Sepatu Untuk Sang Predator

Sepatu Untuk Sang Predator. Posting ini bukan bertujuan untuk membangun pertentangan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain atau pun antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, apalagi antara satu agama dengan agama yang lain. Tapi posting ini hanya bersifat dan bertujuan untuk memberikan gambaran dan tinjauan tentang hakikat kemuliaan dari suatu bangsa ternyata sangat jauh berbeda dengan hakikat kemuliaan yang difahami oleh bangsa yang lain

Sebuah bangsa dan kaum yang memiliki peradaban dan budaya yang tinggi, nilai-nilai kemuliaan itu difahami dan dijunjung tinggi dengan menempatkan manusia sebagai makhluk yang mulia dan dihargai, tapi pada bangsa-bangsa yang peradaban kebudayaannya telah hancur dan punah, maka nilai-nilai kemuliaan yang difahami oleh budaya bangsa itu bukan lagi terletak pada penghargaan dan apresiasi terhadap nilai kemanusian tapi nilai kemanusiaan hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan. Tentunya setelah tujuannya tercapai nilai-nilai kemanusiaan itu akan dibuang dan ditinggalkan tergeletak, diabaikan beitu saja, sampai kemudian dipungut lagi ketika dibutuhkan

Itulah yang mungkin ungkapan yang bisa disampaikan terhadap kasus pelemparan sepatu oleh salah seorang warga negara biasa dengan profesi sebagai wartawan terhadap kepala ( organ tubuh tertinggi dari manusia ) pemimpin sebuah bangsa yang selama ini dianggap dan diagungkan sebagai bangsa yang sangat besar dan berkuasa. Presiden sebuah negara yang bernama Amerika Serikat dan kepala sebuah pemerintahaan yang sangat dhormati sekali gus ditakuti oleh bangsa-bangsa lain.

Akibat yang ditumbulkan oleh pelemparan sepatu tersebut secara fisik ( kalau mengenai kepala ) tentunya tidak akan menimbulkan dampak rasa sakit yang luar biasa terhadap korbannya, tetapi secara fisikologis telah melaihirkan sebuah kepuasan dan keberhasilan serta kemenangan bagi pelaku pelemparan. Karena filosofi sepatu dalam kasus ini dipandang sebagai alat yang rendah karena tempat dan fungsi yang menempati organ terendah dari tubuh manusia. Sehingga pelemparan sepatu bagi bangsa Irak dan bangsa-bangsa lain di dunia ini yang masih menganggap nilai-nilai kemanusiaan sebagai sesuatu yang yang luhur dianggap sebagai bentuk penghinaan yang sangat luar biasa besar. Apalagi dilakukan oleh seorang warga negara biasa terhadap seorang pemimpin bangsa yang katanya telah memilki peradaban dan kebudayaan yang tinggi.

Hampir seluruh warga negara bangsa Irak menyambut aksi pelemparan sepatu itu sebagai sebuah kemenangan. Yaitu keberhasilan mempermalukan dan merendahkan pemimpin sebuah negara yang telah menghancurkan seluruh peradaban dan struktur sosial bangsanya. Sehingga disini terlihat banhwa kemuliaan yang dianut dan difahami oleh bangsa Irak masih terletak pada harga diri manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan kemuliaan

Bagi bangsa dan negara Amerika Serikat kasus pelemparan sepatu tersebut tentunya tidak dianggap suatu hal yang terlalu luar biasa dan tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Sangat berbeda dengan reaksi yang diperlihatkan bangsa itu terhadap penyerangan dan penghancuran gedung WTC oleh para pejuang kebebasan dan kebenaran. Karena secara fisik gedung WTC sudah dianggap sebagai salah satu icon keberhasilan pencapaian dan penguasaan peradaban dan ilmu pengetahuan. Dan disanalah letak kemuliaan bangsa dan negara Amarika Serikat yang sangat ditakuti didunia bukan pada harkat dan martabat serta nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.

Bila dilihat ke belakang. Sejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa proses penghancuran dan kanibalisme yang dilakukan oleh bangsa Amerika Serikat terhadap suku bangsa lain di dunia ini sudah sangat sering terjadi dan dilakukan dengan berbagai alasan seperti hancurnya negara Uni Sofiet. Afganistan, terpecahnya Jerman Barat dan Jerman Timur, proses pemusnahan kehidupan dan peradaban di Palestina dll. Bahkan pendirian negara Amerika Serikat itu sendiri pada awal keberadaannya telah berhasil memusnahkan sendi-sendi kehidupan dan kemanusian serta struktur sosial budaya suku Indian sebagai penduduk asli benua Amerika.

Dengan melihat sepak terjang sebuah bangsa yang telah berhasil dengan berbagai alasan menebar kehancuran dan pemusnahan berbagai peradaban di dunia ini, tentunya tidak terlalu berlebihan apabila dinyatakan bahwa diantara bangsa-bangsa predator yang ada saat ini seperti Inggris, Belanda, Australia, Israel, Jepang dll. Amerika Serikat adalah bangsa predator terbesar yang pernah mendiami bumi ini. Negaranya dihuni oleh suku-suku kanibal dan monster-monster ganas yang siap menyantap dan menghancurkan apa saja yang berada dihadapannya.

Sekarang Bangsa predator itu telah berganti pemimpin. George W Bush sebagai monster dan pemimpin serta kepala pemerintahan dari suku bangsa predator terbesar telah digulingkan dan disingkirkan. Monster raksasa itu sudah tidak memegang kendali penghancuran lagi. Telah digantikan oleh pemimpin baru yang lebih muda dan lebih kuat dengan nama Barak Obama. Kerusakan dan kehancuran seperti apakah yang akan dilakukan oleh monster kecil ini ?. Ataukah ia akan memperbaiki citra bangsa yang dipimpinnya dari predator besar menjadi monster raksasa super yang mempunyai kemampuan penghancur lebih ?. Mari kita lihat dan tunggu pertanggungjawaban yang bisa diberikan oleh makhluk kecil yang bernama Barak Obama ini atas kehancuran yang sudah dilakukan seniornya. Atau mungkinkah George W Bush sebagai Monster Raksasa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya didepan hukum ?

Sebagai bangsa dari suku kanibal dan negaara predator yang menganggap kemuliaan dan harga dirinya terletak pada kemampuan menghancurkan dan kemampuan memusnahkan bangsa lain, tentsa-Bangunya akan menganggap sang monster raksasa yang bernama George W Bush itu akan sebagai seorang pahlawan. Untuk menghukumnya saya tidak yakin.!!!. Bagaiman dengan Anda …???! [ Bangsa-Bangsa Predator ]

Comments 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.