Allah Adalah Raja Pada Hari Kemudian

Allah Adalah Raja Pada Hari Kemudian. Selain sebagai Raja Diraja yang Merajai di langit dan di bumit dan segenap isinya serta apa-apa yang berada diantara keduanya, Allah juga merupakan Raja dan satu-satunya Zat yang berhak menjadi Raja Diraja pada hari kiamat nantinya karena hanya Dialah yang menguasi hari kemudian tentunya dengan segenap sifat Maha Pengasih dan Sifat Maha Penyayang-Nya. Dengan sifat itulah Allah Menguasai hari kemudian yang sekali gus merupakan hari pembalasan.

” Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai [*] di hari Pembalasan [**].” ( QS : 001 : Al Faatihah : ayat 1 – 4 )

[ * ]Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[ ** ]Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.

Disamping ayat ke-4 surat Al Faatihah tersebut diatas dimana Allah telah mengkhususkan diri-Nya sebagai penguasa hari akhirat, juga terdapat beberapa alasan lain, kenapa hanya Allah yang paling berhak menjadi raja di hari kemudian itu seperti :

Pada hari itu, dengan kekuasan-Nya , Allah mengganti langit dan bumi dengan langit dan bumi yang lain sebagaimana yang telah disampaikan dalam firman-Nya “ (yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa “ ( QS : 014. : Ibrahim : Ayat 48 )

Seluruh langit dan bumi, pada hari kiamat kelak, Allah akan melipat langit dan bumi dan menggengam langit dan bumi tersebut ditangan-Nya Pada hari kiamat Allah akan melipat langit dan bumi, kemudian menggenggamnya dengan tangan kanan-Nya seraya berfirman. ” Aku adalah Raja. Dimana orang-orang yang menindas itu ?. Dimana pula orang-orang yang sombong itu ?. ” Kemudian Dia melipat bumi dengan tangan kanan-Nya seraya berfirman ” Aku adalah Raja. Dimana orang-orang yang menindas itu ?. Dimana pula orang-orang yang sombong itu ?. ”  ( HR : Muslim )

Jadi pada hari kiamat nanti tidak ada lagi kesombongan selain dari Kesombongan Allah yang Maha Perkasa dan pada hari itu Allah akan meberikan perlindungan dan keadilan dengan sifat Maha Pengasih dan sifat Maha Penyayang-Nya kepada orang-orang yang telah tertidas di dunia dan akan meberi hukuman secara adil kepada orang-orang sombong yang telah menindas orang-orang yang lemah. Itulah salah satu alasan lain yang menjadikan Allah menjadi Raja pada hari kiamat kelak.

Memuji Allah dengan sifat Al-Mulk ( kerajaan ) harus disertai dengan pengakuan dan ketundukan kepada kekuasaan-Nya melalui sikap rendah hati dan saling mangasihi dan menyayangi karena Allah serta menjauhkan diri dari sifat sombong dan tinggi hati. “ Orang yang paling dibenci oleh Allah serta yang paling jelek besok pada hari kiamat adalah seorang yang menamakan dirinya dengan nama raja diraja, karena tiada Zat yang bersifat Raja kecuali Allah “ ( HR : Muslim )

Sebagai makhluk yang diciptakan, adalah suatu yang sangat wajar apabila pengabdinnya merupakan pengabdian yang tanpa pamrih kepada Tuhannya dengan pengertian bahwa tidak ada kebanggaan yang paling mulia bagi seorang abdi selain kesempatan untuk menyerahkan seluruh pengabdiannya kepada Zat Yang Maha Perkasa, Raja diatas raja, Raja Diraja Yang Merajai segenap kerajaan.

Tidak ada hak dari seorang abdi untuk tidak mengutamakan perintah tuannya dan juga tidak ada hak bagi seorang abdi untuk meilih dan memilah jenis pengabdian yang akan dilakukan kepada tuannya. Memilih dan memilah serta menentukan adalah hak tuannya yang wajib ditaati dan dipatuhi oleh segenap hamba yang baik. Adalah sebuah pengingkaran apabila seorang hamba mencoba mengambil alih dan memperkosa hak tuannya

Larut dalam zikir Al-Mulk ( kerajaan ) juga berati hilangnya seluruh sebab dari setiap rutinitas keseharian kita, baik dalam kehidupan duniawi atau pun seluruh aktifitas ritual seperti ibadah wajib dan ibadah sunat selain dari tersebab karena Allah swt. Hanya Allah lah yang berhak menjadi sebab dari sekalian sebab. Dan adalah sebuah kedurhakaan dan pengkhianatan yang tak termaafkan dari seorang hamba ketika dia mencoba membaurkan antara kepentingan dirinya dengan hak Allah swt sementara dia masih tinggal di bumi yang diciptakan Tuhan swt untuk hamba-hamba yang dicintai dan mencintai-Nya.

Demikian. Semoga kajian yang pendek ini bisa membawa kita menuju kemurnian aqidah tauhid dan akhlak mulia menuju perbaikan niat dalam rangka mewujudkan pengabdian yang ikhlas kepada Allah Tuhan Semesta Allam ( Rabb Al ‘Alamin ). Amin Ya Rabba Al ‘Alamin.[ Al-Asma Al-Husna ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.