Pujian Allah Terhadap Diri-Nya Sendiri

Pujian Allah Terhadap Diri-Nya Sendiri. Sebelum kita melakukan kajian tentang pujian Allah terhadap dirinya, terlebih dahulu marilah kita memahami tujuan Allah memuji diri-Nya sendiri dengan beraneka ragam kalimat pujian dan Apa sihkeuntungan atau manfaatnya bagi Allah atas pujian tersebut serta apa kepentingan Allah atas pujian tersebut ?.

Apabila dicermati secara seksama. Sesungguhnya Allah sebagai Tuhan tidak punya atau mempunyai kepentingan apapun dengan seluruh kalimat puja pujian dan kata-kata puja pujian yang diperuntukkan Allah terhadap dirinya sendiri. Seluruh puja pujian itu pada hakikatnya merupakan rahmat dari-Nya yang diperuntukkan kepada seluruh alam dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Karena dipuji atau pun tidak, Allah akan tetap menjadi Tuhan karena tidak ada Tuhan selain Allah, hanya Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah memuji dirinya sendiri dengan segala jenis kalimat puja pujian itu pada hakikatnya adalah bertujuan untuk mengajarkan kepada manusia sebagai hamba yang dikasihi dan disayangi dengan sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang untuk berzikir kepada-Nya dengan tujuan untuk mendapatkan Rahmat dan Hidayah-Nya demi kepentingan manusia itu sendiri

Selain melalui kalimat puja dan pujian yang diperuntukkan Allah hanya untuk diri-Nya, Allah melalui kalimat puja pujian tersebut juga telah memperkenalkan diri-Nya sendiri dengan segala sifat kemuliaan yang dimiliki-Nya. Dengan itu Allah juga secara tegas telah memberitahukan, bahwa Allah tidak memperkenankan kepada siapapun makhluk-Nya untuk memberikan gelar atau sebutan atas diri-Nya selain dari pada diri-Nya sendiri. Makhluk tidak berhak untuk memberi penamaan atau sebutan untuk Tuhan selain dari Tuhan itu sendiri sekali pun itu berupa kalimat pujian yang juga bertujuan untuk mengagungkan sifat dan kemuliaan-Nya.

Diantara kalimat puja pujian yang telah diajarkan Allah sebagai perintah kepada hamba-Nya yang hanya dengan kalimat puja dan pujian itu Allah memperkenankan Diri-Nya di puji yaitu :

1. Allah memuji diri-Nya sendiri sebagai Tuhan Semesta Alam.

Rabb al ‘Alamin atau Tuhan Semesta Alam dimana kata ‘Alamin yang dimaksud dalam kalimat ini adalah bentuk plural dari ‘Alam yang juga berarti alam beserta seluruh isinya atau semua yang ada di alam ini seperti manusia, malaikat, jin, iblis, hewan, tumbuhan, bumi, tanah, batu, gunung, laut dan lain sebagainya.

Alam semesta disamping bumi dan segala isinya juga meliputi lagit dan segenap isinya dan dalam hal ini Allah juga telah memuji diri-Nya sebagai Tuhan yang mengurus langit dan bumi. Tidak satu pun yang bergerak diantara keduanya dan pada keduanya yang luput dari pengawasan dan pengendalian Allah, baik yang dialahirkan atau pun yang disembunyikan makhluknya.

Selain itu sebagai Tuhan Semesta Alam, Allah juga telah memuji diri-Nya sebagai Tuhan kita dan Tuhan nenek moyang kita Tidak adan Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan. Tuhan kalian dan Tuhan nenak moyang kalian terdahulu ” ( QS : 044 : Ad Dukhaan : ayat 08 )

Jadi Allah adalah Tuhan dan sudah dipertuhankan serta Tuhan yang hanya satu-satunya sembahan yang disembah oleh manusia. Tidak ada lagi tuhan selain Allah. Perintah untuk memuja dan memuji Tuhan dengan kalimat Rabb al ‘Alamin atau Tuhan Semesta Alam ini juga telah terlebih dahulu diamalkan atau dipraktekkan oleh Nabi Allah Ibrahim as, sang makhluk yang dijuluki sebagai sang kekasih Allah. Pujian itu diantarnya adalah ” Ibrahim menjawab, Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam “ ( QS : 002 : Al-Baqarah : ayat 131 )

Jadi “ Katakanlah, apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu “ ( QS : 006 : Al-An’am : ayat : 164 ) dan ” Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”( QS : 112. : Al Ikhlash : ayat 1 – 4 )

2. Allah memuji Diri-Nya sebagai Tuhan yang mempunyai Arsy atau singgasana

Arsy atau singgasana merupakan tempat sebuah kedudukan yang sangat mulia. Tentunya dalam kajian ini kita belum ingin terlalu jauh dalam mebicarakan apa itu Arsy dan pengertian serta kedudukan Arsy, karena untuk kajian itu kita akan melakukan kajian secara khusus secara lebih mendalam tentunya. Insya Allah.

Namun yang pasti, Arsy adalah salah satu ciptaan Allah yang paling agung ” Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung ” ( QS : 009 : At Taubah : ayat : 129 ). Tentunya hanya sang pencipta yang Maha Agung-lah yang bisa menciptakan sesuatu yang agung. Pencipta keagungan tentulah lebih agung dari apa yang diciptakannya, “ Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai Arsy yang mulia ” ( QS : 023 : Al Mu’minuun : ayat : 116 ) dan ” Allah, Tidak ada Tuhan selain Dia. Tuhan yang mempunyai Arsy yang muliaan ” ( QS : 027 : An Naml : ayat : 26 )

3.Allah memuji Diri-Nya sebagai Tuhan Barat dan Timur

Sebagai Tuhan Semesta Alam, Allah adalah juga Tuhan Timur dan Barat dan apa-apa yang berada diantara keduanya, yang melindungi dan menjaganya ” Dialah Tuhan timur dan barat. Tidak ada Tuhanyang berhak disembah melainkan Dia. Maka jadikanlah Dia sebagai pelindung “ ( QS : 073 : Al Muzzammil : ayat 09 )

Sesungguhnya pengertian Allah sebagai Tuhan Timur dan Baratselain sebagai Tuhan dan telah dipertuhankan diseluruh bagain alam. Tetapi lebih dari itu, Allah sebagai Tuhan Timur dan Barat bermakna Allah sebagai Tuhan, kekuasan-Nya meliputi dari timur ke barat, bukan dari ke barat ke timur yang lebih banyak mendatangkan kehancuran dan pemusnahan peradaban dan kemanusiaan serta kemuliaan manusia yang sudah ditunjuk sebagai khalifah di muka bumi seperti saat ini.

Demikian beberapa kalimat puja dan pujian yang telah diajarkan Allah secara langsung kepada kita yang sekaligus memudahkan kepada kita untuk memuji dan beribadah sebagai bentuk pengabdian hamba kepada-Nya. Pujilah Allah sebagai Tuhan dengan hati yang ikhlas demi kebaikan kita sendiri, karena berzikir dengan kalimat puja dan pujian itu merupakan ewajiban makhluk yang tidak akan merubah hak Allah sebagi Tuhan Semesta Alam. [ Al-Asma Al-Husna ]

1 Comment to "Pujian Allah Terhadap Diri-Nya Sendiri"

  1. June 19, 2009 - 1:27 am | Permalink

    Tiada Tuhan Selain Allah yang Kita Sembah.

Leave a Reply