Ajaran ” Islam ESQ ” dan Para Pemuja Setan

Ajaran – Islam ESQ – dan Para Pemuja Setan  – Menyikapi ribut – ribut masaalah kesesatan ajaran  ” Islam ESQ ”  Ary Ginanjar yang belakangan ini terus bergulir dengan segala macam dinamikanya, pada postingan kali ini saya hanya ingin sedikit berbagi pemahaman tentang beberapa hal yang menjadi sorotan dari ajaran Islam ESQ  itu yang berhubungan dengan dasar kajian blog Kajian Hakikat Ilmu Tauhid ini dan beberapa hal – lain yang mungkin berhubungan sesuai dengan perkembangan yang ada nantinya
Sebagai mana yang sudah kita ketahui bersama, bahwa diantara pokok hal yang menjadi persoalan dalam perdebatan ajaran  ” Islam ESQ “  selain dari pada faham liberalisme yang menjadi dasar pijakan pembahasan dalam buku ” Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi Spiritual – ESQ ” Emotional Spritual Quotient Edisi Indonesia yang ditulis oleh Ary Ginajar Agustian cetakan ke 44 Januari 2009 yang diterbitkan oleh Penerbit Arga Jakarta yang ( khusus ) diberikan hanya untuk peserta pelatihan ESQ ( sesuai label Only For ESQ Training yang tertera pada sampul buku ), terdapat beberapa bahasan lain seperti adanya upaya yang mengarah kepada penghacuran aqidah tauhid umat islam dan penghilangan hakikat peran dan fungsi dari pada Nabi dan Rasul yang kesemua itu merupakan hal yang sangat prinsip dalam kelurusan aqidah tauhid ajaran islam sebagai agama terakhir yang diridhai Allah SWT

Saya katakan bahwa pijakan utama dalam kajian ” Islam ESQ “ tersebut bukanlah ajaran islam sebagai mana yang terpampang dalam sampul buku itu yaitu ” The ESQ Way 165 “ dimana angka 165 yang diartikan dengan  Ihsan ,  Rukun Iman  dan  Rukun Islam  merupakan metoda pemahaman yang tidak dikenal dalam ajaran islam. Karena dalam pemahaman ajaran islam yang benar adalah sesuai dengan hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang kemudian oleh sebagain pendapat dinyatakan sebagai rukun agama adalah  Rukun Islam,  Rukun Iman  dan  Ihsan  atau kalau memakai atau mengikuti logika lambang yang disampikan dalam ajaran ” Islam ESQ “, maka seharusnya tertulis angka  ” 561 “ bukan terbalik dengan angka ” 165 “

Ketahuilah bahwa sesungguhnya menulis dan memahami secara terbalik atau secara menyimpang, bengkok atau tidak lurus, baik dalam bentuk pemakaian lambang atau pun dalam bentuk pesan dan lain sebagainya adalah suatu kebiasaan dan ciri khusus dari pada kaum pemuja setan. Hal itu dapat dilihat pada salah satu ciri yang ditampilkan oleh para pemuja setan, terutama para pemuja setan yang berada di Eropa yaitu pemakain Salib Terbalik atau ” Salib Bengkok “ sebagai lambang kelompok mereka ( sudah dibahas )

Selain itu, dari pembahasan isi terlihat bahwa, penempatan ayat – ayat Al-Quran dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW lebih benyak terkesan hanya sebagai tempelan saja untuk memperlihatkan bahwa ajaran ” Islam ESQ “ merupakan ajaran yang sesuai dengan ajaran islam dan didukung oleh Al-Quran dan Sunnah Rasulullah, sedangkan pembahasan yang sesungguhnya lebih bersandar kepada pendapat – pendapat ilmuan barat yang hampir dipastikan tidak mengenal ajaran Islam secara benar

Selanjutnya Pada halaman 77 terdapat penggabungan penulisan terjemahan dua ayat Al – Quran yaitu tertulis terjemahan Al-Quran surat Al – ‘Alaq ( segumpal darah ) ayat 1 dan ayat 19 yang digabungkan sehingga menjadi kalimat “ Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Tidak! Jangan ikuti ia. Sujudlah dan dekatkan dirimu ( kepada Tuhan ) ”

Sesuai dengan AL – Quran dan terjemahnya. Revis Baru Juli 1989. Depertemen Agama Republik Indonesia.. Terjemahan kedua ayat tersebut berbunyi :

  • ” Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang “ ( QS : 96 : 1 )
  • ” Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan) “ ( QS : 96 : 19 ) –

Sebagai catatan perlu juga disampaikan bahwa dari riwayat yang menjadi sebab turunnya ayat – ayat Al-Quran dalam surat Al- ‘Alaq terdapat pendapat yang berbeda yang masing – masingnya bersandar pada hadis dari sumber yang berbeda pula yaitu :

  1. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al Quran yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berkhalwat di gua Hira’
  2. Turunnya ayat ( QS : 96 : 6 – 19 ) – Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Abu Jahal pernah berkata: “Apakah Muhammad meletakkan mukanya ke tanah (sujud) di hadapan kamu?” Ketika itu orang membenarkannya. Selanjutnya Abu Jahal berkata: “Demi Lata dan ‘Uzza, sekiranya aku melihatnya demikian, akan aku injak batang lehernya dan aku benamkan mukanya ke dalam tanah.” Ayat ini ( QS : 96 : 6 – 19 ) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Abi Hurairah.)
  3. Turunnya ayat (QS : 96: 9 – 16) – Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sedang shalat, datanglah Abu Jahal melarang Nabi melakukannya. Ayat ini ( QS : 96: 9 – 16 ) turun berkenaan dengan peristiwa di atas sebagai ancaman kepada orang yang menghalang-halangi beribadat. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
  4. Turunnya ayat ( QS : 96 : 17 – 19 ) – Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Nabi saw. sedang shalat, datanglah Abu Jahal berkata: “Bukankah aku telah melarang engkau berbuat begini (shalat)?” Ia pun dibentak oleh Nabi saw. Abu Jahal berkata: “Bukankah engkau tahu bahwa di sini tidak ada yang lebih banyak pengikutnya daripadaku?” Maka Allah menurunkan ayat ini ( QS : 96 : 17 – 19 ) sebagai ancaman kepada orang-orang yang menghalang-halangi melakukan ibadat dan karena merasa banyak pengikutnya. (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas. Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan shahih.)

Sehingga antara ayat 1 dengan ayat 19 Surat Al – ‘Alaq diturunkan Allah SWT dalam waktu dan konteks yang berbeda, dan tidak ada hak bagi sipapun di dunia ini untuk menyatukan ayat – ayat yang sudah dipisahkan Allah, apalagi kalau itu hanya sekedar bertujuan untuk memperkuat argumen manusia yang tingkat kebenaranya masih bersifat relatif temporer dan masih bisa diperdebatkan

Selain itu, menggabungkan redaksi dua ayat Al – Quran yang sudah dipisahkan menjadi satu redaksi kalimat saja, sama artinya dengan telah merubah Al – Quran secara keseluruhannya. Merubah Al-Quran sama artinya dengan meragukan kebenaran dari Al – Quran itu sendiri sebagai kitab suci yang berasal dari Allah SWT dan Percaya kepada kitab suci merupakan salah satu dari Rukun Iman yang menjadi landasan utama dari kelurusan aqidah tauhid dalam ajaran Islam

Dan apabila penulisan yang menggabungkan dua ayat dengan latar belakang yang berbeda seperti itu diperbolehkan, tentunya diperbolehkan juga untuk menggabungkan ayat – ayat ini sehingga menjadi kalimat  – “ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya “ ( QS : 107 : Surat : Al Maa’uun : Ayat : 4 dan ( QS : 96 : Surat : Al – ‘Alaq: Ayat : 15 )

Selain itu, pada halaman 81 terdapat terjemahan surat Al – Furqaan ( Pembeda ) ayat 33 dengan redaksi

” Dan setiap mereka datang kepadamu membawa suatu permasalahan, selalu Kami datangkan kepadamu selalu selalu selalu selalu kebenaran dan sebaik – baik tafsiran “

Coba bandingkan dengan terjemahan ayat tersebut yang dikeluarkan oleh Deperteman Agama berikut

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya ” –

Terlepas dari perbedaan redaksional penafsiran ayat tersebut, pengulangan kata ” selalu ” sebanyak empat kali tentunya merupakan sesuatu yang tidak bisa dikatakan sebagai kekilafan dalam proses editting naskah saja, tetapi sudah termasuk penambahan, ( Ingat : buku ini adalah modul dalam pelatihan motivasi ). Dan pengulangan seperti itu tidak dikenal dalam ayat – ayat Al-Qur’an yang menjadi kitab suci umat Islam di seluruh dunia.

Mungkin perlu juga disampaikan kembali bahwa sesungguhnya Al – Quran itu adalah kitab wahyu sempurna dan telah disempurnakan Allah dengan masa berlaku yang sangat panjang, yaitu mulai dari diturunkan sampai akhir zaman yang kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya akhir zaman itu. Seluruh kebenaran yang menjadi isi dari kandungan Al – Quran itu pasti akan selalu relevan dengan seluruh perkembangan peradaban umat manusia sampai akhir zaman itu, sehingga tidak diperlukan penambahan, pengurangan atau perubahan apapun terhadap isi kandungan Al – Quran

Cukuplah Kitab Bibel ( injil ) saja yang akhirnya rusak dan hancur dan sudah tidak bisa dikembalikan lagi kepada bentuk aslinya karena kezaliman dan kesombongan pengikutnya. Belajarlah dari pengalaman yang sudah ada yang sudah dialami oleh para pengikut Kitab Bibel “ Hanya orang bodohlah yang belajar dari pengalamanya sendiri “ karena orang pintar tak perlu terbakar terlebih dahulu untuk sekedar membuktikan bahwa api itu ternyata benar – benar panas

Tanpa bermaksud mengatakan bahwa sesungguhnya ” Islam ESQ “ Ary Ginanjar adalah salah satu dari ajaran para pemuja setan yang lebih cendrung menjadikan agama dominan di suatu tempat sebagai pintu masuk yang empuk dalam menghancurkan umat manusia secara keseluruhan di tempat itu. Tapi, sebagai manusia yang mempunyai keterbatasan ilmu dan kemampuan, kita tentunya hanya bisa memandang atas apa yang berupa dan membaca apa yang tersurat saja, dalam lautan bisa diduga, dalam hati seseorang tiada yang tahu. Dan tentunya hanya Allah SWT saja dan Ary Ginajar saja yang tahu persis lakon apa sebetulnya yang sedang diperankanya dalam pementasan kontroversi ini ( para pemuja syetan )

Comments 8

  • The account aided me a acceptable deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast offered bright clear concept

  • Well with your permission allow me to grab your feed to keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the enjoyable work.

  • I really relate to that post. Thanks for the info.

  • tolong menolonglah dalam kebaikan…. Untuk semua.

  • yaa ALLAH,segera datangkan keputusanmu untuk.memusnahkan para penista agamamu ini……

  • mau cari uang kok sampai tega2 nya merusak umat islam?? lebih mulia merampok…!!

  • رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيْت ESQ وَمَلأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالاً فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَن سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وْاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلاَيُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوْا الْعَذَابَ اْلأَلِيمَ
    “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada ESQ dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.

  • Ah…apa yang anda paparkan sangat dangkal.
    “awaluddin ma’rifatullaah”.
    Jika belum mampu beragama dari ma’rifat (1) ya silahkan,atau dari syari’at (5) pun boleh.
    Mau 165…atau 561….boleh2 saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.