Inilah Islam Yang Sesungguhnya

Inilah Islam Yang Sesungguhnya – Waktu terus bergulir, tahun berganti dan setiap masa mempunyai tantangannya sendiri. Islam sebagai agama dan kebenaran terakhir yang diturunkan Alllah sebagi pelengkap dan penyempurna serta pelurusan aqidah dari agama – agama sebelumnya yang telah rusak dan dirusak oleh perkembangan peradaban dan konsep akal yang melampau batas, mau tidak mau, islam pasti juga akan terlibat dalam pergulatan tantangan peradaban yang semakin variatif

Tidak bisa dipungkiri, bahwa musuh – musuh islam, dengan berbagai cara dan metoda, strategi serta kelicikannya tidak akan pernah menghentikan usahanya sebelum agama ini hancur dan rusak seperti agama mereka sendiri yang telah rusak. Umat islam saat ini telah didesak dengan sangat hebat untuk meninggalkan istilah “ kafir ” sebagai sebutan bagi orang-orang non-muslim sementara segolongan umat islam yang lain begitu kukuh dan ngotot untuk untuk menempelkan label “ kafir “ terhadap umat islam lain yang tidak sepaham dengan keyakini mereka.

Disisi lain juga, dengan dengan berbagai dalil yang diambil dari agama Hak Azazi Manusia ( HAM ) yang diciptakan oleh pradaban barat yang telah rusak dan hancur sampai ketiitik tak bersisa, para penista agama seperti agama Ahmadiyah dan agama Syi’i atau agama Syiah, dengan leluasa bebas berbuat, bertindak dengan sekehendak hatinya melakukan, penghinaan, pelecehan dan penghujatan serta penistaan terhadap Islam di bawah perlindungan dan pembelaan serta dukungan dan pembenaran atas nama HAM  dan kebebasan beragama dan berkeyakinan

Agama Ahmadiyah dan agama Syi’ah bisa bebas berlindung dibalik HAM dan kebebasan berekspresi untuk menghina dan melecehkan keyakinan dan kebenaran yang dianut dan dipahami islam, sementara umat islam yang ta’at dan menolak penghinaan dan pelecehan atas agama dan keyakinan yang mereka anut serta dengan gigih membela kehormatan dan kesucian agamnya dianggap dan secara sepihak dinyatakan sebagai kaum radikal yang tidak toleran terhadap terhadap nilai – nilai kemanusiaan yang saling menghargai dan saling menghormati dalam tatanan kehidupan global

Kebenaran ajaran islam yang sesungguhnya semakin lama semakin dijauhkan dari umat. Penyampaian kebenaran dengan berladaskan dalil dan nash – nash yang sahih dari Al – Qur’an dan Hadist sebagai sumber kebenaran dan sumber hukum Illahiyah dibenturkan dengan aturan dan tata nilai  SARA ( suku, ras dan antar golongan ). Kebenaran islam yang sesungguhnya hanya diketahui, diamalkan dan difahami serta dipelajari oleh sekelompok kecil orang saja yang sebagiannya juga tidak memiliki keberanian yang cukup untuk menyampikan dan sudah terlanjur hangat oleh selimut SARA. Sementara di sisi lain, para “ ulama istana “ sibuk mencari pembenaran dan pembentukan opini menyesatkan melalui corong media yang terbukti telah memposisikan dirinya sebagai penyambung lidah kesesatan moral dan monster penghancur akhlak dan peradaban

Para kiyai, da’i, mubaligh, ustadz dan penceramah yang seharusnya berada pada posisi terdepan dalam garda pengawal moral dan akhlak serta aqidah umat sebagiannya lebih memilih untuk tunduk dan takluk terhadap lembaran – lembaran rupiah. Aktifitas dakwah yang sebelumnya difahami sebagai salah satu bentuk jihad perlahan maknanya mulai kabur antara perjuangan meraih kesenangan dan kemewahan kehidupan duniawi dengan perjuangan penegakan risalah Allah

Dilorong – lorong sempit, di gang – gang kecil majelis ilmu majelis zikir hanya dihadiri oleh segelintir orang saja karena sebagian besar jamaahnya masih sibuk bergulat dengan kemiskinan dan sebagiannya lagi sangat ketakutan atas label teroris dan cab bid’ah yang dihembuskan secara terbuka oleh pihak – pihak yang tidak ingin melihat kejayaan islam kembali tumbuh.

Sementara di komplek – komplek perumahan elite dan singgasana – singgasana kemewahan, majelis ilmu dan mejelis zikir yang seharusnya jadi tempat dan sarana mendekatkan diri kepada Allah sebagian fungsinya telah berubah menjadi pasar dari anaka bisnis jual beli agama dan aneka bisnis lainnya yang berselimut atas nama dan untuk agama yang pelakunya kebanyakan dari para ustadz dan guru – guru yang dipercaya umatnya.

Sekarang, tahun telah mulai kembali berganti, sebagai pertanda semakin panjangnya waktu yang telah dilalui dalam penegakan kebenaran Islam sebagai agama tauhid terakhir yang maknanya semakin kabur dan dikaburkan. Saat ini dan pada masa – masa mendatang, mungkin tak ada yang harus dilakukan lagi dalam kehancuran dan upaya penghancuran aqidah dan akhlak umat ini selain dari  “ Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah,dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. ( QS : 074 : Al – Muddatsir : Ayat : 1 – 6 )

Demikian. Semoga kajian yang singkat ini bisa menjadi bahan renungan dan pemikiran kita bersama dengan harapan semoga dari tahun ini dan tahun – tahun selanjutnya, islam dan umat islam bisa beramal dan beribadah dalam ketenangan dan terjauh rasa ketakutan serta terbebas dari tekanan dan itimidasi dari antek – antek peradaban Barat dan Yahudi yang telah kehilangan nilai kemanusiaanya. Amin ( Bangsa – Bangsa Predator )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.