Mengurai Akar Kebencian Barat Terhadap Rasulullah SAW ( 2 )

Mengurai Akar Kebencian Barat Terhadap Rasulullah SAW ( 2 ) – Mencermati siklus pola pikir para intelektual Barat yang mengesampingkan kebutuhan manusia akan agama dengan pengesampingan nilai – nilai spritualitas keagamaan dalam kosep pemahaman filsafat yang dibangun, ternyata telah menggiring mereka untuk semakin mengakui bahwa sesungguhnya keyakinan terhadap hal yang sakral dan penyembahan melalui media agama merupakan suatu kebutuhan

Namun celakanya, kebutuhan dasar yang seharusnya dapat dipenuhi oleh ajaran Kristen sebagai sebuah agama, dalam prakteknya yang tertinggal hanyalah penggalan – penggalan pemahaman yang satu sama lain saling bertentangan dan bertolak belakang termasuk dengan logika nalar ideologi dasar dari mereka yang berfikir rasional

Tampilnya Islam sebagai agama yang sejatinya merupakan jawaban atas keresahan spiritual dan pengisi dari kebutuhan mereka akan kesakralan dan penyembahan yang telah mulai hilang dan lutur tersebut, ternyata makna kompleksitas kosep pemahaman spritual yang dikandung dalam ajaran islam tidak mampu mereka fahami secara utuh dan sempurna disamping faktor – faktor sosial, politik dan ekonomi yang sudah lebih dahulu mengakar dalam perkembangan budaya setempat

Mereka sudah terlanjur memisahkan konsep spiritualitas dari konsep sosiologis politik dan budaya yang berjalan sendiri – sendiri sesuai tujuannya masing – masing. Sementara ajaran Islam memadang dan mengajarkan bahwa, seluruh aspek kehidupan spritual dan material yang sudah terpisah jauh tersebut sebagai suatu kesatuan yang harus berjalan seimbang menuju pemenuhan kebutuhan dasar rohani dan jasmani, moril dan materil menuju kehidupan sosial yang adil dan merata

Pihak – pihak yang merasa tidak nyaman dengan meluasnya perkembangan Islam di Barat seperti penganut idiologi filsafat sekulerisme dan pihak gereja yang sudah terlanjur mapan, secara bertahap dan pasti, perlahan mulai tergusur dan kehilangan ligitimasi sosial ditengah masyarakat Barat yang realistis objektif menjadi realistis spritualis.

Penghancuran menara kembar WTC yang dikenal dengan tragedi 9/11 di Amerika tahun 2001 lalu, telah meluluh lantakkan hegemoni Barat yang diwakili Amerika di selurh dunia. Dan tragedi 9/11 ini jugalah yang menjadi titik awal terjadinya perang global terhadap Islam yang dibungkus dan dikemas dalam propaganda “ Perang Melawan Terorisme “.

Tiupan angin kebencian yang dihembuskan secara global melalui propaganda “ Perang Melawan Terorisme “ ini telah menjadikan seluruh dunia yang terkait dengan kepentingan Amerika dan Barat menjadi medan jihad yang tak berujung, sudah ratusan dan ribuan para mujahid gugur yang insya Allah menemuhi kesyahidannya dan semua itu merupakan refleksi dari perlawanan yang gigih yang diperlihatkan para laskar pembela Islam dalam membela kebenaran keyakinan terhadap Islam

Pada titik inilah sesungguhnya kebenaran ajaran Islam semakin memperlihatkan kecemerlangan sinarnya. Ibarat sebuah kantong udara yang dibenamkan ke dalam tong besar berisi air, semakin besar kekuatn yang menekannya, semakin kuat pula perlawanan yang diberikan. Inilah sebetulnya yang tidak disadri dan dipahami betul oleh para pemimpin Barat

Hembusan kebencian yang sangat besar yang disambut dengan perlawanan yang tak mengenal kata menyerah ini telah menimbulkan kekaguman dari sebagian kompok moderat dan terpelajar yang mulai bosan dan jenuh dengan prinsip kebebasan hidup tanpa arah yang selama ini diterapkan dalam kehidupan sosial budaya Barat. Ditambah lagi kontradiksi prilaku pihak gereja dengan ajaran moral dari kitab suci yang diyakini telah melahirkan ratusan ribu mualaf di seluruh Eropa dan Amerika setiap tahunnya.

Peningkatan populasi muslim di Barat berbanding lurus dengan kehancuran budaya liberalsime dan kebebasan berkespresi tanpa batas yang menjadi ikon kebanggaan Barat dan mulai digantikan dengan konsep pemikiran Islam yang lebih menekankan keteraturan dan pemerataan.

Satu – satunya orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas degradasi moral dan keyakinan Barat yang identik dengan Kristen ini adalah Muhammad SAW dengan ajaran Al – Quran nya, apalagi Rasulullah SAW dan Kitab Suci Al – Qur’an menempat posisi yang sangat agung dan mulia dalam Ajaran Islam sehingga dengan menghancurkan keyakinan dan kepercayaan umat Islam atas kemuliaan akhlak Rasulullah Muhammad SAW dan orisionalitas Kitab Suci Al – Qur’an, maka pondasi kebenaran Islam pun akan hancur sebagi mana telah hancurnya sendi – sendi kebenaran ajaran Kristen akibat kebodohan dan keserakahan mereka sendiri. ( Bangsa – Bangsa Predator )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.