Awas …!!! Kafir Karena Menyembah Allah SWT

Kafir Karena Menyembah Allah SWT. Sebagaimana yang telah disampaikan pada kajian awal blog Kajian Hakikat Ilmu Tauhid ini dengan judul Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya telah dipahami bahwa  “ Allah “ adalah nama yang utama bagi Tuhan dan ketika Dia diseru dengan nama  itu, maka sudah terhimpun padanya seluruh sifat yang tercakup dalam sekalian nama yang menyertai – Nya

Kata “Allah” dalam bahasa Arab disebut sebagai lafzhul jalalah ( nama kebesaran ) dipergunakan dan ditetapkan sebagai nama Zat Tuhan yang bersifat khusus. Sedangkan ar-Rahman ditetapkan sebagai predikat khusus dari Zat Tuhan. Kata “Allah ” baik berupa kata baku ( jamid ) atau pun kata olahan ( musytaq ), ditetapkan sebagai Nama Zat yang tidak mempunyai arti atau tidak mempunyai makna yang dapat diinderakan, sehingga untuk mengenali arti kata “ Allah ” dipergunakan simbolistik yang berkonotasi eksklusif seperti Zat Yang Menghimpun sifat – sifat kesempurnaan ”

Kembali kepada asal kata “ Allah “ yang berasal dari kata ilah, dimana kata ilah ini difahami berasal dari bahasa Ibrani yang diadabtasi ke dalam bahasa Arab ( bahasa arab serapan ) yang berarti sesuatu yang disembah. Sedangkan dalam Al – Quran, kata yang juga memberikan signifikansi pada kata “ Allah “ adalah “ ilah ” dan “ rabb ”

Kata “ ilah ” yang juga digunakan dalam syahadat, la ilaha illallah. Disaini, kata “ilah” adalah bentuk kata yang mengikuti wazan “ fi’al ” yang berarti “ maf’ul ” Ilah berarti “ ma’bud ” ( yang disembah ), seperti “ kitab ” yang berarti  “ maktub ” ( yang ditulis ). Dengan demikian, la ilaha illallah dapat diartikan “ tiada yang layak disembah selain Allah ” Sedangkan arti “ ilah ” dalam rangkaian syahadat ( kalimah at-tahlil ) bisa berarti “ al-ma’bud ” atau yang disembah, dan bisa pula berarti al-ma’bud bil haq.

Apabila arti pertama dipilih ( al-ma’bud ), maka setiap sesuatu yang dalam kenyataan disembah selain Allah dapat dianggap sebagai ilah. Namun apabila arti kedua yang dipilih ( al-ma’bud bil haq ), maka berarti ilah hanya bisa disandang oleh Allah, sebab al-ma’budiyah ( ke-tersembah-an ) merupakan derivasi dari ar-rububiyah.

Selanjutnya, yang patut dipahami ialah bahwa, kata asma juga dapat diartikan sebagai sifat – sifat, Asmaul Husna adalah setiap kata yang menunjukkan arti predikatif seperti ilah, al-hayy, dan lainnya. Sedangkan kata “ Allah ” adalah alam syakhshi ( nama Zat ) atau alam adz-dzat, yang merupakan “ nama personal “ bagi Tuhan

Kata ganti “ Dia ” dalam kalimat “ maka bagi Dia adalah nama-nama yang terbaik ” dalam Al – Quran Surat Al – Israa’ ayat : 110,  mengacu tidak kepada nama “ Allah ” atau “ ar-Rahman ”,  melainkan kepada sesuatu yang dinamai, yaitu Zat Yang Ujud Yang Maha Mutlak itu sendiri. Sebab, suatu nama tidaklah diberikan kepada nama yang lain, tetapi kepada suatu zat. Jadi, Zat Yang Maha Esa itulah yang bernama “ Allah ” dan atau “ ar-Rahman ” serta nama-nama terbaik lainnya, bukannya “ Allah ” bernama “ ar-Rahman ” atau “ ar-Rahim ”.

Jadi yang bersifat Maha Esa itu bukanlah Nama – Nya, melainkan Zat – Nya, sebab Dia mempunyai banyak nama. Karena itu dalam Ilmu Tauhid, pemahamannya bukanlah ditujukan kepada nama, melainkan kepada Zat. Maka Tauhid yang benar ialah “ Tawhid adz-Dzat ” bukan “ Tawhid al-Ism

Jadi kata “ Allah ” berasal ilah dan ilah mengandung makna “ ma’luh ” ( yang disembah ), dan nama ( ism ) tidaklah sama dengan yang dinamai ( al-musamma ). Maka barangsiapa menyembah nama tanpa makna, ia sungguh telah kafir dan tidak menyembah apa-apa. Barangsiapa menyembah nama dan makna, maka ia sungguh telah musyrik dan telah menyembah dua hal. Dan barangsiapa menyembah makna tanpa nama maka itulah Tauhid.

Bagi Allah Yang Mahamulia dan Mahaagung, ada sembilan puluh sembilan nama. Kalau seandainya nama itu sama dengan yang dinamai, maka setiap nama itu adalah suatu tuhan. Tetapi Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung adalah suatu Makna yang dirujuk oleh nama – nama itu, sedangkan nama – nama itu sendiri seluruhnya tidaklah sama dengan Dia  ( Al-Asma Al-Husna )

14 Comments to "Awas …!!! Kafir Karena Menyembah Allah SWT"

  1. Nuryanto's Gravatar Nuryanto
    January 15, 2013 - 1:08 pm | Permalink

    Assalamualaikum warohmatullohi wabaro katuh..?
    Ustadzt. seperti di ketahui di masyarakat umum bahwa kata Alloh sudah ada bahkan dalam terjemahanAl-Qur’an, dan dikenal masyarakat muslim bahwa Alloh adalah Tuhan., bagaimana meluruskan pemahaman ini..? seperti dalam QS Al-Ikhlas juga menerangkan keberadaan Tuhan. masih kafirkah orang yang menyebut Asma “Alloh” adalah Tuhan.

  2. Nur Izzaty's Gravatar Nur Izzaty
    January 17, 2013 - 10:00 am | Permalink

    Maseh kafirkah Ummat Islam yg menyebut nama “Allah” adalah Tuhan..??
    Perlu diketahui kedapatan dan kefahaman Bab Ilmu Tauhid kita berbeda2.
    Oleh itu janganlah kita berasa takut. Insya’Allah kita tidak kapir, selagi kita beriman dan beramal pada ilmu tulen dari apa yg diajarkan oleh Rasulullah
    SAW kepada ummatnya. Allah Maha Tahu lagi Maha Melihat bicarahati
    setiap hamba-Nya. Yg “Kafir” itu adalah “Sang Dajjal” serta kuncu2nya yg
    “Buta Sebelah Mata”…

    Kami pun baru peringkat mencari, membaca dan mengkaji. Oleh itu marilah
    kita sama2 cari jalannya supaya bisa “Celek Kedua Mata” kita. Jangan takut,
    paparan diatas itu benar, karna itulah fahaman Bab Ilmu Tauhid Tertinggi.
    Pakaian bagi mereka golongan Para Ariffbillah yg mengenali apa sebenernya
    Hakeqat Zat Mutlak, yg nama-Nya Allah itu. Dalam Tanzih Dia Tasybih, dlm
    Tasybih Dia Tanzih. Para Ariffbillah menghimpunkan kedua-Nya..

    ….. Allahu’alam Wasalam …..

  3. Nur Izzaty's Gravatar Nur Izzaty
    January 19, 2013 - 10:38 am | Permalink

    ….. BAB FASAL PADA MENYATAKAN TATAKALA DLM SEMBAHYANG
    ITU MAHULAH DIKETAHUI SERTA DGN ILMUNYA …..

    ….. Dan bertanya lagi Imam Ali kepada Nabi SAW : “Ya Rasulullah, jika yg menyembah itu tubuh serta nyawa dan yg disembah itu sifat ketuhanan, jika demikian sifat ketuhanan itukah Allah?” Jawab Nabi SAW : “Ya Ali, ketahui olehmu, ada pun Allah itu Nama adanya.” Ditanya lagi Imam Ali : “Jika
    sesaorang itu menyembah ia nama sahaja, apakah hukumnya orang itu?”
    Sabda Nabi SAW : “Jika ia menyembah nama sahaja tiada dgn ilmunya, Sesat
    semata2 hukumnya orang itu selama2nya”…

    Ditanya lagi Imam Ali : “Ya Rasulullah, bagaimana fahamnya mengatakan
    orang itu Sesat?” Jawab Nabi SAW : “Barang siapa menyembah ia akan nama
    sahaja tiada dgn makna, maka sesungguhnya telah Kafir ia. Dan lagi barang
    siapa menyembah ia akan makna, maka sesungguhnya telah Munafik ia. Dan
    lagi barang siapa menyembah ia akan nama dan makna, maka sesungguhnya
    telah Syirik ia. Dan lagi barang siapa menyembah ia akan makna dgn
    Hakeqat dan Makrifat, maka yaitulah Mukmin yg sebenar2nya. Dan lagi
    barang siapa meninggalkan esa nama dan makna, maka yaitulah Makrifah
    daripada segala Makrifah adanya”…

    Bertanya lagi Imam Ali : “Ya Rasulullah, bagaimana fahamnya menyembah nama dan Hakeqat Makrifah itu? Dan lagi bagaimana fahamnya meninggalkan nama dgn makna itu, hamba tiada faham, Ya Junjonganku?” Sabda Nabi SAW : “Ketahuilah olehmu ya Ali. Jika aku khabarkan kepada kamu, nescaya sempurnalah sekelian Mukmin Islam semuanya”….

    Demikian sedikit kutipan dari Kitab “KANUN LADUNI”, fotostat copy dari kitab
    tua tradisi tulisan tangan dari seorang Guru Tareqat. Sekadar buat renongan
    semata. Al-maklom mungkin ada yg kami tersilap salin mohon diamponi…

    ….. Allahu’alam Wasalam …..

  4. fadel's Gravatar fadel
    March 1, 2013 - 9:36 am | Permalink

    rahasia ini hanya sang guru yg tau, dan guru itu masih keluarga
    Rosulullah, AL Idrus, AL akbar

  5. Muhammad's Gravatar Muhammad
    March 10, 2013 - 4:56 pm | Permalink

    Bung. ustat.kiyai.penjahat ntah apalah namamu atau panggilanmu.
    Janganlah angkat suatu hadits yang anda sendiri tidak meyakininya , penyebaran informasi yang salah dapat mengakibatkan penghancuran akidah dan iman seseorang yang tak dapat menalarinya, dan bid’a serta hukuman yg dasyat dari Allah SWT bagi anda. orang yang seperti anda ini pemeca bela akidah islam di zaman.

  6. Muhammad's Gravatar Muhammad
    March 10, 2013 - 5:05 pm | Permalink

    Ilmu hakikat atau ladunni bukan untuk di diskusikan atau di sampaikan dengan membabi buta . apabila anada benar, anda seakan mengalungkan berlian dileher babi. ilmu ketuhanan adalah ilmu haqul yakin. bukan pemahaman sampai ainulyakin atau ilmilyakin saja. masih ada tahap yang harus anda kaji sehingga menjadi haqul yakin. andai apa yag ada bahas ini dapat di terima semua orang nabi khidir tdk diutus Allah SWT untuk rtemu Nabi Musa AS.

  7. Muhammad's Gravatar Muhammad
    March 10, 2013 - 5:14 pm | Permalink

    Dan Allah yang maha megetahui segala sesuatu yang ada sembunyikan telah melengkapi segala sariat serta hukumnya pada Alqur’an dan sunnah nabinya. sebaiknya anda bertobat dengan segala judul sensasi yang anda posting di web ini. anda ini seperti pelayan yang bermimpi jadi seorang raja di mana kerjaan tempat anda menjadi budak. anda belum punya ilmu untuk mengangkat masalah kakikat bung

  8. May 21, 2013 - 9:01 am | Permalink

    Alhamdulillah saudaraku yg baca artikel diatas dgn penuh penghayatan tanpa dibarengi rasa emosi yg berlebihan. Artikel diatas isinya bagus bahkan sangat mendalam. Untuk itu harus dijelaskan secara berhati-hati agar tdk salah persepsi. Dan tidak boleh dibaca dgn cara serampangan. Bersihkan hati niatkan baca dgn minta bimbingan Allah. Agar kesimpulan akhirnya baik. Setuju dgn artikel ini itu kebaikan dan tidak setuju dgn artikel ini juga merupakan kebaikan yg lain.

    Kalau dimaknai secara awam artikel ini menyuruh berhati-hati dalam bertauhid. Agar dalam pratek pelaksanaan ibadah tidak cepat merasa puas dgn apa yg sdh dikerjakan. Ibadah sangat erat rangkaiannya dgn tauhid. sebab jika salah dalam memaknai tauhid maka ibadah yg sdh dilaksanakan menjadi kurang bermakna. Contoh ketika kita menyebut Asma Allah tidak berhenti sampai disitu saja. Ketika itu terjadi maka menyebut asma Allah hanya sampai ke Asma atau nama. Yang diinginkan ketika asma Allah disebut maka yg
    terlintas adalah zat Allah yg esa yang Maha hidup dan yang menghidupkan seluruh kehidupan. Yang mengatur alam beserta segala isinya tidak ada sesuatu yang bergerak tanpa sepengetahuan Allah swt.

    Mohon maaf jika dalam menulis dan memahami artikel secara awam ini tidak sesuai dgn harapan yang sesungguhnya. Namun setidaknya jika terjadi perbedaan janganlah ditanggapi secara emosi apalagi menghujat kepada sesama muslim yang menginginkan kedamaian dan keselamatan bersama. semoga

  9. June 3, 2013 - 2:21 pm | Permalink

    kalau sudah sama2 punya pemahaman tentang tauhid menyangkut ALaf’al Al as’ma , AS sifat, AZ’zat ,..alangkah indahnya saling melengkapi.bukan merasa paling tahu yg mengakibatkan timbulnya egoisme dan arogansi. salut buat dipo alif …. anda bijaksana memaknainya..

  10. imam's Gravatar imam
    December 28, 2013 - 7:00 am | Permalink

    mestinya uraian diatas adiensi khusus, agar lebih proporsional. trims uraiannya.

  11. M Zaenuri's Gravatar M Zaenuri
    March 13, 2014 - 7:52 pm | Permalink

    Mengajarkan pemahaman yang dalam kepada orang lain itu bagus, agar terbiasa berpikir mendalam.

  12. neil's Gravatar neil
    March 25, 2014 - 11:38 pm | Permalink

    MASYA ALLAH, La haula wala Quwwata Illa billahil aliyyil adzim
    tidak takutkan kah ustadz dengan Al Mulku YaumaidziLlillahi, yahkumu bainahum ………..
    ustadz membuka masalah yg seharusnya tidak jadi masalah, Ilmu nahwu jangan di campur adukkan dengan tauhid, sangat rancu bagi orang orang awam,
    jika menyebut nama Allah saja kafir, bagaimana dengan yang tidak menyebut Allah,
    jika orang awam yang membaca uraian ustadz itu menjalani benar dengan tidak menyembah kepada Allah, maka siaplah ustadz bertanggung jawab dengan dosa dosa mereka karena mengikuti urain Ustadz…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………maka sebaiknya hapus uraian ustadz agar ustadz tidak menyesatkan umat manusia, yg seolah olah bodoh semua karena menyembah NAMA ALLAH. …..maaf Ustadz perlu mempelajari lagi antara SYARI’AT, HAKEKAT dan MA’RIFAT, sekian dan terima kasih

  13. human's Gravatar human
    May 3, 2014 - 2:37 pm | Permalink

    [QS 2:28] “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

    [QS 4:116] “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

    [QS 4:87] “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?”

    [QS 3:83] “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

    [QS 2:83] “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.”

    [QS 2:174-175] “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!.”

    [QS 31:33] “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.”

    [QS 29:64] “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”

    [QS 2:86] “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.”

    [QS 2:175] “Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!”

    [QS 4:56] “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

    [QS 4:147] “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.”

  14. aminudinok's Gravatar aminudinok
    May 29, 2014 - 12:03 am | Permalink

    ISLAM SEMUANYA MENGAKUI ALLAH TUHAN SAYA… KASIH JUDUL YANG BENER DONG…. DEMI ALLAH SWT SAYA SIAP GADAI NYAWA ….TIDAK AKAN ADA SEMBAHAN LAIN SELAIN ALLAH SWT….. JUDULNYA GA BISA BEGITU!!!!!! SAYA ORANG BODOH… SAKIT JIWA INI PAK…. SAYA ADUKAN BAPAK KE ALLAH SWT

Leave a Reply