Al – Muhaimin artinya Zat Yang Maha Memelihara

Al – Muhaimin artinya Zat Yang Maha Memelihara. Sesungguhnya makni dari Al – Muhaimin adalah Zat yang memelihara dan mengurusi dan mengawasi sekalian pemasalahan dan persoalan makhluk-Nya, sehingga dalam konteks Allah Tuhan Rabb Al ‘Alamin, Al- Muhaimin bermakna Dia adalah Tuhan yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya, tanpa sesuatupun yang tertutupi

” Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya ( sama dengan yang tidak demikian sifatnya )? mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: ” Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu “. atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan ( tentang hal itu ) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan ( oleh syaitan ) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan ( yang benar ). dan barangsiapa yang disesatkan Allah, Maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. ( QS : 013 : Ar Ra’d : Ayat 033 )

” Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)  ( QS : 010 : Yunus : Ayat : 061 )

Sehingga Al- Khatabi dan Ibnu Katsir menafsirkan bahwa Al – Muhaimin juga berarti Zat yang mengawasi yang menjadi saksi atas segala perbuatan makhluk-Nya, baik yang diucapkan atau yang dilakukan termasuk apa – apa yang dipikirkan oleh semua makhluk

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang Telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka Telah melupakannya. dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu.  ( QS : 058 : Al Mujaadilah : Ayat : 006 )

” Dan jika kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa) yang kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) kami wafatkan kamu (sebelum itu), Maka kepada kami jualah mereka kembali [ * ], dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.  ( QS : 010 : Yunus : Ayat : 046 )

[ * ] Maksudnya: namun di akhirat kelak Allah akan memperlihatkan juga azab itu kepada nabi Muhammas s.a.w.

Menurut Imam Al – Ghazali, makna Al – Muhaimin dalam konteks Allah adalah Zat Yang Mengatur perbuatan, rezeki dan kematian makhluk dengan cara melihat, menguasai dan menjaganya serta memelihara dengan acuan pemahamna bahwa istilah mengawasi terkait dengan kesadaran dan penguasaan mengacu kepada kemampuan yang sempurna serta penjagaan mengacu kepada tindakan. Gabungan dari konsep – konsep pemahamn tersebutlah sesungguhnya yang menjadi makna dari Al – Muhaimin

Dalam konteks Al-Quran, Al – Muhaimin berarti batu ujian bagi kitab – kitab terdahulu, sehingga Al-Quran merupakan alat ukur untuk menentukan bagain – bagian dari kitab – kitab terdahulu yang masih dipertahankan kemurnian dan keasliannya dan bagaian – bagian yang sudah dirubah atau tidak lagi dipertahankan kemunian atau keaslian ajarannya, sehingga benar tidaknya ayat – ayat yang diturunkan sebelum Al- Quran diturunkan dapat diuji dengan isi kandungan anyat – ayat al-Quran

” Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian [ * ] terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu [ **], kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu, ” ( QS : 005 : Al Maa-idah : Ayat : 048 )

[ * ] Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya.
[ ** ] Maksudnya: umat nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat yang sebelumnya.

Jadi, berzikir dengan Al-Muhaimin ini adalah selalu mawasdiri dan ingat siapa kita, dari mana kita diciptakan, untuk apa kita diciptakan dan akan kemana kita setelah ini. Ingatlah, Bahwa pada akhirnya, semua kita akan kembali kehadapan Sang Maha Pencipta Yang Maha Agung. Dan untuk kembali nantinya, hanya ada satu jalan yang bisa dilewati, Jalan yang hanya mempunyai satu pintu. Di pintu tersebut berdiri para penjaga yang tidah pernah lengah. Mereka akan selalu memeriksa setiap barang bawaan dari orang yang melewatinya dengan sangat teliti, para penjaga yang tidak pernah bisa disogok dan tergoda oleh segala macam rayuan, sehingga tak satupun barang bawaan yang bisa disembunyikan yang luput dari pemeriksaan pada pintu yang hanya satu – satunya itu dan Ketika Itu Sudah Tidak Tersedia Lagi Ruang Untuk Kembali  !!!. [ Al-Asma Al-Husna ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.