JavaScript: JavaScript:

Kajian Hakikat Tauhid

Kajian Hakikat Tauhid Merupakan Hikmah Ketuhanan Sebagai Bekal Untuk Mendapatkan Ridha dan Hidayah Allah swt
May 25th, 2010

Mengapa Islam Melarang Visualisasi Nabi Muhammad SAW ? ( Bagian 1 )


Mengapa Islam Melarang Visualisasi Nabi Muhammad SAW ? ( Bagian 1 ). Setelah aksi ribut – ribut di situs jejaring sosial Facebook tentang perlobaan membuat kartun Nabi Muhammad yang berakibat ditutupnya akses situs jejaring sosial tersebut di Pakistan. Belum selesai kasus tersebut,  kemudian muncul pula kasus baru, yaitu penayangan karikatur Nabi Muhammad SAW pada koran di Afrika Selatan.

Sebelumnya, di beberapa negara di Eropa dan bangsa – bangsa predator lainnya telah berkali – kali melakukan hal serupa. Dan tentunya akan terus berulang dikemudian hari, karena sampai saat ini, negara yang merupakan institusi resmi yang menaungi para pelakunya masih memberi perlindungan dengan dalil kebebasan berekspresi dan Hak Azazi Manusia ( HAM )

Sebelum fenomena tersebut berkembang ke arah yang lebih jauh, yang pasti tidak akan lebih baik bagi mereka, perlu diketahui bahwa,  Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok agung yang sangat dimuliakan oleh para pengikutnya karena disamping sebagai seorang Nabi, Rasulullah Muhammad SAW adalah juga seorang Rasul terakhir yang diutus Allah SWT di muka bumi ini dengan syariat ajaran Islam sebagai ajaran tauhid yang sempurna dan telah disempurnakan Allah SWT untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman nantinya.

Sebagai panutan, Seluruh sikap dan perilaku hidup dan kehidupan Rasulullah Muhammad SAW merupakan acuan dan referensi bagi seluruh umat manusia yang mengimani martabat kenabian dan kerasulan yang telah dimuliakan Allah SWT terhadap beliau merupakan sebuah kehormatan dan penghargaan yang sangat tinggi bagi manusia dan kemanusiaan, karena dalam diri Rasulullah itu terdapat contoh dan suri tauladan yang baik, sehingga tidak ada cara dan metoda yang bisa dilakukan oleh umat manusia agar hidup yang dijalaninya menjadi lebih baik dan bertambah baik selain dari mengacu kepada akhlak yang telah diajarkan Rasulullah Muhammad SAW melalui contoh sikap dan perilaku kesehariannya.

 
 

Ketika sosok yang martabat kemuliaannya telah dianggkat dengan sangat tinggi oleh Allah SWT, Tuhan Rab Al ‘Alamin disentuh dengan cara – cara yang rendah yang bisa merendahkan kemuliaan itu, maka akan sama artinya dengan merendah harkat dan martabat kemuliaan manusia itu sendiri yang telah dilebihkan Allah SWT dari pada makhluk – makhluk ciptan-Nya yang lain

1.  Islam Melarang Visualisasi Nabi Muhammad SAW Karena Tidak Ingin Mengulangi Tragedi Yang Telah Menimpa Yesus Kristus

Sejarah sudah mencatat, ketika umat manusia dengan kesombongan dan kebodohannya telah mencoba menampilkan sosok Nabi Isa AS yang dari kalangan umat Kristen diyakini sebagai Yesus Kristus Sang Juru Selamat dalam bentuk visual atau gambar dan patung yang nyata, maka ketika itu nafsu dan keserakahan telah memaksa keimanan untuk tunduk dan patuh pada imajinasi dan pemikiran manusia yang serba terbatas

Setiap orang, melalui imajinasinya sendiri – sendiri mencoba menggambarkan sosok Yesus Kristus yang kebenarannya  diyakini oleh akalnya dalam berbagai bentuk yang masing – masingnya berbeda pada setiap orang seperti gambar berikut :

http://www.voa-islam.com/photos/yesus-disalib.jpg

http://www.voa-islam.com/photos/yesus-4.jpg

http://www.voa-islam.com/photos/yesus-1.jpg

Dari gambar – gambar yang diyakini sebagai wajah Yesus Kristus di atas, tentunya kita sudah tidak bisa lagi membedakan atau menentukan mana wajah Yesus Kristus yang asli dan mana wajah Yesus Kristus yang palsu, karena memang tidak ada bukti yang bisa dijadikan tolak ukur atau acuan untuk memberikan keputusan atas keaslian dan kecocokan gambar – gambar tersebut dengan wajah asli dari Yesus Kristus.

Akibatnya, tidak tertutup kemungkinannya dikemudian hari akan ada wajah – wajah Yesus Kristus yang lain dalam fose dan yang mungkin lebih baik dari pada yang sudah ada sekarang atau bahkan mungkin bisa lebih buruk lagi apabila dibuat oleh orang yang mempunyai imajinasi yang buruk tentang Yesus Kristus atau selanjutnya Yesus Kristus yang seharusnya dimuliakan oleh pengikutnya bisa saja tampil dalam wajah lucu Yesus Kristus yang menggemaskan atau Yesus Kristus tampil seronok dalam fose bugil yang menghinakan dan merendahkan martabat kemuliaanya. Selanjutnya, manusia yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Juru Selamat hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa – apa, karena memang tidak ada yang pernah tahu seperti apa wajah asli Yesus Kristus itu yang sesungguhnya.

Tentunya tragedi yang telah menimpa sosok Yesus Kristus tersebut tidak harus terulang kembali pada sosok Mulia Rasulullah Muhammad SAW. Orang buta saja tidak mau dia terperososk dua kali ke dalam lubang yang sama, sehingga apabila ada orang yang terperosok kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya berarti dia lebih buta dari pada orang buta.

Penolakan Islam terhadap penggambaran atau visualisasi Rasulullah Muhammad SAW dalam bentuk gambar atau patung atau apapun yang sejenis dengan itu, merupakan suatu upaya agar umat manusia tidak terjebak kembali dalam kebodohan yang sama ketika telah mencoba menampilkan sosok Yesus Kristus dalam visualisasi liar yang bisa saja dikemudian hari berkembang lebih jauh dalam konsep yang lebih kelam.

Cukuplah sampai dengan ajaran agama Kristen saja yang hancur karena dihancurkan oleh pengikutnya sendiri. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehancuran yang telah dialami oleh agama Kristen adalah benar – benar kehancuran yang maha dasyat. Salah satu sendi keyakinan yaitu percaya dan yakin kepada yang telah diutus membawa dan menyiarkan kebenaran ajaran tersebut telah dirusak sendiri oleh pengikutnya, sehingga kehancuran tersebut sudah tidak bisa diperbaiki dan ditata kembali.

Dengan Rahmat dan Hidayah-Nya, Allah SWT telah berkenan mengganti tatanan keyakinan agama Nasrani atau agama Kristen yang telah hancur lebur tersebut dengan tatanan baru yang benar – benar benar yaitu syariat Islam sebagai agama tauhid terakhir dengan masa berlaku sampai akhir zaman nantinya. Tidak ada lagi syariat agama setelah agama Islam diturunkan, sehingga merusaknya berati sama saja dengan menghancurkan hidup dan kehidupan di dunia ini. ( Bangsa – Bangsa Predator )


 
 


 


 

Tags: , ,

Enter your email address:

2 Responses to “Mengapa Islam Melarang Visualisasi Nabi Muhammad SAW ? ( Bagian 1 )”

  1. cutul aja Says:
    May 25th, 2010 at 3:21 pm

    betul, memang seharusnya kita jaga agama kita

  2. Dian Kristo Says:
    May 29th, 2010 at 10:29 am

    Mungkin bagi umat Islam agak susah mengerti akan kebenarannya bahwa Yesus Kristus memang benar Tuhan yang menjadi manusia . Keberadaan-Nya kini ada di Surga, dan akan datang kembali menjadi hakim yang adil dan memberikan upah kepada setiap manusia menurut perbuatannya .Wahyu 22: 12, Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. 13, Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” 14, Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya, Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu .15, Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang pembunuh, penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar . 16 “AKU, YESUS, TELAH MENGUTUS MALAIKAT-KU UNTUK MEMBERI KESAKSIAN TENTANG SEMUA INI KEPADAMU BAGI JEMAAT-JEMAAT . Aku adalaah TUNAS, yaitu keturunan Daud, BINTANG TIMUR YANG GILANG GEMILANG”

    Jadi kalau Yesus mengatakan bahwa Ia yang Awal dan Yang Akhir,dan Dia kan datang memberi upah kepada setiap orang menurut perbuatannya, bukankah Dia Tuhan ?

    Sebelum Yesus datang, turun menjadi manusia, manusia karena sifatnya yang jasmani lebih senang menyembah apa yang kelihatan daripada apa yang tidak kelihatan . Dulu Tuhan melarang manusia membuat patung dan menyembah semua yang di buat menyerupai ciptaan-Nya namun tidak datang untuk menyembah Dia Sang Pencipta . Hal ini menimbulkan kecemburuan Allah, dan Dia tidak mau ciptaan-Nya menyembah selain Dia , karena itu pula Yesus datang, dan barangsipa yang mengasihi Dia, maka Dia akan menyatakan diri-Nya kepada orang tersebut siapa diri-Nya . Oleh karena itu memang tidak kepada semua orang Ia menyatakan diri-Nya .Yohanes 14: 21, Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya dialah yang mengasihi Aku . Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan di kasihi oleh Bapa-Ku dan AKUPUN AKAN MENGASIHI DIA DAN AKAN MENYATAKAN DIRI-KU KEPADANYA .

    Dengan demikian berhubung Tuhan sudah menyatakan diri-Nya sebagai manusia, manusia sudah mempunyai Tuhan yang nampak yang bisa di sembahnya .Jadi apabila Yesus di sembah memang tidak menyalahi kemuliaan Allah. Sebab pada diri Yesus berdiam Roh Allah .

    Berbeda dengan Muhammad, Muhammad memang bukan Allah atau Tuhan, Muhammadpun nasibnya di tentukan oleh Yesus, apakah Muhammad bisa masuk surga atau tidak; bukankah umat Islam masih mendoakan Muhammad hingga sekarang ini ? Artinya Muhammad belum berada di surga masih menanti penghakiman di Hades . Sebab orang yang sudah berada di surga tidak memerlukan syafaat lagi, tidak perlu didoakan lagi,justru mereka yang sekarang sudah berada di surga, menolong manusia yang masih di bumi dengan bersyafaat bagi manusia; begitu juga orang yang berda di neraka juga sudah tidak mungkin di beri syafaat, syafaat tidak ada gunanya lagi, dia sudak kekal di dalam neraka .

    Allah yang bersyafaat bagi manusia yaitu Yesus Kristus, Dialah satu-satunya yang dapat menolong manusia, karena pada saatnya yang telah di tentukan di mana masa kerahiman/kemurahan/ pengampunan dosa habis, Yesus akan datang sebagai Allah keadilan , yang menjatuhkan hukuman kepada setiap manusia menurut apa yang di lakukannya . Saat itu semua percuma, syafaat percuma, penebusan tidak dapat di lakukan lagi .

Leave a Reply

CommentLuv badge