Al-Mukmin yang berarti Mebenarkan Kebenaran.
(more…)
Al-Mukmin Adalah Zat Yang Memberi Rasa Aman. Pada awal penciptaannya, manusia adalah makhluk yang lemah, yang sangat membutuhkan bantuan dari sesama makluk lainnya untuk mendapatkan rasa aman. Ia butuh orang lain untuk menjamin makannya, yang menawarkan rasa sakitnya serta yang melindunginya ketika diancam oleh musuh-musuhnya, sehingga sebagai pribadi dan kelompok, manusia akan selalu berusaha untuk memperoleh rasa aman dengan cara yang berbeda-beda.
As-Salam Adalah Zat Pemberi Keselamatan. Allah adalah as-SalamAllah Pemberi Keselamatan berarti Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna, sempurna Zat-Nya, sempurna Sifat-Nya dan sempurna segala Perbuatan-Nya, kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya. Allah terhindar dari segala kekurangan, terhindar dari kecacatan dan hal-hal yang menjatuhkan nilai Ketuhanan-Nya. Atau Allah terhindar dari keserupaan dengan makhluk-Nya yang tidak mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. yang berarti pemberi keselamatan.
(more…)
Al-Quddus Adalah Zat Yang Maha Suci. Arti al-Quddus adalah suci. Dengan nama tersebut Baitul Maqdis dinamakan tempat yang didalamnya beberapa dosa disucikan. Surga juga disebut juga disebut dengan Hathirah al-Quds karena surga itu merupakan tempat yang suci dari segala kejelekan dunia. Dan al-Quds juga bisa diartikan syariah karena kesucian dapat diambil dari syariah serta Allah menamakan mailakat Jibril dengan Ruh al-Quddus karena malaikat Jibril diciptakan dari kesucian yang murni yaitu diciptakan dari cahaya. Dsiamping itu Jibril merupakan utusan Allah untuk membawa kesucian atau Al-Quran dan Hikmah yang dapat mensucikan jiwa para hamba-Nya
Allah Raja Pada Hari Kemudian. Selain sebagai Raja Diraja yang Merajai di langit dan di bumit dan segenap isinya serta apa-apa yang berada diantara keduanya, Allah juga merupakan Raja dan satu-satunya Zat yang berhak menjadi Raja Diraja pada hari kiamat nantinya karena hanya Dialah yang menguasi hari kemudian tentunya dengan segenap sifat Maha Pengasih dan Sifat Maha Penyayang-Nya. Dengan sifat itulah Allah Menguasai hari kemudian yang sekali gus merupakan hari pembalasan.