Memahami Hakikat Ism A’zham Sebagai Nama Tuhan Yang Ke – 100


Memahami Hakikat Ism A’zham Sebagai Nama Tuhan Yang Ke – 100. Dalam kesempatan ini marilah kita coba untuk membahas tentang Hakikat Ism a’zham yang merupakan Nama Tuhan Yang Paling Agung dan menurut sebagian pendapat, Ism a’zham merupakan nama tuhan yang ke – 100 karena nama – nama Tuhan yang umum diketahui berjumlah sembilan puluh sembilan nama atau seratus kurang satu, sehingga pendapat yang mengatakan bahwa Ism a’zham itu merupakan Nama Tuhan yang keseratus merupakan salah satu pendapat yang tidak bisa ditolak bergitu saja

Perlu diketahui bahwa, Ism a’zham itu ditutupi oleh tirai yang tidak akan diperlihatkan oleh Allah SWT kepada siapa pun kecuali  kepada orang – orang yang mencarinya dan yang ditentukan sendiri oleh Nya sebagai bukti cinta Tuhannya kepada sang hamba.

Sesungguhnya Ism a’zham tidak bisa didapatkan kecuali oleh orang – orang tertentu seperti para Nabi, dan Quthb al – Aliya ( raja aulia ) selain mereka tidak ada yang dapat memperolehnya kecuali sebagian kecil saja seperti kaum Shiddiqin boleh jadi sebagian wali yang belum mencapai derajat shiddiqin ada yang mendapatkannya. wallahualam

Sebagai bukti bahwa keberadaan Ism a’zham itu sangat tersembunyi dan keberadaannya merupakan salah satu rahasia yang dirahasiakan Allah SWT adalah banyaknya terjadi perbedaan pendapat dari kalangan ulama tentang keberadaanya sebagaimana Allah SWT telah merahasiakan tentang malam lailatul qadar, hari kiamat dan lainnya tak lain bertujuan diantaranya adalah agar manusia senantiasa dan setiap saat berzikir kepada Allah SWT dengan semua nama yang telah diperkenalkan – Nya sebagai bukti keberadaan sifat – sifatnya yang Maha Agung.

Dan kalau lah sekiranya orang – orang  mengetahui hakikat Ism a’zham maka mereka akan meninggalkan selainnya seperti Al – Quran, salawat dan ibadah yang lainnya,  sehingga akan merusak dirinya sendiri

Jadi sebetulnya hakikat Ism a’zham itu tidak baik bagi dunia dan bagi orang yang menuntut dunia, barang siapa yang mengetahunya dan menggunankannya untuk menuntut dunia maka dia akan merugi dunia dan akhirat. Bahkan Nabi Dilarang ( bukan Melarang ) mengajarkanya kepada kaum wanita , anak-anak dan orang bodoh bahkan termasuk kepada Siti Aisyah sekali pun sehingga hakikat Ism a’zham tidak bisa diketahui dan didapatkan oleh seorang pun kecuali dari jalan kasyf ( tersingkapnya tabir kegaiban ) sehingga tidak adalagi batas yang membatasi dirinya dengan Allah SWT


Jadi Allah telah merahasikan Ism a’zham sebagai mana merahasiakan lailatul qadar shalat wustha agar manusai beusaha mendapatkannya.

Kembali kepada hakikat dari Ism a’zham itu sendiri, sebagian para ulama mengatakan bawah Ism a’zham itu tidak ada wujudnya sehingga semua nama Allah adalah a’zham  dan sebagian lagi menyatakan bahwa Ism a’zham itu adalah “ ya Allah “ yang lain mengatakan “ Bissmillah “  dan yang lain lagi mengatakan “ Al – Hayyu Al – Qayum ” dan ada juga yang menyatakan bahwa Ism a’zham itu adalah “ la ilaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dhalimin “ dan bahkan ada yang menyakan bahwa Ism a’zham itu ada didalam rangkaian nama – nama Allah   yaa Halimu yaa ‘Alimu yaa ‘Aliyyu yaa’Adhiim “

Dan masih banyak lagi pendapat yang lain yang mungkin saja semua pendapat tersebut benar karena semua tentunya disampikan berdasarkan pengalaman spiritual masing – masing yang relatif tidak sama antara satu orang dengan yang lainnya

Dan setelah mencoba mempelajari dan memahami tentang berbagai pendapat yang ada tentang Ism a’zham ini tentunya kita semua dapat memahami bahwa, ternyata dari semua nama yang telah dinyatakan sebagai Ism a’zham kesemuanya itu adalah nama yang memuji kekuasaan dan keagungan Allah SWT sebagai Tuhan Rabb al ‘Alamin sebagai bagai wujud dari kasih sayang kepada hamba yang dicintai – Nya dan sebagai balasan dan imbalan atas pengakuan bahwa sebagai makhluk kita tidak mempunyai daya dan kemampuan apa – apa bahkan untuk berzikir sekalipun kita tidak mempunyai daya dan kesanggupan apapun  kecuali atas kehendak – Nya.

Sehingga barang siapa yang berzikir dengan Ism a’zham atau Nama Allah yang Agung dengan khusuk semata – mata tersebab karena Allah saja maka, apabila pada saat itu dia berdoa, pada saat itu juga Insya Allah pasti akan terkabul dan apabila dia meminta pada saat itu, Insya Allah pasti akan diberi pada saat itu juga dan kalau pada saat itu dia semakin terlarut dalam pegabdian dan rasa cintanya yang mendalam sebagai seorang hamba, maka pahala Ism a’zham itu tidak dapat ditandingi oleh amal apapun termasuk amalan pada malam lailatur Qadar sekali pun dan juga amalan selain itu.

Jadi memalui postingan yang singkat ini, marilah kita semua tidak terlalu menyibukkan diri dalam mencari Ism a’zham tapi marilah kita semua semakin meningkatkan kekhusyukan hati dalam setiap zikir yang kita ucapkan karena sesungguhnya Allah tidak berbicara dengan lidah kita melainkan dengan hati sehingga zikir lisan saja tanpa disertai dengan zikir qalbu yang selanjutnya dibuktikan dalam bentuk sikap dan ( zikir ) perbuatan belum lah cukup. Jangan terlena dengan banyaknya amal tapi khawatirlah dengan amal yang tidak diterima. (Al-Asma Al-Husna )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.