Terorisme Jelas Bukan Jihad

Terorisme, Jelas Bukan Jihad. Setiap diri dalam agama mengemban misi dan tanggung jawab sebagai pembawa dan penebar kebaikan, kedamaian serta keselarasan hidup. Bukan saja antar manusia, tetapi juga antar sesama makhluk tuhan penghuni alam semesta ini. Didalam terminologi Islam (Al Quran) misi suci itu di sebut dengan Rahmatan lil – alamin ( rahmat dan kedamaian bagi semesta alam ). Namun dalam tataran historisnya, kenyataan mengajarkan misi agama tidak selalu artikulatif, selain sebagai alat pemersatu sosial yang hakiki, kini ajaran agama khususnya islam seolah – olah sudah menjadi salah satu unsur konfik yang sebahagian berpendapat dua unsur itu menyatu dalam agama. Apakah benar demikian ?.

Agama samawi ( Islam ) itu sedang dirasuki oleh aliran – aliran yang kontroversial dengan ajaranya sendiri. Yang salah satunya mereka lakukan dengan cara menanamkan idiologi – idiologi yang seolah – olah islam sebagai agama universal menyetujuinya. Mereka memanfaatkan situasi sulit yang di hadapi rakyat Indonesia, yang memang semakin hari semakin sulit dan morat – marit, melambungnya harga – harga kebutuhan pokok akibat dari naiknya harga BBM awal Oktober 2005 lalu pada hakekatnya merupakan keputusan yang tidak memihak pada rakyat sedikitpun. Itu semua di lakukan adalah untuk mengimbangi devisit APBN akibat melambungnya harga minyak dunia, yang berimbas pada harga minyak dalam negeri dan bahkan prilaku moral dari segelintir masyarakat yang telah mengklaim kebenaran akan tindakanya ( terorisme ).

Berkaitan dengan itu, salah satu yang menjadi problem paling besar yang di hadapi negara kita saat ini selain korupsi, KKN, kemiskinan dan wabah penyakit adalah aksi Terorisme yang terjadi belangan ini. Dan kenyataan mengajarkan pada kita para pelakunya kebanyakan dari umat islam sendiri dengan memakai istilah Jihad yang di kembangkan via bom bunuh diri. Hal ini menandakan akan lahirlah sebuah bahaya baru bagi rakyat indonesia khususnya dan ancaman bagi bidang pariwisata kita dan bagi para turis asing yang berasal dari negara – negara yang mereka ( teroris ) proklamirkan sebagai musuh besar islam.

Padahal kalau di lihat dari sisi kemanusiaan para pelaku teror itu sendiri yang sebenar – benarnya musuh dari setiap agama, tak satupun agama di permukaan bumi ini yang menghalalkan dan membenarkan aksi terorisme dengan jalan membunuh diri sendiri dan menyengsarakan orang lain,  apalagi dalam era damai seperti di negara kita ini. Pada dasarnya baik secara umum para pelaku teror khususnya aksi bom bunuh diri tersebut, kurang bahkan tidak memahami sama sekali esensi dari ajaran islam itu sendiri. Ini di buktikan betapa mudahnya mereka untuk di pengaruhi dalam tatanan keislaman mereka, bahkan sudah mencapai suatu puncak dalam kesesatan yang nyata mengakhiri hidup dengan cara tidak wajar dan mengerikan ( bunuh diri ).

Padahal Allah Swt dan Rasulnya telah mengharamkan bunuh diri, sebab manusia itu bukanlah pemilik resmi dari jiwanya tetapi yang berhak adalah pencipta dari jiwa itu sendiri. Sebagai mana telah di firmankan Allah Swt dalam surat An Nisa ayat 29 – 30 yang artinya “ Dan janganlah kamu menbunuh dirimu, sesunguhnya Allah maha penyayang padamu. Dan barang siapa yang berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukanya kedalam neraka, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah “.

Jauh sebelum Rasulullah Saw di lahirkan ke permukaan bumi ini yang namanya bunuh diri yang kerap di lakukan oleh manusia, yang umumnya selalu pesimis dan di lakukan secara sadar sudah sering terjadi dengan berbagai macam sebab dan alasan. Dan di waktu beliau Saw di angkat menjadi Rasul hal itupun masih saja terus berlanjut sampai sekarang ini. Yang mana para pelakunya tidak memperhatikan akibat yang akan di hadapi di akherat kelak.

Seperti yang di sabdakan Rasulullah Saw dalam suatu hadis “ Hambaku telah mendahuluiku dengan dirinya ( bunuh diri ), Maka aku haramkan atasnya masuk sorga ( H.R Bukhari dan muslim ). Jelas Allah Swt, Rasulullah Saw, Al Quran dan Hadis sangat mencela orang – orang yang melakukan tindakan bunuh diri dengan alasan apapan, yang juga mencakup larangan yang keras membunuh orang lain, sebab Al Quran mengajarkan membunuh orang lain sama halnya dengan membunuh diri sendiri, karena umat manusia itu merupakan satu kesatuan dalam tatanan kehidupan ini.

Dari uraian ayat Al Quran dan hadis Rasul Saw di atas, jelas bahwa ajaran islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad Saw sangat menghargai harkat dan martabat manusia yang selalu hidup dalam keoptimisan dirinya. Kita sangat mendukung dan setuju sekali dengan ungkapan yang menegaskan bahwa. pembunuhan yang tidak pandang waktu, tempat dan sasaran yang telah di lancarkan oleh para teroris itu telah mengorupsi, menyelewengkan dan membangkrutkan makna Jihad yang sesunguhnya. Mereka telah menodai jihad dengan tindakan anarkis dan sadistis tampa akal sehat dan perhitungan. Pesan agung Rasulullah Saw yang mengatakan bahwa Jihad itu tidak harus mengorbankan diri apalagi orang lain yang tidak berdosa. Jihad yang terbesar maknanya di hadapan Allah Swt dan Rasulnya adalah menahan dan mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam hati dan pikiran manusia.

Sedangkan mereka semua ( para teroris ), telah mendistorsi jihad itu dengan tindakan – tindakan brutal, ganas dan sama sekali tidak berprikemanusiaan, jihad mereka adalah jihad dalam artian sempit, keliru dan salah, jihad mereka adalah jihad sesat yang di tunggangi setan dan di kutuk semua orang. Yang telah membawa kehancuran dan kesedihan yang mendalam bukan saja dari para keluarga yang  menjadi korban, tapi juga bagi bangsa ini. Para ekstremisme yang telah berlebih – lebihan dalam bersikap dan sangat agresivisme dalam melakukan tindakan teror adalah musuh kita bersama, khususnya bagi umat islam karena mereka para teroris itu telah terang – terangan mengatas namakan Islam untuk melakukan aksinya.

Seperti yang di langsir salah satu stasiun televisi belakangan ini yang mana salah satu dari teroris itu menyebutkan satu ayat dalam Al Quran, yang menurut penelusuran penulis adalah surat At Taubah ayat – 29 “ Perangilah orang – orang yang tidak beriman pada Allah dan tidak pula pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang di larang oleh Allah dan Rasulnya dan tidak beragama dengan agama yang benar ( agama Allah )……..”

Secara etimologi teroris itu memang benar dalam pengucapan ayat dan artinya, namun mereka tidak bisa mengembangkan suatu proqram reinterprestasi pesan – pesan agama dalam ayat lain dalam Al Quran ke dalam qolbu dan pikiranya. Malah mereka memahaminya hanya secara tekstual belaka dan jelas ini sangat berbahaya, seharusnya memahami suatu ayat dalam Al Quran harus di lakukan secara Temporal dan Periodik maksudnya, dalam era damai yang jauh dari perpecahan dan permusuhan ia harus di sandingkan dengan ayat – ayat lain yang banyak menganjurkan kasih sayang, perdamaian dan tolong menolong antar sesama makhluk ciptaan tuhan ( Sayyid Qutb ).

Melihat akibat yang di timbulkan oleh aksi terorisme di negara kita dan negara – negara lainya yang di lakukan oleh orang – orang yang berani mati dan pada hakekatnya tidak berani sama sekali untuk menjalani hidup ini ( bom bunuh diri ). Yang di Indonesia di tenggarai oleh satu kelompok di bawah pimpinan Azahari ( almarhum ) dan Noordin M Top ( buron ). Jelas hal itu bukan jihad dalam artian yang sesungguhnya. Tapi mungkin lebih tepat di katakan sebagai tindakan anarkis, sadistis dan pembunuhan masal.

Karena dari itu sangat di harapkan sekali kepada pihak – pihak yang berwenang  khususnya Polri dan kesatuanya, untuk melakukan penumpasan dan tindakan secepatnya guna mengantisipasi dan membatasi ruang gerak dari para teroris itu, agar masyarakat bisa tenang kembali dan kejadian – kejadian yang mengerikan itu tidak terulang lagi untuk masa – masa yang akan datang. Insya Allah…

Comments 1

  • Heya i am for the primarry tine here. I came across this board and
    I to find It truly helpful & it helped me out much. I
    hope to provide something back and help others such as you aided me.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.