As-Salam Adalah Zat Pemberi Keselamatan

As-Salam Adalah Zat Pemberi Keselamatan. Allah adalah as-SalamAllah Pemberi Keselamatan berarti Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna, sempurna Zat-Nya, sempurna Sifat-Nya dan sempurna segala Perbuatan-Nya, kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya. Allah terhindar dari segala kekurangan, terhindar dari kecacatan dan hal-hal yang menjatuhkan nilai Ketuhanan-Nya. Atau Allah terhindar dari keserupaan dengan makhluk-Nya yang tidak mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. yang berarti pemberi keselamatan.

Sebagai as-Salam yang memberi keselamatan, Allah adalah Zat Yang Maha Terhindar. Ibnu Qayyim mengatakan bahwa pengertian Allah adalah Zat Yang Maha Terhindar adalah dalam pengertian yang sebenarnya yaitu Allah terhindar dari mempunyai isteri dan anak, terhindar dari tandingan dan bandingan, terhindar dari segala sekutu. Atau dengan kata lain Allah terhindar dari segala sifat yang berlawanan dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya.

Dengan keterhindaran dari segala sifat yang tidak sempurna itulah Allah menjadi Maha Pemberi Keselamatan atau as-Salam, karena mustahil Allah mampu menyelamatkan dan menjadi Maha Penyelamat dan Maha Pemberi Keselamatan apabila Dia tidak terhindar dari segala sifat yang tidak sempurna. Sehingga Allah menjadi Maha Pemberi Keselamatan karena keselamatan itu sendiri merupakan ciptaan dan milik Allah yang akan diberikan kepada setiap makhluk yang diinginkan-Nya

Melalui pemahaman tersebut dapatlah kiranya disimpukan bahwa as-Salam atau Zat Pemberi Keselamatan, merupakan nama yang utama dan seutama-utamanya nama yang lebih sempurna dibandingkan nama-nama lain yang menunjuk kepada nama ini. Demikian juga sifat-sifat yang menunjuk kepada pengertian dari as-Salam itu sendiri.

Selanjutnya, pengenalan nama as-Salam ini oleh Allah untuk penyebutan atas diri-Nya, disamping mengandung pengertian bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna yang terhindar dari segala kebohongan dan terhindar dari hal-hal yang menyakitkan, sehingga seluruh firman Allah itu benar adanya dan bijaksana hakikat hukum-Nya, diantaranya juga mengandung pengertian bahwa kecukupan-Nya terhindar dari kebutuhan terhadap yang lain.

Kepemilikannya terhindar dari kemungkinan untuk direbut, disamai, dibantu atau pemberian-Nya terhindar dari pemberian atau diberikan kepada yang lain tanpa seizin-Nya. Juga Allah terhindar dari penisbatan diri-Nya, mulai dari tangan sampai wajah serta Allah terhindar dari anggapan yang menyerupakan Allah dengan sesuatu yang disifatkan atas-Nya

Berzikir dan bertasbih dengan memakai nama as-Salam ini mengandung pengertian bahwa segala keselamatan dan kebaikan yang dialami atau terjadi pada diri kita sebagai makhluk adalah berasal dari Allah, karena Allah Maha Memiliki Kekuasaan untuk berbuat dan menciptakan segala sesuatu baik dengan suatu sebab atau tanpa suatu sebab apapun karena Kuasa Allah terhindar dari keterikatan atas suatu logika hukum sebab dan akibat.

Dengan mengembalikan segala keselamatan dan kebaikan yang terjadi pada diri kita kepada Allah Sang Pemberi Keselamatan, maka setiap sebab yang mengakibatkan terciptanya keselamatan itu adalah suatu proses yang sudah ditetapkan pada awal kejadiannya. Demikian juga dengan setiap keburukan atau ujian yang terjadi atau timbul karena atau yang disebabakan oleh ulah kita sendiri pada hakikatnya adalah suatu akibat dari gejolak nafsu yang tidak bersandar kepada hukum Allah atau pengingkaran kita sendiri atas Sunatullah

Allah tidak akan pernah mencabut suatu rahmat yang telah dirunkankan-Nya atas suatu kaum sampai kaum tersebut merusak atau melakukan suatu pengruskan terhadap sebab dari rahmat itu diturunkan, sehingga keselamatan yang sudah diberikan Allah terhadap seluruh makhluk ciptaan-Nya mulai dari pada awal kejadiannya diganti oleh Allah dengan ujian atau musibah karena sebab ulah makhluk itu sendiri dan Allah tidak akan pernah menurunkan suatu ujian kepada hamba-Nya melebihi batas kesanggupan seorang hamba menerima ujian itu secara lahir ataupun batin.

Sehingga setiap segala sesuatu yang terjadi pada diri setiap orang yang beriman difahami sebagai sesuatu yang tidak terlepas dari skenario yang sudah digariskan Allah dan sudah tercatat dalam rangkaian catatan takdir sebelum bumi dan langit diciptakan.

Itulah hakikat dari as-Salam atau Allah adalah Zat Pemberi Keselamatan, Yang Menyelamatkan dan Yang Menjaga Keselamatan itu sendiri dengan kekausan-Nya. Semoga kajian yang singkat ini bisa menambah dan menyegarkan kembali pemahaman kita dalam meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan serta ketertundukan kita dalam menjalankan semua perintah Allah yang telah menurunkan keselamatn dan menyelamatkan kita dari kezaliman diri kita sendiri. Amin (Al Asma – Al Husna )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.