Inilah Kondisi Islam Indonesia Saat Ini

Inilah Kondisi Islam Indonesia Saat Ini. Saat ini hampir diseluruh dunia tengah terjadi upaya untuk memojokkan Islam secara massif, menjadikan Islam sebagai tertuduh, dan memberikan cap buruk terhadap Islam dan para ulamanya. Upaya ini akan terus mereka lakukan sampai Islam dan kaumnya lenyap tidak berbekas. Oleh karena itu, kita harus mewaspadainya. Kita tidak boleh tertipu dengan tuduhan dan opini yang sengaja digelindingkan untuk tujuan tersebut.

Dan, sepertinya saat ini serangan terhadap Islam dan umat Islam di Indonesia sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Serangan tidak saja datang dari orang – orang kafir yang pastinya sangat membeci Islam tetapi juga datang dari umat islam itu sendiri serta dari para petinggi negeri dengan berbagai cara yang seolah – olah menyatakan Islam itu adalah agama yang tidak toleran dan anti dengan kebinekaan, perusak persatuan serta berpotensi menimbulkan desintegrasi bangsa, budaya dan tradisi Arab yang tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia.

Lembaga dan organisasi – organisasi Islam serta organisasi – organisasi berbasis Islam di fitnah dengan isu radikalisme dan anti kemajemukan, situs – situs Islam diblokir dengan dalih menyajikan informasi bohong, sementara media – media kafir setiap saat bebas mencuci otak umat Islam dengan opini – opini dan isu – isu yang menyesatkan. Para ulama di cari – cari kesalahannya agar bisa di jebloskan ke dalam penjara bahkan sampai – sampai fatwa dan pendapat keagamaan yang merupakan hasil ijmak para ulama pun dituduh sebagai biang pemicu desintegrasi bangsa.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, seorang pejabat negara yang kafir dan terkenal dengan akhlaknya yang sangat rendah, dengan bebas dan leluasa menafsirkan ayat – ayat suci Al Quran sekehendak hati untuk melanggengkan kekuasaanya dan itu sudah terjadi di negara yang mayoritas warga negaranya beragama Islam ini.

Dan lebih memprihatinkan lagi, munculnya sekelompok kaum kafir dengan gagah berani melaporkan ulama yang dalam pemahaman Islam diyakini sebagai Pewaris Nabi kepada aparat hukum negara karena telah menyampaikan dan menjelaskan isi kandungan ayat suci Al Quran surat Al Ikhlas yang menyatakan bahwa, Katakanlah:


“Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”

Kaum kafir yang minoritas jumlahnya di Republik Indonesia ini tidak terima dan merasa tersakiti karena ayat – ayat kitab suci Al Quran yang disampaikan Sang Pewaris Nabi tersebut tidak sesuai dengan keyakinan agama mereka yang tidak mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa ( Baca : Pancasila, Sila Pertama Mengatakan “ Ketuhann Yang Maha Esa “ )

Terlepas dari diterima atau ditolaknya proses hukum yang di laporkan oleh kaum kafir tesebut, setidaknya kita sudah disuguhkan dengan suatu bentuk arogansi kaum kafir minoritas yang telah berani secara terang – terangan melalui kekuasaan negara untuk masuk dan mencampuri ajaran Islam sebagai Agama Tauhid Terakhir.

Media – media secara terus menerus tanpa ampun setiap saat membombardir telinga dan pikiran kita dengan informasi dam pemberitaan tentang Islam dari sudut yang berlawanan dengan ajaran Islam itu sendiri. Informasi tersebut terus menerus diulang dalam pemberitaan media mereka, puluhan kali bahkan mungkin ratusan kali sehari telinga kita mendengar pengulangan kata radikal, kebinekaan, intoleransi, fanatik, militan, teroris dan lain sebagainya yang semua kata tersebut ditujukan kepada organisasi – organisasi Islam dan lembaga – lembaga Islam yang beranggotakan para ulama dan umat Islam.

Bahkan sebagian dari mereka dengan lantang berani berkata bahwa, “ Ini Indonesia, bukan Arab ! “ dan tentunya kita paham betul yang mereka maksudkan dengan kata “ Arab “ tersebut adalah “ Islam “ karena agama Islam memang diturunkan dan disebar luaskan sampai ke Indonesia melalui tanah Arab.

Kenapa rupanya dengan Arab ?, Bukankah bangsa Arab tidak pernah menjajah Indonesia. ?. Agama Islam datang ke negara ini melaui para pedagang Arab dengan cara – cara kejujuran, perbuatan baik dan akhlak yang mengagumkan sebab bila para pedagang Arab itu culas dan jahat tentunya para pembeli tidak akan pernah mau berhubungan dengan mereka apalagi belajar lebih dalam tentang agama Islam yang menjadi agama mereka.

Metoda penyebaran agama yang santun ini, tentunya tidak terlihat dalam penyebaran agama kafir (?) di Indonesia. Agama kafir (?) yang datang ke Indonesia adalah agama para penjajah dulunya dan kita semua tahu bahwa misi para Penjajah itu adalah untuk maksud menambah kejayaan negara penjajah, merampok kekayaan negara yang dijajah serta untuk menyebarkan agama dan memaksakan agama mereka kepada negara yang dijajahnya.

Kembali kepada pertanyaan di atas “ Kenapa rupanya dengan Arab ? “ bukankah para ulama dan para santrinya beserta umat Islam lainya yang telah berjerih ber payah – payah mengusir para penjajah Eropa dari negeri ini dulunya. Bukankah fatwa jihad dari para ulama yang sekarang mereka nistakan yang telah membangitkan dan membakar semangat juang para pahlawan yang memerdekakan bangsa ini ?. Mungkinkah pribumi pemeluk agama kafir penjajah mau melawan dan mengusir tuannya ?. Kalau bukan karena fatwa ulama, tidak akan pernah ada Indonesia sampai saat ini.

Apabila benar fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) bisa mengancam Kebinekaan dan Persatuan bangsa ini. Kebinekaan dan persatuan dengan siapa yang terancam ?, Fatwa ulama hanya berlaku mengikat untuk umat Islam saja. Sedangkan mayoritas warga negara Republik Indonesia ini adalah umat Islam. Adakah akal yag masih waras yang bisa menerima kalau mayoritas ingin memisahkan diri dari minoritas ?. Yang benar yang terjadi sekarang adalah, kaum kafir yang minoritas ingin mengusir umat islam yang mayoritas dengan politik adu domba melalui kezaliman penguasa.

Jadi, sejarah telah membuktikan, Tidak ada pilihan lain lagi yang bisa dipilih. Umat Islam harus bersatu padu membela agamanya dan para Ulama Sang Pewaris Nabi. Lupakan para penjilat dan para Ulama Istana yang keimanannya bisa dibeli. Jangan percaya segala bentuk informasi yang belum terbukti kebenarannya, apalagi dari media televisi yang jelas – jelas beritanya sangat merugikan perjuangan umat Islam. Begabunglah mengikuti apel siaga lima kali sehari ( shalat berjamaah ) untuk mengevaluasi kesiapan jihad kita di jalan Allah. Ikuti instruksi para ulama. Songsonglah Kejayaan Islam Yang Sudah Didepan Mata Dalam Satu Komando Takbir … Allahu Akbar …. !!! ( bangsa – bangsa Predator )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.