Al – Jabbar Berarti Allah Zat Yang Maha Kuasa

Al – Jabbar Berarti Allah Zat Yang Maha KuasaAl – Jabbar dari asal katanya berasal dari kata ja – ba – ra yang mengacu kepada makna tumbuih dan berkembang dan dalam konteks Al – Asma Al – Husna, Al – Jabbar bermakna Allah maha kuasa membuat orang – orang yang lemah, yang miskin, yang teraniaya, yang berduka, yang sakit, yang sengsara menjadi semakin sengsara atau menjadi orang yang kuat, berkuasa, sehat dan kaya raya

Allah berkuasa menjadikan orang – orang miskin menjadi kaya raya dengan membukakan pintu riszki seluas – luasnya bagi orang miskin dan atau dengan cara menutup pintu rizki kepada orang – orang kaya, sehingga dia jatuh menjadi lebih miskin dari pada orang yang sebelumnya dianggap miskin dan atau menambah keberkahan kecukupan dari sedikit harta yang dimiliki untuk orang yang dianggap miskin sehingga mempunyai nilai manfaat lebih banyak dan atau mencabut berkah kecukupan bagi orang yang dianggap kaya sehinga selalu merasa kekurangan dan tidak puas dengan apa – apa yang telah dimilikinya

” Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki – Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa “ ( QS : 054 : Ar Ruum : ayat 54 )

Selain itu, Al – Jabbar juga bisa berarti memaksa yang diambil dari asal kata al-Ijabar. Dalam konteks Al-Asma Al – Husna, Al – Jabbar dimaknai dengan Allah adalah zat yang Maha Kuasa yang memilki kekuasaan, kebesaran dan keagungan

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” ( QS : 059 : Al – Hasyr : ayat : 23 )

” Maha suci Allah, Zat yang mempunyai segala kekuasaan, segala kebesaran dan keagungan ” ( HR Abu Daud )

Selain itu Al – Jabbar juga dapat diartikan dengan keluhuran karena kekuasaan Allah itu Maha Luhur. Keluhuran yang tidak terjangkau oleh makhluk – Nya dan karena memang hanya Dia yang berhak mendapat sebutan luhur dan memiliki segala kekuasaan yang luhur itu

Imam Ghazali dalam Al-Muqshad al-Asna menyatakan bahwa Al – Jabbar adalah Zat yang semua kehendak – Nya terhadap individu makhluk – Nya, berlaku tanpa terhalangi oleh kehendak yang lain, Zat yang tidak seorang pun dapat terlepas dari kekuasaan – Nya, yang tanpa pertolongan – Nya semua kekuatan menjadi tidak berarti. Dengan demikian yang Maha Kuasa dalam Arti yang sebenarnya adalah Allah, yang berkuasa terhadap setiap individu makhluk – Nya dan tidak dikuasi oleh yang lain

Ketertundukan semua makhluk terhadap kekuasaan Allah karena dengan sifat ke Maha Kuasan – Nya itu Allah telah menciptakan semua makhluk. Allah berkuasa menciptakan apa – apa yang dia kehendaki seperti apa yang dia kehendaki dengan cara apa saja sesuai dengan kehendak – Nya

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu “. ( QS : 003 : Ali Imran : ayat : 189 )

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia “ ( QS 036 : Yaasin : Ayat : 82 )

Berzikir dengan sifat Allah Al – Jabbar adalah mengembalikan semua kuasa dan kekuasan kepada keluhuran kuasa Allah, tidak ada sebab yang menyebabkan segala sesuatu itu, melainkan semua itu terjadi atas kehendak Allah. Buruk dan baik hanyalah berasal dari penafsiran dari sudut pandang yang berbeda dari nafsu dan keterbatasan pemikiran makhluk.

” Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “. ( QS : 002 : Al – Baqarah : ayat 216 )

Jadi, setiap yang disangka baik atau pun setiap yang disangka buruk menurut manusia, belum tentu bermakna sama di hadapan Allah. Meyesali dan menolak sesuatu yang diciptakan Allah, sama artinya dengan menyesali dan menolak kekuasaan Allah yang telah menciptakannya. Biarkanlah Allah bertindak dan berbuat apa saja yang Dia kehendaki terhadap apa – apa yang telah Dia ciptakan sendiri dan tidak ada hak kita sebagai makhluk untuk ikut campur didalamnya ( Al – Asma Al – Husna )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.