Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya
Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya – Mengenal Tuhan adalah pelajaran pertama yang seharusnya diajarkan oleh setiap orang tua kepada anaknya, karena mengenal tuhan dengan segala sifat yang menyertainya merupakan seutama-utamanya kelurusan tauhid yang harus dipahami dan diyakini oleh setiap manusia yang memilki rasa dan akal budi
Nah sekarang, jika kamu ditanya : Siapakah Tuhanmu ?. Maka, Katakanlah bahwa Tuhanku adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang menjadi sebab dari sekalian sebab dan Tuhan tempat bengantung segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.
Itulah Allah, Tuhan, yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Dia Tuhan yang tidak pernah tidur, kekal selama-lamanya dan terus menerus mengurus hambanya. Tidak mengantuk lagi pula tidak pernah tidur. Dia yang memiliki apa-apa yang ada di bumi dan apa-apa yang berada di langit. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Jawaban tersebut tentunya bukan hanya sekedar jawaban yang terlahir dari lisan saja, tetapi merupakan ungkapan hati yang mengandung konsekuensi taat, tunduk dan patuh atas semua perintah yang telah diperintahkan-Nya, baik itu perintah untuk meninggalkan segala sesuatu ataupun perintah untuk mengerjakannya atau secara umum dikatakan, menghentikan semua larangan-Nya dan mengerjakan semua perintah-nya tanpa sebab yang lain selain dari sebab karena Dia. Itulah keyakinan tauhid yang benar lagi lurus.
Lebih jauh, sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan
Orang-orang kafir menamakan tuhan-tuhan mereka dengan Alihah karena menurut keyakinan mereka berhala-berhala dan patung-patung itu adalah tuhan-tuhan mereka dan tuhan-tuhan itu berhak untuk disembah, sehingga penamaan Alihah bukan berasal dari makna yang dikandung nama tersebut tapi lebih berdasarkan keyakinan waktu itu. Ibnu Atsir menyatakan bahwa nama Ilah diambil dari kata Alihah. Jadi kata Ilah berarti sesuatu yang dianggap tuhan atau yang dipertuhankan
Pemakaian kata Allah sebagai nama bagi Tuhan SWT Yang Maha Esa dalam kosep pemahaman hukum islam bukan pemberian makhluk yang menyembahNya, tetapi merupakan sebutan sendiri oleh Tuhan tentang diriNya, Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang berhak memberikan nama untuk Tuhan SWT. Allah telah memperkenalkan diriNya sendiri dengan nama yang dipilihNya sendiri melalui ayat-ayat tauhid yang dimuat dalam isi kandungan Al-Quran dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW yang dapat dilihat pada kajian-kajian berikutnya.
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dan berapa pendapat-pendapat lain yang terkenal dapat disimpulkan bahwa kata Allah yang dipakai sebagai nama oleh Tuhan SWT merupakan kata serapan dan segala sesuatu yang disembah selain dari pada Allah, termasuk dalam berdoa meminta pertolongan dan menjadi sebab segala sesuatu, maka ia telah dianggap sebagai tuhan. Tuhan yang disembah.
Dalam Kajian ini dinyatakan bahwa sembahan-sembahan itu tidak benar dan sesat, kecuali sembahan-sebahan itu adalah Allah yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa, tuhan yang telah menciptakan semua makhluk dan tuhan bagi semua makhluk yang gaib ataupun yang nyata, sebagaimana yang telah dimaklumi oleh bangsa Arab dalam pengucapan mereka dan dalam Al-Quran yang diturunkan dalam bahasa arab yang mudah dimengerti dan difahami semua manusia yang mau mempelajarinya.
Jadi setelah kita melakukan kajian dalam konsep yang lain, teranglah bagi kita bahwa ternyata Allah bukanlah Tuhan yang sesungguhnya. Allah adalah sebuah nama yang agung yang dipakai oleh Tuhan SWT untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri kepada hamba-Nya. Dan ketika Allah menjadi menjadi Tuhan, maka kepada-Nya teruntuk segala sembah. [ Al-Asma Al-Husna ]
Mungkin Artikel Ini Yang Anda Butuhkan ...
- Allah Adalah Nama Yang Utama Bagi Tuhan
- Allah Tidak Suka UrusanNya Dicampuri
- Allah Tujuan Sekalian Sembah
- Kebijaksanaan Allah Melalui Ar-Rahman dan Ar-Rahim
- Rahmat Allah Itu Sangat Luas
- Pujian Allah Terhadap Diri-Nya Sendiri
- Allah Raja Diraja Yang Merajai
- Allah Raja Pada Hari Kemudian
- Jawaban dan Penjelasan ( 2 )
- Al-Quddus Adalah Zat Yang Maha Suci
- Jawaban dan Pejelasan ( 3 )
- As-Salam Adalah Zat Pemberi Keselamatan
- Al-Mukmin Adalah Zat Yang Memberi Rasa Aman
- Al-Mukmin Zat Yang Mebenarkan Kebenaran
- Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 3 )
- Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 4 )
- Pengertian dan Hakikat Al-Asma Al Husna
- Al – Muhaimin artinya Zat Yang Maha Memelihara
- Iman Bukanlah Produk Akal
- Al – Aziz Adalah Zat Yang Maha Perkasa
- Al – Jabbar Berarti Allah Zat Yang Maha Kuasa
- Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun
- Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 2 )
- Al - Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 3 )
Tags: Al-Asma Al-Husna, Hakikat Tauhid, Zat Allah



October 30th, 2008 at 12:00 pm
Kalau Allah Bukan Tuhan, Jadi Apa Donk ??????????
October 31st, 2008 at 7:57 pm
Memasuki dunia tasauf memang memerlukan pemahaman yang lebih spesifik, sehingga kadang-kadang seperti tidak masuk akal, tetapi benar, itulah Allah, sebuah realita yang nyata dan masih bisa dikaji secara lebih mendalam lagi
October 31st, 2008 at 7:59 pm
Insya Allah selanjutnya dan secara bertahap akan dicoba melakukan kajian secara lebih mendalam, sehingga menemukan hubungan yang nyata antara manusia dan tuhannya
terimakasih
November 13th, 2008 at 4:31 pm
Ya pastilah cz Allah or apa lah tu kan hanya nama, masa kita nyembah nama sih???????
Tuhan yang sebenar2nya Tuhan tu apa/ mana / sapa???
tau ah……. pusing gue!!!!!!
December 31st, 2008 at 9:16 pm
aduh berat banget nih bahasannya…walau susah dicerna (oleh saya) tapi, good post
December 31st, 2008 at 9:47 pm
artikel yg menarik , thanks informasinya ….
January 1st, 2009 at 7:24 am
Harus baca berulang-ulang nih postingannya biar gak salah tafsir…
Dan kalo bisa bahasanya dibuat lugas agar mudah dipahami, karena ini masalah aqidah yang kalo keliru bisa membatalkan syahadat…. Walah kayak ustadz aza…
2:165
January 5th, 2009 at 2:55 pm
blognya keren, bisa buat nambah pengetahuan agama disini
January 10th, 2009 at 10:58 pm
jika tuhan sama dengan Allah maka saya akan menjadi orang pertama meneriakkan dengan lantang bahwa itu adalah pendapat yang sangat-sangat salah, karena dalam persepsi Islam Allah adalah LAISA KAMISLIHI SYAIUN sementara dalam agama yang lain tuhan bisa berarati patung, gambar manusia yang disiksa, matahari atau apapun yang mereka anggap punya kekuatan dan kelebihan. ******* ramadhanyr.blogspot.com
January 11th, 2009 at 11:16 am
@legrex: walaupun ‘Allah’ merupakan semacam representasi dari ‘Tuhan’ yang sebenarnya, tidak salah kan kalau kita bilang “menyembah Allah”, dan bukan berarti menyembah namanya, karena ‘Allah’ merupakan Tuhan itu sendiri
January 14th, 2009 at 12:21 pm
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya
semoga Allah Melindungi kita semua dari kesesatan iblis
amin
January 27th, 2009 at 4:04 pm
Assalamu alaikum wr wb
Katiko takakok puntuang rokok nan barapi tasabuiklah ”’aduh”’
Mako banamo lach nan manyangek tadi “”aduh”
tapi sia nan mangakok ko…
Salam kenal buya..moga sehat wal afiat.
wassalam
January 27th, 2009 at 5:34 pm
@ Ayruel chana : ha…ha..ha…….aaa
kadang – kadang ……
Apolah nan dahulu dari alif
( Apkah yang lebih dahulu / awal dari alif )
salam sukses selalu
Siranjang namonyo ikua
sitagun namo kapalonyo
..
.
January 27th, 2009 at 5:49 pm
January 28th, 2009 at 12:29 pm
[...] Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya [...]
January 28th, 2009 at 8:25 pm
bahasannya tinggi nih
January 30th, 2009 at 12:53 am
Assalamu alaikum wr.wb
Kok siranjang nampak kapalo
Mangko sitagun nampak kapalo
A…nan tasabuik….
Wassalam
January 30th, 2009 at 12:50 pm
@Ayruel chana : Sayang pertanyaannya disampaikan dalam bentuk pantun, sehingga saya takut jawabanya nanti menjadi bias
Tapi apabila saya tidak salah tangkap dari yang ditanyakan ” siapa yang memegang api rokok apabila apinya bernama aduh ? ”
Pertanyaan ini mengarah kepada makrifat ( penafsiran pantun )
Untuk menjawab pertanyaan itu secara serius tentunya membutuhkan jawaban yang panjang dan mungkin akan membutuhkan beberapa postingan. ( Insya Allah selesai pembahasan masalah Hakikat Mursyid yang sebelumnya diminta pak Muhammad akan saya sampaikan dari dasarnya secara terperinci )
Sebagai gambaran awal ( dasar makrifat ) saya sampaikan begini :
1 Tiada daya tiada upaya kecali dengan izin Allah yang berarti tidak ada sesutu pun yang bergerak, berkehendak terlepas dari kehendak dan kendali Allah swt
2. Karena Zat Pada Allah adalah Rahasia pada Kita, Sifat Pada Allah adalah Nur Pada Muhammad jadi Nyawa/Roh pada Kita, Perbuatan Pada Allah adalah Tubuh pada Kita sehingga tidak bergerak Zat melainkan bergerak pula Sifat karena diamana ada Zat disitulah Sifatnya Berada
3. Sebagai perbuatan Allah ( afa’al Allah ), diri itu terdiri atas empat komponen yaitu : Tubuh Jasmani ( kulit, dagig, urat, tulang,hati,jantung,lmpha,paru-paru,buah pinggang/ginjal,Tubuh Rohani ( iman,islam,nafsu dll ), Semangat/Gairah ( yang merasakan sakit dan senang dalam diri ) dan Sifat Allah
– Hilangkan tubuh jasmani kedaam tubuh rohani,
– Hilangkan semangat/gairah kedalam sifat tuhan
kemudian
– Hilangkan tubuh rohani kedalam sifat tuhan
maka
– yang tinggal hanya sifat tuhan semata-mata
Jadi rasa sakit yang terlontar dari kata ” aduh ” adalah semangat/gairah yang berkuasa dalam diri sedangkan yang memegang pada waktu itu hanyalah bayang-bayang dari sifat zat
Apabila yang memegang adalah sifat dari zat yang sesungguhnya, maka rasa sakit itu sudah tidak ada karena ” Diri sudah mati ”
” Tiadak ada daya, tidak ada kekuatan kecuali dengan izin Allah ” Itulah keputusan dari makrifat pada tahab ini
Pemahamannya adalah : ” Tidak berhadap hati kepada sesuatu yang lain, tidak juga kepada diri kita sendiri, melainkan kepada zat yang wajib ujud saja ”
Mudah-mudahan dengan jawaban yang sederhana ini apabila saya tidak salah tangkap dari pertanyaannya bisa memberikan penjelasan dari pertanyaan yang diajukan
Selanjutnya kalau bisa. Apapun pertanyaanya sampikan kanlah dengan bahasa yang jelas agar nanti bisa juga dijelaskan secara baik. terimakasih
mohon tanggapan dan komentarnya
January 30th, 2009 at 2:19 pm
Assalamu alaikum wr wb
Alhamdulillah…sebenarnya memang arah nya kesana.memang terkadang kita butuh bahasa samaran,untuk tujuan tertentu.akan tetapi kapan umat ini akan mengerti,kalau seluruhnya disamarkan…
Sedangkan pantun ke dua ..hanya mengisyaratkan setelah menciptakan dan sebelum diciptakan ,Ucapan(perkataan atau juga perintah) apa yang diucapkan ALLAH..?
dan saya insya ALLAH menangkap maksud permintan anda akan berbahasa indonesia,agar yang lainnya pun bisa mengerti,bukankah begitu?
Wassalam
January 30th, 2009 at 2:39 pm
@Ayruel chana : Alhamdulullah juga dan semoga Allah merahmati kita semua. amin
– Benar juga, Al-Quran juga banyak bahasa majasnya
February 1st, 2009 at 9:07 pm
Cukup bisa dimengerti postingan ini.
March 15th, 2009 at 1:02 pm
@exelinca: Terimakasih atas dukungan dan kunjungannya
August 6th, 2009 at 1:19 pm
hati2 bro, sebaiknya gunakan bahasa terutama judul yang tepat… klo judulnya seperti itu, bahayanya nanti banyak orang2 awam yang nanti baca artikel ini jadi salah tafsir dan berujung kepada kesesatan !!
dan dampak yang lebih buruk lagi bisa menghancurkan agama islam, dan itu menjadi tanggung jawab bro yang nulis artikel,,! meskipun bro gak bermaksud demikian, tapi kata2 yang bro terlalu berani dan bisa menimbulkan kontroversi dan dampak yang lebih buruk
September 1st, 2009 at 12:44 pm
saya menyarankan sebaiknya tulisan untuk judul untuk di ubah karena dapat membuat bingung orang yang membacanya …apa lagi bila orang tersebut awam sekali maka pasti bingungnya apa lebih baik situs ini diisi mengenai sanat-sanat hadist.
September 8th, 2009 at 8:23 pm
DASAR WEB MURAHAN!!
September 10th, 2009 at 4:34 pm
KUTIPAN TULISAN DI ATAS
sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan
……………………………………..
SAYA INGATKAN PADA anda PENULIS ARTIKEL INI UNTUK BELAJAR DAN MEMAHAMI BAHASA AL QUR’AN LEBIH SEKSAMA. PEMAHAMAN anda TENTANG “ALLAH” DARI ‘AL-ILAH’.
JELAS JAUH MENYIMPAMNG DARI MAKNA YANG HAKIKI TENTANG ALLAH ITU SENDIRI MENURUT KITAB SUCI AL QUR’AN.
AL QUR’AN MENYEBUTKAN DENGAN TAMBAHAN DARI BEBERAPA HADITS YANG SAHIH, BAHWA “ALLAH” BUKAN JAMAK DARI ‘AL-ILAH’ ALLAH ADALAH SEBUTAN TUNGGAL NAMA DIRI ALLAH ITU SENDIRI DAN TIDAK DAPAT DISAMAKAN DENGAN APAPUN JUGA, SESUAI DENGAN SIFAT ALLAH YANG TUNGGAL.
////////////////////////////////////////
DAN TULISAN INI SAMA PERSIS DENGAN MAKALAH SEORANG NASHARA PADA PEMBAHASAN “SEJARAH TUHAN”.
HATI-HATI WAHAI SAUDARAKU MUSLIM.
September 12th, 2009 at 1:18 am
@all : Terimaksih atas kunjungan dan sumbang saran dan kritikannya, semoga menjadi ibadah yang meperlapang jalan menuju Ridha Allah SWT. Amin
@arizz : Memang judul yang saya buat untuk postingan ini agak kontroversi terutama untuk orang yang awam, namun karena kajian ini membahas tentang proses pencarian manusia terhadap Tuhannya, tentunya saya harus memulai dari awal, walau sesungguhnya kajian yang disampikan dalam blog ini lebih bertujuan untuk pemahaman hakikat tauhid pada tingkatan menegah ke atas secara bersambung sesui katagori yang ada, sehingga saya merasa belum mendapatkan alasan yang cukup kuat untuk mengganti judul dan menghapus postingan ini. Demikian mohon dimaklumi
@penegak : mengenai saran untuk mengganti postingan dengan sanat-sanat hadist, sepertinya saya agak kesulitan untuk menyampaikannya, karena ilmu dan wawasan yang saya miliki sangat jauh dari cukup tentang itu.
Sedangkan Kajian Hakikat Tauhid yang jadi materi utama blog ini merupakan basis ilmu yang sedikit pernah saya pelajari melalui beberapa orang guru tariqat dan beberapa literatur yang sesuai dan menunjang ( keculai postingan kopi paste yang terpaksa saya tampilkan karena sedang tidak ada kesempatan untuk menulis dan faktor lain ) tapib terimaksih atas sarannya. semoga Allah merahmati kita semua. amin
@mahyun : terimkasih atas komentarnya, semoga Allah memberkahi saya dengan kemampuan yang lebih baik pada postingan selanjutnya ( ini postingan pertama dari blog pertama saya )
@agungalit : Benar. Kata “Allah” memang bukan jamak dari “al-Ilah” tapi ‘al-Ilah” merupakan asal kata dari kata “Allah” yang kemudian dipakai Tuhan SWT sebagai nama-Nya, sehingga kata “Allah” itu merupakan nama Tuhan yang bersal dari unsur serapan dari kata yang sudah ada sebelumnya, bukan kata yang baru, dimunculkan Tuhan dalam Al-Quran seperti Alif Lam Mim dan rangkaian huruf yang lainnya dalam Al-Quran seperti Yaasiin dll, Semua itu adalaj kata baru yang tidak ada sebelumnya pada bahasa manusia.
Tentang : BAHWA “ALLAH” BUKAN JAMAK DARI ‘AL-ILAH’ Saya rasa saudara kurang teliti dalam memahaminya yang saya sampaikan adalah
” Lebih jauh, sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan ”
Jadi bentuk jamak dari “AL-ILAH” adalah “ALIHAH” bukan ” AL-ILAH ” adalah bentuk jamak dari kata ” ALLAH ” tapi AL-ILAH adalah asal kata dari kata ” ALLAH ” yang kemudian dipakai menjadi nama dari Tuhan SWT atas kehendak-Nya sendiri. Demikian jawaban saya
Tentang makalah “SEJARAH TUHAN” yang dibuat oleh orang NASHARA terus terang saya belum pernah menemukan dan membacanya. Bila saudara berkenan, mohon dikirimkan pada saya via email, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi saya serta orang lain dan terimakasih sebelumnya
Selanjutnya, semogga seluruh saran, kritikan dan pendapat yang telah disampaikan tentang tulisan saya dengan tujuan kebaikan untuk umat, semoga dinilai Allah sebagai sebuah Ilmu yang bermanfaat yang akan melapangkan jalan berkah dan hidayah-Nya. Amin
October 6th, 2009 at 8:14 pm
Acungan jempol deh untuk blognya. Berat juga kajiannya, Maaf ada “tapinya” mungkin bagi yang berjalan di syariat akan pusing bila harus memahami tariqat apalagi tariqat mesti bisa “antal mactu qoblal mactu’ harus tahu Dat Sifat, Asma & Af’al Allah apalagi dengan dalil Man aroffa nafsahu faqod aroffa robbahu waman arroffa robbahu faqod jahilan nafsahu kalo kata Seikh Siti Jenar manungal kaulaning gusti (bisa bergidik)bo…salah salah dikataain aliran sesat. Maaf bila saya salah2 kata
November 22nd, 2009 at 9:56 am
Tuhan ya Allah itulah Tuhan yaqng sesungguhnya……. maunya siapa lagi yg jd ALLah ???????????????
March 15th, 2010 at 8:27 pm
Asalammualakum…wr..wb
tuhan adalah ALLAH SWT emang ada yang tau ga nama ALLAH SWT sebelum adanya bumi,belum ada langit…belum ada semesta alam ini yaitu di alam zah…bahkan belum ada nur muhammad…dan kemudian setelah adanya nur muhammad barulah tuhan, menamakan dirinya ALLAH SWT.makan nya barulah awal syahadat pengakuan kulimah yaitu ASHADUALLA ILLA HA ILLALLAH….kemudian kun kata ALLAH SWT. tercipta 7 langit 7 bumi maka barulah muhammad menjadi rasullullah maka sempurna kulimah islam
WA ASHADUANNA MUHAMMAD DARASULULLAH, maka nya dikatakan dua kalimat syahadat dua kali kita membaca syahadat…mengaku umat nabi muhammad dimanakah letak syahadat…
April 6th, 2010 at 2:01 pm
Gitu aja kok repot…. Allah mau dipakai nama apapun ya tetap Allah…Tuhan….. Repotamat dengan mempertentangkan itu yg malah jadi sumber bahan pertentangan dan banthan serta permusuhan…..
April 6th, 2010 at 3:28 pm
@Eyang Kumincir ; terimkasih atas kunjungan dan dukungannya
@moro :Sebelum Tuhan bernama Allah, Nama-Nya HU, tempatnya di Alam Sunyi ….. , Letak syahadat ada di Rukun Islam. Trim’s
@koko : Blog ini hanyauntuk mecegah dan mengingatkan kita agar jangn terjebak dalam perilaku syirik dan berbuat kesyirikan. terimkasih atas kunjungannya
May 18th, 2010 at 11:17 am
perkenalkan saya sebagai orang awam, jangan sampai terjebak kepada tipu daya syaithon laknaktullah
Kembali kepada Alquran dan hadist
Surat Yunus 32 jelasss-jelasss siapa tuhan kamu yang sebenarnya?
SURAT YUNUS AYAT 32
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?
June 2nd, 2010 at 10:33 pm
Assalamau’alaikum Wr. Wb
Maaf Numpang lewat..
Saya tertarik dengan pembahasan “Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya”
Saya tidak mengerti dengan maksud perkataan ini.. Karena sebelum ada yang menyemabh Tuhan yang lain, Allah lah yang pertama kali disembah.. Baru kemudian bermunculam Tuhan-Tuhan baru..
Yang dinamakan ILAH /TUHAN , sesuatu yang disembah, baik itu Ilah yang hak atau bukan.
Dan kalimat Allah saya rasa bukan dari asal kata ILAH. Karena kata jama’nya Ilah itu ALIHAH /Tuhan-tuhan. Dan lagi pula, kalimat ALLAH dalam membacanya sangat unik.. bacaan seperti ini tidak ada dalam Bahasa Arab. Karena tidak biasanya bacaan dua LAM (L) dibaca tebal. Contohnya kalimat ALLA’I, ALLAWATI dll. semua itu dibaca tipis..
Ini membuktikan bahwa Nama ALLAH bukan dari kaliamt ILAH dan semacamnya..
Terim kasih
June 4th, 2010 at 8:51 pm
Subhanallah…
sedikit menambahkan,
tanpa kata Allah kita akan sulit menyembahnya…
June 22nd, 2010 at 1:03 pm
salam. kita menyembah tuhan pemilik nama allah itu. allah adalah nama kepada Zat tuhan yang memperkenalkan Zatnya sebagai Allah SWT. sebelum bernama Allah, tuhan itu bernama HU (juga sekadar nama kepada Zat Tuhan itu). kita dibenarkan membayangkan segala yang yang nampak dan ghaib tapi tidak sekali-kali (mutlak) dibenarkan membayangkan Zat Allah(HU) itu. mohon komentar. wassalam.
June 24th, 2010 at 12:16 pm
ALLAH memang adalah nama yang di perkenalkan kepada makhlukNya agar mengetahui rahasia zatNya.
aQ pernah bertanya kepada orang yang punya ilmu lebih dari aQ..katanya nama Tuhan yang sebenarnya itu ada..dan hanya orang2 pilihan yang di beri tahu..katanya juga nama Tuhan itu ada 100 dan yang kita semua tahu cuma 99 saja..itulah nama yang di dalamnya melekat sifat-sifatNya..dan nama yang satu lagi sebagai penutup untuk zatNya itu kita makhlukNya tidak bisa tahu kecuali yang mendapat hidayah dari ALLAH itu sendiri..katanya lagi kalau yang tahu nama yang ke 100 itu..semua segala hasrat dan keinginan akan tercipta lewat kata dan pikiran kita sendiri..segala yang kita inginkan bakal jadi kenyataan..begitulah yang aQ dengar dari orang yang punya ilmu itu..
wassalam.
September 18th, 2010 at 10:39 pm
ALLAH ADALAH ISMU ZAT, JANGAN SAMPAI MATAHARI TERDINDING OLEH CAHAYA NYA, KARENA CAHAYA ADALAH SIFAT MATAHARI NYA, TAPI MATAHARI DAN CAHAYA NYA SESUATU YANG TAK TERPISAH, ADA NYA ZAT BERSAMAAN SIFAT ASMA AF’AL, MENGENAL CAHAYA NYA TAPI TIDAK MELIHAT BENTUK ZAT MATAHARI NYA,PANGENALAN YANG TAK SEMPURNA. ADA NYA ALLAH QIDAM ZAT SIFAT ASMA AF’AL, TIDAK SEPERTI MANUSIA SA’AT LAHIR SETELAH BEBERAPA HARI BARU MATA BISA TERBUKA, SETELAH BBRAPA BULAN BARU BISA MERANGKAK, KEMUDIAN BISA BERJALAN, DATANG NYA TIDAK BERSAMAAN. TAPI KALAU ALLAH ADA NYA BESERTA ZAT SIFAT ASMA AF’AL. MAHA BESAR ALLAH YANG TIADA PERUMPAMAAN YANG DAPAT MENYERUPAI NYA. TIADA HURUP TIADA SUARA, LAA TA’YUN LAISYAKAMISLIHII SAY’UN. KENALLAH TUHAN MU DENGAN KESEMPURNAAN, MINTA LAH HIDAYAH AGAR DIA MAU MEMPERKENAL KAN DIRI NYA, KARENA KITA MANUSIA TIDAK MAMPU MENGENAL TUHAN KECUALI ATAS PERKENALAN NYA JUA. TRIMS.
September 18th, 2010 at 11:16 pm
HAI SAUDARA KU, COBA KITA TANYA AKAL PIKIRAN KITA YANG MEMIKIRKAN ALLAH TUHAN ALWAHID, HAI AKAL KU YANG MEMIKIRKAN TUHAN,APA SIFAT MU, BAGAIMANA BENTUK MU, APA WARNA ZAT MU… APAKAH AKAL PIKIRAN MU MAMPU MENJAWAB SEMPURNA, PADAHAL AKAL PIKIRAN MU ADALAH BAGIAN DARI DIRI MU, APA LAGI ALLAH YANG SERBA MAHA, KITA INI BAGAIKAN SETETES AIR DARI LIMPAHAN LAUTAN ILMU ALLAH.. ALLAH TETAP ALLAH, TUHAN WAHIDULAHAD.ASMA NYA TAK TERBILANG, SIFAT NYA TAK TERHINGGA, ALLAH TIDAK BERHAJAT DENGAN APAPUN,BIAR PUN ASMA NYA TAK DI SEBUT SEBUT, ALLAH TETAP MAHA SEMPURNA ALLAH MAHA KAYA DGN ZAT NYA, DIA MELIPUTI SEMUA NYA,BIAR LAH AKU LUPA DENGAN NAMA KU KARENA AKU TERKESIMA DAN TERPESONA DGN KEBESARAN ALLAH, SERAHKAN LAH TAJALLI MU SEPENUH NYA KEPADA KU DUHAI MAHA RAJA KU…..
September 25th, 2010 at 12:52 am
Semoga kelak semuanya akan benar-benar sadar bahwa Allah hanya konsep, bukan Tuhan sesungguhnya. Carilah Tuhanmu yang sesungguhnya, yang ada didalam dirimu masing-masing. Lepaskan semua Konsep dan mulailah Kenali dirimu sendiri maka kamu akan mengenal Tuhanmu Yang Sesungguhnya.
October 5th, 2010 at 1:04 pm
Apakah Allah itu nama diri atau nama generik? kalo nama diri berarti nama ini merujuk kepada sesuatu wujud yang dinamainya. kalo nama generik berarti dia merujuk kepada sebuah kategori, yang tentu saja berupa konsep.
kalo Allah itu sebuah nama konsep, maka kita bisa ganti dengan nama apa saja, asal konsepnya sama.
kalo Allah itu nama diri, maka secara otomatis otak kita akan membayangkan sebuah wujud ketika mendengarnya. padahal Allah itu tak serupa dengan apapun yang kita kenal. jadi kalo kita yakin Allah itu nama diri kemudian kita disuruh tidak membayangkan apapun ketika menyebutnya, itu sama saja dengan menyuruh kita menyebutkan sesuatu yang tidak ada maknanya sama sekali.
December 20th, 2010 at 2:48 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Tuhan Itu Zat Yang Maha Awal,Allah itu nama Zat dari Zat yang Maha Awal.kalo di kaji dari huruf ijaiyah
Alif itu lambang dari Tuhan dia Slalu terpisah,dan berdiri sendiri.dan Lam,Lam,dan Ha itu Alam semesta beserta isinya.maka kalo tidak ada alif bisa dibaca lillahi/a/u,lallahi/a/u,lillihi/a/u.dsb.maka itu bukan lah nama dari Tuhan yang Hakiki.Jadi Allah itu nama dari Tuhan Yang Hakiki.karena Zat Tuhan ada di mana-mana.Begitu juga Ada pada nama -Nya.yang demikian itu merupakan tanda-tanda Tuhan itu Ada,nyatanya Tuhan Itu ada,ya,karena adanya yang ada.
seperti ada-Nya pada nama-Nya.
January 21st, 2011 at 8:15 pm
@Sindang Kencana : terimakasih atas masukannya, tetapi mungkin harus saya luruskan sedikit yaitu :
” Zat Tuhan ada di mana-mana ”
yang mungkin bisa berarti banyak. seharussnya
” Tuhan itu meliputi sekalian alam ”
terimkasih atas kunjunga dan dukungannya
August 23rd, 2011 at 1:20 pm
I like what you guys are up too. Such intelligent work and reporting! Keep up the excellent works guys I’ve incorporated you guys to my blogroll. I think it will improve the value of my site
.
September 13th, 2011 at 6:12 am
This brought to mind an old chinese proverb. However can not remember how it went.