Al-Mukmin Zat Yang Mebenarkan Kebenaran

Al-Mukmin Zat Yang Mebenarkan Kebenaran. Pada kajian yang lalu kita telah mencoba membahas tentang Hakikat Al-Mukmin atau Zat Yang Memberi Rasa Aman dan pada Kajian Hakikat Tauhid dalam category Al-Asma Al-Husna kali ini kita akan mencoba membahas makna lain dari nama Allah Al-Mukmin yang berarti Mebenarkan Kebenaran.

Menurut Az-Zujaji dalam Isyttiqaq Asma Allah al-Husna, Al-Mukmin juga berarti pembenar karena iman dalam setiap definisinya selalu mengacu ke substansi makan pembenaran atau setidak-tidaknya mengacu kepada makan yangmendekatai atau yang berkaitan dengan makna itu

Selanjutnya bebarapa makna pembenaran yang terkandung dalam hakikat makna Al-Mukmin dapat disimpulkan dalam beberapa hal diantaranya :

1. Pembenaran Allah terhadap diri-Nya dengan tauhid dan sifat – sifat-Nya.

Pembenaran ini telah dinyatakan Allah dengan tegas bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Esa. Pernyataan ini adalah kesaksian yang paling agung. Tidak ada kesaksian yang lebih agung dari pada kesaksian Allah sendiri atas diri-Nya. Kesaksian-Nya juah lebih agung dibandingkan dengan kesaksian para malaikat, kesaksian para rasul, para nabi dan kesaksian makhluk. ” Dan dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. dan dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” ( QS : 006 : Al An’am : Ayat : 08 )

2. Pembenaran Allah Terhadap Para Rasul, Nabi dan Para Pengikutnya.

Keutamaan-keutamaan yang dimilki oleh kaum mukmin telah dengan gamblang dan tegas dinyatakan Allah SWT dalam ayat – ayat Al-Quran merupakan suatu bukti kesaksian pembenaran yang disampaikan Allah Tuhan Yang Maha Esa atas kebenaran tauhid yang difahami sebagai sebuah keyakinan yang teguh

Selanjutnya pertolongan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang ditunjukkan kepada musuh-musuh mereka seperti pera malaikat yang turut serta bahu membahu dengan kamum mukminin dalam sebuah perperangan serta pekikan-pekikan spontanitas dari orang-0orang kafir yang memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan-Nya kepada orang yang benar ; merupakan suatu bukti pembenaran yang diberikan Allah terhadap kebenaran Para Rasul, Nabi dan Para Pengikutnya serta kebenaran ajaran yang dibawanya

Ditimpakannya azab kepada orang-orang yang berdosa dan musuh-musuh para rasul juga merupakan suatu pembenaran, karena menimpakan azab kepada orang-orang yang mengingkari kebenaran ajaran Islam sebagai agama tauhid terakhir seperti itu merupakan suatu bukti pembenaran dari Allah SWT.

3. Pembenaran Allah Terhadap Hamba-Nya Yang Beriman Pada Hari Kiamat

Pada hari itu Allah bertanya kepada seluruh umat manusia, kemudian Allah membenarkan orang-orang mukmin dengan keimanan mereka, dan Allah mendustakan orang – orang kafir dan pendosa. Setelah itu Allah meminta seluruh persendian tubuhnya untuk bersaksi.

Kesaksian pembenaran yang diberikan Allah pada hari seluruh kebaikan dan kejahatan diperhitungkan merupakan persaksian yang maha mulia yang diberikan Allah terhadap orang-orang yang beriman.

Melalui pemahan Al-Mukmin dalam konteks makna Pembenaran, maka Al-Mukmin juga berarti Yang Membenarkan. Pembenaran itu berasal dari suatu proses kesadaran yang membenarkan suatu kebenaran secara mutlak tanpa suatu sebab yang menyebabkannya. Sedangkan sebuah pembenaran yang terlahir dari suatu proses pembuktian, merupakan suatu pembelajaran menuju kepada puncak kebenaran yang sesungguhnya. Ketika tidak diperlukan lagi bukti sebagai sandaran dalam menyakini suatu kebenaran, maka ketika itu yang tertinggal hanyalah kemutlakan yang abadi.

Dengan demikian, bezikir dengan nama Allah Al-Mukmin pada hakikatnya juga bermakna kepasrahan terhadap setiap risalah kebenaran yang disampaikan Allah melalui hamba-hamba-Nya yang terpilih, tanpa sediktipun keraguan atas-Nya. Itulah tauhid yang benar lagi lurus. Penerimaan hati atas kebenaran itu harus diujudkan dengan suatu usaha melahirkan kebenaran itu dalam setiap tidakan dan perbuatan yang baik dan benar yang bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya

Sedangkan pengingkaran terhadap kebenaran pada hakikatnya hanyalah suatu upaya pembohongan terhadap diri sendiri dan akan selalu dibutuhkan kebohongan-kebohingan yang lain untuk menutupi satu kebohongan sebelumnya, sehingga pengingkaran terhadap kebenaran ajaran tauhid yang benar lagi lurus dalam naungan islam sebagai agama tauhid terakhir merupakan upaya pengrusakan terhadap hati yang akhirnya akan mematikan hati itu sendiri seiring dengan matinya sinar kebenaran di dalam diri.

Demikian sekilas hakikat makna dari Al-Mukmin yang lain, semoga kajian yang singkat ini bisa menambah dan memperkuat keyakinan serta keimanan kita kepada Allah SWT sebagai Zat Yang Memberi Rasa Aman dan Zat Yang Membenarkan setiap kebenaran yang dibawa oleh hamba – hamba-Nya yang terpilih melalui kesaksian-Nya yang agung. Sesungguhnya yang benar itu telah datang dan setiap kemungkaran itu pasti akan musnah. ( Al – Asma Al – Husna )

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.