Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya

Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya – Mengenal Tuhan adalah pelajaran pertama yang seharusnya diajarkan oleh setiap orang tua kepada anaknya, karena mengenal tuhan dengan segala sifat yang menyertainya merupakan seutama-utamanya kelurusan tauhid yang harus dipahami dan diyakini oleh setiap manusia yang memilki rasa dan akal budi

Nah sekarang, jika kamu ditanya : Siapakah Tuhanmu ?. Maka, Katakanlah bahwa Tuhanku adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang menjadi sebab dari sekalian sebab dan Tuhan tempat bengantung segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.

Itulah Allah, Tuhan, yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Dia Tuhan yang tidak pernah tidur, kekal selama-lamanya dan terus menerus mengurus hambanya. Tidak mengantuk lagi pula tidak pernah tidur. Dia yang memiliki apa-apa yang ada di bumi dan apa-apa yang berada di langit. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Jawaban tersebut tentunya bukan hanya sekedar jawaban yang terlahir dari lisan saja, tetapi merupakan ungkapan hati yang mengandung konsekuensi taat, tunduk dan patuh atas semua perintah yang telah diperintahkan-Nya, baik itu perintah untuk meninggalkan segala sesuatu ataupun perintah untuk mengerjakannya atau secara umum dikatakan, menghentikan semua larangan-Nya dan mengerjakan semua perintah-nya tanpa sebab yang lain selain dari sebab karena Dia. Itulah keyakinan tauhid yang benar lagi lurus.

Lebih jauh, sesungguhnya Asal dari kata ” Allah ” adalah kata ” al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan

Orang-orang kafir menamakan tuhan-tuhan mereka dengan Alihah karena menurut keyakinan mereka berhala-berhala dan patung-patung itu adalah tuhan-tuhan mereka dan tuhan-tuhan itu berhak untuk disembah, sehingga penamaan Alihah bukan berasal dari makna yang dikandung nama tersebut tapi lebih berdasarkan keyakinan waktu itu. Ibnu Atsir menyatakan bahwa nama Ilah diambil dari kata Alihah. Jadi kata Ilah berarti sesuatu yang dianggap tuhan atau yang dipertuhankan

Pemakaian kata Allah sebagai nama bagi Tuhan SWT Yang Maha Esa dalam kosep pemahaman hukum islam bukan pemberian makhluk yang menyembahNya, tetapi merupakan sebutan sendiri oleh Tuhan tentang diriNya, Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang berhak memberikan nama untuk Tuhan SWT. Allah telah memperkenalkan diriNya sendiri dengan nama yang dipilihNya sendiri melalui ayat-ayat tauhid yang dimuat dalam isi kandungan Al-Quran dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW yang dapat dilihat pada kajian-kajian berikutnya.

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dan berapa pendapat-pendapat lain yang terkenal dapat disimpulkan bahwa kata Allah yang dipakai sebagai nama oleh Tuhan SWT merupakan kata serapan dan segala sesuatu yang disembah selain dari pada Allah, termasuk dalam berdoa meminta pertolongan dan menjadi sebab segala sesuatu, maka ia telah dianggap sebagai tuhan. Tuhan yang disembah.

Dalam Kajian ini dinyatakan bahwa sembahan-sembahan itu tidak benar dan sesat, kecuali sembahan-sebahan itu adalah Allah yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa, tuhan yang telah menciptakan semua makhluk dan tuhan bagi semua makhluk yang gaib ataupun yang nyata, sebagaimana yang telah dimaklumi oleh bangsa Arab dalam pengucapan mereka dan dalam Al-Quran yang diturunkan dalam bahasa arab yang mudah dimengerti dan difahami semua manusia yang mau mempelajarinya.

Jadi setelah kita melakukan kajian dalam konsep yang lain, teranglah bagi kita bahwa ternyata Allah bukanlah Tuhan yang sesungguhnya. Allah adalah sebuah nama yang agung yang dipakai oleh Tuhan SWT untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri kepada hamba-Nya. Dan ketika Allah menjadi menjadi Tuhan, maka kepada-Nya teruntuk segala sembah. [ Al-Asma Al-Husna ]

Comments 99

  • Kalau Allah Bukan Tuhan, Jadi Apa Donk ??????????

  • Memasuki dunia tasauf memang memerlukan pemahaman yang lebih spesifik, sehingga kadang-kadang seperti tidak masuk akal, tetapi benar, itulah Allah, sebuah realita yang nyata dan masih bisa dikaji secara lebih mendalam lagi

  • Insya Allah selanjutnya dan secara bertahap akan dicoba melakukan kajian secara lebih mendalam, sehingga menemukan hubungan yang nyata antara manusia dan tuhannya

    terimakasih

  • Ya pastilah cz Allah or apa lah tu kan hanya nama, masa kita nyembah nama sih???????
    Tuhan yang sebenar2nya Tuhan tu apa/ mana / sapa???
    tau ah……. pusing gue!!!!!!

  • aduh berat banget nih bahasannya…walau susah dicerna (oleh saya) tapi, good post 🙂

  • artikel yg menarik , thanks informasinya ….

  • Harus baca berulang-ulang nih postingannya biar gak salah tafsir…
    Dan kalo bisa bahasanya dibuat lugas agar mudah dipahami, karena ini masalah aqidah yang kalo keliru bisa membatalkan syahadat…. Walah kayak ustadz aza… 😀
    2:165

  • blognya keren, bisa buat nambah pengetahuan agama disini

  • jika tuhan sama dengan Allah maka saya akan menjadi orang pertama meneriakkan dengan lantang bahwa itu adalah pendapat yang sangat-sangat salah, karena dalam persepsi Islam Allah adalah LAISA KAMISLIHI SYAIUN sementara dalam agama yang lain tuhan bisa berarati patung, gambar manusia yang disiksa, matahari atau apapun yang mereka anggap punya kekuatan dan kelebihan. ******* ramadhanyr.blogspot.com

  • @legrex: walaupun ‘Allah’ merupakan semacam representasi dari ‘Tuhan’ yang sebenarnya, tidak salah kan kalau kita bilang “menyembah Allah”, dan bukan berarti menyembah namanya, karena ‘Allah’ merupakan Tuhan itu sendiri

  • Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya
    semoga Allah Melindungi kita semua dari kesesatan iblis
    amin

  • Assalamu alaikum wr wb

    Katiko takakok puntuang rokok nan barapi tasabuiklah ”’aduh”’
    Mako banamo lach nan manyangek tadi “”aduh”
    tapi sia nan mangakok ko…

    Salam kenal buya..moga sehat wal afiat.
    wassalam

  • @ Ayruel chana : ha…ha..ha…….aaa
    kadang – kadang ……
    Apolah nan dahulu dari alif
    ( Apkah yang lebih dahulu / awal dari alif )

    salam sukses selalu

    Siranjang namonyo ikua
    sitagun namo kapalonyo
    ..
    .

  • […] Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya […]

  • Assalamu alaikum wr.wb
    Kok siranjang nampak kapalo
    Mangko sitagun nampak kapalo
    A…nan tasabuik….

    Wassalam

  • @Ayruel chana : Sayang pertanyaannya disampaikan dalam bentuk pantun, sehingga saya takut jawabanya nanti menjadi bias

    Tapi apabila saya tidak salah tangkap dari yang ditanyakan ” siapa yang memegang api rokok apabila apinya bernama aduh ? ”

    Pertanyaan ini mengarah kepada makrifat ( penafsiran pantun )
    Untuk menjawab pertanyaan itu secara serius tentunya membutuhkan jawaban yang panjang dan mungkin akan membutuhkan beberapa postingan. ( Insya Allah selesai pembahasan masalah Hakikat Mursyid yang sebelumnya diminta pak Muhammad akan saya sampaikan dari dasarnya secara terperinci )

    Sebagai gambaran awal ( dasar makrifat ) saya sampaikan begini :

    1 Tiada daya tiada upaya kecali dengan izin Allah yang berarti tidak ada sesutu pun yang bergerak, berkehendak terlepas dari kehendak dan kendali Allah swt
    2. Karena Zat Pada Allah adalah Rahasia pada Kita, Sifat Pada Allah adalah Nur Pada Muhammad jadi Nyawa/Roh pada Kita, Perbuatan Pada Allah adalah Tubuh pada Kita sehingga tidak bergerak Zat melainkan bergerak pula Sifat karena diamana ada Zat disitulah Sifatnya Berada
    3. Sebagai perbuatan Allah ( afa’al Allah ), diri itu terdiri atas empat komponen yaitu : Tubuh Jasmani ( kulit, dagig, urat, tulang,hati,jantung,lmpha,paru-paru,buah pinggang/ginjal,Tubuh Rohani ( iman,islam,nafsu dll ), Semangat/Gairah ( yang merasakan sakit dan senang dalam diri ) dan Sifat Allah
    – Hilangkan tubuh jasmani kedaam tubuh rohani,
    – Hilangkan semangat/gairah kedalam sifat tuhan
    kemudian
    – Hilangkan tubuh rohani kedalam sifat tuhan
    maka
    – yang tinggal hanya sifat tuhan semata-mata

    Jadi rasa sakit yang terlontar dari kata ” aduh ” adalah semangat/gairah yang berkuasa dalam diri sedangkan yang memegang pada waktu itu hanyalah bayang-bayang dari sifat zat

    Apabila yang memegang adalah sifat dari zat yang sesungguhnya, maka rasa sakit itu sudah tidak ada karena ” Diri sudah mati ”

    ” Tiadak ada daya, tidak ada kekuatan kecuali dengan izin Allah ” Itulah keputusan dari makrifat pada tahab ini

    Pemahamannya adalah : ” Tidak berhadap hati kepada sesuatu yang lain, tidak juga kepada diri kita sendiri, melainkan kepada zat yang wajib ujud saja ”

    Mudah-mudahan dengan jawaban yang sederhana ini apabila saya tidak salah tangkap dari pertanyaannya bisa memberikan penjelasan dari pertanyaan yang diajukan

    Selanjutnya kalau bisa. Apapun pertanyaanya sampikan kanlah dengan bahasa yang jelas agar nanti bisa juga dijelaskan secara baik. terimakasih

    mohon tanggapan dan komentarnya

    • Mantap..tp kurang jitu
      Terimakaseh.

    • sebelum saya tanya secara mendalam, karena anda sdh bermakrifat ttg Allah, menurut penilaian anda Tuhan itu aku atau aku itu tuhan.

    • Klu menurut q,TUHAN itu api yg terlihat dlm alam semesta ini yg memancarkan cahaya shgg alam ini tampak oleh mata kita.sedang Allah adalah panas itu sendiri yg tdk bisa kita lihat perwujutan panas nya,akan ttp bisa kita yakini bhw rasa panas yg kt rasa ini ADA{ALLAH} Yg tdk beranak at diperanakkan srt tk semisal apapun.als sang{ABSOLUT ABADI}.ataukah selama ini ada mahluk yg dpt melihat at wujut panas dr api?imaaf ini perumpamaan sy pribadi.jd kita tdk menyembah tuhan{alam/wujut api/cahaya}.akan ttp Allah{sang absolut/panas api yg abadi}yg kt wjb sembah.jd Tuhan disini adalah sbg prasarana{wasilah} bg yg meng imani adanya api yg sesungguhxa utk disembah.

  • Assalamu alaikum wr wb

    Alhamdulillah…sebenarnya memang arah nya kesana.memang terkadang kita butuh bahasa samaran,untuk tujuan tertentu.akan tetapi kapan umat ini akan mengerti,kalau seluruhnya disamarkan…
    Sedangkan pantun ke dua ..hanya mengisyaratkan setelah menciptakan dan sebelum diciptakan ,Ucapan(perkataan atau juga perintah) apa yang diucapkan ALLAH..?

    dan saya insya ALLAH menangkap maksud permintan anda akan berbahasa indonesia,agar yang lainnya pun bisa mengerti,bukankah begitu?

    Wassalam

  • @Ayruel chana : Alhamdulullah juga dan semoga Allah merahmati kita semua. amin
    – Benar juga, Al-Quran juga banyak bahasa majasnya

  • Cukup bisa dimengerti postingan ini.

  • @exelinca: Terimakasih atas dukungan dan kunjungannya

  • hati2 bro, sebaiknya gunakan bahasa terutama judul yang tepat… klo judulnya seperti itu, bahayanya nanti banyak orang2 awam yang nanti baca artikel ini jadi salah tafsir dan berujung kepada kesesatan !!
    dan dampak yang lebih buruk lagi bisa menghancurkan agama islam, dan itu menjadi tanggung jawab bro yang nulis artikel,,! meskipun bro gak bermaksud demikian, tapi kata2 yang bro terlalu berani dan bisa menimbulkan kontroversi dan dampak yang lebih buruk

  • saya menyarankan sebaiknya tulisan untuk judul untuk di ubah karena dapat membuat bingung orang yang membacanya …apa lagi bila orang tersebut awam sekali maka pasti bingungnya apa lebih baik situs ini diisi mengenai sanat-sanat hadist.

  • DASAR WEB MURAHAN!!

  • KUTIPAN TULISAN DI ATAS
    sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan
    ……………………………………..

    SAYA INGATKAN PADA anda PENULIS ARTIKEL INI UNTUK BELAJAR DAN MEMAHAMI BAHASA AL QUR’AN LEBIH SEKSAMA. PEMAHAMAN anda TENTANG “ALLAH” DARI ‘AL-ILAH’.
    JELAS JAUH MENYIMPAMNG DARI MAKNA YANG HAKIKI TENTANG ALLAH ITU SENDIRI MENURUT KITAB SUCI AL QUR’AN.
    AL QUR’AN MENYEBUTKAN DENGAN TAMBAHAN DARI BEBERAPA HADITS YANG SAHIH, BAHWA “ALLAH” BUKAN JAMAK DARI ‘AL-ILAH’ ALLAH ADALAH SEBUTAN TUNGGAL NAMA DIRI ALLAH ITU SENDIRI DAN TIDAK DAPAT DISAMAKAN DENGAN APAPUN JUGA, SESUAI DENGAN SIFAT ALLAH YANG TUNGGAL.

    ////////////////////////////////////////
    DAN TULISAN INI SAMA PERSIS DENGAN MAKALAH SEORANG NASHARA PADA PEMBAHASAN “SEJARAH TUHAN”.
    HATI-HATI WAHAI SAUDARAKU MUSLIM.

  • @all : Terimaksih atas kunjungan dan sumbang saran dan kritikannya, semoga menjadi ibadah yang meperlapang jalan menuju Ridha Allah SWT. Amin

    @arizz : Memang judul yang saya buat untuk postingan ini agak kontroversi terutama untuk orang yang awam, namun karena kajian ini membahas tentang proses pencarian manusia terhadap Tuhannya, tentunya saya harus memulai dari awal, walau sesungguhnya kajian yang disampikan dalam blog ini lebih bertujuan untuk pemahaman hakikat tauhid pada tingkatan menegah ke atas secara bersambung sesui katagori yang ada, sehingga saya merasa belum mendapatkan alasan yang cukup kuat untuk mengganti judul dan menghapus postingan ini. Demikian mohon dimaklumi

    @penegak : mengenai saran untuk mengganti postingan dengan sanat-sanat hadist, sepertinya saya agak kesulitan untuk menyampaikannya, karena ilmu dan wawasan yang saya miliki sangat jauh dari cukup tentang itu.

    Sedangkan Kajian Hakikat Tauhid yang jadi materi utama blog ini merupakan basis ilmu yang sedikit pernah saya pelajari melalui beberapa orang guru tariqat dan beberapa literatur yang sesuai dan menunjang ( keculai postingan kopi paste yang terpaksa saya tampilkan karena sedang tidak ada kesempatan untuk menulis dan faktor lain ) tapib terimaksih atas sarannya. semoga Allah merahmati kita semua. amin

    @mahyun : terimkasih atas komentarnya, semoga Allah memberkahi saya dengan kemampuan yang lebih baik pada postingan selanjutnya ( ini postingan pertama dari blog pertama saya )

    @agungalit : Benar. Kata “Allah” memang bukan jamak dari “al-Ilah” tapi ‘al-Ilah” merupakan asal kata dari kata “Allah” yang kemudian dipakai Tuhan SWT sebagai nama-Nya, sehingga kata “Allah” itu merupakan nama Tuhan yang bersal dari unsur serapan dari kata yang sudah ada sebelumnya, bukan kata yang baru, dimunculkan Tuhan dalam Al-Quran seperti Alif Lam Mim dan rangkaian huruf yang lainnya dalam Al-Quran seperti Yaasiin dll, Semua itu adalaj kata baru yang tidak ada sebelumnya pada bahasa manusia.

    Tentang : BAHWA “ALLAH” BUKAN JAMAK DARI ‘AL-ILAH’ Saya rasa saudara kurang teliti dalam memahaminya yang saya sampaikan adalah

    ” Lebih jauh, sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan ”

    Jadi bentuk jamak dari “AL-ILAH” adalah “ALIHAH” bukan ” AL-ILAH ” adalah bentuk jamak dari kata ” ALLAH ” tapi AL-ILAH adalah asal kata dari kata ” ALLAH ” yang kemudian dipakai menjadi nama dari Tuhan SWT atas kehendak-Nya sendiri. Demikian jawaban saya

    Tentang makalah “SEJARAH TUHAN” yang dibuat oleh orang NASHARA terus terang saya belum pernah menemukan dan membacanya. Bila saudara berkenan, mohon dikirimkan pada saya via email, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi saya serta orang lain dan terimakasih sebelumnya

    Selanjutnya, semogga seluruh saran, kritikan dan pendapat yang telah disampaikan tentang tulisan saya dengan tujuan kebaikan untuk umat, semoga dinilai Allah sebagai sebuah Ilmu yang bermanfaat yang akan melapangkan jalan berkah dan hidayah-Nya. Amin

  • Acungan jempol deh untuk blognya. Berat juga kajiannya, Maaf ada “tapinya” mungkin bagi yang berjalan di syariat akan pusing bila harus memahami tariqat apalagi tariqat mesti bisa “antal mactu qoblal mactu’ harus tahu Dat Sifat, Asma & Af’al Allah apalagi dengan dalil Man aroffa nafsahu faqod aroffa robbahu waman arroffa robbahu faqod jahilan nafsahu kalo kata Seikh Siti Jenar manungal kaulaning gusti (bisa bergidik)bo…salah salah dikataain aliran sesat. Maaf bila saya salah2 kata

  • Tuhan ya Allah itulah Tuhan yaqng sesungguhnya……. maunya siapa lagi yg jd ALLah ???????????????

  • Asalammualakum…wr..wb
    tuhan adalah ALLAH SWT emang ada yang tau ga nama ALLAH SWT sebelum adanya bumi,belum ada langit…belum ada semesta alam ini yaitu di alam zah…bahkan belum ada nur muhammad…dan kemudian setelah adanya nur muhammad barulah tuhan, menamakan dirinya ALLAH SWT.makan nya barulah awal syahadat pengakuan kulimah yaitu ASHADUALLA ILLA HA ILLALLAH….kemudian kun kata ALLAH SWT. tercipta 7 langit 7 bumi maka barulah muhammad menjadi rasullullah maka sempurna kulimah islam
    WA ASHADUANNA MUHAMMAD DARASULULLAH, maka nya dikatakan dua kalimat syahadat dua kali kita membaca syahadat…mengaku umat nabi muhammad dimanakah letak syahadat…

  • Gitu aja kok repot…. Allah mau dipakai nama apapun ya tetap Allah…Tuhan….. Repotamat dengan mempertentangkan itu yg malah jadi sumber bahan pertentangan dan banthan serta permusuhan…..

  • @Eyang Kumincir ; terimkasih atas kunjungan dan dukungannya
    @moro :Sebelum Tuhan bernama Allah, Nama-Nya HU, tempatnya di Alam Sunyi ….. , Letak syahadat ada di Rukun Islam. Trim’s
    @koko : Blog ini hanyauntuk mecegah dan mengingatkan kita agar jangn terjebak dalam perilaku syirik dan berbuat kesyirikan. terimkasih atas kunjungannya

  • perkenalkan saya sebagai orang awam, jangan sampai terjebak kepada tipu daya syaithon laknaktullah

    Kembali kepada Alquran dan hadist
    Surat Yunus 32 jelasss-jelasss siapa tuhan kamu yang sebenarnya?

    SURAT YUNUS AYAT 32
    Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?

  • Assalamau’alaikum Wr. Wb
    Maaf Numpang lewat..
    Saya tertarik dengan pembahasan “Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya”
    Saya tidak mengerti dengan maksud perkataan ini.. Karena sebelum ada yang menyemabh Tuhan yang lain, Allah lah yang pertama kali disembah.. Baru kemudian bermunculam Tuhan-Tuhan baru..

    Yang dinamakan ILAH /TUHAN , sesuatu yang disembah, baik itu Ilah yang hak atau bukan.
    Dan kalimat Allah saya rasa bukan dari asal kata ILAH. Karena kata jama’nya Ilah itu ALIHAH /Tuhan-tuhan. Dan lagi pula, kalimat ALLAH dalam membacanya sangat unik.. bacaan seperti ini tidak ada dalam Bahasa Arab. Karena tidak biasanya bacaan dua LAM (L) dibaca tebal. Contohnya kalimat ALLA’I, ALLAWATI dll. semua itu dibaca tipis..
    Ini membuktikan bahwa Nama ALLAH bukan dari kaliamt ILAH dan semacamnya..
    Terim kasih

  • Subhanallah…
    sedikit menambahkan,
    tanpa kata Allah kita akan sulit menyembahnya…

  • salam. kita menyembah tuhan pemilik nama allah itu. allah adalah nama kepada Zat tuhan yang memperkenalkan Zatnya sebagai Allah SWT. sebelum bernama Allah, tuhan itu bernama HU (juga sekadar nama kepada Zat Tuhan itu). kita dibenarkan membayangkan segala yang yang nampak dan ghaib tapi tidak sekali-kali (mutlak) dibenarkan membayangkan Zat Allah(HU) itu. mohon komentar. wassalam.

  • ALLAH memang adalah nama yang di perkenalkan kepada makhlukNya agar mengetahui rahasia zatNya.
    aQ pernah bertanya kepada orang yang punya ilmu lebih dari aQ..katanya nama Tuhan yang sebenarnya itu ada..dan hanya orang2 pilihan yang di beri tahu..katanya juga nama Tuhan itu ada 100 dan yang kita semua tahu cuma 99 saja..itulah nama yang di dalamnya melekat sifat-sifatNya..dan nama yang satu lagi sebagai penutup untuk zatNya itu kita makhlukNya tidak bisa tahu kecuali yang mendapat hidayah dari ALLAH itu sendiri..katanya lagi kalau yang tahu nama yang ke 100 itu..semua segala hasrat dan keinginan akan tercipta lewat kata dan pikiran kita sendiri..segala yang kita inginkan bakal jadi kenyataan..begitulah yang aQ dengar dari orang yang punya ilmu itu..
    wassalam.

  • ALLAH ADALAH ISMU ZAT, JANGAN SAMPAI MATAHARI TERDINDING OLEH CAHAYA NYA, KARENA CAHAYA ADALAH SIFAT MATAHARI NYA, TAPI MATAHARI DAN CAHAYA NYA SESUATU YANG TAK TERPISAH, ADA NYA ZAT BERSAMAAN SIFAT ASMA AF’AL, MENGENAL CAHAYA NYA TAPI TIDAK MELIHAT BENTUK ZAT MATAHARI NYA,PANGENALAN YANG TAK SEMPURNA. ADA NYA ALLAH QIDAM ZAT SIFAT ASMA AF’AL, TIDAK SEPERTI MANUSIA SA’AT LAHIR SETELAH BEBERAPA HARI BARU MATA BISA TERBUKA, SETELAH BBRAPA BULAN BARU BISA MERANGKAK, KEMUDIAN BISA BERJALAN, DATANG NYA TIDAK BERSAMAAN. TAPI KALAU ALLAH ADA NYA BESERTA ZAT SIFAT ASMA AF’AL. MAHA BESAR ALLAH YANG TIADA PERUMPAMAAN YANG DAPAT MENYERUPAI NYA. TIADA HURUP TIADA SUARA, LAA TA’YUN LAISYAKAMISLIHII SAY’UN. KENALLAH TUHAN MU DENGAN KESEMPURNAAN, MINTA LAH HIDAYAH AGAR DIA MAU MEMPERKENAL KAN DIRI NYA, KARENA KITA MANUSIA TIDAK MAMPU MENGENAL TUHAN KECUALI ATAS PERKENALAN NYA JUA. TRIMS.

  • HAI SAUDARA KU, COBA KITA TANYA AKAL PIKIRAN KITA YANG MEMIKIRKAN ALLAH TUHAN ALWAHID, HAI AKAL KU YANG MEMIKIRKAN TUHAN,APA SIFAT MU, BAGAIMANA BENTUK MU, APA WARNA ZAT MU… APAKAH AKAL PIKIRAN MU MAMPU MENJAWAB SEMPURNA, PADAHAL AKAL PIKIRAN MU ADALAH BAGIAN DARI DIRI MU, APA LAGI ALLAH YANG SERBA MAHA, KITA INI BAGAIKAN SETETES AIR DARI LIMPAHAN LAUTAN ILMU ALLAH.. ALLAH TETAP ALLAH, TUHAN WAHIDULAHAD.ASMA NYA TAK TERBILANG, SIFAT NYA TAK TERHINGGA, ALLAH TIDAK BERHAJAT DENGAN APAPUN,BIAR PUN ASMA NYA TAK DI SEBUT SEBUT, ALLAH TETAP MAHA SEMPURNA ALLAH MAHA KAYA DGN ZAT NYA, DIA MELIPUTI SEMUA NYA,BIAR LAH AKU LUPA DENGAN NAMA KU KARENA AKU TERKESIMA DAN TERPESONA DGN KEBESARAN ALLAH, SERAHKAN LAH TAJALLI MU SEPENUH NYA KEPADA KU DUHAI MAHA RAJA KU…..

  • Semoga kelak semuanya akan benar-benar sadar bahwa Allah hanya konsep, bukan Tuhan sesungguhnya. Carilah Tuhanmu yang sesungguhnya, yang ada didalam dirimu masing-masing. Lepaskan semua Konsep dan mulailah Kenali dirimu sendiri maka kamu akan mengenal Tuhanmu Yang Sesungguhnya.

    • semalam aku bertemu dgn istrimu! kami janji bertemu d hotel! dan mulailah kami berdua melepaskn kerinduan kami yg terpendam selama ini! aku menariknya seketika itu jg k atas kasur. dapat kulihat rajut wajah istrimu dia sangat menikmatinya! dia mulai mnjilati kemaluanku dan aku pun mnjilati kmaluannya! sungguh dia sangat mnikmatinya ktika aku menggoyang bertubi-tubi kmaluannya!

      apa boleh aku berkata bgitu kpdmu? apa yg terlintas d benakmu jika aku brkata demikian? sama halnya ktika anda berbicara tentang Allah sprti di atas! bkn di dunia ini tmptnya perkataan sprti itu! tapi di dalam alam yg tanpa huruf tanpa suara! sungguh hukumnya kmu telah kafir di dunia ini! paham? kmu tlah melanggar syariat yg tlah di turunkanNYA!

  • Apakah Allah itu nama diri atau nama generik? kalo nama diri berarti nama ini merujuk kepada sesuatu wujud yang dinamainya. kalo nama generik berarti dia merujuk kepada sebuah kategori, yang tentu saja berupa konsep.

    kalo Allah itu sebuah nama konsep, maka kita bisa ganti dengan nama apa saja, asal konsepnya sama.

    kalo Allah itu nama diri, maka secara otomatis otak kita akan membayangkan sebuah wujud ketika mendengarnya. padahal Allah itu tak serupa dengan apapun yang kita kenal. jadi kalo kita yakin Allah itu nama diri kemudian kita disuruh tidak membayangkan apapun ketika menyebutnya, itu sama saja dengan menyuruh kita menyebutkan sesuatu yang tidak ada maknanya sama sekali.

  • Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Tuhan Itu Zat Yang Maha Awal,Allah itu nama Zat dari Zat yang Maha Awal.kalo di kaji dari huruf ijaiyah
    Alif itu lambang dari Tuhan dia Slalu terpisah,dan berdiri sendiri.dan Lam,Lam,dan Ha itu Alam semesta beserta isinya.maka kalo tidak ada alif bisa dibaca lillahi/a/u,lallahi/a/u,lillihi/a/u.dsb.maka itu bukan lah nama dari Tuhan yang Hakiki.Jadi Allah itu nama dari Tuhan Yang Hakiki.karena Zat Tuhan ada di mana-mana.Begitu juga Ada pada nama -Nya.yang demikian itu merupakan tanda-tanda Tuhan itu Ada,nyatanya Tuhan Itu ada,ya,karena adanya yang ada.
    seperti ada-Nya pada nama-Nya.

  • @Sindang Kencana : terimakasih atas masukannya, tetapi mungkin harus saya luruskan sedikit yaitu :

    ” Zat Tuhan ada di mana-mana ”

    yang mungkin bisa berarti banyak. seharussnya

    ” Tuhan itu meliputi sekalian alam ”

    terimkasih atas kunjunga dan dukungannya

  • I like what you guys are up too. Such intelligent work and reporting! Keep up the excellent works guys I’ve incorporated you guys to my blogroll. I think it will improve the value of my site :).

  • This brought to mind an old chinese proverb. However can not remember how it went.

  • pembahasan yang mantap
    seperti dalam kitab wirid hidayat jati lengkap mulai awal kejadian sampai kembali kepada-NYA

    Memang agak berat bahasanya untuk awam
    Tapi kalo da mengerti mejadi bahasan saling tukar pemahaman

    Salut buat penulis saya acungi 100persen jempol

  • ADA RAHASIA DI BALIK RAHASIA…

  • ” Allah adalah syahaadad Dia, hamba syahaadad umatNya

  • Jangan pernah mencari Tuhan didalam diri…Allah itu SATU dan tiada sesuatupun yang menyerupaiNya, akan tetapi kenalilah diri sedalam – dalamnnya..karena yang didalam diri itulah yang tau betul dengan Tuhannya.
    Kalau kita mengatakan mencari Tuhan didalam diri, berarti kita sudah men sejajarkan aqidah kita dengan kaum kafir yang mempunyai banyak tuhan, SYIRIK”

  • KITA SEMUA PASTI SETUJU, KALAU KITA SEMUA INI ADALAH “MANUSIA”…AKAN TETAPI MAU KAH KITA DITEGUR/DIPANGGIL DENGAN..HAI MANUSIA ???
    LEBIH KURANGNYA SAYA MOHON MAAF LAHIR BATHIN..KIRA-KIRA SEPERTI ITULAH POSISI SEBUTAN “ALLAH”

  • Assalamualaikum Wr Wb
    Kalau lah Kita mau mengenal Tuhan, Tuhan akan menunjukkan dirinya.
    Blog ini bagus, tetapi bukan begini cara untuk mengenal Tuhan. HArus lah diingat, Rasul mengenalkan dirinya dan Tuhan nya selama 13 tahun. Mengapa anda koq segampang ini mengenalkan diri (Zat) Allah. Dan pada akhirnya saling menghujat.

  • Fasal pada mengatakan Tuhan yang bernama Allah itu, ilmu dan akal manusia hanya mampu menyatakan Dia itu begitu dan begini. Namun Para Ariffbillah ada mengingatkan : “ARAFTU RABBI BIRABBI….” – Aku kenal Tuhan-ku dengan Tuhan-ku. Maknanya tanpa limpah kurnia izin-Nya, Dia Allah itu tidak bisa dikenal… Allahu’alam Wasalam…..

  • Qs.57(3), tafsirnya…Dialah yang awal dan yang akhir, yang lahir dan yang bathin. Dia maha mengetahui segala galanya.
    Semoga Saudara saudaraku kaum yang berserah diri dapat hidayahNya setelah membaca ayat ini…aminn Ya Rabbahu annii

  • Semua kaum muslimin tentu setuju, kalau ibadah sholat itu baik yang wajib sekalipun yang sunatnya, adalah sarana untuk berkomunikasi lansung dengan Allah TANPA PERANTARA…setuju ??????????????
    Mari kita simak disetiap laafas bacaan dalam sholat yang kita dirikan… mulai dari doa Iftitah Sampai salam,,,coba kita simak dan teliti betul…
    ” PERNAHKAH TERUCAP OLEH KITA SEPATAH KATA ALLAH DIDALAM SHOLAT KITA ITU TADI “…jawabannya ” TIDAK SATUPUN TERRUCAP KATA ALLAH…
    Kita berkomunikasi lansung loh dengan Tuhan kita tanpa perantara…
    Kenapa yach…diluar sholat dengan mudahnya kita berkomunikasi dengan Tuhan kita ( yang tidak ada KATA kalau memang betul betul sedang RASA…) dengan memanggilNya Allah…

  • Kita ini memang MANUSIA LOH, kalau ada yang bilang saya tidak manusia tentu saya akan marah besar…..tapi maukah kita dipanggil oleh seseorang, ” Hai MANUSIA “

  • Kalo kita sebut perkataan Tuhan banyak-banyak berterusan, lama kelamaan perkataan Tuhan bisa jadi Hantu. Oleh itu isbatkan terus nama-Nya “ALLAH”, sebutlah nama Allah banyak-banyak…

    Allah adalah nama yang diberikan nama. Oleh siapa? Tidak tahu. Sebelum Dia bernama Allah, adakah nama-Nya yang laen dari nama Allah? Jika ada, apakah nama-Nya? Juga tidak tahu. Namun kita ada diberitahu, tetapi hanya sedikit. Yang Maha Tahu Hanya Dia Allah Ya-Alimu.. Allahu’alam Wasalamu…

  • Bikin aja judulnya menjadi Siapakah Tuhan kita…terus diarahkan kepada Lailaaha Illallah (tiada Tuhan kecuali Allah) mungkin lebih pas …..kalu judul diatas kontradiktif dengan uraiannya wassalam….

  • Jadi Apakah Kalimat Tauhid “Lailaha Illallah” yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah bermakna:
    1. Sudah Tidak Ada Tuhan lagi kecuali Allah
    2. Allah itu bukan Tuhan karena “Sudah Tidak Ada Tuhan lagi” !!??
    Sepertinya masih belum “Tepat” Ya….karena akan kontradiksi dengan kalimat dlm Quran yg artinya….”Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu, inilah Jalan yang Lurus”. Kalau kita masukkan pengertian Allah bukan Tuhan yang Sesungguhnya akan menjadi: “Sembahlah (Bukan Tuhan yang Sesungguhnya) Tuhanku dan Tuhanmu….” Menjadi Kontradiktif Kan….!!
    Menurut saya kata Ilaha sendiri sudah bermakna “Lebih dari Satu, namun masih Satu Type atau Satu Jenis (satu Zat)”, sedangkan kata “Aliha” yang berarti Jamak memang ” Berjumlah Lebih dari Satu dan Bermacam-macam type atau Berjenis-Jenis (banyak Zat)”.
    Jadi arti sebenarnya kata “Lailaha Illallah” adalah Tiada Tuhan Yang Lain selain Allah, sehingga bermakna:
    1. Sudah Tidak Ada Lagi Tuhan yang Lain (Baik dalam Jumlah dan Jenis atau Zat) Selain Tuhan Allah.
    2. Jadi Allah adalah Tuhan Yang Satu Baik dalam Jumlah maupun Zat.
    3. Jadi Allah adalah (masih) Tuhan yaitu Yang Maha Esa.
    Jadi apabila kita masukkan dalam kata ” Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu….” menjadi “Sembahlah Tuhan Yang Maha Esa Tuhanku dan Tuhanmu….”Wa’allahu bi showab.

  • Kalau menurut pemahaman saya kata TUHAN itu adalah apa saja atau sesuatu yang kita ikuti berarti itulah Tuhan.
    Biasanya manusia itu lebih cendrung untuk mengikuti Hawa nafsunya maka berarti itulah Tuhan buat mereka walau mereka tidak menyadarinya bahwa mereka sedang mempertuhankan si Hawa Nafsu itu.

    Allah Swt datang untuk mengajarkan kepada kita untuk selalu me Wiridkan kalimat ” Laa Illa Ha Illalla ” atau Tidak ada Tuhan selain Allah agar supaya si Hawa Nafsu itu tidak menjadi dominan didalam diri kita atau si Hawa Nafsu tadi ditundukkan dengan kalimat tersebut. Apabila si Hawa Nafsu tadi telah tunduk dan mengikuti kemauan dari sang Khaliq maka kondisi inilah yang disebut dengan pencerahan dari Allah Swt atau terbitnya Nur Iman didalam hati kita. Nur ini pulalah yang akan mengantarkan kita kepada KEYAKINAN atau KESADARAN akan Tuhan itu

    Perhatikan Firman Allah berikut ini :

    Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? ( jatsiyah 23 )

    Apabila kita mengikuti kemauan dari hawa nafsu maka Allah mengatakan kita sedang bertuhan kepada Hawa nafsu.

    Jadi nampak disini apabila kita tidak berhati- hati maka peluang kita untuk mempersekutukan Tuhan dengan Hawa nafsu sangatlah besar sekali. Kita menyangka sudah taat kepada Allah dan sudah mengerjakan apa- pa yang diperintahkan Allah padahal kita sedang mengikuti Hawa nafsu atau sedang mencampur adukkan antara Haq dengan Bathil sedang kita tidak menyadarinya.

    Dan untuk mengantisipasinya keadaan ini maka perlulah kiranya kita selalu banyak istigfhar dan mengekalkan diri dalam mengamalkan kalimat Tauhid sebagaimana dengan apa yang diajarkan oleh NabiIbrahim kepada Anak- anak keturunan mereka.

    Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu. ( Azzukruf 28 ). sekian Salam kenal – Edi

  • Kalau ada yang bilang Allah itu bukan Tuhan yang sesungguhnya..subhanallaah…., begini kaum muslimin, ” kita ini memang MANUSIA”…ada gak diantara kita kaum muslimin yang mau dibilang bukan manusia ?????,…..tapi mau kah anda semua dipanggil dengan sebutan,” Hai Manusia”
    Sama juga Allah itu memang TUHAN, tapi jangan panggil se enaknya saja…
    jika anda kaum muslimin menceritakan atau ditanya atau berkhotbah, memang kata yang tepat, ” sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhan engkau”
    tapi jika berkomunikasi dengan Tuhan..terlalu JUMAWA..kalau kita memanggilnya Allah…tak satu ayatpun didalam Al-Quran yang mencontohkan, baik itu Nabi – Nabi, Rasul – Rasul, maupun orang-orang beriman yang dicontohkan dalam kitab yang berkomunikasi dengan Sang Khalik dengan memanggilnya “ALLAH”….Salamuun alaika..

  • Jadi kesimpulanya…Allah itu memang Tuhan, tapi Allah yang mana yang Tuhan kita itu ?????
    Kaum kafirpun kalau ditanya Rosulullah, ” siapa Tuhan engkau, merekapun kaum kafir menjawab sama yaitu ALLAH

  • Jangan hanya sebatas perasaan sudah ngomong begini begitu tentang Allah… yang Dzat la, yang ini la,..La ilaa…la.
    Kenali betul, sehingga tidak perasaan lagi yang diceritakan, tapi…
    …RASA yang betul- betul, akan keberadaanNYA.
    “Allah itu Syahadad Dia, hamba syahadad umatNya”
    Ampunilah umatmu ini ya RabbaHUU annii, hanya sedikit umatMu yang tahu akan Engkau…

  • “Allah itu bukan nama, tapi Tuhan yang sesungguhnya”, tiada lagi Tuhan selain Allah…
    Manusia itu juga bukan nama, tapi makhluk yang paling mulia disisiNya…
    Al-Quran juga menjelaskan, Allah itu mempunyai banyak nama.. sekali lagi ” ALLAH ITU MEMPUNYAI BANYAK NAMA”, serulah Dia dengan nama-namaNya yang indah itu.

  • Your website though I had produced a brand new a doubt. I will be merely not really beneficial whether it’s the most effective spot to question,

  • Several thanks for fantastic information, this really is helpfull for me personally. I’ll again tomorrow to locate a brand new challenge.

  • ُا سَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
    Yang anda tulis diartikel ini. Saya tidak bisa menyalahkan.Tolong,hati2 dlm stiap mnulis sebuah artikel yg sperti ini,bahaya.apa lg yg merespon sampai segitunya.sbb sdikit saja melenceng akan menuju ke kafiran,kl anda belum nYampai,jgn sesumbar,kasian dgn saudara2 yg lain,jgn sampai gara2 tulisan anda yg kurang pas dlm penyampaianya.menjadikan orang lain tidak percaya.na’udzubillah,

  • terlalu mempersulit keadaan, kalau yang masih awam baca tuh judul jadinya bisa kafir beneran.. jangan buat sensasi berikan kemudahan orang tuk memahaminya karena umat muslim di bumi ini tidak semua intelektual

  • Tuhan bukanlah allah nya alquran injil dan kitab lainnya.
    TUHAN ADALAH SUATU ZAT TUNGGAL YG TIDAK MEMILIKI TEPI, PINGGIR ATAUPUN BATAS ZAT.

  • allah cuma utusan tuhan<<<<tuhan itu rahasia tanpa diketahui…kalo allah itu tuhan yang non islam ga punya tuhan donk…kenapa juga diciptain penghianat yang non islam

  • ALLAHU AKBAR…. IBLIS MENASEHATI NABI ADAM MAKAN BUAH KHULDI… TERJADI LAGI…. ILMU HAKIKAT, HUH… IBLIS EMANG PALING PINTER NYESATIN MANUSIA.

  • “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

    Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kapada Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    (Qs. Al-Mu’min : 60)

    Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kapada Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kapada Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kapada Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

  • Assalamualaikum Rahmatullah @ sesungguhnya ILMU allah yg dtang padamu itu hanya sdikit sekali.jika kalian ingin mempelajari siapa anallahu ahad itu di dalam buku,biar kering air lautan tak kan cukup menuliskan nya di dalam buku.bahas aja diri kalian.terlalu naif bagi kalian membahas tuhan pencipta langit dan bumi beserta isinya ini,hanya dengan bermodal akal yg terbatas.kualat ente sembarang bicara tentang apa2 yg ente sendiri tdk ada ilmu di situ.”orang kafir serta pendusta.pakai jubah kaya pendeta.hatinya busuk hatinya buaya,lain di mulut lain pula di rasa.” ilmu jahir memecah kata,yang satu di belah dua,ilmu ulama jangan di percaya.kalau ulama masih berdusta.” wassalam.

  • Sucikanlah nama tuhanmu yg Maha tinggi

  • Look closely and you might see a ding in the paint, or a spot where water has gotten under the polyester and made a bubble.
    Apart from these, the yacht charters in Croatia also offer catamarans
    for large family with children. These charters are strongly built keeping into mind
    safety of all those who will board the cruise,
    even the ones who take the trip as adventure.

  • Artikel ini tidak hanya dapat di terima nalar saja tapi butuh pengalaman dan pembuktian ghaib.Jadi cukup sulit untuk di buktikan dengan mata yang melihat dan telinga yang mendengar.Disini butuh meng-asah qalbu atau bathiniah.

    Sebelum mengenal Allahnya kita perlu mengenal diri kita terlebih dahulu.Didalam diri terdapat Dzat Allah dan nur Muhammad.

    Jika kita dapat mencapainya, Allah SWT akan menjadikan kita sebagai waliyullah.Kembali lagi kepada firman Allah SWT sejak awal sedia kala bahwa manusia adalah khalifah.Kenapa kita tidak berfikir bahwa para sunan dapat menjadi waliyullah.Itu bukan karena pilihan Allah SWT.Akan tetapi karena ketauhidan dan makrifat seseorang.Jika para sunan saja bisa kenapa kita TIDAK?

    Memang betul Allah SWT penuh dengan kerahasiaan.Dari nama Allah sendiri, Dia memberitahukan pangkat-Nya.Allah adalah pangkat tertinggi.Tidak semua makhluk-Nya yang tahu ‘ismun’ sebenarnya.

    Maka dari itu jika kalian masih berdebat, segerakanlah cari pembuktian-pembuktian oleh Anda yang ada dalam diri Anda!!!

  • disini kampungnya orang2 goblok , bodoh , dengar baik2 goblok,, sareat , tarekat , hakekat , itu hanya jalan utk menuju makrefatullah.. dan makrefatullah di kembangkan lg menjadi laduni … ngomongnya makrefat tp bahasanya pake sareat dan tarekat itu namanya blooo’oon… malas baca2 dg orang bodoh krn diri ini ketularan bodohnya … hahahaha …

  • Jangan bingung.. Lo(yg nulis dan semua yg komen sebelum dan sesudah ini termasuk gwe)kumpulin aja semua mahkluk di selurul alam apapun dunia dan akhirat otak/akal pikir mereka semua ga akan sanggup/mampu dan ga akan pantas membahas hal ini.
    Saat sebelum Lo mulai berfikir Tentang Allah Tuhan pencipta seluruh tuhan yg lo sembah lewat berbagai ajaran dan agama di zaman Lo hidup disanalah Allah ada dan lo mulai mengenalnya melalui daya pikir Lo itu..Allah telah memikirkan ini jauh sebelum Lo hidup.. BENAR SUNGGUH TIDAK PANTAS BROO.. Sementara untuk berpikir tentang apa hati kecil Lo aja Lo ga mampu/sanggup, padahal di sana Allah ada dalam diri Lo.. Beribu ma’af ya Broo semoga kita dilindingi Allah..

  • kematiaan lah yang bisa kita untuk mengenal tuhan,masa hidup kita hanya hanya izin tuhan.

  • Pendapat saya tuhan itu adalah Sang pemilik nama Allah, Bukan namanya tapi yang hak atas nama Allah

  • semuanya sudah faham, resapi masing2 aja lagi.lihat terus hanya DIA NYATA DIMANAKAH KAPANKAH BELUMKAH SUDAHKAH, SUDAHLAH, kamu ingin berpalingpun DIA DIDEPANMU tapi sadarkah kamu, DIA PALING SETIA, semuanya sudah diberi pencerahan, jangan palingkan langkah, walaupun harus sirna dan lenyap.

  • artikel ngawur bin konyol. logika syirik dan nenyesatkan umat
    islam. jls” Allah dlm islam itu adlh tuhan yg sesungguhnya yg disembah bkn logika otak syirk mengalihkan sst yg tak pasti.
    ditanya siapa tuhan sesungguhnya malah jwb lain kali.
    seharusnya judulmu itu lain kali juga kamu bikin setelah anda tamat.

  • Dimana titik “ba” berada dan. Apa itu titik. “Ba”

  • Dimana-mana, Allah ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, nggak boleh diganti-ganti, tolong perbaiki blognya ya

  • author salah dengan membahas kajian seperti ini dalam blog yang menciptakan banyak kebingungan bagi umat muslim yang membacanya. lain kali klo buat artikel harus jelas sumbernya yg pastinya adalah Al-Quran.

  • Allah itoe nama
    Tuhan tujuan
    Jdi pkir aja msing msing

  • datang nya dari allah dan kembali nya pada allah.
    itu lah jalan nya untuk kita kembali.
    batin boleh berbeda pendapat tapi jln tetap satu.
    kunci manusia adalah kesaksian allah di bumi ini.
    karena sifat kasih sayang nya sudah tertanam dlm kita semua amin.
    dgn ridho/rahmat nya lah kita bisa selamat dunia dan akhirat amin.

  • Ass.w.w Hhhmmmm. Judul blognya bikin penasaran ganti judul om.udah mengarah murtad

  • Имеется такая услуга – добровольное медицинское обслуживание .
    Она предполагает, что пациент вносит небольшую сумму за то, что посещает врачей весь год бесплатно.
    Однако соцопросы показали, что лишь 5% жителей Питера знают о такой программе.
    Почему так происходит?
    Да потому что клиникам намного выгодней сдирать с людей деньги за каждый визит.
    А если честный врач попытается посоветовать добровольное медицинское обслуживание клиенту – это сулит ему увольнением.
    Информация о ДМО уже вызвала кучу скандалов, после того как информацию об услуге рассекретил один возмущенный врач.
    Его уволили , после того, как он предложил ДМО постоянному клиенту.
    Страшно, что информация по ДМО находились в открытом доступе, просто находили на эту информацию только случайные люди.
    Как отстоять свои права?
    О правилах предоставления такой услуги и обязанностях частных клиник можно узнать, просто вбив в Яндекс фразу: “добровольное медицинское обслуживание”.
    Именно обслуживание, а не страхование.

    34j5c6h86

  • Di-ridhoinya nama Allah menjadi sebutannya.

  • mana dalilnya? klo bicara Allah dah pasti berdasarkn Alqur’an dan sunnah! bkn berdasarkn pendapat anda ataupun pendapat buaaaapakmu nyet monyet! modal copas doang lu nyet! mgkn mnurut anda sy adalah ahli kulit dan anda adlh ahli makrifat! buktikn jgn cuma ngomong! anak gue jg bisa klo cuma ngomong nyet, weduss!
    uda sampai kun fayakun? uda bisa kenyang tanpa makan? melihat tanpa mata? klo Allah sekedar kata!? maka boleh dong sy panggil anda dus wedus, asu, babi, fuck u! jgn marah yaa! buapakmu loh wedus! boleh sy panggil anda bgitu? krn anda katakan Allah bukan Tuhan yg sebenarnya! apakah pantas anda berbicara bgitu di alam dunia? baru belajar hakekat ya cuk njancuk! wedus! jgn marah loh ya! inikn ilmu tauhid dos wedos! maka apapun kata yg sy gunakn tdk ada artinya ya kan dos wedos! ilmumu msh secuil dos wedus timbang ilmuku! dasar asu! kau masih blom paham kpn mggunakan syariat, thariqot, hakekat, makrifat! sepatutnya kau pantas mati! karena ilmumu tmptnya di alam kubur! org mati kok di tanya?! ya dia diam saja dong! yg nanyakn org yg msh hidup! btw, sengaja sy gunakn kata yg kasar biar anda sadar pentingnya kata trus mnjd kalimat! jadi selama anda di dunia maka wajib mnggunakan syariat! thariqat hakekat makrifat sdh di dlm syariat itu sendiri! siapa yg membuka makrifat maka wajib baginya mati! krn dunia ini bkn tmptnya seperti alhallaj dan siti jenar! smg anda paham!! oke

    tan koyo di koyongopo (the end)

  • Kalimat Allah itu sebenarnya adalah kalimat yang telah ada sebelum dunia ini terjadi. Seperti nabi musa yang membicarakan Allah dan para malaikat yang bertasbih kepada Allah, jadi Allah itu merupakan sebuah nama untuk menyatakan siapa yang sebenarnya berkuasa dengan merujuk kepada jati dirinya. Sehingga kalimat Allah itu merupakan suatu kalimat yang menjadikannya universal bagi seluruh makhluk hidup.

    Allah lah bukan tuhan karena kalimat Allah itu telah banyak berpengaruh pada agama lain, seperti eloha,elohim,allah jadi menurut kaum israel sebernarnya dia memahaminya dengan kalimat Allah bukan YHWH. Karena kaum israel lah yang telah merubah dan mengantikan posisi kalimat itu tersebut yang telah dijelaskan dalam Al-qur’an. Jadi sebelum kaum israel tercipta nabi Adam pun menyebut tuhannya dengan sebutan Allah.

  • Banyak sekali nubuatan nabi Muhammad di taurat dan injil yang nabi peroleh dari Allah SWT. Akan tetapi kaum yang tidak mengerti (kaum pendusta) telah merubahnya agar yang mengikutinya tersesat akan tetapi manusia hanyalah manusia pengantian kalimat itu bahkan bisa sampai juga kepada orang lain (nubuatan) yang secara konteks kita pahami. Seperti pada ulangan pasal 33 ayat 2, kidung agung pasal 5 ayat 16, yesaya pasal 42 ayat 1-9, yohanes pasal 14 ayat 15-31 dan pasal 16 ayat 4-15. Dengan begitu banyak nubuatan yang ditunjukan kepada nabi Muhammad jika orang yang memahaminya secara mendalam pasti merujuk kepada nabi Muhammad dengan tidak mendustakannya. Dan Muhammad lah nabi terakhir yang dinubuatkan oleh nabi sebelumnya bukanlah Paulus. Dan Paulus lah yang telah mendustakan hukum dan aturan Allah SWT yang telah menambahkan bukti yang dituliskan pada ayat yang disisipkan dengan kelicikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.