Mengurai Akar Kebencian Barat Terhadap Rasulullah SAW ( 4 )

Mengurai Akar Kebencian Barat Terhadap Rasulullah SAW ( 4 ) – Aksi protes besar – besaran yang dilancarkan umat islam di seluruh dunai terhadap penghinaan dan pelecehan yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW yang merupakan simbol suci dari kesucian Iman Islam melalui Film Innocence of Muslims ternyata tidak membuat Film ‘Innocence of Muslims’ tersebut dihentikan penayangannya di Amerika. Sebaliknya, media – media sekuler di Eropa justru berlomba – lomba memanfaatkan pupuleritas Film ‘Innocence of Muslims’ tersebut untuk mengeruk keuntungan materi dengan kembali menerbitkan karikatur Nabi Muhammad sebagi materi sajian utamanya

Pertanyaan selanjutnya adalah, Kenapa pihak Barat begitu bernafsu untuk menghina dan melecehkan dan Rasulullah SAW yang merupakan salah stu simbol suci dari kesucian iman dalam Islam.?

Apabila di cermati lebih seksama, sesungguhnya target utama dari gerekan pelecehan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW sebetulnya bukanlah pribadi Nabi sendiri. Rasulullah SAW hanyalah target antara menuju target yang sesungguhnya yaitu menghancurkan ajaran Islam secara keseluruhan dan mereka tahu dan sadar betul, bahwa apabila pamor dan kemuliaan akhlak dan pribadi Rasulullah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul telah hancur, maka Al – Qur’an secara langsung juga akan hancur.

“Akhlak Rasulullah S.A.W itu adalah Al-Qur’an” ( HR : Muslim)

Sehingga target utama pihak Barat melalui aksi para missionaris dan orientalis Kristen dan Yahudi tersebut adalah Al Qur’anul Karim yang merupakan satu – satunya kitab suci yang masih terjaga keasliannya dan kebenarannya tidak akan pernah bisa terbantahkan sampai kapanpun

Untuk itu, mereka sangat sibuk mempertanyakan status kenabian Muhammad SAW meragukan kebenaran riwayat hidup beliau dan menganggap sirah beliau tidak lebih dari sekedar legenda masa lampau dan cerita fiktif belaka.

Mereka sangat sibuk untuk merekonstruksi biografi Nabi Muhammad SAW dan sejarah Islam. Mereka ingin umat Islam melakukan hal yang sama seperti yang telah mereka lakukan terhadap Nabi Musa AS dan Nabi ‘Isa AS. Bagi mereka ‘Moses’ cuma tokoh fiktif (invented, mythical figure) dalam dongeng Bibel, sementara tokoh ‘Jesus’ masih diliputi misteri dan cerita-cerita isapan-jempol yang lucu dan menggelikan serta jauh dari kebenaran.

Kalau ada upaya pencarian ‘Jesus historis’, mengapa tidak ada usaha menemukan fakta sejarah tentang Nabi Muhammad SAW?

Karena tujuan awal pihak Barat dalam melakukan kajian dan penelitian tentang sejarah hidup Nabi Muhammad SAW didasari dan dilatar belakangi oleh kebencian dan niat untuk menghancurkan islam dengan cara – cara yang tidak jujur, maka setiap hasil penelitian yang mereka publikasikan tak lain hanyalah kebohongan belaka. Sedangkan kebenaran yang sesunggunya tentang pribadi dan akhlak Rasulullah SAW sengaja disembunyikan dan atau dikaburkan

Tapi Allah adalah Zat yang Maha Kuasa, Allah tidak pernah tidur dalam menjaga hamba – hamba – Nya, sesungguhnya tipu daya para pembeci Islam dan kebenaran ajarannya itu tidak akan pernah melampaui kedashyatan tipu daya Allah yang Maha Memiliki Tipu Daya.

Terbukti dari kasus pembuatan karikatur Nabi Muhammad beberapa tahun yang lalu di Denmark yang juga telah memancing amarah umat Islam secara besar – besaran di seluruh dunia, telah, membuat menjadi sangat terkenal dan menyedot perhatian hampir seluruh umat manusia, tidak terkecuali “Kristisen” (28 tahun), seorang misionaris Kristen sebagai mana yang diberitakan Koran Arab Saudi “Ukadz” dan “al-Wathan” pada pertengahan Februari 2006.

Ternyata karikatur Nabi Muhammad SAW tersebut telah mendorong sang missionaries Kristen Denmark tersebut untuk mengkaji buku-buku sirah Nabi untuk bahan aktifitas missionarisnya tentang agama Kristen dengan mengungkap hakikat sesungguhnya yang menurut mereka adalah sejarah kelam. Namun dia terkejut dengan sejarah Nabi dan akhirnya yakin bahwa beliau adalah pembawa kebenaran lantas dia pun beriman dan menyatakan keIslamannya di kantor Rabithah Alam Islami di Kopenhagen.

Kasus “Kristisen” ini merupakan salah satu kasus yang menonjol dalam pemberitaan dari ribuan kasus kasus lainnya yang mengungkap keperkasaan tipu daya Allah dalam membela kemuliaan hamba – hamba yang dicintai – Nya. Berikutnya kita akan mencoba melihat pandangan beberapa ilmuan dan tokoh – tokoh penting dunia tentang akhlak dan pribadi Rasulullah Muhammad SAW yang diambil dari bebagai sumber

Thomas Carlyle, seorang cendekiawan Inggris, berkata, “Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa seorang cendekiawan menerima begitu saja ucapan seseorang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah penipu.

Saudaraku, apakah kalian pernah menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia? Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua sifat utamanya.”

“Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai positif yang sangat mengagumkan.

Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain, dan ia tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selainnya. Allah-lah yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini. Sejak-sejak hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya suatu ucapan kecuali memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas.”

“Hati manusia mulia putra padang pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya terjauh dari semangat egoisme, dan pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat keduudkan duniawi. Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu muslihat dan basa-basi.”

Gustav Lebon, cendekiawan Perancis, dalam bukunya “Peradaban Islam dan Arab”, menulis, “Jika kita ingin kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama.

Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah.

Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah dibersihkan. Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan sikapnya yang lurus.”

Will Durant, seorang sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya, Ia menulis, Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak.

Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama yang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya.( Bangsa – Bangsa Predator )

Leave a Reply