Mengurai Akar Kebencian Barat Terhadap Rasulullah SAW ( 1 )

Mengurai Akar Kebencian Barat Terhadap Rasulullah SAW ( 1 ) – Film ‘Innocence of Muslims’ adalah salah satu karya spektakuler terbesar dan terbaru dari rentetan karya dan usaha yang telah dilakukan dan dihasilkan budaya Barat dalam usaha menghina dan melecehkan ajaran Islam melalui Kekasih Allah Yang Mulia Sayidina Rasulullah Muhammad SAW, sehingga kasus penghinaan dan pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW ini bukan lagi suatu hal yang dianggap baru dan asing dalam sejarah perkembangan Islam di Barat.

Melalui postingan yang singkat dalam blog “ Kajian Hakikat Ilmu Tauhid “ ini, mari kita mencoba melakukan kajian secara lebih spesifik tentang latar belakang timbulnya kebencian yang begitu mendalam dan meluas di Barat yang hidup dalam budaya Kristen terhadap agama dan umat Islam termasuk kepada Saydina Rasulullah Muhammad SAW

Arick Gofra, Seorang pemikir Prancis melihat bahwa hegemoni filsafat nihilisme “ yang muncul setelah masa dominasi gereja di Eropa “ merupakan salah satu akar pemikiran lain yang digunakan untuk melecehkan Islam. Dalam pandangan Arick Gofra, filsafat Barat sekuler membuka ruang untuk melakukan penghinaan terhadap nilai-nilai agama dan moral, apapun agama tersebut. Bagi sebagian orang Barat, agama hanyalah sekadar realitas sosial yang tidak berbeda dengan realitas lainnya. Bagi masyarakat Eropa, tidak ada yang namanya sistem tata nilai dan etika. Karena itu, segala sesuatu yang disakralkan menjadi sasaran untuk diragukan dan dilecehkan.

Thayyib Buizat, Seorang pemikir Maroko, melihat bahwa pelecehan terhadap agama secara logika tidak akan pernah terjadi kecuali pada saat – saat seseorang mengalami degradasi dan penurunan kesadaran berfikir. Dengan merujuk kepada sejarah filsafat Barat sejak masa Yunani, kita melihat bahwa kemunculan pemikiran ateis yang bertentangan dengan agama terjadi pasa saat – saat kemunduran filsafat bukan pada saat – saat perkembangan dan masa keemasannya.

Ketika Socrates, Plato dan Aristoteles mengibaratkan nilai kesadaran filsafat Yunani, sesungguhnya itu adalah pada saat keimanan dan keyakinan tumbuh kuat dan berkembang dalam peradaban Yunani kuno. Pada saat itu, agama tidak mendapatkan serangan kecuali pada saat – saat maraknya pertanyaan-pertanyaan ateis yang menyudutkan. Pada masa-masa filsafat Barat modern berjaya, sekitar abad ke-17, agama bisa mengubah dan mewarnai pemikiran para filosof Eropa terkemuka.

Namun pada abad ke-18 terjadi kampanye cara berfikir yang bertentangan dengan agama di dalam budaya intelektual Eropa. Tetapi realitasnya menunjukan bahwa abad itu adalah abad yang paling sedikit memberikan kontribusinya dalam peradaban filsafat Barat bila dibandingkan dengan abad ke-17. karena sebagian besar filsafatnya hanya berkisar tentang politik dan hubungan sosial. Bahkan mayoritas pendapat dan penemuan pada abad 18 hanya penemuan yang diulang-ulang dari penemuan sebelumnya.

Ketahuilah bahwa, sebagian pengkritik agama itu menggunakan pemikiran filsafat sesungguhnya tidak sesuai dengan makna yang dimaksud oleh ahli filsafat sebelumnya, seperti Augest Konet yang tidak memperdulikan kesesuaian makna dan universalitas filsafat itu sendiri. Hal ini mungkin terjadi karena cara berfikir intelektual Eropa pada masa Augest Konet, pada abad ke-19 didasarkan kepada lintas idiologi dan agama yang melampaui stereotype pemikiran, agama dan filsafat itu sendiri. Tujuan utama mereka adalah untuk menghilangkan teori ilmiah empiris dan menjadikannya mengungguli teori lainnya. Namun mimpi para kritikus agama itu tidak berhasil alias gagal total, karena pendapat mereka sejatinya bertentangan dengan hakikat entitas dan fitrah manusia dan fitrah keagamaannya.

Di antara catatan yang diberikan para ahli antropologi dan juga para pengkaji sejarah agama – agama adalah bahwa ideologi dan keyakinan beragama adalah masalah fitrah yang melekat pada manusia. Walaupun Augest Konet berupaya membuktikannya dengan memberikan teori tiga periodesasi manusia mulai dari kehidupan agama menuju kehidupan filsafat kemudian menuju kehidupan ilmiah. Hanya saja teorinya ini tidak memiliki bukti sejarah.

Fase dan rentang waktu intelektual yang dijalani Augest Konet pada abad ke-19 tidak mampu menghilangkan dan menghapus kebutuhan manusia akan ideologi dan agama, bahkan orang Kristen sekalipun. Dan anehnya, sebagaimana yang terjadi pada Augest Konet yang pada akhir hidupnya harus kembali mengakui filsafatnya sebagai agama baru.

Pada akhirnya kita saksikan sendiri dia menegaskan kebutuhan akan agama sebagai kebutuhan asasi di dalam entitas manusia. Oleh karena itu, kecenderungan kepada hal yang sakral dan penyembahan, sebagaimana pengakuan Konet, adalah masalah yang menjadi bagian dari tabiat manusia yang tetap harus dipenuhi. Dan di dalam bukunya “Harmoni Politik Kemapanan”, Konet menegaskan bahwa nasib perjalanan manusia adalah menjadi lebih agamis. Bahkan dalam ungkapannya tentang Islam kita dapati dia menulis ungkapan kekaguman dengan terang – terangan. ( Bangsa – Bangsa Predator )

Comments 3

  • PUNCA KEBENCIAN BARAT TERHADAP RASULULLAH SAW… Bermula punca kebencian Barat terhadap Rasulullah SAW, karna baginda itu sebagai “Nabi Penutup Akhir Zaman” bukan dari kalangan Bani Israel atau Bani Nasrani. Oleh karna kebanyakan Para Nabi silam itu terdiri dari bangsa mereka, maka jawatan “Nabi Penutup” itu juga mereka mahukan dari kalangan mereka juga. Namun ketentuan itu semuanya adalah “Ammar Rabbi – Urusan Tuhan”, tidak ada seorang manusia pun yang bisa masuk campor…

    Doktrin Hakeqat Muhammad telah memulakan pusingan pertamanya mulai dari Nabi Adam AS. Seterusnya melalui pada Nabi-Nabi dari Bani Israel dan Bani Nasrani. Mengakhiri pusingan penutupnya melalui dan pada Bani Arab, itulah dia Junjongan Agong kita Nabi Muhammad SAW. Maka baginda itulah penjawat “Khatamul Nabuah – Obor Penutup Kenabian”. Maka kesempurnaan dan ajaran Agama Samawi yang lengkap yang dibawa oleh Muhammad SAW sebagai Rasul Utusan Allah itulah “Al-Islam”, satu-satunya Agama yang paling diredoi disisi Allah Rabbul Alamin, hingga keAkhir Zaman…

    Perlu diketahui setelah lahirnya Nabi Baru dengan Ajaran Baru, maka akan terbatallah dengan sendirinya Ajaran Nabi Lama itu. Maka setelah kelahiran Nabi Isa AS serta ajaran-nya, maka dengan sendirinya terbatallah sudah ajaran Nabi Musa AS. Maka tamadlah sudah peranan dan jawatan Nabi Musa AS. Namun Bani Israel yang terkenal dengan sifat angkoh dan sombong, bukan sahaja telah banyak selewengkan ajaran Nabinya, malah mereka telah memusuhi Nabi Isa AS dan membunuh ummatnya karna membawa ajaran baru. Setelah ketiadaan Nabi Isa AS, ajarannya telah banyak dipalsukan oleh ummatnya dari Bani Nasrani…

    Hingga tiba detik kelahirannya Nabi Muhammad SAW dari Bani Arabi, sebagai “Nabi Penutup Akhir Zaman”, dengan membawa Agama Samawi, Agama Tauhid. Maka sepatutnya ajaran ke2 itu juga terbatal dengan sendirinya. Maka tamadlah sudah peranan Nabi Isa AS. Namun apakah yang terjadi? Ummat Yahudi dan Nasrani yang asalnya bermusuhan, akhirnya mereka telah bergabong membantai Islam dan Ummat Muhammad SAW. Maka konspirasi Illiminati yang licik dari pakatan Yahudi dan Nasrani itu telah sekian lama menikam, semenjak dari zaman Nabi SAW itu lagi…

    Hingga kesekarang ini kita berada diambang Akhir Zaman, penuh dengan ranjau, pancaroba ujian kehidupan dalam “Fitnah Akhirul Zaman”. Didalangi oleh “SANG DAJJAL AL-MASIKH” dan bala tenteranya dari Makhlok Perosak, itulah mereka “YAKJOD dan MAKJOD”. Siapakah sebenarnya mereka itu…???

    ….. Allahu’alam Wasalam …..

  • Semoga Allah SWT memberikan adzab yang setimpal pada mereka yang berbuat kejam

  • Semoga Allah SWT memberi adzab kepada mereka yang sdh berbuat dzalim kepada islam dan umat muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.