JavaScript: JavaScript:
Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 3 ) – Pada kajian sebelumnya telah disampaikan dalam blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini dalam category Al-Asma Al-Husan tentang Nama dan Sifat Tuhan Al – Ghaffar ini bahwa, hukuman potong tangan yang di berikan dan atau diberlakukan terhadap pencuri merupakan syariat hukum yang diwajibkan Allah, Tuhan yang telah menciptakan manusia. sehingga apabila dijalankan sesuai dengan tata aturan yag telah ditetapkan-Nya adalah ibadah dan pengingkaran terhadap hukuman itu merupakan kedurhakaan
Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 2 ) – Pada kajian Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun sebelumnya pada blog Kajian Hakikat Tauhid ini, telah difahami tentang hakikat pengampunan yang diberikan Allah kepada manusia yang terjebak dalam perbuatan dosa dengan cara menutupnya sedemikian rupa dari pandangan dan pengetahuan manusia lain sehingga tidak ada yang akan bisa mengetahuinya serta dan menghilangkannya dari ingatan melalui sifat lupa yang dianugrahkan kepada manusia
(more…)
Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun. Ampunan adalah hak Allah sebagai bukti sifat Ar-Rahman dan Ar – Rahim atau Ke Maha Pengasihan dan Ke Maha Penyayangan Allah yang diberikan kepada semua orang menginginkannya yang dizahirkan dengan cara bertobat dengan tobat yang sunguh – sungguh dan memohonkan ampun atas dosa yang telah dilakukannya.. Atau dengan kata lain, hak pengampunan hanyalah hak mutlak yang dimiliki Allah untuk diberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan hak tersebut tidak dimiliki atau diberikan kepada makhluk – Nya, sehingga tidak seorang pun di dunia ini yang mampu dan mempunyai hak untuk mengampuni dosa manusia.
Al – Jabbar Berarti Allah Zat Yang Maha Kuasa – Al – Jabbar dari asal katanya berasal dari kata ja – ba – ra yang mengacu kepada makna tumbuih dan berkembang dan dalam konteks Al – Asma Al – Husna, Al – Jabbar bermakna Allah maha kuasa membuat orang – orang yang lemah, yang miskin, yang teraniaya, yang berduka, yang sakit, yang sengsara menjadi semakin sengsara atau menjadi orang yang kuat, berkuasa, sehat dan kaya raya
(more…)
Al – Aziz Adalah Zat Yang Maha Perkasa – Al – Aziz adalah salah satu asma Allah yang menunjuk kepada pengertian kekuatan, hegemoni, ketinggian dan mengendalikan. Arti Al – Aziz itu berarti Allah Zat Yang Maha Perkasa. Sifat keperkasaan itu hanya diperuntukkan kepada orang – orang yang menginginkan dan memohonkan kekuasaan kepada-Nya, karena kekuasaan itu adalah Dia. Allah menginginkan makhluk untuk mengenal dan memahami serta mengimami Tuhanya melalui sifat ke Maha Perkasaan-Nya
Al – Muhaimin artinya Zat Yang Maha Memelihara. Sesungguhnya makni dari Al – Muhaimin adalah Zat yang memelihara dan mengurusi dan mengawasi sekalian pemasalahan dan persoalan makhluk-Nya, sehingga dalam konteks Allah Tuhan Rabb Al ‘Alamin, Al- Muhaimin bermakna Dia adalah Tuhan yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya, tanpa sesuatupun yang tertutupi
Pengertian dan Hakikat Al-Asma Al Husna. Al-Asma berarti nama dan Al-Husna berarti yang paling baik, sehingga Al-Asma Al Husna berarti nama – nama yang paling baik dan paling mulia yang hanya ditujukan kepada Tuhan Rabb Al ‘Alamin saja, dimana dengan nama – nama tersebut Tuhan telah memperkenalkan Zat-Nya, Sifat-Nya dan Perbuatan-Nya kepada setiap makhluk yang diingini-Nya, sehingga seluruh nama yang temuat dalam Al-Asma Al-Husna bukan merupakan pemberian makluk sebagai bentuk pemujaan kepada Tuhanya, tetapi merupakan penamaan sendiri oleh Tuhan terhadap Diri-Nya dan tidak ada hak dari makhluk untuk menambah atau menguranginya
Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 4 ). Kajian ini merupakan kelanjutan dari kajian sebelumnya pada blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini yaitu pada kajian “ Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 3 ) “ yang telah disampaikan bahwa menyeret pemahaman realitas ketuhanan dari ranah iman ke dalam ranah akal sama artinya dengan penjebakan diri kepada pengingkaran terhadap realitas ketuhanan itu sendiri, bahkan lebih jauh bisa melahirkan kesyirikan yang keji. Semoga Allah SWT melindungi kita dari kezaliman tersebut.
Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 3 ). Sebagaimana kajian yang telah kita bahas pada kajian sebelumnya yaitu “ Keyakinan atau keimanan, tentang realitas ketuhanan dalam proses penciptaannya merupakan satu paket dengan penciptaan manusia “ pada postingan Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 2 ) sehingga keimanan atau pengakuan tentang keberadaan Tuhan adalah sesuatu yang tidak perlu dibuktikan lagi karena keyakinan tersebut sudah ada pada masing – masing jiwa, sedangkan pengingkaran pada hakikatnya merupakan suatu pengakuan ekstrim tentang keberadaan Tuhan itu sendiri
Al-Mukmin Zat Yang Mebenarkan Kebenaran. Pada kajian yang lalu kita telah mencoba membahas tentang Hakikat Al-Mukmin atau Zat Yang Memberi Rasa Aman dan pada Kajian Hakikat Tauhid dalam category Al-Asma Al-Husna kali ini kita akan mencoba membahas makna lain dari nama Allah Al-Mukmin yang berarti Mebenarkan Kebenaran.
(more…)