Al-Mukmin Adalah Zat Yang Memberi Rasa Aman

Al-Mukmin Adalah Zat Yang Memberi Rasa Aman. Pada awal penciptaannya, manusia adalah makhluk yang lemah, yang sangat membutuhkan bantuan dari sesama makluk lainnya untuk mendapatkan rasa aman. Ia butuh orang lain untuk menjamin makannya, yang menawarkan rasa sakitnya serta yang melindunginya ketika diancam oleh musuh-musuhnya, sehingga sebagai pribadi dan kelompok, manusia akan selalu berusaha untuk memperoleh rasa aman dengan cara yang berbeda-beda.

Orang atau negara yang lemah biasanya akan meminta perlindungan kepada yang lebih kuat dari padanya. Dan apabila rasa aman yang diharapkan ternyata tidak tercapai, maka dia akan berusaha untuk mencari perlindungan lain atau menambah pelindung-pelindung dengan membentuk suatu kelompok yang lebih besar sehingga menjadi bertambah kuat, sehingga bertambah pulalah rasa amannya.

Apabila rasa aman yang mereka harapkan ternyata pada akhirnya tidak mampu mereka dapatkan seperti ketika tanah mereka sudah tidak lagi layak untuk ditanami, sumber air yang sudah susah untuk didapatkan, bencana alam dan wilayah mereka diinvansi oleh musuh-musuh mereka, maka mereka akan ramai-ramai meninggalkan wilayah mereka yang suda tidak lagi memberi rasa aman tersebut menuju ke tempat yang lain yang menurut mereka bisa memberi rasa aman.

Namun demikian, bahaya yang jumlahnya tidak terhingga itu akan selalu silih berganti mendatangai mereka, sehingga manusia akan selalu hidup dalam ketakutan dan diliputi oleh perasaan tidak aman dalam hidupnya.

Dalam kondisi ini, manusia akan berusaha meminta bantuan kepada tuhan-tuhan mereka atau kepada sesuatu yang dipertuhankan oleh mereka, seperti patug dan berhala, api, matahari serta sesuatu yang mereka dewa-dewakan atau apa saja yang mereka anggap mampu memberikan rasa aman.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya ketika siksa Allah menimpa suatu kaum, maka tidak akan ada seorangpun yang dapat memberi mereka rasa aman, karena memang manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menciptakan benteng perlindungan dari siksa Allah “ Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?, Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan ) peringatanKu ( QS : 067 :  Al Mulk : Ayat : 16 – 17 )

Sesungguhnya rasa aman itu hanyalah berasal dari Allah SWT yang telah memperkenalkan diri-Nya dengan nama Al-Mukmin yaitu Zat Yang Maha Pemberi Rasa Aman kepada hamba-Nya yang mukmin, sehingga orang yang merasa aman hanyalah orang-orang yang diberi rasa aman oleh Allah SWT dan lawan dari rasa aman adalah al-Khauf yang berarti rata takut.

Dengan demikian, maka  sesungguhnya rasa aman yang dirasakan di dunia ini dengan segala macam bentuknya semunya berada dalam kekuasaan Allah SWT Yang Memberi Rasa Aman, Yang memberi nikmat dan mencegah bahaya “ Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” ( QS : 007 : Al A’raaf : Ayat : 96 )

Dengan demikian, nyatalah bahwa sesungguhnya rasa aman yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman, kadarnya akan sangat sesuai dengan tingkat keimanan dan kekutan tauhidnya terhadap kekuasaan Allah atas rasa aman tersebut. “ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta “. ( QS : 041 : Fushshilat : Ayat : 31 – 31 )

Bezikir dengan nama Allah Al-Mukmin disamping menumbuhkan dan memperkuat keyakinan dan keimanan kita, bahwa kemanan dan rasa aman yang dirasakan manusia sebagai makhluk adalah suatu rahmat dan karunia yang diberikan dari sisi Allah SWT sebagai Al-Mukmin yaitu Tuhan Yang Maha Pemberi Rasa Aman juga mengandung pengertian bahwa sebagai seorang hamba yang beriman, seorang Mukmin dituntut harus mampu menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan rasa aman itu terhadap lingkungannya. “ Barangsiapa yang membawa kebaikan, Maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.” ( QS : 027 : An Naml : Ayat : 89 )

Dan adalah mustahil seseorang tersebut dinyatakan beriman kepada Allah SWT, apabila dalam hatinya masih terselip suatu pembangkangan terhadap kekuasaan Allah SWT. Ketika Allah SWT telah menyatakan diri-Nya sebagai Al-Mukmin atau Zat yang memberi rasa aman, maka ketika itu juga seorang hamba yang mukmin, dengan segenap kemuliaan yang ada padanya, pasti akan berusaha dengan segenap keyakinan yang dimilkinya untuk menjadi bagian dari proses penciptaan rasa aman tersebut pada keluarga dan lingkungannya.

Demikian kajian singkat tentang nama Allah, Al-Mukmin yang salah satunya bermakna Zat Yang Memberi Rasa Aman, semoga dengan kajian yang singkat melalui blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini bisa menambah wawasan dan memperteguh keyakinan bahwa mejadi bagian dari terciptanya rasa aman dalam keluarga dan lingkungan merupakan salah satu ibadah sebagai bukti keimanan dan kecintaan kita kepada Allah dalam meraih hidayah-Nya

Terakhir, saya sebagai admin dari  blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini menyampaikan selamat tahun bari Hijriyah 1431 H dan mohon kiranya disampaikan salam hormat saya kepada para guru kita yang dimulikan Allah dengan harapan semoga beliau berkenan memanjatkan do’a dan keberkatan kepada kita semua, khususnya kepada kami sekeluarga agar selalu dalam lindungan dan hidayah Allah SWT. Amin ( Al – Asma Al – Husna )


Leave a Reply